Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Merencanakan Kehamilan Setelah Kena Kanker Payudara

Bagikan


Setelah berjuang melewati kanker payudara, banyak perempuan yang bertanya akan peluang kehamilan. Apakah bisa hamil setelah kanker payudara? Atau aman untuk hamil setelah kanker payudara?

Jawabannya adalah perempuan bisa hamil setelah perawatan untuk kanker payudara. Namun, memang ada beberapa hal yang dapat mempersulit kehamilan. Jika Moms merencanakan kehamilan setelah kanker payudara, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai kesuburan sebelum memulai pengobatan kanker payudara.

Kehamilan Pasca Kanker Payudara

Beberapa pengobatan untuk kanker payudara dapat memengaruhi kesuburan seorang perempuan atau kemampuan untuk memiliki bayi. Misalnya, kemoterapi untuk kanker payudara dapat merusak ovarium, yang kadang-kadang dapat menyebabkan infertilitas segera atau tertunda.

Namun, banyak wanita yang bisa hamil setelah perawatan. Sebaiknya memang berbicara dengan dokter tentang kesuburan sebelum memulai pengobatan kanker payudara.

Tak hanya sampai di situ, biasanya kerap timbul pertanyaan lain seperti “Mungkinkah kehamilan dan menyusui membuat kanker payudara kembali?”.

Banyaknya kanker payudara memang sensitif terhadap estrogen, sehingga ada kekhawatiran bahwa bagi wanita yang menderita kanker payudara, kadar hormon tinggi yang dihasilkan dari kehamilan dapat meningkatkan kemungkinan kanker kembali.

Penelitian telah menunjukkan, bahwa kehamilan tidak meningkatkan risiko kanker kembali setelah pengobatan berhasil.

Selain itu, juga tidak ada bukti bahwa menyusui setelah pengobatan kanker payudara meningkatkan risiko kembalinya kanker tersebut. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan dengan menyusui mungkin sebenarnya menurunkan risiko kanker kembali.

Baca Juga: Bolehkah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayi?

Berapa Lama Setelah Pengobatan Sebaiknya Mulai Program Hamil?

Jika Moms ingin memiliki anak, beberapa dokter menyarankan bagi para penderita kanker payudara untuk menunggu setidaknya 2 tahun setelah semua pengobatan selesai sebelum mencoba untuk hamil.

Waktu terbaik untuk menunggu memang tak ada kepastian namun 2 tahun dianggap cukup waktu untuk menemukan bila terjadi kembalinya kanker, yang dapat mempengaruhi keputusan Moms untuk hamil.

Saran ini memang tidak didasarkan pada data dari uji klinis apapun karena beberapa kanker payudara dapat kembali setelah 2 tahun, sehingga terjadi perbedaan pada setiap kasus berbeda.

Keputusan Moms harus didasarkan pada banyak hal, termasuk usia, keinginan untuk lebih banyak kehamilan, jenis kanker payudara, dan risiko kanker kembali lebih awal.

Baca Juga: Ini 3 Perbedaan Tumor Payudara dan Kanker Payudara

Apakah Riwayat Kanker Akan Membahayakan Anak?

Tidak ada bukti bahwa kanker payudara yang diderita sebelumnya memiliki efek langsung pada sang bayi. Para peneliti telah menemukan tidak ada peningkatan tingkat cacat lahir atau masalah kesehatan jangka panjang lainnya pada anak-anak yang lahir dari wanita yang telah menderita kanker payudara.

Jika Moms masih mendapatkan jenis pengobatan untuk kanker payudara, termasuk kemoterapi, terapi hormone bicarakan dengan dokter sebelum mencoba untuk hamil. Karena sebenarnya obat-obatan inilah yang dapat memengaruhi janin yang sedang tumbuh, sehingga lebih aman menunggu sampai semua pengobatan selesai sebelum hamil.

Penting juga untuk diingat bahwa menghentikan pengobatan lebih dini dapat meningkatkan risiko kanker yang tumbuh atau kembali.

Jika Moms menjalani operasi payudara atau radiasi, Moms mungkin mengalami masalah menyusui dari payudara yang terkena paparannya.

Penelitian telah menunjukkan berkurangnya produksi ASI di payudara serta perubahan struktural dapat membuat menyusui menjadi menyakitkan, atau menyulitkan bayi untuk menempel ke payudara. Meski demikian, banyak perempuan yang tetap mampu menyusui.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.