Pernikahan & Seks

4 Januari 2022

Obat Kontrasepsi Microgynon: Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Bisa untuk mencegah kehamilan, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Moms, pernahkah mendengar tentang microgynon? Obat tablet ini bisa mengatasi permasalahan ovum, termasuk mencegah terjadinya kehamilan.

Microgynon bekerja dengan cara mencegah sel telur (ovum) dilepaskan oleh indung telur (ovarium),

Ini membuat cairan yang dikeluarkan oleh leher rahim (serviks) lebih kental, sehingga sperma lebih sulit untuk masuk ke rahim.

Yuk, ketahui manfaat, dosis, cara pakai dan efek samping obat microgynon ini. Simak, Moms!

Baca Juga: Obat Pilek (Paratusin): Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Fungsi Microgynon

microgynon.jpg

Foto: nhs.uk

Selain mencegah kehamilan, microgynon juga mencegah penebalan lapisan dalam rahim sehingga sel telur yang sudah dibuahi tidak dapat bertumbuh.

Obat ini bekerja dengan cara menangkal pembuahan telur oleh sperma setelah berhubungan seksual.

Microgynon mengandung hormon levonorgestrel, ethinylestradiol, dan 7 tablet tambahan laktosa atau plasebo.

Apabila telur terlanjur terbuahi, maka levonorgestrel mampu mencegah menempelnya telur pada rahim dengan cara mengubah lapisan organ tersebut.

Dalam 1 kotak Microgynon terdapat 1 blister yang berisi 28 pil dengan 21 pil mengandung bahan aktif, dan 7 pil kosong, yaitu pil placebo atau tanpa hormon.

Dalam 1 pil dengan bahan aktif terkandung 0,15 mg levonorgestrel dan 0,03 mg ethinylestradiol.

Baca Juga: Roverton Obat Batuk Berdahak, Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya

Dosis dan Aturan Pakai Microgynon

medical-composition-with-pills (1).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Pusat Informasi Obat Nasional, Moms perlu mengonsumsi obat ini 1 kali sehari hingga 28 hari ke depan, sesuai dengan arah penggunaan obat yang tertulis di blister.

Obat ini bisa diminum sesudah maupun sebelum makan.

Jika lupa mengonsumsi obat, segera konsumsi bila waktu keterlambatan kurang dari 12 jam dari dosis yang dijadwalkan.

Namun bila sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis obat selanjutnya.

Ketika Moms lupa mengonsumsi obat lebih dari 1 kali, hubungi dokter.

Baca Juga: Obat Dumolid: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai dan Efek Sampingnya

Efek Samping dan Bahaya Microgynon

Merasa Mual (www.health.com).jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Efek samping yang bisa timbul akibat penggunaan obat dengan kandungan ethinylestradiol dan levonorgestrel, antara lain:

  • Mual
  • Perut kembung atau sakit perut
  • Perubahan suasana hati
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Flek perdarahan sebelum periode haid (spotting)
  • Sakit kepala
  • Payudara terasa pegal atau nyeri
  • Urin gelap, mata dan kulit menguning
  • Nyeri payudara

Efek samping di atas biasanya akan membaik setelah 2–3 bulan menggunakan obat microgynon.

Hubungi dokter jika efek samping di atas mengganggu keseharian Moms atau terus berlanjut.

Selain itu, segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan gejala berupa:

Baca Juga: Moms, Kenali 9 Jenis Alat Kontrasepsi dan Fakta-faktanya

Peringatan sebelum Konsumsi

5 Obat Program Hamil Berikut Dampaknya, Moms Perlu Tahu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tak semua orang bisa mengonsumsi obat microgynon untuk mencegah pembuahan.

Beberapa peringatan penting perlu diketahui, seperti di bawah ini:

1. Aturan Ibu Hamil dan Menyusui

Untuk ibu hamil dan menyusui, obat ini sangat dilarang karena dapat menyebabkan kecacatan janin hingga keguguran.

Hal ini untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko terhadap perkembangan janin dan keselamatan Moms.

2. Gangguan Ginjal

Perlu berhati-hati menggunakan microgynon pada penderita gangguan hati ataupun ginjal.

Cobalah untuk konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Karena, tak semua orang dewasa dengan gagal ginjal aman untuk minum microgynon.

3. Kondisi Lainnya

Kondisi lain yang tak kalah penting dan perlu menghindari konsumsi microgynon adalah:

  • Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosis
  • Penyakit arteri yang parah (atau riwayat keluarga dengan profil lipid aterogenik)
  • Adenoma hati atau porfiria
  • Pasien dengan riwayat kanker payudara
  • Gangguan hati
  • Trombofloebitis atau gangguan tromboemboli
  • Karsinoma payudara kecuali pada pasien tertentu yang dirawat karena penyakit metastasis
  • Tumor yang bergantung pada estrogen
  • Merokok ≥ 40 batang setiap hari
  • Usia > 50 tahun
  • Pasien dengan komplikasi diabetes 
  • Pasien dengan BMI > 39 kg / m2
  • Migrain dengan aura fokal tipikal, berlangsung > 72 jam
  • Tekanana darah > 160 mmHg sistolik dan diastolik 100 mmHg
  • Serangan iskemik transien tanpa sakit kepala
  • Penderita SLE, batu empedu, riwayat sindrom uremik hemolitik
  • Gatal-gatal selama kehamilan
  • Penyakit kuning kolestatik
  • Kemunduran pemfigoid otosklerosis
  • Menyusui selama 6 bulan pertama setelah melahirkan

Baca Juga: 15 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan dan Ibu Hamil, Salah Satunya Mencegah Risiko Cacat Janin!

Itu dia Moms serba-serbi seputar obat microgynon. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://www.medicines.org.uk/emc/product/1130/pil#gref
  • http://pionas.pom.go.id/obat/microgynon-1
  • https://www.nps.org.au/medicine-finder/microgynon-30-ed-tablets
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait