Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Oct 29, 2018

Menutup Luka dengan Kasa, Benar Atau Salah?

Bagikan


Saat menangani luka anak maupun anggota keluarga yang lain, setelah membersihkan dan memberikan obat antiseptik, sebagian Moms menutup luka dengan kasa.

Namun, apakah benar dan aman menutup luka dengan kasa? Ataukah hal tersebut cara yang salah?

Bolehkah Menutup Luka dengan Kain Kasa?

Menurut Certified Wound Specialist Physician, dr. Adisaputra Ramadhinara, sebaiknya jangan menutup luka dengan kasa.

Hal ini dikarenakan jika Moms menutup luka dengan kain kasa, bakteri masih bisa masuk menembus dan mengontaminasi luka Si Kecil.

"Ada penelitiannya, bakteri bisa tembus sampai 64 lapis kasa. Masa kita mau membalut luka hingga 65 lapis kasa agar tidak ditembus bakteri? Jadi tidak disarankan untuk menutup luka dengan kain kasa," ujar dr. Adisaputra saat ditemui di acara Hansaplast, Jakarta.

Kain kasa bisa Moms gunakan untuk membantu membersihkan luka dari kotoran dan benda-benda asing yang menempel di kulit.

Menurut dr. Adisaputra, pertama-tama bersihkan luka dengan cairan antiseptik. Setelah itu, tunggu beberapa saat dan lap luka dengan kain kasa.

"Setelah diberikan cairan antiseptik, diamkan dulu beberapa saat agar ada kontak lebih lama antara cairan antiseptik dengan luka," ujar dr. Adisaputra.

Baca Juga : Sebaiknya Berapa Kali Mengganti Plester Luka?

Tutup Luka Dengan Plester

Menurut dr. Adisaputra, daripada menutup luka dengan kain kasa, sebaiknya gunakan penutup luka yang baik, salah satunya adalah plester.

Menutup luka dengan plester dapat menjaga luka tidak terpapar bakteri dan terlindungi dari gesekan.

Selain itu, dengan menutup luka dengan plester juga dimaksudkan agar luka tetap lembab.

"Pada tahun 1962, telah dilakukan penelitian yang membuktikan bahwa pada keadaan lembab, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih optimal, dan hal ini mengubah total paradigma yang keliru selama ini mengenai anggapan bahwa luka kering akan lebih cepat sembuh," ujar dr. Adisaputra.

Jadi, sekarang Moms sudah keliru lagi kan dalam menangani luka?

(CAR)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.