2-3 tahun

30 Januari 2019

Meski Terlihat Sepele, 5 Masalah Perilaku Balita Ini Tidak Boleh Diabaikan!

Segera hentikan sebelum menjadi kebiasaan buruk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Bila dilihat, ada untung dan ruginya mengabaikan masalah perilaku balita yang terlihat sepele.

Di satu sisi, balita jadi tahu kalau perilaku negatif bukanlah cara yang benar untuk mendapatkan keinginannya.

Di sisi lain, masalah perilaku kecil bisa berkembang menjadi karakter buruk bila tidak segera dihentikan.

Sebelum terlambat, Moms perlu mulai bertindak bila melihat beberapa masalah perilaku balita berikut:

Pura-pura Tidak Mendengar Panggilan Atau Perintah Moms

meski terlihat sepele, 5 masalah perilaku balita ini tidak boleh diabaikan 1

Gemas rasanya kalau Si Kecil cuek bebek atau pura-pura tidak mendengar saat dipanggil atau diminta melakukan sesuatu ya, Moms?

Apalagi kalau panggilan dan permintaan Moms jadi harus diulang berkali-kali.

Perilaku balita ini dikenal dengan istilah selective hearing atau pendengaran selektif, dimana anak hanya mendengar hal yang ingin mereka dengar saja.

Mungkin terlihat sepele, tapi di masa depan akan menjadi semakin sulit untuk membuatnya langsung mendengar ucapan Moms.

Nah, begini strategi untuk menghentikannya:

- Hentikan kebiasaan Moms mengulang perintah atau panggilan dari jauh.

- Bila Moms ingin Si Kecil melakukan sesuatu, dekati dia dan tepuk bahunya sambil memintanya melihat Moms.

- Katakan permintaan atau perintah Moms sekali saja, lalu tunggu responnya.

- Bila buah hati tidak kunjung melakukan apa yang Moms minta, berikan konsekuensi yang sesuai.

Bila dilakukan secara konsisten, cara ini efektif untuk melatih balita mendengarkan apa yang Moms katakan di kali pertama.

Sengaja Menyakiti Orang Lain

meski terlihat sepele, 5 masalah perilaku balita ini tidak boleh diabaikan 2

Si Kecil sering tiba-tiba memukul, menggigit, atau melempar barang pada orang lain?

Masalah perilaku balita ini perlu segera Moms hentikan sebelum anak menjadi lebih agresif dan sulit mengendalikan amarah.

Masalah perilaku ini umumnya terjadi karena balita tidak tahu cara meluapkan emosi negatif dengan sehat, sehingga langkah pertama yang perlu Moms lakukan adalah mengajarkan Si Kecil untuk mengenali dan melabeli perasaannya.

Setelah itu, dorong anak untuk meluapkan emosi negatifnya secara sehat, baik melalui perkataan, memukul mainan drum, berlari di halaman, atau mencoret kertas.

Baca Juga: Balita Rewel? Bisa Jadi Akibat Overstimulasi, Yuk Kenali Tanda-tandanya!

Menunjukkan Sikap Tidak Menghargai

meski terlihat sepele, 5 masalah perilaku balita ini tidak boleh diabaikan 3

Anak berusia balita memang sedang gencar mencoba batasan dan toleransi Moms.

Itulah kenapa dia seringkali menunjukkan sikap tidak menghargai seperti marah besar saat disuruh membereskan mainan, membantah, atau memutar mata saat diberikan nasihat.

Bila terus dibiarkan, masalah perilaku balita ini akan menjadi sikap kasar dan tidak tahu sopan santun yang akhirnya menyusahkan Moms dan Dads sendiri.

Untuk menghadapinya, terus tegaskan perilaku benar yang ingin Moms lihat dari Si Kecil, seperti dengan mengatakan “Kamu baru boleh main di luar kalau sudah selesai membereskan mainan” atau “Mama baru akan menjawab kalau kamu memelankan suara dan berbicara dengan tenang.”

Memotong Pembicaraan

meski terlihat sepele, 5 masalah perilaku balita ini tidak boleh diabaikan 4

Perilaku balita ini memang tidak merugikan siapapun, tapi bisa tumbuh menjadi kebiasaan jelek.

Seringkali Si Kecil melakukannya karena terlalu bersemangat dan tidak bisa menahan diri untuk menceritakan sesuatu pada Moms.

Saat lain kali ia melakukannya, pegang tangannya sebagai tanda Moms menyadari keberadaannya, tapi terus lanjutkan pembicaraan Moms hingga selesai.

Setelah selesai, baru berikan perhatian penuh dan dengarkan apa yang ingin dikatakannya.

Baca Juga: Si Kecil Suka Pamer? Ini 5 Cara Ajarkan Balita Bersikap Rendah Hati

Membesarkan Cerita Sebenarnya

meski terlihat sepele, 5 masalah perilaku balita ini tidak boleh diabaikan 5

Banyak orang tua merasa perilaku balita ini bukan suatu masalah, karena biasanya didorong oleh imajinasinya yang begitu tinggi.

Nyatanya, membesarkan, atau mendramatisir cerita bisa dikategorikan sebagai white lies atau kebohongan kecil yang bisa berkembang menjadi kebohongan besar dengan konsekuensi jangka panjang yang cukup berat.

Sebenarnya, perilaku balita ini sejak awal bisa dihindari dengan tidak mengajukan pertanyaan yang memberikan balita kesempatan untuk berbohong dan membesarkan cerita.

Bila buah hati masih terus berbohong, pastikan dia tahu kalau Moms tahu cerita yang sebenarnya.

Jangan lupa, terus ingatkan bahwa apapun yang terjadi Moms lebih suka mendengar cerita jujur.

Bagaimanapun juga, setiap orang tua wajib menuntun anaknya menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan cerdas secara emosional ya, Moms.

Bagaimana menurut Moms, apalagi perilaku kecil balita yang tidak boleh diabaikan?

(WA)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait