Kesehatan

4 Juni 2021

Jangan Anggap Remeh, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Mental Breakdown yang Sering Terjadi

Jangan dianggap sepele ya Moms!
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Karla Farhana

Sama halnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental juga bisa mengalami gangguan, salah satunya mental breakdown. Seringkali gangguan ini begitu besar sehingga orang tersebut tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Mental breakdown merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang membutuhkan penanganan profesional dan segera. Hal ini dipicu oleh stres berlebih dan kurangnya mekanisme penanganan yang sehat untuk mengelola stres tersebut.

Tingkatan stres menyebabkan gangguan berbeda-beda pada setiap individu. Meskipun mental breakdown bersifat sementara, kondisi ini merupakan hal yang serius.

Melansir Psychology Research and Behavior Management, pada tahun 2018 masalah kesehatan jiwa seperti mental breakdown merupakan masalah serius di Indonesia. Prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia adalah 1,7 persen.

Umumnya, saat mengalami mental breakdown , seseorang mungkin tidak dapat bekerja, pergi ke sekolah, mengurus keluarga, atau melakukan kegiatan yang biasa mereka lakukan.

Lantas, apa penyebab dari mental breakdown? Dan bagaimana cara menanganinya? Yuk kita simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Benarkah Punya Anak Sedikit artinya Lebih Rendah Kadar Stresnya?

Penyebab Mental Breakdown

Pada umumnya, mental breakdown disebabkan oleh stres dan ketidakmampuan untuk mengatasi stres. Gangguan ini menyebabkan hilangnya kemampuan tubuh untuk berfungsi secara normal.

Stres tersebut bisa disebabkan oleh pengaruh luar, seperti:

1. Depresi

depresi

Foto: Orami Photo Stock

Tidak jarang mental breakdown terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit mental yang mendasari, tidak terdiagnosis, dan tidak diobati. Paling umum, gangguan kecemasan atau depresi berat dapat memicu mental breakdown.

Kondisi ini, jika tidak ditangani, dapat menjadi tantangan bagi seseorang untuk mengatasi stres yang mungkin tidak terlalu signifikan.

Depresi adalah kondisi kesehatan mental lain yang sangat umum dan jika tidak ditangani dapat memicu mental breakdown. Seseorang dengan depresi merasa terus menerus sedih, putus asa, lelah, dan tidak lagi tertarik pada aktivitas yang sebelumnya dia nikmati. Sehingga, penderita depresi sulit untuk melakukan aktivitas normal.

2. Tekanan Pekerjaan

tekanan pekerjaan

Foto: Orami Photo Stock

Mental breakdown dapat disebabkan sejumlah faktor, tetapi bagi banyak orang stres akibat pekerjaan adalah penyebab utama atau satu-satunya.

Beberapa ahli menyebut mental breakdown yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai sindrom kelelahan. Gejala sindrom kelelahan termasuk tiga tanda utama yang mencerminkan apa yang dialami seseorang yang mengalami gangguan saraf dalam bentuk berikut:

  • Kelelahan yang ekstrim. Ini sering kali terkait dengan menghabiskan waktu berjam-jam, tetapi bisa juga bersifat fisik dan emosional. Umumnya terjadi pada seseorang yang merawat orang. Misalnya di bidang perawatan kesehatan, mungkin mengalami banyak kelelahan emosional.
  • Kinerja yang buruk. Seperti halnya jenis gangguan saraf lainnya, sindrom kelelahan menyebabkan kinerja yang buruk di tempat kerja. Kinerja rendah juga dapat menetes ke bidang kehidupan lain.
  • Merasa depersonalisasi. Stres kerja dapat menyebabkan sikap acuh tak acuh atau sinis terhadap pekerjaan, dan dapat menyebabkan pengaruh yang tampak impersonal atau tidak peduli.

Seperti jenis gangguan psikologis lainnya, kelelahan yang berhubungan dengan pekerjaan harus ditanggapi dengan serius.

Seseorang yang mengalami hal ini harus dievaluasi secara profesional untuk menentukan apakah perawatan diperlukan atau apakah perubahan di tempat kerja dan penggunaan strategi manajemen stres akan cukup untuk membalikkan dan mencegah kelelahan.

Baca Juga: Hilangkan Stres dengan Meditasi Cokelat, Begini Caranya

3. Gejala Psikotik

Skizofrenia

Foto: Orami Photo Stock

Gangguan psikotik adalah mental breakdown yang memicu gejala psikosis, seperti kehilangan kontak dengan kenyataan. Psikosis lebih sering dikaitkan dengan penyakit mental yang sangat serius seperti skizofrenia, tetapi siapa pun dapat mengalami gejala ini. Stres berlebihan juga memicu mental breakdown.

Jenis psikosis umum yang dialami selama mental breakdown adalah perasaan terlepas atau depersonalisasi.

