Rupa-rupa

13 Oktober 2021

Cari Tahu Mitos Tanaman Walisongo dan Cara Menanamnya di Rumah

Tanaman walisongo memiliki mitos, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Ada banyak mitos tanaman Walisongo yang beredar di masyarakat. Meski begitu, yang paling utama dari tanaman ini adalah sebagai tanaman hias rumah untuk menetralisir udara.

Selain itu, tanaman ini banyak digunakan sebagai pajangan di ruangan.

Tanaman yang memiliki nama latin Schefflera grandiflora ini memiliki ciri-ciri daunnya cukup tebal dengan warna hijau dan putih kekuning-kuningan.

Pangkal daunnya juga seperti jari dan berjumlah 9. Tanaman ini termasuk dalam golongan tanaman perdu yang cukup langka di Indonesia.

Harga tanaman Walisongo ini di pasaran masih relatif mahal jika dibandingkan dengan bunga hias lainnya, terlebih bunga Walisongo impor.

Lantas, mengapa mitos tanaman Walisongo masih sering beredar? Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: 5 Tanaman Hias yang Sedang Tren dan Bisa Ditanam di Rumah

Mitos Tanaman Walisongo

mitos tanaman walisongo.jpg

Foto: pinterest.com

Indonesia tampaknya memang senang dengan hal-hal berbau mitos, termasuk mitos seputar tanaman. Berikut mitos tanaman Walisongo yang mungkin Moms belum ketahui.

1. Pembawa Keberuntungan

Dalam satu tangkai, biasanya tanaman Walisongo terdiri dari 8-9 kelopak daun. Ini sesuai dengan namanya, songo yang berarti sembilan.

Meskipun begitu, kebanyakan kelopak tersebut hanya berjumlah 8. Kelopak berjumlah 9 sangat jarang ditemui.

Nah, ada mitos tanaman Walisongo yaitu bila mempunyai tanaman Walisongo yang terdiri dari 9 kelopak daun, maka akan mendapat keberuntungan.

Oleh karena itu, Moms tidak perlu ragu lagi bila ingin memelihara tanaman Walisongo ini.

2. Penangkal Roh Halus

Tidak hanya itu, mitos tanaman Walisongo berikutnya yang beredar justru berkaitan dengan makhluk halus.

Bagi sebagian orang, tanaman yang satu ini dipercaya sebagai penangkal roh halus yang jahat.

Namun ini semua hanya mitos, kan? Karena mudah dirawat dan dapat mempercantik rumah, tak ada salahnya Moms memelihara tanaman ini.

Siapa tahu memang bisa membawa keberuntungan dan keamanan.

Baca Juga: 10+ Tanaman Hias Beracun yang Berbahaya untuk Si Kecil

Cara Menanam Tanaman Walisongo

1996255027.jpg

Foto: farmerku.com

Cara menanam tanaman Walisongo bisa dilakukan melalui 3 metode, yaitu cara stek, cangkok, atau dengan menyebarkan bijinya.

Namun pada kesempatan ini, Moms akan mempelajari cara menanam tanaman Walisongo melalui teknik stek pucuk.

Alasannya karena teknik inilah yang paling mudah dipraktikkan serta menghasilkan anakan yang lebih baik dibanding dengan teknik lainnya.

Langkah pertama bisa dilakukan dengan mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan, berikut diantaranya:

Alat dan Bahan:

  • Pisau atau gunting tanaman
  • Pot atau polybag
  • Indukan bunga Walisongo
  • Media tanam berupa pasir

Cara Menanam:

  1. Pertama-tama persiapkan dahulu media tanam yang dibutuhkan.
  2. Ada baiknya menambahkan unsur hara ke dalam media tanam yang akan digunakan tersebut agar nantinya dapat merangsang pertumbuhan akar menjadi lebih cepat.
  3. Caranya adalah dengan mencampurkan pasir malang, pupuk kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar.
  4. Gunakan perbandingan 2 : 1 : 3, lalu diamkan selama 1 hari agar nutrisi dalam pupuk tersebut bisa terserap sempurna.
  5. Ambil atau potong cabang bunga Walisongo dengan panjang sekitar 15 – 30 cm dengan pisau atau gunting tanaman.
  6. Pilih tanaman yang sehat serta tidak terlalu tua.
  7. Oleskan permukaan batang yangtelah dipotong dengan menggunakan fungisida atau zat perangsang tumbuhan.
  8. Tanam di dalam media tanam sementara, beri sedikit air untuk menjaga kelembapannya.
  9. Tempatkanlah bibit bunga Walisongo tersebut di daerah yang teduh.
  10. Jika bibit bunga Walisongo telah kuat, Moms bisa memindahkannya ke media tanam permanen.

Jika Moms berniat melatakkan tanaman Walisongo di dalam ruangan, maka tempatkanlah di dalam pot yang memiliki bentuk atau warna yang menarik

Sehingga, tampilan dari bunga ini akan lebih menonjol lagi.

Baca Juga: 9 Cara Membuat Pot untuk Tanaman Hias di Rumah, Ramah Lingkungan!

Cara Merawat Tanaman Wali Songo

mitos tanaman walisongo 2.jpg

Foto: farmerku.com

Dalam merawat tanaman walisongo, sebenarnya hampir sama dengan tanaman hias lainnya.

Nah berikut ini caranya:

1. Atur Pencahayaan

Walisongo merupakan jenis tanaman dengan pencahayaan medium atau sedang.

Ini berarti ia membutuhkan cahaya terang namun tidak terpapar langsung.

Bila cahaya terlalu sedikit, maka akan menjadi berkaki panjang dan tangkai daunnya akan terkulai.

Selain itu, paparan langsung daun oleh sinar matahari dapat membuat daun terbakar.

2. Frekuensi Penyiraman

Penyiraman yang benar akan menunjang kelangsungan hidup tanaman Walisongo.

Moms baru boleh menyiramnya ketika permukaan tanah di pot mengering.

Kemudian rendam tanah secara menyeluruh saat Moms menyiram.

Apabila terlalu banyak menyiram, daun bisa menguning dan layu.

Baca Juga: Cara Merawat Tanaman dalam Pot untuk Pemula, Anti Gagal!

3. Lakukan Pemangkasan

Meski tergolong tanaman hias yang kecil, Moms tetap perlu memangkas atau merapikannya.

Terutama, ketika tanaman walisongo tidak mendapat cukup cahaya. Bagaimana caranya?

Periksa Batang Bunga Walisongo

Ada 2 jenis batang yang dimiliki tanaman Walisongo yaitu batang jamak dan batang tunggal.

Jika yang Moms miliki adalah batang jamak, maka Moms dapat leluasa memotongnya karena batang punya banyak ruang untuk tempat tumbuh daun.

Sementara itu, jika tanaman yang Moms miliki berbatang tunggal sebaiknya biarkan dahulu tanaman tumbuh hingga tinggi dan kurus.

Kurangi Tinggi Bunga

Potong batang tepat pada bagian atas titik daun bermunculan.

Hal ini akan menghalangi bunga tumbuh secara vertikal dan sebaliknya bunga akan tumbuh semakin lebar.

Kurangi Lebar Bunga

Potong cabang secara horizontal untuk mengurangi lebar tanaman.

Pangkas di bagian bunga yang terlalu lebar tepat di atas tunas-tunas baru tumbuh.

Jangan ragu karena tunas baru akan segera tumbuh pada bagian tunas yang telah Moms potong.

Gunakan Alat Pangkas Gunting

Gunting jauh lebih efektif daripada alat pangkas lainnya.

Alasannya adalah kebanyakan alat pangkas dapat menimbulkan kerusakan pada struktur tanaman Walisongo.

Penting diingat bahwa gunting yang digunakan haruslah tajam agar bagian tanaman bisa terpotong dengan sempurna.

4. Pemupukan

Perawatan lain dari tanaman Walisongo ini adalah pemupukan.

Pemupukan tanaman Walisongo menggunakan  pupuk kompos atau pupuk organik.

Pemupukan bisa dilakukan sebulan sekali saja ya, Moms.

Baca Juga: 7 Jenis Tanaman Gantung untuk Hiasan Teras Rumah dan Cara Merawatnya

Itu dia informasi seputar mitos tanaman Walisongo dan cara menanam serta merawatnya. Semoga bermanfaat!

  • https://www.99.co/blog/indonesia/cara-menanam-tanaman-walisongo/
  • https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-bunga-walisongo
  • http://rumah-tanamanhias.blogspot.com/2014/11/merawat-tanaman-walisongo.html
  • https://kabarjoglosemar.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-731290855/5-cara-dan-tips-merawat-tanaman-walisongo-yang-perlu-diketahui?page=3
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait