Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Sep 27, 2018

MPASI Pertama Si Kecil, Pilih BLW atau Spoon Feeding Ya?

Bagikan


MPASI Pertama Si Kecil, Pilih BLW atau Spoon Feeding Ya?

Terhitung sejak lahir hingga usia 6 bulan, bayi dianjurkan hanya mendapatkan asupan makanan berupa Air Susu Ibu (Ibu). Atau, disebut dengan istilah pemberian ASI eksklusif. Lalu, setelah usia 6 bulan, barulah bayi mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Ada dua proses pemberian MPASI yang bisa Moms pilih, yaitu dengan cara Spoon Led Weaning/SLW (menyapih dengan sendok) dan Baby Led Weaning /BLW (menyapih dengan makan sendiri).

Baca Juga: 7 Kombinasi Buah-buahan yang Bagus untuk MPASI

Apa perbedaannya? Yuk, simak uraian ini. 

Spoon Feeding

spoon feeding

Spoon Led Weaning (SLW) atau menyapih dengan sendok merupakan metode yang paling familiar bagi para ibu. Prosesnya, Moms menyuapkan Si Kecil makanan yang disajikan, misalnya bubur tumbuk/puree.

Adapun Keuntungan menyusuapi Si Kecil adalah:

  • Terhindar dari risiko tersedak karena makanan yang diberikan lunak.
  • Waktu atau proses makan Si kecil lebih singkat
  • Moms tahu berapa banyak makanan yang disantap Si Kecil. Dengan begitu, diharapkan Si Kecil tak mengalami kekurangan zat gizi.
  • Meski disuapi namun cara ini tepat melibatkan Si Kecil secara aktif untuk makan.
  • Bonding atau kedekatan dengan Moms semakin erat karena ada proses komunikasi dua arah.

Namun, kekurangan metode ini adalah:

  • Moms perlu menyiapkan waktu lebih. Kenapa? Karena harus menyiapkan dan memproses makanan yang lunak untuk Si Kecil.
  • Saat acara makan bersama keluarga, Moms mau tak mau harus mendahulukan Si Kecil untuk makan.
  • Riset yang dilakukan seorang profesor psikologi, Dr. Ellen Townsend, menjelaskan bahwa anak yang disuapi cenderung mengalami berat badan berlebih. Pasalnya, Moms akan cenderung menambahkan porsi makanan untuk Si Kecil.

Baca Juga : Bagaimana Melatih Agar Bayi Bisa Makan Sendiri? 

Baby Led Weaning

BLW

Metode Baby Led Weaning (BLW) adalah ‘membiarkan’ bayi  mengambil sendiri dan mencicipi makanan yang Moms hidangkan.

Jadi Si Kecil mencoba makan sendiri. Anak sekaligus belajar untuk makan mandiri. Hal ini pun menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi Si Kecil. 

Adapun manfaat menerapkan BLW ini adalah:

  • Si Kecil belajar mengenal rasa dan tekstur makanan. Makanan yang disajikan berbentuk padat dan lebih besar sehingga Si Kecil dapat memegang makanannya sendiri.
  • Si Kecil lebih bisa mengomsumsi makanan yang bervariatif. Moms bisa lebih mudah mengenalkan lebih banyak jenis makanan pada Si Kecil.
  • Moms tidak merasa repot bila suatu saat ada rencana makan keluarga di luar rumah atau restoran.

Baca Juga : 3 Jenis MPASI Ini Paling Ideal Untuk Bayi

Namun, perhatikan kelemahan metode ini, yaitu:

  • Si Kecil berisiko mengalami tersedak karena mengonsumsi makanan yang cenderung padat.
  • Si Kecil berisiko mengalami kekurangan gizi karena tak bisa mengunyah makanan atau makanan itu terlalu keras. Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Maternal and Child Nutrition mengungkapkan, metode ini berisiko membuat bayi tak mengonsumsi makanan sesuai kebutuhannya.
  • Makanan jadi berantakan karena berjatuhan ke lantai atau mengotori meja makan. Ya, Si Kecil mengeskplorasi makanannya.

Baca Juga : 8 Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri

Jadi, kedua metode itu ada plus dan minusnya. Moms bisa saja menggabungkan kedua metode ini secara bersamaan. Bila Moms membiarkan Si Kecil makan sendiri, maka perlu disiapkan makanannya cukup lunak dan lembut.

Untuk menghindari risiko kekurangan gizi, Moms bisa menyuapi Si Kecil dengan makanan lunak di jam makan berikutnya.

Jadi, selain mengajarkan anak tentang tekstur dan rasa makanan, sekaligus asupan zat gizinya tetap terjaga. 

Berikut ini saran dari Julie Clark, seorang ahli gizi klinis asal Amerika Serikat:

  • Pastikan kesiapan fisik Si Kecil. Misal, apakah ia sudah mampu menahan kepala tetap tegak, menjaga keseimbangan tubuh, dan sebagainya.
  • Biarkan bila Si Kecil ingin meraih dan menggunakan sendok sendiri. Biarkan ia belajar menggenggam untuk mengasah kemampuan motorik. Pilih makanan yang bisa menempel di sendok, seperti bubur atau kentang tumbuk.
  • Bila Si Kecil tertarik pada finger food, latih secara perlahan agar kemampuan menggenggam makin meningkat.

Hindari Si Kecil sendirian saat makan. Meski makanan yang disantapnya sudah empuk, terkadang ia belum bisa mengunyah finger food sampai lembut. Waspada risiko tersedak.

Yang jelas, mengenalkan MPASI harus menyenangkan bagi Si Kecil. Pilih metode yang paling sesuai. Jangan lupa, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai tumbuh kembang Si Kecil. Dokter akan menilai apakah Si Kecil sudah siap makan sendiri atau masih perlu disuapi oleh Moms.

(HIL)

Sumber: mumsnet.com, babycentre.co.uk, sciencedaily.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.