Seseorang mungkin merasa seolah-olah mereka tidak benar-benar menjadi bagian dari situasi tertentu, seperti bekerja atau makan malam bersama keluarga.

Ini juga dapat membuat seseorang merasa seolah-olah dirinya bukan dirinya sendiri. Gejala mungkin juga termasuk halusinasi, suara atau gambar yang tampak nyata tetapi sebenarnya tidak ada, serta delusi dan paranoia.

Kondisi ini juga mungkin berupa kecurigaan yang tidak rasional terhadap keluarga, teman, dan orang lain.

4. Serangan Panik

Serangan Panik

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa serangan panik dapat mengarah pada diagnosis mental breakdown. Gejala serangan panik meliputi:

  • Ketakutan atau rasa takut yang kuat bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi
  • Takut kehilangan kendali atau mati
  • Perasaan terlepas
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Detak jantung yang cepat
  • Hot flashes, menggigil, atau keduanya
  • Sakit perut
  • Mual
  • Sesak napas
  • Kesemutan dan mati rasa di tangan atau kaki
  • Sakit kepala
  • Sakit dada

Serangan panik datang tiba-tiba dan tanpa peringatan. Meskipun beberapa orang yang mengalami serangan panik mungkin tidak mengalami banyak stres dalam hidupnya, serangan ini dapat dipicu oleh banyak stres, seperti gangguan saraf.

Baca Juga: 3 Cara Bantu Anak Yang Mengalami Serangan Panik

Cara Mengatasi Mental Breakdown

Mental breakdown umumnya disebabkan oleh stres yang berlebih. Ada beberapa cara untuk mengurangi efek emosional dan fisik dari stres.

1. Terapi

Konsultasi dengan dokter

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa berkonsultasi dengan terapis secara teratur. Hal ini dapat membantu Moms mengelola dan meminimalkan stres, mempelajari mekanisme penanganan yang sehat, dan mengambil langkah-langkah menuju perubahan gaya hidup yang diperlukan.

Terapi kelompok juga dapat membantu Moms berbagi dan memahami bagaimana orang lain pulih.

2. Pengobatan

Pengobatan

Foto: Orami Photo Stock

Tidak jarang Moms yang mengalami mental breakdown didiagnosis dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Bergantung pada diagnosis, Moms mungkin diberi resep obat.

Pengobatan ini berfungsi untuk meredakan atau mencegah gejala mental breakdown, sehingga Moms harus meminumnya secara teratur sesuai anjuran dokter.

Baca Juga: 5+ Cara Cepat Mengatasi Asam Lambung Naik, Salah Satunya Kelola Stres!

3. Perubahan Gaya Hidup

gaya hidup sehat

Foto: Orami Photo Stock

Moms yang pernah mengalami mental brekadown harus mempertimbangkan untuk melihat secara mendalam penyebab stres dalam hidup dan menyesuaikannya.

Moms harus mulai menjalani gaya hidup dan lingkungan yang sehat. Terkadang ini berarti mencari pekerjaan baru, mengakhiri hubungan, atau mengurangi tanggung jawab.

4. Terapi Keluarga

terapi keluarga.jpg

Foto: mghclaycenter.org

Terapi keluarga adalah jenis konseling psikologis (psikoterapi) yang dapat membantu anggota keluarga meningkatkan komunikasi, menyelesaikan konflik, dan bagaimana mereka dapat mendukung Moms dengan sebaik-baiknya.

Melansir Journal of Orthomolecular Medicine, memiliki sistem pendukung yang baik adalah aset yang pasti dan merupakan bagian integral dari pemulihan. Banyak keluarga dan teman memberikan dukungan penuh kasih dan dorongan yang membantu.

Terapi keluarga biasanya disediakan oleh psikolog, pekerja sosial klinis, atau terapis berlisensi.

Baca Juga: 8 Pose Yoga yang Dapat Meningkatkan Kesuburan, Yuk Coba!

5. Relaksasi

yoga

Terapi alternatif dan holistik juga dapat digunakan untuk mengobati mental breakdown. Paling umum, meditasi, yoga, dan olahraga bisa membantu memulihkan Moms.

Nah itu dia Moms, penyebab dan cara mengatasi mental breakdown. Mulai sekarang kebih memerhatikan kesehatan mental, ya Moms!

  • https://www.researchgate.net/publication/328637002_Stigma_toward_people_with_mental_health_problems_in_Indonesia
  • researchgate.net/publication/261949446_The_Manifestations_and_Triggers_of_Mental_Breakdown_and_its_Effective_Treatment_by_Increasing_Stress_Resilience_with_Psychosocial_Strategies_Therapeutic_Lifestyle_Changes_and_Orthomolecular_Interventi
  • https://www.bridgestorecovery.com/nervous-breakdown/types-nervous-breakdowns/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321018#treatment-and-prevention
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait