Newborn

19 September 2021

Memberikan Minyak Ikan untuk Bayi, Simak Saran dari Ahlinya!

Ternyata ini kata para ahli!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Karla Farhana

Suplemen minyak ikan telah banyak dipercaya sebagai suplemen kesehatan yang sangat baik untuk orang dewasa. Bagaimana dengan minyak ikan untuk bayi?

Beberapa manfaat untuk orang dewasa termasuk menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol baik, dan menurunkan risiko inflamasi.

Minyak ikan banyak didapat dari jenis ikan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti salmon, trout, dan herring.

Jika anak tidak mengonsumsi ikan jenis ini, mereka mungkin membutuhkan sumber asam lemak omega-3 lain.

Termasuk makanan lain yang ditambah dengan minyak ikan, multivitamin dengan DHA dan EPA, atau suplemen minyak ikan lainnya.

Tapi, mengapa minyak ikan populer? Banyak orang tua yang meyakini bahwa minyak ikan dapat membantu meningkatkan perkembangan otak.

Selain itu, minyak ikan juga diketahui dapat membantu bayi dengan ADHD, asma, radang sendi, irama jantung abnormal, dan bahkan membantu mencegah beberapa jenis kanker.

Tetapi, apakah aman untuk memberikan minyak ikan untuk bayi? Apakah minyak ikan dapat bermanfaat bagi bayi?

Apa Itu Suplemen Minyak Ikan?

Perlukah Memberikan Minyak Ikan Pada Bayi? 1

Foto: npr.org

Dalam laman Healthline dijelaskan bahwa minyak ikan adalah lemak atau minyak yang diekstrasi dari jaringan ikan.

Suplemen ini biasanya berasal dari ikan berminyak seperti tuna, herring, mackerel, dan ikan bilis.

Namun, terkadang diproduksi dari minyak hati ikan lainnya seperti halnya ikan cod.

Baca Juga: 6 Manfaat Minyak Ikan Sarden untuk Kesehatan Tubuh

Perlukah Memberikan Minyak Ikan untuk Bayi?

Perlukah Memberikan Minyak Ikan Pada Bayi? 2

Foto: omegavia.com

“Setelah berusia 1 tahun, bayi bisa mulai makan berbagai jenis ikan. Sebelum itu, tidak perlu memberikan suplemen minyak ikan untuk bayi. Mereka sudah mendapatkan semua lemak baik yang dibutuhkan dari ASI,” kata Dr. Jim Sears, M.D., seperti dikutip dari Ask Dr Sears.

Dr. Jim juga mengungkapkan bahwa suplemen omega-3 seperti minyak biji rami atau DHA dapat dikonsumsi jika selama menyusui Moms tidak mengonsumsi ikan.

Baca Juga: Cari Tahu Yuk, Kegunaan Minyak Ikan selama Kehamilan

Dosis Minyak Ikan untuk Bayi

Fakta Seputar Minyak Ikan untuk Anak yang Harus Moms Tahu 2.jpg

Foto: parenting.firstcry.com

Dosis minyak ikan untuk bayi yang umumnya diberikan adalah 1 gram, yang terdiri dari 150-600 miligram EPA dan 100-350 miligram DHA.

Saat menyajikan minyak ikan untuk bayi, orang tua harus mengingat semua peringatan tentang kandungan merkuri pada ikan.

Yang aman adalah tuna kaleng, salmon, pollock, dan ikan lele.

Minyak ikan untuk bayi juga bisa dikonsumsi untuk orang lain.

Orang dewasa juga harus makan banyak makanan yang kaya ALA, seperti biji rami, kenari, kedelai dan minyak kedelai, tahu, biji rami, dan minyak kanola.

AHA tidak membuat rekomendasi untuk anak-anak. Namun, piramida makanan menyarankan orang tua untuk memasukkan ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian dalam makanan anak.

Meskipun mungkin bukan dukungan yang tulus, AHA menyatakan bahwa ada "beberapa bukti terbatas yang menunjukkan bahwa makan ikan yang kaya EPA dan DHA dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular."

Belum ada rekomendasi miligram per hari yang lebih spesifik untuk DHA dan ARA untuk anak-anak.

Jika mereka mendapatkan minyak ikan dari makan ikan, rekomendasi National Institutes of Health (NIH) untuk anak-anak adalah dua porsi ikan berlemak dalam seminggu.

Satu porsi untuk anak usia satu tahun adalah 2 ons dan meningkat menjadi 4 ons pada usia 11 tahun.

Pada tahun 2008, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis rekomendasi untuk asupan DHA untuk anak-anak — dua porsi ikan berlemak akan memenuhi kebutuhan tersebut.

Anak-anak dapat makan dua porsi seminggu ikan lain yang lebih rendah merkuri, seperti tuna kalengan, salmon, sarden, pollock, dan lele.

Wanita yang mungkin hamil, wanita hamil, ibu menyusui, dan anak kecil tidak boleh makan ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi, seperti ikan todak, tuna matabesar, hiu, orange roughy, king mackerel, dan tilefish.

Sumber Minyak Ikan

udang

Foto: Orami Photo Stock

Minyak ikan untuk bayi bisa didapatkan dari mana saja. DHA dan EPA bisa Moms dapatkan dari beberapa sumber makanan, antara lain:

Minyak Hati Ikan Kod

Moms bisa mendapatkan DHA dan EPA dari minyak hati ikan Kod

Ikan Gendut

Selain itu, Moms juga bisa mendapatkannya dari ikan gendut. Apa saja?

Ada beberapa jenis ikan yang termasuk ikat gendut, seperti ikan herring, rainbow trout, mackerel, salmon, tuna, dan sarden memiliki kadar DHA dan EPA tertinggi.

Ikan Lainnya

Selain jenis ikan di atas, ada juga ikan-ikan lain yang kaya akan DHA dan EPA.

Pollock, flounder, scallop, clam, udang, lele, tuna albacore kalengan, tuna kalengan, dan fish stick memiliki lebih sedikit DHA dan EPA daripada ikan berlemak.

Minuman dan susu yang diperkaya DHA juga banyak, Moms. Namun, disarankan Moms dan Si Kecil untuk mengonsumsi ikan langsung untuk mendapatkan asam lemak omega-3 yang lebih optimal.

“Mengonsumsi ikan berminyak jauh lebih baik daripada minum suplemen, jika memungkinkan. Ini karena ikan berminyak mengandung vitamin dan mineral penting lainnya yang baik untuk bayi,” kata Judy More, ahli diet terdaftar dan anggota dari British Dietetic Association and Nutrition Society, seperti dikutip dari Baby Centre UK.

“Minyak lain, seperti minyak bunga matahari, tidak mengandung banyak omega-3,” tambahnya.

Baca Juga: 5 Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan Bayi

Benarkan Minyak Ikan Menurunkan Risiko Alergi Bayi?

Perlukah Memberikan Minyak Ikan Pada Bayi? 3

Foto: mnn.com

Selama ini banyak yang beranggapan bahwa memberikan minyak ikan untuk bayi dapat membantu menurunkan reaksi alergi masa kanak-kanak. Benarkah?

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Pediatrics menemukan, suplementasi minyak ikan sejak lahir hingga berusia 6 bulan secara signifikan dapat meningkatkan level omega-3 PUFA dan menurunkan level arachidomic acid.

Namun tidak dapat mencegah ataupun menurunkan risiko alergi pada bayi.

Para peneliti yang terlibat dalam studi tersebut mengatakan bahwa suplementasi minyak ikan untuk bayi dalam mencegah alergi kemungkinan hanya terjadi pada awal perkembangan janin.

Nah, Moms, setelah mendapat gambaran utuh mengenai minyak ikan dan manfaatnya untuk bayi, pastikan Moms memilih makanan sumber minyak ikan alami terbaik untuk si kecil.

Atau Moms bisa memilih suplemen minyak ikan yang paling sesuai dengan kebutuhan Si Kecil.

Jadi, Moms tidak perlu memberikan minyak ikan untuk bayi demi memenuhi kebutuhan omega-3 atau DHA hariannya.

Apalagi jika Si Kecil masih menyusu secara eksklusif atau diberi susu formula yang diperkaya dengan omega-3 dan DHA.

Setelah Si Kecil mulai makan MPASI, Moms dapat menawarkan makanan-makanan yang telah disebutkan di atas.

  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/Omega3FattyAcids-HealthProfessional/
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/130/4/674.full.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait