Pasca Melahirkan

10 Februari 2021

Bolehkah Menyusui Saat Hamil? Ini Jawaban dan Tipsnya

Menyusui saat hamil memang dapat menyebabkan kontraksi rahim ringan, tapi tidak berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Jika hamil saat Si Kecil masih menyusu, Moms pasti punya kekhawatiran tersendiri. Bolehkah terus menyusui Si Kecil?

Apa dampaknya menyusui saat hamil? Apa bahaya menyusui saat hamil?

Hal tersebut wajar saja Moms alami. Banyak juga ibu di luar sana yang mempertanyakan hal serupa.

Menurut American Pregnancy Association, menyusui saat hamil memang dapat menyebabkan kontraksi rahim ringan.

Namun, pada kehamilan yang sehat, kontraksi ini bukan masalah, karena umumnya tidak menyebabkan persalinan prematur.

Ini karena oksitosin, hormon yang dilepaskan selama menyusui yang merangsang kontraksi, biasanya dilepaskan dalam jumlah kecil selama menyusui yang tidak cukup untuk menyebabkan persalinan prematur.

Kontraksi semacam itu juga tidak berbahaya bagi janin dan jarang meningkatkan kemungkinan mengalami keguguran.

Juga, meskipun sejumlah kecil hormon kehamilan masuk ke dalam ASI, hormon-hormon ini tidak menimbulkan risiko bagi Si Kecil.

Baca Juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

Bolehkah Menyusui Saat Hamil?

bolehkah-menyusui-saat-hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sebagian Moms mungkin memilih untuk menyusui ketika hamil karena beberapa alasan.

Misalnya, para ibu mungkin hamil secara tidak terduga saat bayi pertama masih kecil atau mungkin belum siap untuk menyapih balita.

Penyapihan biasanya terjadi kapan saja sejak lahir hingga usia 2 tahun ke atas.

Lantas bolehkah menyusui saat hamil sebenarnya? Apakah membahayakan kondisi janin ataupun ibu hamil?

Melansir dari Pregnancy Birth Baby, menyusui di masa kehamilan adalah aman dilakukan. Begitu juga didukung oleh studi dari American Pregnancy Association.

Tubuh akan terus memproduksi susu yang cukup untuk memberi nutrisi Si Kecil, sementara janin dalam kandungan tetap akan mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan dari tubuh ibu.

Sebagian kasus, menyusui saat hamil memang memicu kontraksi ringan. Namun seiring tidak ada komplikasi atau persalinan prematur, sebaiknya menyusui saat hamil dihindari.

Menyusui saat hamil tidak disarankan bagi mereka yang berisiko mengalami persalinan prematur.

Ini karena rangsangan pada puting menyebabkan pelepasan hormon oksitosin, yang juga menyebabkan kontraksi uterus, dan memicu persalinan.

Jika seorang ibu berisiko mengalami persalinan prematur, ia tidak boleh menyusui saat hamil sampai bayi mencapai setidaknya usia kehamilan 37 minggu.

Menyusui di masa hamil dibolehkan, tapi dalam sebagian kondisi rasa atau tekstur ASI akan berubah.

"Karena saat itulah tubuh mulai memproduksi zat yang disebut kolostrum, yang akan mengubah komposisi dan rasa ASI," kata Lynnette Hafken, konsultan laktasi bersertifikat internasional (IBCLC) di Rockville, Maryland.

Perubahan ini mungkin membuat Si Kecil ingin menyapih dan lepas dari ASI eksklusif.

Baca Juga: Kebaikan Formula Soya untuk Tumbuh Kembang Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi

Saat kehamilan berlangsung, ibu hamil akan menghasilkan lebih sedikit ASI karena tubuh akan mencurahkan sumber daya untuk janin yang sedang tumbuh.

Berapa banyak ASI yang akan diproduksi tergantung pada banyak faktor, seperti seberapa sering ibu menyusui sebelumnya, kapasitas penyimpanan ASI dan fungsi jaringan kelenjar payudara.

Ketika anak telah lahir, ibu tetap bisa menyusui kedua anaknya.

Bayi yang baru lahir akan tetap mendapatkan semua kolostrum yang mereka butuhkan, dan Moms tidak perlu membatasi anak yang lebih besar untuk mendapatkan ASI ekslusif.

Tanda Bahaya Menyusui Saat Hamil

Walaupun begitu, sebagian orang tetap bisa menyusui saat hamil lagi dengan berbagai catatan.

Berikut inilah tanda bahaya menyusui saat hamil lagi yang perlu diketahui oleh Moms berdasarkan Journal of Human Lactation:

1. Kehilangan Berat Badan

Kehilangan berat badan

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda bahaya menyusui saat hamil yang pertama adalah kehilangan berat badan.

Mual di pagi hari bisa menjadi saluran pembuangan, terutama sekarang karena Moms perlu makan lebih banyak dari sebelumnya untuk menyehatkan kehamilan dan suplai ASI.

Akan tetapi, mual dan muntah akan dapat menghabiskan nutrisi dan cairan yang Moms butuhkan.

Jika mual dan muntah sangat parah, Moms akan kehilangan berat badan sejak dini, maka diskusikan dengan dokter.

Moms pun mungkin sampai pada kesimpulan bahwa pilihan terbaik untuk bertiga (ibu, bayi, dan calon bayi) adalah penyapihan.

2. Kontraksi

Kontraksi saat hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda bahaya menyusui ketika Moms hamil yang selanjutnya adalah kontraksi.

Moms menyusui Si Kecil dapat memicu kontraksi rahim ringan.

Walaupun kontraksi ini bukan masalah selama kehamilan yang tidak rumit, dokter mungkin akan mencegah menyusui saat hamil bila Moms berisiko persalinan prematur.

Baca Juga:Nutrisi Tepat Pangkal Daya Tahan Tubuh Kuat!

3. Kelelahan

Ibu Hamil Kelelahan

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda bahaya menyusui saat hamil yang selanjutnya adalah kelelahan.

Banyak Moms yang memiliki kekhawatiran menyusui ketika hamil dapat menyebabkan kelelahan. Ya, kelelahan adalah bagian normal dari semua kehamilan.

Tentu dapat dimengerti bahwa mungkin Moms ragu untuk menyusui karena bisa membuat Moms cepat lelah padahal masih butuh lebih banyak energiuntuk beraktivitas.

4. Anemia

Ilustrasi Anemia

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda bahaya menyusui ketika sedang hamil yang selanjutnya adalah anemia.

Salah satu faktor risiko menyusui saat hamil lagi adalah anemia ibu, yang dapat meningkatkan risiko Si Kecil yang ada dalam kandungan kekurangan berat badan saat lahir.

Seorang perawat NICU dan IBCLC di Hershey, Pennsylvania, Jody Segrave-Daly, mengungkapkan diet kaya akan zat besi serta suplemen zat besi sepanjang kehamilan bisa mengatasi masalah anemia pada ibu hamil.

5. Risiko Prematur

Bayi premature

Foto: Orami Photo Stocks

Tanda bahaya menyusui saat hamil yang selanjutnya adalah risiko prematur.

Moms, menyusui saat hamil juga tidak disarankan bagi mereka yang berisiko persalinan prematur.

Lantaran, stimulasi puting menyebabkan pelepasan hormon oksitosin, yang juga menyebabkan kontraksi rahim, yang dapat menyebabkan seorang ibu melahirkan.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Diabetes Menyusui? Ini Kata Ahli!

Tips Menyusui Saat Hamil

5+ Tanda Hamil saat Menyusui Bayi, Salah Satunya Moms Merasa Sangat Lapar!

Foto: Orami Photo Stocks

Menyusui di masa kehamilan pasti lebih menantang ya Moms. Selain harus memikirkan asupan untuk Si Kecil, janin dalam kandungan juga harus terpenuhi gizinya.

Sebagian wanita merasakan gejala mual, muntah atau bahkan sakit kepala meskipun telah memasuki kehamilan kedua. Ini tergantung pada tubuh setiap ibu.

Untuk memudahkan Moms ketika menyusui saat hamil, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memenuhi gizi Si Kecil dan juga memperhatikan kondisi janin dalam perut.

Apa saja tips menyusui saat hamil? Simak ya Moms.

1. Berkonsultasi dengan Layanan Kesehatan

Kapan-Sebaiknya-Program-Hamil-Ke-Dokter-Kandungan--Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Menyusui saat hamil memerlukan perhatian lebih dan berhati-hati.

Ada baiknya ibu hamil berkonsultasi dengan dokter kandungan ataupun layanan kesehatan jika merasa ragu menyusui saat hamil.

Umumnya menyusui saat hamil itu aman. Meskipun sejumlah kecil hormon kehamilan dapat hadir dalam ASI, ini tidak berbahaya bagi Si Kecil yang menyusui.

Kontraksi yang disebabkan oleh hormon ini sangat kecil dan jarang meningkatkan kemungkinan terjadinya keguguran.

Namun, ada keadaan tertentu ketika dokter mungkin menyarankan untuk menyapih Si Kecil, seperti:

  • Jika kehamilan dianggap berisiko tinggi atau mengalami keguguran.
  • Mengandung anak kembar.
  • Nyeri rahim atau pendarahan.

Berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan akan menjadi bagian penting dalam menentukan apakah Moms harus terus menyusui saat hamil.

Jika tidak disarankan karena situasi tertentu, ibu hamil tidak perlu khawatir karena masih ada cara lain untuk Si Kecil memenuhi asupan nutrisinya.

2. Duduk atau Menyusui Berbaring

Cara aman untuk menyusui saat hamil adalah dengan duduk ataupun berbaring.

Pastikan untuk duduk atau berbaring di tempat yang santai saat menyusui atau saat memompa untuk memberi diri waktu ekstra untuk istirahat.

Saat kehamilan terus berlanjut, Moms mungkin perlu berkreasi dengan posisi memompa atau menyusui baru yang nyaman untuk diri sendiri dan juga Si Kecil.

3. Memberikan Asupan Lain Selain ASI

makanan bayi 9 bulan, mpasi ayam ubi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Persediaan ASI ibu akan mulai berkurang sekitar bulan ke-4 atau ke-5 setelah melahirkan. Jadi penting untuk mulai memasukkan nutrisi lain ke dalam menu Si Kecil.

Jika Si Kecil merasa puas setelah menyusui dan memenuhi asupan setiap harinya, ini adalah penanda pertumbuhan berat badan yang baik.

Begitu bayi lahir, penting bagi mereka untuk mendapatkan kolostrum, atau ASI ekslusif. Maka dengan itu, Moms dapat memutuskan untuk merawatnya terlebih dahulu atau untuk sementara membatasi pemberian ASI pada anak yang lebih tua.

Terutama saat awal persalinan.

Baca Juga: Menjaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil yang Tidak Cocok Susu Sapi di Masa Pandemi

4. Gaya Hidup Sehat

Pentingnya makan yang baik bagi kesehatan bayi dan juga ibu hamil perlu diperhatikan, apalagi menyusui saat hamil.

Kehamilan dan menyusui keduanya membutuhkan banyak energi, jadi penting untuk memastikan ibu hamil mengonsumsi cukup kalori untuk menjaga kesehatan secara optimal.

Sekitar 500 kalori dibutuhkan ibu hamil jika anak yang menyusui juga menjalankan MPASI.

Kalori berperan untuk memberikan energi pada tubuh dan kuat dalam beraktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Hubungan Kesehatan Saluran Cerna, Otak, dan Emosial Pada Tumbuh Kembang Anak

5. Merawat Kesehatan Payudara

5 Manfaat Menyusui Saat Hamil 4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sebagian ibu mungkin menyadari bahwa puting yang sakit bisa menjadi penyakit yang sering dialami ibu menyusui, tetapi ini bisa terlihat terutama jika sedang hamil dan menyusui.

Ini karena nyeri payudara adalah gejala umum kehamilan, jadi meluangkan waktu untuk perawatan diri penting untuk kesehatan mental dan fisik.

Menjaga persediaan produk seperti pompa susu atau bantalan menyusui dapat memberikan perawatan yang dibutuhkan menyusui saat hamil.

Bila Moms menyusui saat hamil, penting untuk menimbang kebutuhan dan persyaratan Si Kecil menyusui serta calon bayi dalam kandungan.

Keputusan apa yang terbaik untuk melanjutkan menyusui atau tidak adalah sesuatu yang Moms buat setelah mengevaluasi semua aspek, Moms.

Jika masih belum yakin, jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter atau konselor laktasi.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait