Trimester 3

TRIMESTER 3
9 November 2020

Menjelang Melahirkan, Apakah Bayi Masih Bergerak? Ketahui Tanda-tandanya!

Ternyata, saat menjelang melahirkan, Si Kecil masih bergerak di dalam perut lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jelang akhir kehamilan, tubuh Moms dan Si Kecil bersiap untuk persalinan. Menurut The Journal of Perinatal Education, saat menjelang persalinan, paru-paru Si Kecil matang dan ia memakan lapisan lemak pelindung, yang menyerupai ciri khas bayi baru lahir.

Para peneliti dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of United States of America mengemukakan ketika seorang bayi siap untuk hidup di luar rahim ibunya, tubuhnya melepaskan sejumlah kecil zat yang menandakan hormone ibu untuk memulai persalinan.

Lalu, menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak?

Jawabannya, ya. Selama kehamilan, ligament Moms perlahan mengendur dan meregang untuk memberi ruang saat Si Kecil harus melewati jalan keluar dari jalan lahir.

Saat akhir dari trimester ketiga atau mendekati persalinan, kepala Si Kecil akan mulai bergerak ke bawah menuju panggul. Ketika bayi sudah masuk ke panggul, hal inilah yang biasa dokter katakan sebagai keadaan di mana Moms sudah siap melahirkan si buah hati.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Linu Panggul Saat Hamil, Bebas Rasa Sakit!

Menjelang Melahirkan, Apakah Bayi Masih Bergerak?

menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Women and Infants, terkait pertanyaan apakah menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak, bayi mungkin menjadi sedikit kurang aktif saat persalinan mendekat.

Tetapi, Moms seharusnya masih merasakan bayi bergerak beberapa kali dalam satu jam. Jika tidak, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.

Kesehatan janin sendiri bisa dipantau lewat pergerakan dari janin tersebut.

Sejak Moms pertama kali merasakan bayi bergerak, yang oleh dokter disebut sebagai gerakan cepat atau flutters, kemungkinan besar Moms akan mulai menggunakan gerakan tersebut sebagai sarana untuk memeriksa kesehatan bayi.

Kualitas Gerakan

Mengutip Very Well Family, biasanya, janin akan mulai bergerak sekitar minggu ke 18 hingga 24 kehamilan. Pada awalnya, mungkin sulit untuk membedakan apakah yang dirasakan adalah bayi atau gas.

Namun seiring berjalannya waktu, pergerakan tersebut akan menjadi lebih berkarakteristik dan kokoh. Itu adalah sesuatu yang Moms nantikan, kepastian bahwa anak tersebut berkembang secara normal dan akan sehat serta kuat ketika dilahirkan.

Tetapi kualitas dari gerakan-gerakan itu kadang-kadang bisa berubah saat Moms melewati usia kehamilan minggu ke-30. Bayi tidak lagi bisa membalikkan badan dengan mudah karena rahim menjadi semakin sempit. Ini termasuk menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak.

Tak lama kemudian, alih-alih merasakan tikungan dan belokan seperti akrobatik, Moms mungkin mengalami sedikit geli dan gerakan menggeliat. Mungkin juga ada pukulan atau tendangan tiba-tiba yang terasa sangat tidak nyaman.

Pada saat yang sama, bayi mungkin lebih jarang bergerak hanya karena ruang gerak yang lebih sedikit.

Meskipun Moms mungkin diberi tahu untuk tidak khawatir, bahwa bayi baru saja menyesuaikan diri dengan posisi lahir, ada kalanya perubahan ini memerlukan penyelidikan medis.

Pergerakan Janin di Akhir Kehamilan

Secara umum, wajar untuk beralih dari merasakan gerakan besar selama awal kehamilan hingga mengalami gerakan menggeliat dan tusukan yang lebih kecil di akhir kehamilan ketika menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak.

Seringkali, menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak, juga terjadi sedikit gerakan saat bayi mulai mengambil posisi verteks (kepala menunduk) di dalam rahim.

Namun, jika Moms yakin perubahan ini tidak normal, dokter dan bidan biasanya akan meminta Moms untuk membuat jurnal penghitungan tendangan janin.

Ini memungkinkan Moms melacak, jam demi jam, seberapa sering merasakan gerakan yang berbeda dari bayi.

Tidak ada aturan pasti, tetapi kebanyakan dokter menyarankan bahwa merasakan 10 gerakan berbeda selama dua jam terus menerus adalah tanda bahwa janin semuanya baik-baik saja.

Membuat jurnal juga memungkinkan Moms lebih waspada terhadap gerakan halus yang terkadang mudah terlewat.

Pastinya, ketika orang tua membuat persiapan untuk segala hal mulai dari perjalanan ke rumah sakit hingga mengecat kamar bayi, bisa jadi ada banyak stres. Bukan hal yang aneh jika seorang ibu menjadi kurang menyadari rasa geli saat tingkat stres sedang tinggi.

Dalam Humboldt General Hospital, juga menyebutkan bahwa pertanyaan menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak terjawab jika bayi akan kurang bergerak.

Wanita sering memerhatikan bahwa bayi mereka kurang aktif sehari sebelum persalinan dimulai. Hal ini tidak ada yang tahu pasti kenapa, tetapi mungkin bayi sedang menyimpan energinya untuk persalinan.

Tanda Bayi Masih Bergerak Jelang Melahirkan

Lalu apa saja tanda-tanda bayi masih bergerak menjelang melahirkan?

1. Pernapasan Lega

pernapasan lega

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah pernapasan lega. Masih ingat ketika Moms merasa pernapasan yang terengah-engah utamanya yang dialami sejak awal trimester ketiga? Nah, biasanya hal itu akan hilang karena Si Kecil telah turun ke panggul menjelang melahirkan.

Sebelum terjatuh, seorang bayi meringkuk tepat di bawah tulang rusuk ibunya. Begitu Si Kecil turun ke daerah panggul, tekanan pada paru-paru Moms akan berkurang, memungkinkan untuk menarik napas dalam-dalam dan bernapas secara alami.

2. Perubahan di Abdomen

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah peruahan di abdomen. Saat bayi turun, dia bergerak ke bagian bawah perut dan meletakkan kepalanya di panggul Moms. Saat ini terjadi, sebagian besar Moms dapat melihat bahwa bentuk perut hamil mereka sekarang menggantung lebih rendah dari sebelumnya.

Beberapa Moms bahkan dapat merasakan kepala bayi mereka berada tepat di bawah tulang panggul, menurut Dr. Sears, dokter anak dan penulis terkenal. Saat duduk, bayi akan merasa seperti berada di pangkuan Moms.

Meskipun Moms tidak menyadarinya, orang lain yang sering melihatnya akan melihat perubahannya dengan jelas.

3. Sakit di Vagina

menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah sakit di vagina. Saat bayi masih bergerak menjelang melahirkan, Moms mungkin merasakannya di vagina, perineum atau rectum. Tentunya, hal ini membuat Moms bisa sangat tidak nyaman bahkan menyakitkan.

Keadaan ini dapat membuat Moms merasa seolah-oleh Si Kecil berada jauh di bawah panggul hingga ia hampir keluar. Sensasinya memang tidak demikian, karena cairan ketuban masih mengelilingi bayi.

Baca Juga:5 Jenis Stretching untuk Redakan Linu Panggul Saat Hamil

4. Kontraksi

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah kontraksi. Dilansir dari Tommys.org, selama kehamilan Moms mungkin merasakan perut menegang selama beberapa detik lalu rileks kembali.

Ini bisa terjadi di trimester kedua sehingga dianggap sebagai kontraksi palsu. Tapi, tidak berarti Moms akan melahirkan dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Mengutip Very Well Family, saat mendekati akhir kehamilan, kontraksi Braxton Hicks mungkin menjadi lebih kuat, jadi mudah untuk salah mengira itu sebagai awal persalinan. Kontraksi Braxton Hicks tidak teratur dan tidak berlangsung lama. Meskipun bisa jadi tidak nyaman, itu tidak menyakitkan.

Hubungi dokter kandungan atau bidan tempat bersalin untuk meminta nasihat jika Moms merasa khawatir tentang ketegangan perut atau kram yang mungkin menjadi awal persalinan.

5. Sering Buang Air Kecil

menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah sering buang air kecil. Sementara bagian atas perut Moms merasakan kelegaan karena Si Kecil tidak lagi beristirahat terlalu tinggi, tapi bagian bawah tubuh mungkin merasakan beberapa efek tambahan sebagai hasilnya.

Posisi bayi yang bergerak menjelang melahirkan meningkatkan tekanan pada kandung kemih Moms, karena kepala Si Kecil sekarang berada lebih dekat dengannya.

Sebenarnya sering buang air kecil selama kehamilan adalah hal biasa, tetapi perjalanan ke kamar mandi dapat meningkat lebih sering lagi setelah Si Kecil turun ke panggul sebagai tanda siap lahir ke dunia.

6. Diare

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah diare. Sama seperti otot di rahim Moms yang mengendur untuk persiapan persalinan, otot-otot lain di tubuh termasuk rektrum pun mengalami perubahan menjelang melahirkan. Sehingga, menyebabkan diare, gejala persalinan yang mungkin Moms alami di waktu lain selama kehamilan.

Meskipun menyusahkan, diare jelang persalinan merupakan hal yang normal terjadi.

Sehingga, pastikan Moms untuk tetap terhidrasi dan ingatlah bahwa mungkin tanda baik jelang persalinan yang ditunggu-tunggu. Tentunya, diare saat hamil pun dapat menyebabkan ussu kosong sehingga memberi banyak ruang Si Kecil untuk berjalan menuju keluar.

Baca Juga: 4 Metode Induksi Persalinan yang Bisa Jadi Pilihan

7. Nafsu Makan Meningkat

menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah nafsu makan meningkat. Tanda yang memberi tahu apakah menjelang melahirkan bayi masih bergerak adalah nafsu makan Moms yang meningkat.

Mengutip Hello Motherhood, menurut Dr. Renee Hanton, seorang dokter senior dan speliasis pengembangan untuk Conceive Easy, sebuah perusahaan yang berdedikasi untuk membantu keluarga dengan kesuburan, banyak Moms hamil mengalami kesulitan untuk makan makanan lengkap selama trimester ketiga.

Akan tetapi jelang persalinan dan bayi yang bergerak maka seiring pula berkurangnya tekanan pada paru-paru, tekanan pada perut yang ikut serta berkurang secara signifikan.

Sehingga, membuat Moms memiliki nafsu makan meningkat terutama di saat jelang persalinan.

8. Bloody Show

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah bloody show. Moms, tanda bayi masih bergerak menjelang melahirkan selanjutnya adalah bloody show.

Hal ini terjadi karena kombinasi kepala Si Kecil yang turun ke rongga panggul dan kontraksi sebelum melahirkan yang menipiskan serviks yang membuka sumbatan lendir yang sebelumnya menutup serviks.

Beberapa Moms memperhatikan satu kali keluarnya sumbat lendir yang jelas dan yang lain hanya melihat peningkatan keputihan yang diwarnai darah.

Beberapa pembuluh darah kecil di leher rahim pecah saat leher rahim menipis, jadi Moms mungkin melihat apa saja mulai dari merah muda hingga sesendok teh lendir berdarah merah kecoklatan.

Jika keputihan Moms menunjukkan lebih banyak darah daripada lendir seperti periode menstruasi atau banyak darah merah cerah, laporkan hal ini kepada dokter atau bidan segera.

Begitu Moms melihat pertanda berdarah, kemungkinan besar akan mulai melahirkan dalam tiga hari, tetapi beberapa ibu bertahan selama satu atau dua minggu lagi.

9. Ketuban Pecah

menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak, Foto : Orami Photo Stock

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah ketuban pecah. Moms, Si Kecil berkembang di dalam kantung cairan yang disebut kantung ketuban. Nah, saat menjelang melahirkan, Si Kecil akan siap menerjang kantung ketuban sehingga pecah dan cairan keluar melalui vagina.

Ketuban Moms bisa pecah kapan saja selama persalinan. Beberapa bayi bahkan lahir saat ketuban pecah.

Moms mungkin mengalami semburan air yang besar atau hanya tetesan air, jadi mungkin tidak yakin apakah ketubah pecah atau baru saja pipis. Jika Moms merasa ketuban pecah, hubungi bidan atau rumah sakit sesegera mungkin.

Sebaiknya, Moms mencatat kapan ketuban pecah. Beritahukan ke bidan atau dokter kandungan jika airnya berbau atau berwarna, dan Moms kehilangan darah.

Ini bisa berarti baik Moms maupun Si Kecil membutuhkan perhatian segera. Mungkin membantu untuk memakai pembalut (bukan tampon) sehingga dapat menunjukkan kepada dokter kandungan maupun bidan tentang apa yang terjadi.

Baca Juga:Benarkah Ibu Hamil Makanan Empuk Bagi Nyamuk?

10. Gerakan Berkurang

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah gerakan berkurang. Ketika Si Kecil mulai memasuki panggul menjelang melahirkan, Moms kemungkinan akan merasakan gerakan janin yang semakin sedikit. Dia telah tumbuh terlalu besar untuk menendang seperti dulu.

Pada akhir kehamilan, lebih dari 95 persen bayi telah mengadopsi posisi yang tepat untuk lahir, kepala menunduk dan dengan dagu menempel di dada dan mereka cenderung tetap dalam posisi ini, yang mengurangi gerakan janin.

Namun, Moms harus ingat untuk terus merasakan Si Kecil bergerak tepat saat akan melahirkan dan selama persalinan.

Jika Moms merasa gerakan Si Kecil melambat, berhenti atau berubah, segera hubungi bidan atau dokter kandugan di tempat bersalin yang Moms rencanakan.

11. Wasir

wasir saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah wasir. Mengutip Medical News Today, wasir bisa menjadi tanda menjelang melahirkan ketika bayi masih bergerak. Wasir dialami Moms karena peningkatan di area vagina dan rektal.

Tekanan dari Si Kecil jelang persalinan dapat meningkatkan wasir atau menyebabknanya. Sembelit pun bisa meningkat karena pergeseran tekanan di dalam tubuh wanita.

12. Sakit di Bagian Panggul

Tanda bayi masih bergerak jelang melahirkan adalah sakit di bagian panggul. Moms akan merasakan sakit di bagian panggul ketika bayi masih bergerak menjelang melahirkan. Hal ini disebabkan karena tekanan dari kepala calon bayi ke ligament panggul. Maka, Moms sadar bahwa hal ini terjadi di waktu tertentu saat bergerak.

Nyeri di bagian panggul ini adalah tanda Si Kecil bergerak mendekati waktu persalinan. Tetapi, jika Moms mengalami sakit terus-menerus dan konstan, langsung berkonsultasi dengan dokter ya Moms.

Jika Moms merasa akan melahirkan, dokter kandungan mungkin telah memberi tahu tentang apa yang harus dilakukan ketika hari perkiraan persalinan sudah dekat dan Moms mengira mengalami kontraksi biasa.

Biasanya, dokter kandungan atau bidan akan memberitahu untuk menghubungi jika kontraksi datang sekitar lima menit untuk setidaknya satu jam.

Kontraksi persalinan tidak akan semuanya berjarak tepat, tetapi jika kontraksi menjadi cukup konsisten, lebih menyakitkan dan lebih lama. Biasanya masing-masing sekitar 30 hingga 70 detik, maka sekarang saatnya untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan Moms.

Jika Moms merasa akan melahirkan tetapi tidak yakin, segera hubungi telepon ke rumah sakit atau bidan tempat bersalin. Mereka dapat menjelaskan apa yang sedang terjadi.

Baca Juga: Ampuh dan Aman, Ini 5 Cara Mengatasi Wasir Saat Hamil

Jangan merasa malu atau khawatir untuk menelepon di luar jam kerja. Selain itu, Moms harus selalu menghubungi dokter kandungan atau bidan jika:

  • Moms mengalami pendarahan atau keluarnya cairan berwarna merah cerah (bukan coklat atau merah muda).
  • Ketuban pecah terutama jika cairan tampak hijau atau coklat. Ini bisa menjadi tanda bahwa mekonium, atau tinja pertama bayi Moms telah keluar, yang bisa berbahaya jika Si Kecil menelannya saat lahir.
  • Moms mengalami penglihatan kabur atau ganda, sakit kepala parah atau pembengkakan tiba-tiba. Ini semua bisa menjadi gejala preeklamsia, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi akibat kehamilan dan membutuhkan perhatian medis.

Ada beberapa trik alami yang dapat membantu menginduksi persalinan yang dapat Moms coba sendiri di rumah, termasuk jalan kaki, berhubungan badan dengan Dads, makanan pedas, dan akupunktur.

Meskipun demikian, tidak banyak penelitian yang mendukung metode ini, dan Moms harus selalu berbicara dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba apa pun yang dimaksudkan untuk mempercepat kedatangan Si Kecil dalam keluarga.

Tidak peduli dalam kondisi apapun, bayi akan memberitahukannya ketika dia siap untuk bertemu dengan Moms serta Dads dan keluarga lainnya. Jadi, jangan terlalu khawatirkan tentang menjelang melahirkan apakah bayi masih bergerak.

Jadi cobalah untuk menikmati hari-hari dan minggu-minggu terakhir ketenangan ini sebelum Moms dan Dads menjadi orang tua yang sejati!

Artikel Terkait