Rupa-rupa

11 Agustus 2021

Waspada Modus Kejahatan Skimming, Ini Tips Menghindarinya!

Modus kejahatan ini bisa sangat merugikan nasabah bank dan masih sering terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms tahu dengan istilah skimming?

Tanpa Moms sadari kini teknologi sudah merambah ke hampir semua bidang, dengan maksud tujuannya adalah mempermudah manusia dalam melakukan aktivitas.

Namun, tak bisa dimungkiri juga bahwa kemajuan teknologi ini juga memberikan ide kepada orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan kejahatan, salah satunya adalah skimming.

Kejahatan skimming adalah modus kejahatan yang menyasar nasabah bank. Aksi kejahatan seperti ini sudah sering terjadi, dan hingga kini masih banyak orang yang menjadi korbannya.

Pihak jasa keuangan dan bank juga telah bersinergi untuk melakukan berbagai peningkatan pada fitur keamanan transaksi nasabah agar tidak bisa diretas oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini.

Meski begitu, hingga kini masih ada saja nasabah yang belum mengetahui tentang bagaimana modus kejahatan skimming terjadi.

Bahkan, cukup banyak kasus skimming ATM yang terjadi merupakan akibat kesalahan atau sikap kurang berhati-hati dari seorang nasabah sehingga menyebabkan uangnya raib. Tak tanggung-tanggung, nominal yang hilang ini bisa mencapai ratusan juta.

Oleh karena itu, Moms harus paham betul bagaimana modus kejahatan skimming terjadi sehingga Moms juga paham cara untuk menghindarinya. Berikut ulasannya!

Baca Juga: Tabungan Tipis? Terapkan 7 Cara Menghemat Uang Setiap Hari!

Mengenal Modus Kejahatan Skimming

Apa itu Skimming

Foto: rackcdn.com

Modus skimming adalah tindak kejahatan yang menyerang dan merugikan nasabah bank yang menggunakan layanan kartu debit atau kartu kredit.

Saat melakukan aksinya, pelaku skimming bisa mengambil uang yang disimpan nasabah pada rekening bank melalui informasi yang ada di kartu ATM atau kartu kredit.

Singkatnya, skimming adalah aksi pencurian informasi pada kartu debit atau kartu kredit.

Para pelaku kejahatan ini bisa mendapatkan informasi tersebut dengan cara menyalin data yang ada di strip magnetik kartu debit atau kartu kredit secara ilegal.

Dengan begitu, pelaku bisa mencuri dana yang tersimpan di bank milik korban tanpa diketahui oleh pemiliknya.

Aksi ini sering terjadi saat nasabah menggunakan layanan ATM. Umumnya target para pelaku kejahatan ini melakukan modus skimming adalah mesin ATM yang lokasinya berada di tempat yang sepi dan jauh dari keramaian.

Ini karena ATM di lokasi-lokasi tersebut biasanya kurang mendapatkan pengawasan dan pengamanan. Selain itu, pelaku memilih lokasi ATM yang sepi karena di sana mereka mampu memasang mesin skimmer dengan lebih mudah.

Oleh karena itu, penting agar Moms menggunakan mesin ATM pada tempat yang ramai atau yang mudah diawasi petugas keamanan atau di di dekat kantor bank bersangkutan.

Selain itu, Moms juga bisa mengantisipasi hal tersebut denganmengaktifkan fitur pemberitahuan atau notifikasi yang dapat menunjukkan adanya transaksi pada kartu debit atau kartu kredit yang Moms atau anggota keluarga lain miliki.

Biasanya, pihak bank memiliki fitur notifikasi yang bisa dilakukan via SMS ataupun yang lainnya.

Apabila Moms menjadi korban modus kejahatan ini, transaksi yang dilakukan oleh pelaku akan langsung dilaporkan melalui notifikasi tersebut.

Moms juga dapat langsung mengajukan laporan dan pemblokiran kartu kepada pihak bank sehingga pelaku tidak lagi bisa melakukan aksinya.

Jadi, pastikan fitur ini telah aktif supaya dapat mengetahui transaksi apa saja yang terjadi pada kartu debit maupun kredit yang Moms miliki.

Baca Juga: Waspada ‘Selingkuh’ Keuangan di Rumah Tangga, Apa Maksudnya?

Ini Ciri-Ciri Mesin Skimming

Ciri ATM Skimming

Foto: nwcu.com

Tak hanya berlokasi di tempat yang minim pengawasan, Moms juga perlu memahami seperti apa mesin skimming tersebuit. Mesin skimming ini umumnya dapat diketahui melalui bentuk fisiknya, ia biasanya terpasang pada tempat masuknya kartu di mesin ATM.

Jika Moms mencurigai ada alat yang aneh dan tidak terlihat seperti mesin ATM sebagaimana mestinya, maka urungkan niat Moms untuk melakukan transaksi di ATM tersebut.

Sebenarnya tidaklah sulit mengenali mesin ATM yang sudah terpasang alat skimming atau tidak, sebab bentuk dan warnanya dari mesin ini akan sangat terlihat mencurigakan.

Namun, karena kurang berhati-hati atau mungkin menggunakan mesin ATM dengan terburu-buru, maka nasabah menjadi tidak waspada melihat bahwa alat skimming sudah terpasang.

Baca Juga: Kopdar Orami, Seberapa Banyak Dana Darurat yang Harus Disiapkan Keluarga?

Tips Menghindari Skimming

Tips Menghindari Skimming

Foto: cermati.com

Untuk terhindar dari modus kejahatan skimming, Moms bisa melakukan beberapa tips menghindari skimming berikut ini:

1. Rutin Memeriksa Rekening Bank

Hal pertama yang harus Moms lakukan adalah memeriksa rekening bank yang Moms miliki secara berkala.

Jangan salah, Moms tidak pernah tau apa saja data-data pribadi yang sudah didapatkan oleh para pelaku. Bahkan ketika Moms menyambungkan laptop atau smartphone ke wifi publik, hal ini juga bisa menjadi celah para pelaku.

Kecanggihan teknologi yang ada saat ini juga bisa dengan mudah diretas oleh para hacker. Oleh karena itu, Moms harus proaktif sebagai nasabah untuk menghindari kejahatan ini.

Jadi pastikan untuk secara rutin cek rekening transaksi bank. Moms bisa melihat laporan transaksi keluar-masuknya dana, dan menyesuaikan dengan transaksi sebenarnya.

Jika ada sesuatu mencurigakan, seperti transaksi yang tak pernah Moms lakukan, walau misalnya jumlahya sedikit, Moms tetap harus melapor pada pihak bank.

2. Jangan Tergiur dengan Iming-Iming Hadiah

Diskon, cashback atau penawaran gratis apapun itu memang sangat menggiurkan. Namun Moms harus paham akan konsep "too good to be true", atau terlalu bagus untuk menjadi nyata.

Jika ada orang yang menelepon atau mengirim e-mail dan menawarkan hadiah yang mungkin Moms menganggapnya tidak masuk akal, bisa dipastikan bahwa mereka ada pelaku kejahatan yang berusaha mencuri data.

Salah satu upaya kejahatan ini adalah dengan mengambil data-data dari korban yang terhasut akan iming-iming hadiah palsu tersebut. Ingat, pihak bank sangat jarang untuk menelpon Moms, bahkan hanya untuk menawarkan hadiah.

Apalagi, saat menelponnya berasal dari nomor ponsel dan bukan nomor kantor resmi. Sebaiknya blokir saja nomor tersebut supaya tidak mengganggu lagi.

Baca Juga: Ini 6 Tips Mengelola Keuangan Agar Jauh dari Hutang

3. Gunakan Fitur Pembayaran Online

Daripada menggunakan kartu kredit, Moms kini juga bisa menjadikan fitur pembayaran online sebagai alternatif.

Terlebih jika Moms melakukan transaksi di luar negeri, lebih baik menggunakan Paypal atau Venmo dibandingkan kartu kredit/debit yang Moms miliki.

Pasalnya, jika melalui PayPal atau layanan serupa, pihak situs tempat belanja tidak bisa melihat informasi pribadi para pembelinya. Apa yang bisa mereka lihat nantinya, hanyalah alamat email yang digunakan, jadi ini akan lebih aman.

4. Ganti Pin Secara Berkala

Selain rutin mengecek rekening, Moms juga perlu mengganti pin secara berkala. Para pelaku skimming akan terus berupaya untuk mengetahui atau membobol pin yang Moms miliki.

Jadi, ubah pin secara berkala supaya lebih aman. Mungkin terlihat merepotkan, namun ini menjamin data dan dana yang ada di rekening tetap aman.

Dengan informasi tentang kejahatan skimming ini, sangat diharapkan Moms untuk terus berhati-hati saat melakukan transaksi perbankan.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada orang-orang tercinta, agar mereka lebih paham tentang modus kejahatan ini dan bisa menghindarinya.

  • https://www.investopedia.com/terms/s/skimming
  • https://cyberexperts.com/what-is-skimming-in-cybersecurity/
  • https://www.cybercrimechambers.com/atm-card-skimming-and-pin-capturing.php
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait