Balita dan Anak

9 Juni 2020

Menyapih Anak di Tengah Pandemi, Maju Atau Mundur?

Rencana menyapih tapi masih galau?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Menyapih bisa menjadi momen yang amat sulit dilakukan. Ada yang mengatakan bahwa menyusui itu memulainya sulit, tapi mengakhirinya jauh lebih sulit.

Pastinya Moms akan teringat perjuangan bercucuran air mata ketika memperjuangkan ASI, bagaimana proses perlekatan yang selalu tidak sempurna, bayi rewel dan segala cibiran dari kanan kiri yang seringkali menjatuhkan mental seorang ibu untuk bisa terus sukses menyusui.

Seringkali saat akan menyapih Si Kecil, sudah diniatkan akan menyapih ketika anak memasuki usia 2 tahun, ada saja kendala yang dihadapi. Anak tiba-tiba sakit, tidak ada support system, dan yang sekarang sedang terjadi adalah pandemi COVID-19 ini.

Mungkin ada sedikit ketakutan pada diri "apakah saya carrier virus COVID-19?" dan merasa ini waktunya untuk menyapih. Perlu diketahui, berdasarkan panduan dariUNICEF, bahwa ibu yang positif terkena virus COVID-19 ini diperbolehkan untuk menyusui selagi masih mampu dan mengikuti protokol keamanan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan memberikan ASI.

Tapi bagaimana jika sudah direncakan ketika anak memasuki usia 2 tahun maka anak harus segera disapih?

Baca Juga: 5 Cara Menyapih Anak Menurut Islam, Moms Wajib Tahu!

Menyapih saat Pandemi

Nia Umar, Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), menyarankan agar bagi ibu yang berencana menyapih di masa pandemi sekarang sebaiknya menunda dulu.

Yang sudah terlanjur bisa mundur dulu atau kalau merasa tanggung sedikit lagi silakan dilanjutkan. Kenapa? Yuk kita simak alasan sebaiknya tahan dulu rencana menyapih di masa pandemi ini.

1. Kondisi Tidak Kondusif

jangan menyapih anak dalam kondisi ini 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Saat sekarang ini, tingkat stres seorang ibu meningkat drastis. Kebijakan bekerja dari rumah diterapkan. Bagi ibu yang bekerja, akan sangat sulit untuk menyapih sambil bekerja dari rumah dan sambil menyelesaikan pekerjaan domestik.

Untuk ibu rumah tangga, kondisi ini juga tidak kondusif karena harus mengkondisikan rumah aman agar suami bisa bekerja dari rumah dengan aman dan nyaman juga.

Kondisi ini membuat ibu menjadi stres dan mungkin juga menimbulkan perubahan yang tidak disukai oleh anak, akibatnya anak jauh lebih rewel dari pada biasanya. Dari pada ibu juga menjadi lebih stres karena harus menyapih anak, sebaiknya ditunda dulu keinginan untuk menyapih.

2. ASI Meningkatkan Imun Tubuh Bayi

Menurut UNICEF, kandungan ASI sangat luar biasa karena mengandung antiviral, immunoglobin, sitokin dan leukosit yang mampu membantu bayi mempertahankan diri dari serangan virus jahat.

Semakin besar usia balita, maka kandungan ini pun semakin banyak. Lebih tepatnya ASI menyesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga di masa pandemi ini, keberadaan ASI untuk bayi amat sangat penting.

Baca Juga: Hindari 4 Kesalahan Ini Saat Menyapih Anak

3. MengASIhi Menstimulasi Hormon Oksitosin

Kebijakan di rumah saja membuat ibu khususnya menjadi sangat stres dan ketika menyusui bayinya maka hormon oksitosin akan kembali bermunculan.

Untuk itu, agar kondisi mental itu tetap baik, cukup penting untuk tidak membuat mental ibu semakin down di masa pandem ini. Sehingga dengan terus memberikan ASI bisa meningkatkan hormon oksitosin.

4. ASI Sumber Makanan Terbaik untuk Bayi

Pada masa krisis global, ASI menjadi sumber makanan bayi yang aman dan terjamin kualitasnya. ASI lebih mudah di dapat dari pada mencari susu formula dan juga lebih murah, sehingga terjangkau oleh seluruh kalangan.

Kita bisa selalu menambah mengenyangkan bayi dengan ASI yang kita miliki.

Baca Juga: Jangan Menyapih Anak Saat Alami 4 Kondisi Ini

Jadi buat Moms yang sedang ingin menyapih anaknya saat pandemi, sebaiknya tunda dulu saja ya! Setelah kondisi berangsur kondusif, Moms bisa mulai menyapih secara bertahap.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait