Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Feb 14, 2018

Minum Susu Khusus Ibu Hamil Tapi Belum Hamil, Bolehkah?

Bagikan


Saat ini, di pasaran banyak sekali beredar susu khusus ibu hamil. Memang, kebutuhan gizi di masa kehamilan akan meningkat karena harus memberikan asupan untuk janin. Salah satu asupan gizi yang perlu dipertimbangkan adalah susu ibu hamil. Produk ini sudah difortifikasi sehingga baik untuk melengkapi kebutuhan gizi tersebut.

Bagaimana bila susu untuk ibu hamil dikonsumsi sebelum hamil?

Secara prinsip, konsumsi susu hamil meski belum hamil tidaklah memberi efek buruk. Jadi intinya boleh-boleh saja. Perlu kita tahu, susu merupakan sumber protein dan kalsium yang baik. Kalsium mudah diserap tubuh dan protein berperan agar sel-sel tubuh dapat bekerja dengan baik, membangun diri dan memperbaiki dirinya.

Kendalanya, rasa susu ibu hamil ini cenderung berbeda dengan rasa susu biasanya. Kenapa? Karena susu untuk ibu hamil mengandung zat besi tinggi. Protein dan kalsium pada susu begitu penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan janin. Kalsium juga berperan untuk kesehatan tulang dan gigi.

Sebenarnya, zat yang penting disiapkan sebelum hamil adalah asam folat. Zat ini sangat penting untuk pembentukan dan perkembangan saraf janin. Selain itu, asam folat berperan untuk menjaga kadar hemoglobin (kepekatan darah) pada angka yang normal. Umumnya, asam folat dikonsumsi sejak 3 bulan sebelum mulai hamil sampai masa hamil selesai dengan dosis 400 mikrogram (ug) per hari.

Baca juga: Perlukah Minum Susu Khusus Ibu Hamil?

Susu yang sebaiknya diminum saat mempersiapkan kehamilan

Adapun susu yang lebih cocok dikonsumsi dalam masa mempersiapkan kehamilan dan meningkatkan kesuburan adalah produk susu yang kaya lemak. Demikian seperti dianjurkan oleh Academy of Nutrition and Dietetics. Sedangkan, berdasarkan riset dalam jurnal Human Reproduction dijelaskan bahwa konsumsi makanan olahan susu dan susu rendah lemak bisa meningkatkan risiko tidak subur. Sedangkan, makanan olahan susu mengandung lemak tingi dapat menurunkan risiko tidak subur.

Konon, seorang wanita yang minum satu atau lebih porsi susu tinggi lemak dalam sehari, ternyata berpeluang sebesar 27% lebih subur daripada wanita yang tak mengonsumsi susu tinggi lemak. Nah, lemak diperlukan untuk merangsang dan menjaga fungsi sistem reproduksi, khususnya ovarium.

Jadi, susu rendah lemak bisa mengganggu keseimbangan hormon pada wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Susu rendah lemak ternyata dapat mengurangi kadar estrogen dan progesteron yang terikat pada lemak, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan hormon untuk mencapai pembuahan.

Baca juga: Berbagai Minuman Bernutrisi untuk Ibu Hamil

Moms juga harus bersikap bijak. Bila sudah mengonsumsi susu sebanyak 1-2 gelas per hari maka bukan berarti dapat memilih makan tinggi lemak lainnya kapanpun. Jadi, bila memilih susu, Moms sebaiknya menghindari asupan kalori harian karena bisa mengganggu keseimbangan lemak di dalam tubuh. Perlu Moms tahu juga, lemak berlebih dalam tubuh juga dapat menyebabkan seseorang tidak subur. Apalagi bila seorang wanita sudah mencapai kelebihan berat badan hingga obesitas.

Terlepas dari itu, komposisi dan frekuensi makanan yang Moms konsumsi sehari-hari lebih berperan dalam mempersiapkan tubuh untuk hamil. Dengan kata lain, sebenarnya susu itu sebagai pelengkap atau suplemen dan bukan pengganti makanan sehat.

Baca juga: 10 Jus Berkhasiat untuk Ibu Hamil

Kemudian, untuk bisa hamil tidak semata-mata tergantung dari konsumsi susu kaya lemak dan asupan makanan bergizi. Moms dan suami juga perlu menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Pastikan berat badan dalam kondisi normal, tidak merokok, istirahat cukup, tidak stres dan sebagainya. Selain itu, perlu dipertimbangkan juga faktor genetik dan riwayat penyakit yang dimiliki.

Bila Moms sudah rutin minum susu kaya lemak agar cepat hamil namun tak kunjung kelihatan hasilnya, segera konsultasi dengan dokter. Apalagi bila Moms sudah menikah lebih dari satu tahun tapi tak juga membuahkan momongan. Pastikan dokter akan berupaya mendiagnosis kendala yang terjadi dan mencari solusi yang terbaik.

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.