Trimester 1

TRIMESTER 1
5 Januari 2021

Ternyata, Morning Sickness Tanda Janin Sehat Lho!

Moms yang mengalami mual dan muntah punya kemungkinan lebih kecil untuk mengalami keguguran
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Dina Vionetta

Di bulan-bulan pertama kehamilan, tidak jarang Moms yang mengalami mual dan muntah. Karena gejala mual dan muntah-muntah itu sering berlangsung di pagi hari, kondisi ini pun dikenal dengan istilah morning sickness.

Tidak jarang Moms kehilangan berat badan di awal kehamilan akibat morning sickness yang cukup hebat. Namun rupanya Moms tidak perlu khawatir karena kondisi ini tanda janin sehat di dalam kandungan.

"Mual dan muntah atau yang sering disebut sebagai morning sickness adalah keluhan yang umum terjadi selama kehamilan. Meskipun hal ini bisa saja terjadi sepanjang hari," jelas dr. Grace Valentine, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah-Puri Indah.

Lebih lanjut, dr. Grace mengatakan bahwa hal ini biasanya dialami pada trimester pertama, namun bisa saja berlanjut sampai trimester kedua, bahkan ada pula ibu yang mengalaminya sampai melahirkan.

Lalu, apakah morning sickness tanda janin sehat, atau justru berbahaya? Cari tahu lebih lanjut berikut ini, Moms.

Baca Juga: Morning Sickness pada Ayah, Kenapa Bisa Terjadi?

Morning Sickness Tanda Janin Sehat atau Justru Berbahaya?

morning sickness tanda janin sehat

Foto: pixabay.com

Moms perlu tahu mengapa morning sickness bisa terjadi.

Menurut dr. Grace mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon hCG yang umumnya terjadi di awal kehamilan, yaitu minggu ke 6-8, puncaknya pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22 kehamilan, sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormonal. 

"Mual dan muntah dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong, atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 persen kehamilan selama trimester pertama," terang dr. Grace.

Ada sebuah studi yang menyebutkan, bahwa morning sickness tanda janin sehat, dan dampak dari berubahnya hormon pada Moms.

Kabar gembiranya lagi, dalam studi tersebut, Moms yang mengalami mual dan muntah punya kemungkinan 50-75 persen lebih kecil untuk mengalami keguguran.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Mual saat Hamil, Bye Morning Sickness!

Noel Strong, peneliti kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Mount Sinai, New York City, morning sickness dipengaruhi kadar hormon pada wanita yang baru hamil berubah.

"Dengan kadar hormon kehamilan yang lebih tinggi, perempuan lebih cenderung memiliki gejala seperti mual dan muntah," kata Strong seperti dilansir WebMD.

Strong menyebutkan, morning sickness pada Moms yang hamil bayi kembar, intensitas mual dan muntahnya cenderung lebih tinggi.

Strong melanjutkan, hormon hCG yang meninggi, diproduksi oleh sel di dalam plasenta. Prosesnya terjadi setelah sel telur dibuahi dan kehamilan Moms dimulai.

Strong dan rekan-rekannya berspekulasi bahwa morning sickness tanda janin sehat. Kondisi itu menjadi indikator dari jaringan plasenta yang berfungsi dengan baik.

Dengan kata lain, jaringan plasenta yang tidak melepaskan hormon yang cukup akan membuat Moms yang sedang hamil mengalami masalah kandungan.

Dikutip dari Stanford Children's Health, morning sickness adalah indikator positif plasenta sedang berkembang dengan baik.

Baca Juga: Apa Penyebab Ibu Hamil Mengalami Morning Sickness?

Bagaimana dengan Ibu yang Tak Alami Morning Sickness?

morning sickness-2

Foto: Orami Photo Stock

Meski morning sickness tanda janin sehat, Moms tanpa mual dan muntah tak perlu cemas.

Tidak semua Moms akan mengalami mual dan muntah di masa kehamilan. Hal ini tergantung pada daya tahan tubuh dan kondisi lambung Moms.

Strong mengatakan bahwa ibu hamil tanpa kecenderungan mual dan muntah, tidak perlu cemas karena kondisi ini merupakan tanda janin sehat.

"Penting bagi mereka untuk memahami bahwa tidak semua kehamilan sama. Hanya karena mereka tidak memiliki gejala, bukan berarti mereka mengalami hamil yang berisiko," ujarnya.

Mual dan muntah selama kehamilan tidak berdampak bagi janin, asalkan masih ada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Bahkan pada kasus yang berat, mual dan muntah ini jarang membahayakan asalkan ditangani dengan benar.

Berat badan yang tidak naik pada trimester pertama tidak menjadi masalah, asalkan Moms masih dapat makan dan minum.

Mual muntah merupakan pertanda baik, di mana hormon kehamilan bekerja dengan baik dalam mempertahankan kehamilan.

"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan gejala mual dan muntah lebih jarang mengalami keguguran. Namun, apabila Anda tidak mengalami mual dan muntah, bukan berarti kehamilan Anda tidak sehat, ya," ujar dr. Grace.

Baca Juga: Apa Penyebab dan Gejala Morning Sickness Saat Hamil? Ini Jawabannya

Seperti Apa Tips Mengatasi Morning Sickness?

mengatasi morning sickness

Foto: Orami Photo Stock

Untuk Moms yang sering mengalami morning sickness, mungkin bertanya seperti apa cara yang bisa dilakukan. Berikut beberapa tips untuk mengatasi gejala mual dan muntah

1. Makan dalam Porsi Kecil dan Sering

Lambung yang kosong akan memperburuk keluhan mual. Dengan makan dalam porsi kecil dan sering dapat membantu mempertahankan kadar gula darah.

Moms bisa makan makanan ringan setiap 2-3 jam. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna. Sediakan cemilan kecil untuk dikonsumsi sepanjang hari.

2. Konsumsi Makanan Tinggi Protein

Untuk mengurangi mual, sebaiknya mulai mengonsumsi makanan tinggi protein dan kaya akan vitamin B. Hindari makanan pedas, berlemak, dan gorengan karena dapat memicu rasa mual.

3. Jangan Lupa Sarapan

Pada saat bangun dengan perut kosong, rasa mual akan bertambah. Sebaiknya konsumsi sarapan ringan seperti roti, biskuit, atau buah sebelum bangun dari tempat tidur.

Konsumsi jahe atau mint dapat mengurangi rasa mual. Moms dapat mencoba mengonsumsi air jahe, susu jahe, permen jahe, atau teh dengan aroma mint untuk mengatasi kondisi morning sickness.

Baca Juga: 8 Makanan Sumber Zat Besi untuk Ibu Hamil, Yuk Simak!

4. Minum Air yang Cukup

Jangan lupa cukupi cairan sepanjang hari agar Moms tidak dehidrasi selama kehamilan. Apabila Moms merasa mual saat minum, hindari konsumsi minuman dalam jumlah besar sekaligus.

Makan makanan yang mengandung banyak cairan juga dapat membantu mengatasi kondisi morning sickness. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur.

Tambahkan lemon dalam minuman juga bisa dilakukan. Aroma lemon dapat membantu mengurangi rasa mual.

5. Istirahat yang Cukup

Stres dan kelelahan dapat memperburuk keluhan mual dan muntah selama kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk beristirahat cukup.

Multivitamin kehamilan dapat mengurangi rasa mual. Selain itu multivitamin juga memastikan kecukupan harian asam folat, vitamin B6, dan vitamin D dalam tubuh.

Hubungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan apabila Moms mengalami muntah secara terus-menerus sehingga makanan atau minuman tidak dapat masuk.

Hal ini dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Segera hubungi dokter apabila Moms tidak dapat makan atau minum dalam 24 jam, nyeri perut, demam, muntah bercampur darah, air kencing keruh dan berwarna gelap atau tidak buang air kecil dalam waktu lebih dari 8 jam.

Baca Juga: 20 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Bisa Berbahaya

Nah, ternyata morning sickness memang bisa mengindikasikan janin dalam kondisi yang sehat pula Moms. Jadi, jika mengalami mual dan muntah yang masih dalam tahap wajar, Moms tidak perlu khawatir ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait