Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Anak | Apr 1, 2018

Mimisan Pada Anak, Berbahayakah?

Bagikan


 

 

Pernahkah anak Moms mengalami mimisan? Mimisan atau keluarnya darah dari hidung memang sering terjadi terutama pada anak-anak.  Hal ini tentu membuat orangtua sering panik dan cemas ketika melihat kondisi anak saat seperti itu.

Sebenarnya mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah daerah hidung bagian tengah terutama bagian pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini sangatlah halus dan tipis sehingga mudah pecah jika terjadi trauma atau penyakit penyerta lainnya.

 

Apa Penyebab Mimisan?

  1. Kecapekan

Menurut dr. Melissa Anggraeni, Mbiomed, SpA, mimisan lebih sering terjadi pada anak kecil karena struktur dinding pembuluh darah pada hidung anak rapuh. “Mimisan bisa terjadi karena anak kecapekan, sehingga struktur dinding pembuluh darah mudah pecah,” kata dr. Melisa.

 

  1. Terbentur

Saat bermain, seringkali tanpa sengaja si kecil terbentur sesuatu di area wajah atau jatuh, hal ini juga bisa memicu mimisan. Menurut dr. Mahatma T Bawono, SpTHT, dari RS Akademik UGM, banturan di dekat hidung membuat pembuluh darah tegang sehingga rentan pecah dan terjadi mimisan. Selama mimisan ini bukan karena kelainan, masih bisa terulang pada anak, karena dinding pembuluh darah mereka yang belum kuat.

 

  1. Cuaca

Suhu udara yang terlalu dingin atau panas, membawa udara kering yang membuat hidung menjadi kering. Ini membuat hidung mudah iritasi, sehingga gesekan sedikit saja pada dinding pembuluh darah hidung, akan memicu mimisan.

 

Seberapa Bahaya Mimisan Pada Anak?

Sebagian besar mimisan pada anak tidaklah berbahaya. Namun Moms tetap perlu waspada jika gejala mimisan yang ditunjukkan oleh anak dianggap berlebihan.Jika mimisan menjadi salah satu gejala yang sering terjadi pada anak, bisa jadi tanda penyakit serius seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura), leukemia, demam berdarah, hemofilia, atau thalasemia berat. Jadi, alangkah baiknya Moms segera memeriksakan kondisi anak pada dokter untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Beberapa kondisi mimisan yang harus Moms waspadai dan diperlukan tindakan secepatnya untuk dibawa ke rumah sakit antara lain:

  • Mimisan berulang.
  • Mimisan terjadi pada bayi atau usia anak di bawah 2 tahun.
  • Mimisan tidak berhenti dengan penekanan.
  • Mimisan akibat kelainan anatomi atau ada trauma pada wajah sebelumnya.
  • Mimisan berlangsung hebat hingga terjadi penurunan kesadaran.
  • Mimisan disertai adanya sumbatan jalan napas.

 

Cara Mengatasi Mimisan

Saat anak mengalami mimisan, hal pertama yang Moms perlu lakukan adalah agar tidak panik. Cobalah untuk membaringkan anak dengan posisi kepala lebih tinggi (posisi duduk atau setengah duduk). Tekan daerah tulang hidung selama 1-2 menit. Kemudian kompres es batu pada bagian luar hidung yang mengalami mimisan. Moms juga dapat menyumbat bagian hidung yang mimisan untuk menghentikan perdarahan menggunakan tisu atau kassa. Awasi selama 3-5 menit untuk menilai apakah perdarahan masih berlangsung atau tidak.

 

Sejauh ini apa Moms mulai mengerti atau memiliki pendapat lain saat anak mengalami mimisan. Moms bisa sharing dengan pembaca disini.

 

<PIA>

 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.