Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Mar 16, 2018

Mitos Atau Fakta, Sering Makan Daging Merah Timbulkan Kanker Payudara?

Bagikan



Daging merah telah diketahui sebagai salah satu makanan yang mengandung sumber protein dan zat besi. Namun siapa sangka, daging merah ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, bahkan kanker payudara!

Menurut peneliti, wanita yang makan daging merah paling banyak memiliki risiko penyakit jantung 25 persen lebih tinggi daripada wanita yang makan daging merah paling sedikit.

Menurut studi ini, jika Moms makan satu porsi daging merah per minggu, Moms yang makan 1,5 porsi per hari memiliki risiko kanker payudara 22 persen lebih tinggi.

Setiap penambahan satu porsi daging merah per hari akan meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 13 persen.

Baca Juga : 4 Jenis Benjolan Yang Ternyata Bukan Kanker Payudara

Lalu, apa yang harus dilakukan? Menurut analisis yang dilakukan hampir ke 89.000 wanita selama 20 tahun juga mengungkapkan bahwa dengan mengganti daging merah dengan kombinasi ikan, kacang-kacangan, dan daging ayam dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 14 persen.

Jadi, untuk menghindari terkena kanker payudara, Moms bisa mulai mengurangi daging merah dan mulai mengonsumsi daging ayam. Menurut studi, dengan mengganti satu sajian daging merah menjadi daging ayam setiap harinya akan mengurangi risiko 17 persen secara keseluruhan, dan 24 persen untuk wanita yang sudah menopause.

Namun, studi yang dipublikasikan di British Medical Journal ini memang belum dapat menjelaskan mengapa daging merah dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Diperkirakan, penyebabnya adalah karena proses yang terbentuk dari proses pemasakan daging merah. Selain itu, hormon pertumbuhan yang disuntikkan pada hewan ternak juga ditengarai sebagai penyebabnya.

Sumber : Kompas.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.