Di atas 5 tahun

DI ATAS 5 TAHUN
25 Agustus 2020

Memahami Myasthenia Gravis Pada Anak, Simak Penjelasannya

Seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatan penyakit langka ini?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Dina Vionetta

Myasthenia gravis pada anak adalah penyakit autoimun langka yang membuat otot tubuh, terutama di area mata, mulut, tenggorokan, serta kaki dan tangan, terasa lemas setelah beraktivitas.

Nah, seperti apa gejala myasthenia gravis dan bisakah kondisi ini disembuhkan? Silakan baca sampai selesai untuk tahu jawabannya ya, Moms.

Penyebab Myasthenia Gravis Pada Anak

Memahami Myasthenia Gravis Pada Anak 1.jpg

Foto: Supernanny.co.uk

Menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester Medical Center ada tiga jenis myasthenia gravis yang bisa dialami oleh anak, yaitu transient neonatal myasthenia gravis, juvenile myasthenia gravis (JMG), dan congenital myasthenic syndrome (CMS).

Penyebab dari setiap jenis myasthenia gravis pada anak tersebut ternyata berbeda, yaitu:

Transient Neonatal Myasthenia Gravis

Terjadi pada 10%-15% bayi yang lahir dari ibu dengan kondisi MG, dan disebabkan oleh antibodi ibu yang melewati plasenta di akhir masa kehamilan. Ini adalah bentuk MG sementara. Itu bisa terjadi pada bayi yang lahir dari ibu dengan MG. Ini terjadi ketika antibodi dari MG menyeberang ke bayi yang tumbuh di rahim ibu. MG neonatal transien biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Gejala-gejalanya hilang beberapa minggu atau bulan setelah lahir, karena antibodi diganti secara alami. Bayi tidak berisiko lebih besar mengembangkan MG di kemudian hari.

Juvenile Myasthenia Gravis

Sebagai kondisi autoimun, otot yang lemas karena JMG disebabkan oleh antibodi dalam tubuh anak mengganggu komunikasi antara saraf dan otot. Keadaan ini paling sering terjadi pada gadis remaja kulit putih. Ini adalah kondisi seumur hidup yang mungkin kambuhan. Pengobatan sering dilakukan dengan membuang seluruh kelenjar timus. Ini dapat menyembuhkan gangguan tersebut.

Congenital Myasthenia Syndrome

Penyebabnya adalah mutasi genetik dari komponen protein yang diturunkan dari kedua orang tua. Ini adalah bentuk MG yang sangat langka. Bukan gangguan autoimun, tapi diturunkan sebagai penyakit resesif autosom. Anak laki-laki dan perempuan sama-sama bisa terpengaruh. Ini juga berarti bahwa diperlukan 2 salinan gen dari masing-masing orang tua untuk memiliki kondisi tersebut. Ada sekitar 12 kelainan genetik langka yang dapat menyebabkan myasthenia gravis bawaan. Gejala myasthenia gravis bawaan pada anak biasanya dimulai saat lahir dan berlaku seumur hidup. Beberapa bentuk dapat diobati dengan obat yang sama yang digunakan untuk orang dewasa.

Myasthenia gravis tidak menular. Artinya tidak bisa disebarkan dari orang ke orang. Ini disebabkan protein atau antibodi kekebalan bayi yang lahir dari ibu dengan myasthenia gravis. Kelainan itu bisa berkembang secara kebetulan di kemudian hari. Sementara itu, bentuk myasthenia gravis yang langka disebabkan oleh perubahan gen.

Baca Juga: 3 Penyakit Autoimun pada Anak, Yuk Cari Tahu!

Gejala Myasthenia Gravis Pada Anak

Memahami Myasthenia Gravis Pada Anak 2.jpg

Foto: supernanny.co.ukm

Pada beberapa kasus, myasthenia gravis pada anak juga ditandai dengan serangan lemas yang harus segera dievaluasi.

Gejala dapat muncul sedikit berbeda pada setiap anak, dan berbeda menurut jenis MG. Mereka dapat mencakup:

Transient Myasthenia Gravis

Bayi mungkin lemah dan menyusu dengan buruk. Mereka mungkin mengalami masalah pernapasan. Dalam beberapa kasus, otot pernapasan bayi sangat lemah sehingga bayi tidak dapat bernapas sendiri. Kemudian bayi mungkin membutuhkan bantuan mesin pernapasan mekanis (ventilator). Gejala hilang saat antibodi ibu menghilang seiring waktu.

Juvenile Myasthenia Gravis

Gejala juvenile myasthenia gravis biasanya muncul setelah usia 10 tahun dan berkembang secara bertahap dalam hitungan minggu atau bulan. Biasanya diawali dengan rasa sangat lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan.

Semakin lama, otot tengkorak kepala akan mulai terkena gejala sehingga Si Kecil akan terlihat kesulitan mengunyah dan menelan. Kelopak mata yang menurun dan gerakan mata malas kemudian akan mulai mengganggu kualitas penglihatan Si Kecil.

Seorang anak mungkin menjadi sangat lelah setelah sedikit aktivitas. Ia mungkin mulai kesulitan mengunyah dan menelan. Kelopak mata yang terkulai mungkin sangat parah sehingga anak tidak dapat melihat atau mungkin memiliki penglihatan ganda. Gejala cenderung lebih ringan di pagi hari dan lebih buruk di kemudian hari atau setelah berolahraga.

Congenital Myasthenia Syndrome

Gejala biasanya terlihat saat lahir, tetapi mungkin dimulai pada tahun pertama. Mereka termasuk kelemahan keseluruhan di lengan dan kaki. Gejala myasthenia gravis kongenital biasanya mulai terlihat sebelum anak berusia 1 tahun, yang ditandai dengan tangan dan kaki yang tampak lemas secara umum. Si Kecil juga mungkin menunjukkan keterlambatan perkembangan motorik seperti duduk, merangkak, dan berjalan. Anak mungkin kesulitan makan atau bernapas, juga memiliki kelopak mata yang lemah dan kontrol kepala yang buruk.

Baca Juga: Ashanty Didiagnosis Mengidap Penyakit Autoimun, Ini 3 Selebriti Indonesia yang Juga Mengidap Penyakit Autoimun

Diagnosis Myasthenia Gravis pada Anak

Diagnosis Myasthenia Gravis pada Anak

Foto: Orami Photo Stocks

Dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan anak Moms, juga tentang riwayat kesehatan keluarga Anda. Lalu, akan dilakukan pemeriksaan fisik pada anak oleh dokter. Anak Anda mungkin juga menjalani tes, seperti:

Elektromiogram / Studi Konduksi Saraf (EMG / NCS)

Ini adalah tes yang mengukur aktivitas listrik satu atau sekelompok otot. Ini adalah cara utama untuk mendiagnosis myasthenia gravis.

EMG / NCS dapat mendeteksi aktivitas listrik otot yang tidak normal.

Dalam beberapa kasus, tes EMG serat tunggal dapat dilakukan. Ini adalah tes yang lebih sensitif dan cukup langka.

Tes Tensilon

Anak Moms akan diberi obat yang disebut penghambat antikolinesterase seperti neostigmin atau piridostigmin.

Obat ini dapat diberikan melalui mulut atau disuntikkan. Dalam beberapa kasus, obat diberikan selama tes EMG.

Tes Darah

Jenis tes ini memeriksa jenis antibodi tertentu dalam darah.

Tes Genetik

Tes ini mencari kondisi yang cenderung terjadi dalam keluarga.

Baca Juga: Seluk Beluk Sindrom Turner, Kelainan Genetik yang Hanya Dialami Anak Perempuan

Pengobatan Myasthenia Gravis Pada Anak

Memahami Myasthenia Gravis Pada Anak 3.jpg

Foto: Icanresearch.org

Menurut sebuah studi yang dilansir National Institutes of Health, pengobatan myasthenia gravis pada anak akan berbeda tergantung dengan gejala, riwayat kesehatan, serta tingkat keparahan kondisinya.

Beberapa pilihan pengobatan yang paling sering diberikan pada anak penderita myasthenia gravis di antaranya adalah:

  • Perawatan simtomatik untuk meminimalisir gejala, dengan cara menjadwalkan cukup istirahat dan tidur di antara aktivitas harian. Juga memberikan nutrisi dan cukup aktivitas fisik agar anak bisa menjalankan hidup dengan baik.
  • Pyridostigmine. Pemberian obat oral untuk memperpanjang aktivitas pengantar sinyal saraf alami tubuh, yaitu acetylcholine.
  • Perawatan modulasi sistem kekebalan tubuh dengan obat mengandung kortikosteroid. Namun, biasanya tidak diberikan dalam jangka panjang karena bisa memicu efek samping negaif.
  • Pengobatan lain yang menekan atau mengatur sistem kekebalan tubuh, sebagai alternatif lebih aman dari penggunaan obat mengandung kortikosteroid.

Kasus myasthenia gravis pada anak memang sangat jarang ditemui, tapi mencari sebanyak mungkin informasi dan sistem dukungan bisa membantu anak penderitanya menjalankan hidup secara normal.

Apa Moms tahu kondisi autoimun lain yang bisa dialami oleh anak?

Baca Juga: Radang Sendi, Penyakit Autoimun yang Sempat Diderita Cornelia Agatha

Artikel Terkait