Trimester 1

17 November 2021

Morning Sickness: Gejala, Penyebab, dan Tips Mengatasinya untuk Bumil

Moms yang mengalami mual dan muntah punya kemungkinan lebih kecil untuk mengalami keguguran
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Di bulan-bulan pertama kehamilan, tidak jarang sejumlah ibu hamil mengalami mual dan muntah. Karena gejala mual dan muntah-muntah itu sering berlangsung di pagi hari, kondisi ini pun dikenal dengan istilah morning sickness.

Umumnya, kehilangan berat badan di awal kehamilan ini muncul akibat morning sickness yang cukup hebat.

Namun rupanya, Moms tidak perlu khawatir karena kondisi ini tanda janin sehat di dalam kandungan, lho.

Yuk, ketahui lebih lanjut terkait gejala, penyebab, dan cara mengatasinya!

Gejala Morning Sickness

morning sickness tanda janin sehat

Foto: pixabay.com

"Mual dan muntah atau yang sering disebut sebagai morning sickness adalah keluhan yang umum terjadi selama kehamilan." jelas dr. Grace Valentine, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah-Puri Indah.

Meskipun begitu, hal ini bisa saja terjadi sepanjang hari.

Melansir Mayo Clinic, beberapa gejala yang dialaminya yakni berupa:

  • Mual di pagi hari termasuk mual dan muntah
  • Mual akibat bau menyengat
  • Nyeri dada
  • Demam

Lebih lanjut, dr. Grace mengatakan bahwa hal ini biasanya dialami pada trimester pertama.

Namun, bisa saja berlanjut sampai trimester kedua, bahkan ada pula ibu yang mengalaminya sampai melahirkan.

Adapula beberapa faktor yang menjadi pemicu seseorang mengalami morning sickness, yakni:

Tentunya, gejala ini akan berbeda pada setiap orang dan tak selalu sama, ya.

Baca Juga: Morning Sickness pada Ayah, Kenapa Bisa Terjadi?

Penyebab Morning Sickness

Morning Sickness dan Penyebabnya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms perlu tahu mengapa morning sickness bisa terjadi. Berikut sejumlah fakta terkait penyebab dari terjadinya gejala morning sickness:

1. Peningkatan Hormon hCG

Menurut dr. Grace, mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon hCG yang umumnya terjadi di awal kehamilan.

Umumnya yakni pada minggu ke 6-8 kehamilan dan puncaknya pada minggu ke 12-14.

Jangan khawatir, ini akan membaik pada minggu ke-22 kehamilan, sampai tubuh ibu hamil tersebut dapat beradaptasi dengan peningkatan produksi hormonal. 

2. Pola Makan Tidak Stabil

Penyebab-Morning-Sickness-Hamil-Kembar.jpg

Foto: Orami Photo Stock

"Gejala dari morning sickness ini biasanya terjadi pada 80% kehamilan selama trimester pertama," terang dr. Grace.

Mual dan muntah dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong, atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup.

Ada sebuah studi yang menyebutkan, bahwa morning sickness tanda janin sehat dan dampak dari berubahnya hormon pada Moms.

Kabar gembiranya lagi, dalam studi tersebut, Moms yang mengalami mual dan muntah memiliki kemungkinan 50-75% lebih kecil untuk mengalami keguguran.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Mual saat Hamil, Bye Morning Sickness!

3. Hamil Kembar

Noel Strong, peneliti kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Mount Sinai, New York City, memaparkan bahwa morning sickness dipengaruhi perubahan kadar hormon pada wanita hamil.

"Dengan kadar hormon kehamilan yang lebih tinggi, perempuan lebih cenderung memiliki gejala seperti mual dan muntah," kata Strong seperti dilansir WebMD.

Strong menyebutkan, morning sickness pada Moms yang hamil bayi kembar, intensitas mual dan muntahnya cenderung lebih tinggi.

Tak hanya itu, ia melanjutkan, hormon hCG yang meninggi karena diproduksi oleh sel di dalam plasenta.

Prosesnya terjadi setelah sel telur dibuahi dan kehamilan Moms dimulai.

4. Tanda Janin Sehat

morning sickness-2

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab dari morning sickness tak selalu karena kondisi kesehatan yang buruk.

Sejumlah ahli berspekulasi bahwa morning sickness adalah tanda janin sehat, lho.

Kondisi ini menjadi tanda dari jaringan plasenta yang berfungsi dengan baik.

Dengan kata lain, jaringan plasenta yang tidak melepaskan hormon yang cukup akan membuat kehamilan mengalami masalah kandungan.

Dikutip dari Stanford Children's Health, morning sickness adalah tanda positif plasenta sedang berkembang dengan baik.

Baca Juga: Apa Penyebab Ibu Hamil Mengalami Morning Sickness?

5. Tubuh Lelah

Selain itu, ketika mengalami mual dan muntah di pagi hari juga menandakan bahwa tubuh sedang lemah.

Hal ini karena perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil membuat kita sulit untuk berenergi penuh.

Bahkan, ada yang memerlukan bedrest ketika gejala morning sickness mulai muncul.

Tenang Moms, hal ini tak perlu dikhawatirkan apabila tidak ada keluhan lainnya yang membuat gejala semakin parah, ya.

Kecuali jika mual dan muntah terasa sangat berat hingga membuat Moms dehidrasi atau yang dikenal dengan istilah hiperemesis gravidarum.

Tips Mengatasi Morning Sickness

mengatasi morning sickness

Foto: Orami Photo Stock

Untuk Moms yang sering mengalami morning sickness, mungkin bertanya seperti apa cara yang bisa dilakukan.

Berikut beberapa tips untuk mengatasi gejala mual dan muntah:

1. Makan dalam Porsi Kecil dan Sering

Lambung yang kosong akan memperburuk keluhan mual, lho.

Dengan makan dalam porsi kecil dan sering, ini dapat membantu mempertahankan kadar gula dalam darah.

Moms bisa makan makanan ringan setiap 2-3 jam. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna, ya.

Sediakan camilan kecil untuk dikonsumsi sepanjang hari dalam mengatasi morning sickness.

2. Konsumsi Makanan Tinggi Protein

Biji Bunga Matahari, Camilan Sehat Saat Promil 5

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengurangi mual, sebaiknya mulai mengonsumsi makanan tinggi protein dan kaya akan vitamin B.

Melansir Better Health, sejumlah makanan yang kaya akan protein meliputi:

  • Daging hewani
  • Ikan
  • Makanan laut
  • Produk susu: susu, yoghurt, dan keju
  • Kacang-kacangan seperti almond, wijen, dan biji bunga matahari
  • Lentil dan buncis

Hindari makanan pedas, berlemak, dan gorengan karena dapat memicu rasa mual.

3. Jangan Lupa Sarapan

Pada saat bangun dengan perut kosong, rasa mual akan bertambah.

Sebaiknya konsumsi sarapan ringan seperti roti, biskuit, atau buah sebelum bangun dari tempat tidur.

Konsumsi jahe atau mint dapat mengurangi rasa mual bagi sejumlah ibu hamil.

Moms dapat mencoba mengonsumsi air jahe, susu jahe, permen jahe, atau teh dengan aroma mint untuk mengatasi kondisi morning sickness.

Baca Juga: 8 Makanan Sumber Zat Besi untuk Ibu Hamil, Yuk Simak!

4. Minum Air yang Cukup

air minum yang sehat untuk mengatasi morning sickness

Foto: Orami Photo Stock

Jangan lupa cukupi cairan sepanjang hari agar Moms tidak dehidrasi selama kehamilan.

Apabila Moms merasa mual saat minum, hindari konsumsi minuman dalam jumlah besar sekaligus.

Makan makanan yang mengandung banyak cairan juga dapat membantu mengatasi kondisi morning sickness.

Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur.

Tambahkan lemon dalam minuman juga bisa dilakukan. Aroma segar dari buah lemon dapat membantu mengurangi rasa mual dengan alami.

5. Istirahat yang Cukup

Stres dan kelelahan dapat memperburuk keluhan mual dan muntah selama kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk beristirahat cukup.

Multivitamin kehamilan dapat mengurangi rasa mual. Selain itu pastikan multivitamin memenuhi kecukupan harian seperti asam folat, vitamin B6, dan vitamin D dalam tubuh.

Hubungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan apabila Moms mengalami muntah secara terus-menerus sehingga makanan atau minuman tidak dapat masuk.

Hal ini dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perhatikan gejala apabila memburuk Moms mengalami:

  • Tidak dapat makan atau minum dalam 24 jam
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Muntah bercampur darah
  • Air kencing keruh dan berwarna gelap
  • Tidak buang air kecil dalam waktu lebih dari 8 jam

Jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter kandungan ya, Moms.

Baca Juga: 20 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Bisa Berbahaya

Bagaimana dengan Ibu yang Tak Alami Morning Sickness?

Jahe untuk Atasi Morning Sickness, Efektifkah-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meski morning sickness tanda janin sehat, Moms tanpa mual dan muntah tak perlu cemas.

Tidak semua Moms akan mengalami mual dan muntah di masa kehamilan. Hal ini tergantung pada daya tahan tubuh dan kondisi lambung Moms.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa ibu hamil tanpa kecenderungan mual dan muntah, tidak perlu cemas karena kondisi ini juga normal.

"Penting bagi mereka untuk memahami bahwa tidak semua kehamilan sama. Hanya karena mereka tidak memiliki gejala, bukan berarti mereka mengalami hamil yang berisiko," ujarnya.

Mual dan muntah selama kehamilan tidak berdampak bagi janin, asalkan masih ada makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Baca Juga: Apa Penyebab dan Gejala Morning Sickness Saat Hamil? Ini Jawabannya

Bahkan pada kasus yang berat, mual dan muntah ini jarang membahayakan asalkan ditangani dengan benar.

Berat badan yang tidak naik pada trimester pertama tidak menjadi masalah, asalkan Moms masih dapat makan dan minum.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan gejala mual dan muntah lebih jarang mengalami keguguran.

"Namun, apabila ibu hamil tidak mengalami mual dan muntah, bukan berarti kehamilan berarti tidak sehat, ya," ujar dr. Grace.

Nah, ternyata morning sickness memang bisa mengindikasikan janin dalam kondisi yang sehat pula Moms.

Jadi, jika mengalami mual dan muntah yang masih dalam tahap wajar, Moms tidak perlu khawatir ya.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/morning-sickness/symptoms-causes/syc-20375254#:~:text=Common%20signs%20and%20symptoms%20of,by%20nine%20weeks%20after%20conception.
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/protein
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait