Kesehatan

14 Juli 2021

Ini Penyebab Nafas Berat dan Cara Mengatasinya

Ingat, kondisi nafas berat bukan kondisi normal sehingga perlu segera diatasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Napas seharusnya bukanlah yang sulit dilakukan bagi orang sehat, kecuali ketika mereka sedang berlari maraton. Namun, gangguan napas bisa saja terjadi, dan salah satu yang cukup umum adalah nafas berat.

Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang tidak bisa bernapas dengan mudah dan bahkan mungkin kesulitan bernapas.

Nafas berat dan sulit dapat mengkhawatirkan dan menyebabkan seseorang yang mengalaminya merasa lelah. Kadang-kadang kondisi ini juga bisa menjadi tanda keadaan darurat medis.

Tingkat keparahan nafas berat ini bisa tergantung pada keadaannya. Misalnya, saat berolahraga, seseorang mungkin mengalami sesak napas untuk sementara waktu sebagai bagian dari pengerahan tenaga.

Namun, pernapasan yang sulit ini juga bisa berlangsung lebih lama, dan tidak dapat mereda dalam waktu tertentu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Organ Pernapasan? Ini 9 Tips yang Bisa Diterapkan

Penyebab Nafas Berat

nafas berat

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak penyebab nafas berat dan tidak semuanya secara khusus berhubungan dengan paru-paru. Oleh karena itu, mencari perawatan medis untuk mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu pengidapnya kelak bisa kembali bernapas secara normal.

Pernafasan yang sulit dapat memiliki banyak penyebab. Mengutip GO2 Foundation for Lung Cancer, berikut ini adalah beberapa penyebab nafas berat terkait dengan kondisi kronis, yaitu:

  • Asma.
  • Kardiomiopati.
  • Bronkitis kronis.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Penyakit arteri koroner.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Emfisema.
  • Sindrom Guillain-Barre.
  • Kanker paru-paru.
  • Myasthenia gravis.
  • Edema paru.
  • Fibrosis paru.
  • Hipertensi paru.
  • Sarkoidosis.
  • Angina.
  • Tuberkulosis.
  • Disfungsi ventrikel.
  • Sklerosis lateral amiotrofik (ALS).

Hanya karena sesak napas adalah gejala dari kondisi kronis tidak berarti itu baik-baik saja atau normal. Pengidapnya mungkin perlu mendapatkan perawatan khusus agar gejalanya mereda.

Sementara itu, ada jua kondisi akut atau tiba-tiba lainnya yang dapat menyebabkan nafas berat, misalnya:

  • Anemia.
  • Keracunan karbon monoksida.
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru karena efusi pleura atau efusi perikardialcard.
  • Serangan jantung.
  • Radang paru-paru.
  • Pneumotoraks.
  • Obstruksi jalan napas atas (tersedak sesuatu).

Banyak dari penyebab sesak napas ini merupakan keadaan darurat medis dan perlu ditangani petugas kesehatan sesegera mungkin.

Nafas berat dan sulit juga bisa menjadi hasil dari kecemasan. Merasa panik atau takut dapat menyebabkan seseorang mengalami hiperventilasi atau bernapas dengan sangat cepat.

Seseorang mungkin mengalami kesulitan mengatur napas, sehingga menyebabkan pernapasan terasa berat.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah dan Menangani Pneumonia? Simak Ulasannya

Gejala Terkait Gangguan Napas

nafas berat

Foto: Orami Photo Stock

Pernapasan yang sulit atau nafas berat bukanlah istilah medis resmi tetapi ia dapat ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Hyperpnea: Kata lain untuk sesak, pernapasan abnormal, hiperpnea dapat terjadi dengan atau tanpa sesak napas.
  • Takipnea: Ini adalah pernapasan cepat dan dangkal dengan tingkat pernapasan yang meningkat.
  • Stridor: Kebisingan bernada tinggi yang sangat khas ini disebabkan ketika saluran napas bagian atas terhalang.
  • Retraksi Interkostal: Ini adalah gejala gangguan pernapasan. Secara visual, Moms dapat melihat kulit tertarik masuk dan keluar di antara tulang rusuk dengan setiap napas. Jika tulang semakin jelas, maka semakin parah gangguan pernapasan.
  • Hidung Melebar: Ini adalah tanda lain dari kesulitan bernapas di mana lubang hidung melebar dan menyebar dengan setiap napas. Ini bisa menjadi tanda gangguan pernapasan pada anak-anak
  • Grunting: mungkin terdengar saat menghembuskan napas terutama saat seseorang bekerja keras untuk bernapas.

Gejala sesak napas lainnya dapat mencakup mengi, sianosis (kulit biru di sekitar mulut, hidung, atau ujung jari), terengah-engah, atau kesulitan berbaring.

Menggunakan otot aksesori untuk bernapas juga merupakan tanda pernapasan yang sulit. Otot aksesori membantu pernapasan tetapi bukan otot pernapasan utama. Otot selain diafragma dan otot interkostal, seperti otot sternokleidomastoid, tulang belakang, dan leher, adalah otot bantu pernapasan.

Baca Juga: Apa Perbedaan Sesak Napas dan Napas Pendek? Simak Penjelasannya!

Langkah Diagnosis untuk Kasus Nafas Berat

diagnosos nafas berat

Foto: Orami Photo Stock

Seorang dokter pertama-tama akan mencoba menghubungkan nafas berat atau gejala sesak napas ini dengan penyebab yang diketahui.

Misalnya, jika seseorang menderita kanker paru-paru atau asma, nafas berat ini mungkin disebabkan oleh memburuknya kondisi tersebut.

Tes diagnostik tambahan juga bisa dilakukan untuk membantu mendiagnosisnya. Beberapa tes tersebut meliputi:

  • Pemeriksaan Fisik. Dokter akan mendengarkan paru-paru dengan bantuan stetoskop, menghitung seberapa cepat seseorang bernapas, dan melihat penampilan fisik secara keseluruhan.
  • Penilaian Fungsional. Ini mungkin termasuk melihat cara pasien berjalan untuk melihat seberapa berat napasnya.
  • Rontgen Dada. Pemeriksaan dengan sinar-X akan menghasilkan gambar paru-paru sehingga dokter dapat mencari kemungkinan penghalang, penumpukan cairan, atau gejala pneumonia.
  • Pemindaian Tomografi Komputer (CT). Tes ini memberikan gambaran rinci tentang paru-paru dan organ lain di tubuh untuk mengidentifikasi kelainan.
  • Tes Darah. Melakukan tes hitung darah lengkap juga dapat menentukan berapa banyak sel darah merah pembawa oksigen yang dimiliki. Tes gas darah arteri adalah tes darah lain yang dapat menunjukkan berapa banyak oksigen yang ada dalam darah.

Baca Juga: Wajarkah Sesak Napas Pada Ibu Hamil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Nafas Berat

cara mengatasi nafas berat

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi nafas berat akan berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Untuk kondisi paru-paru seperti asma, perawatannya meliputi:

  • Pemberian obat-obatan seperti bronkodilator dan kortikosteroid untuk menurunkan peradangan dan membuka saluran udara.
  • Rehabilitasi paru, yang merupakan program yang menggabungkan terapi olahraga, saran nutrisi, dan pendidikan.
  • Terapi oksigen.

Sementara itu jika kondisi disebabkan oleh pilek, infeksi sinus, dan infeksi pernapasan, perawatannya bisa meliputi:

  • Antibiotik, jika bakteri menyebabkan infeksi (Obat ini tidak akan membantu infeksi virus.)
  • Dekongestan hidung atau semprotan steroid untuk mengecilkan saluran hidung yang bengkak.
  • Antihistamin untuk menurunkan peradangan di saluran hidung.

Untuk gagal jantung, perawatannya meliputi:

  • Pemberian obat-obatan seperti diuretik, vasodilator, beta-blocker, dan ACE inhibitor.
  • Pemasangan alat pacu jantung, defibrilator kardioverter implan, perangkat bantuan ventrikel kiri, dan perangkat implan lainnya.
  • Pencangkokan bypass arteri koroner, operasi katup, dan prosedur lainnya.

Sementara untuk kanker paru-paru, perawatannya meliputi:

  • Operasi untuk mengangkat tumor atau paru-paru.
  • Kemoterapi,
  • Radiasi
  • Imunoterapi.

Beberapa penyebab nafas berat, seperti obesitas dan sleep apnea, mungkin dapat dicegah. Sementara itu, penyebab lain seperti infeksi, mungkin lebih sulit untuk dikendalikan.

Mengutip U.S. National Heart, Lung, and Blood Institute, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat seseorang lakukan untuk mencegah terjadinya nafas berat:

  • Menurunkan berat badan jika ia mengalami kelebihan berat badan.
  • Cuci tangan dengan sabun sepanjang hari dan hindari siapa pun yang sedang sakit, sehingga Moms tidak akan tertular infeksi.
  • Jika merokok, segera minta saran dokter untuk berhenti.
  • Jika memiliki alergi, temui dokter THT atau ahli alergi untuk mendapatkan suntikan alergi.

Baca Juga: Mengenal Ventilator, Cara Kerja, dan Penggunaannya untuk Membantu Pernapasan

Ingat, nafas berat jarang dianggap kondisi yang normal. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari bantuan medis jika nafas berat terjadi tanpa alasan yang jelas.

Jika Moms dapat mengaitkannya dengan kondisi medis yang ada, gejala apapun harus dilaporkan ke tim medis sehingga perawatan apa pun dapat disesuaikan.

Selain itu, napas yang berat juga dapat terjadi dengan aktivitas fisik yang ekstrem, sehingga ini harus diwaspadai jika terjadi usai melakukan aktivitas fisik ringan atau sedang.

Jika sesak napas tidak hilang setelah aktivitas fisik berhenti dan seseorang telah beristirahat, itu juga harus diselidiki. Sangat penting untuk mencari perawatan darurat jika nafas berat berkembang secara spontan tanpa penyebab fisik dan tidak sembuh dalam beberapa menit.

  • https://go2foundation.org/treatments-and-side-effects/side-effect-management/shortness-of-breath/
  • https://www.verywellhealth.com/labored-breathing-5087061
  • https://www.healthline.com/health/heavy-breathing
  • https://www.healthline.com/health/labored-breathing
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/318210#5-respiratory-system-obstruction
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/how-lungs-work
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait