Kesehatan

8 Juni 2021

Nekrosis Adalah Cedera Sel Akut yang Membahayakan Nyawa, Cari Tahu Jenis dan Penyebabnya

Neksoris adalah sebuah kondisi yang bisa fatal jika dibiarkan. Ketahui lebih dalam di sini!
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Nekrosis adalah sebuah istilah yang memiliki arti kematian sel. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menjadi membahayakan nyawa.

Dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul The Pathological Features of Regulated Necrosis, secara morfologi, nekrosis sendiri bisa terjadi dalam beberapa bentuk yakni, nekrosis kagilatif, nekrosis kolukatif, nekrosis kaseosa, nekrosis fibrinoid dan lain sebagainya.

Hal yang membahayakan dari nekrosis adalah, kondisi ini mengakibatkan kematian diri dari sel-sel dan juga jaringan hidup.

Penyebab dari nekrosis adalah infeksi, racun dan juga trauma yang bisa menyebabkan pencernaan komponen dari sel menjadi tak teratur.

Nekrosis sendiri biasanya selalu merugikan tubuh dan bisa menyebabkan kondisi yang fatal. Hal tersebut dikarenakan sel-sel mati yang diakibatkan oleh nekrosis sendiri biasnata tak mengirimkan sinyal kimia pada tubuh.

Dengan tidak adanya sinyal tersebut, zat-zat perusak mikroba yang biasanya dihasilkan oleh leukosit akan membuat kerusakan tambahan pada jaringan di sekitar sel yang mati tersebut.

Nah, akibat dari nekrosis adalah kerusakan yang tambah luas. Kerusakan yang tambah meluas ini akan menghambat proses penyembuhan oleh tubuh.

Baca Juga: Ini 5 Penyebab Telinga Bayi Keluar Cairan Seperti Ingus, Tak Selalu Karena Infeksi

Mengerti Lebih Dalam, Nekrosis Adalah...

nekrosis adalah

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah dijelaskan, nekrosis adalah sebuah kondisi cedera pada sel. Cedera pada sel tersebut bisa mengakibatkan kematian dini pada jaringan hidup dan sel.

Meski sama-sama menyebabkan kematian sel, nekrosis sendiri ternyata berbeda dengan apoptosis. Apoptosis memang merupakan penyebab dari kematian sel. Namun kondisi ini sering memberikan efek untung bagi organisme. Sementara nekrosis sendiri kebalikannya.

Hal yang perlu diketahui mengenai nekrosis adalah jika tak segera ditangani, kondisi ini akan memberikan efek fatal bagi orang yang menderitanya. Hal yang bisa dialami oleh penderita nekrosis adalah orang tersebut akan memiliki timbunan jaringan dari sisa-sisa sel mati yang membusuk pada lokasi kematian sel atau lokasi yang ada di sekitarnya.

Hal tersebut membuat orang yang memiliki kondisi ini sering kali perlu melakukan proses pembedahan atau menghilangkan jaringan nekrotik dalam tubuh mereka. Prosedur pembedahan yang dilakukan untuk para penderita kondisi nekrosis adalah debridement.

Nekrosis adalah sebuah kondisi yang bisa menyerang berbagai organ. Nekrosis juga memiliki jenis yang berbeda-beda, lho! Berikut jenis nekrosis yang dipisah secara morfologi!

Baca Juga: Hati-hati! Ini 3 Jenis Obat Yang Bisa Menyebabkan Balita Keracunan Bila Dikonsumsi Sembarangan

Jenis Nekrosis

nekrosis adalah

Foto: Orami Photo Stock

Nekrosis adalah sebuah kondisi yang menggambarkan kematian sel. Sel sendiri ada di mana-mana dalam tubuh kita. Karenanya nekrosis pun memiliki berbagai macam jenis. Dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul Cell Liquefactive Necrosis, ini dia jenis-jenis nekrosis!

Baca Juga: 5 Makanan Tinggi Protein Ini Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama

1. Nekrosis Koagulatif

Neksoris jenis ini memiliki ciri formasi substansi gelatin (seperti gel) pada jaringan mati yang mana arsitektur jaringan bertahan dan dapat diamati dengan mikroskop cahaya. Koagulasi terjadi akibat denaturasi protein, menyebabkan albumin bertransformasi ke keadaan kaku dan tak tembus cahaya.

Pola nekrosis jenis ini khas terlihat pada lingkungan hipoksik (rendah oksigen), seperti infark. Nekrosis koagulatif sendiri terjadi utamanya pada jaringan seperti ginjal, jantung, dan kelenjar adrenalin. Iskemia parah umumnya menyebabkan nekrosis bentuk ini.

2. Nekrosis Liquifaktif

Nekrosis liquifaktif (atau nekrosis kolikuatif) adalah jenis nekrosis yang berlawanan dengan nekrosis koagulatif, bercirikan pencernaan sel mati membentuk badan cairan kental. Ciri yang dimiliki ini adalah tipikal dari infeksi bakteri, atau kadang jamur, karena kemampuan mereka memacu respons peradangan.

Badan cairan nekrotik sering kali memiliki warna kuning krem karena keberadaan leukosit mati yang pada umumnya dikenal sebagai pus. Infark hipoksik di otak ada dalam tipe ini karena otak mengandung sedikit jaringan penghubung tetapi lemak dan enzim pencerna dalam jumlah banyak, sel dapat langsung dicerna oleh enzim mereka sendiri.

Baca Juga: 8 Bakteri Penyebab Keracunan Makanan pada Anak, Waspada!

3. Nekrosis Caseous

Caseous necrosis atau nekrosis caseous sendiri dapat dianggap sebagai kombinasi nekrosis koagulatif dan likuifaktif, khas akibat mikobakteria (misalnya tuberkulosis), jamur dan beberapa zat asing. Jaringan nekrotik tampak putih dan rapuh, seperti gumpalan keju. Sel mati hancur tetapi tidak sepenuhnya dicerna, partikel granular tersisa. Pemeriksaan mikroskopik menunjukkan debris granular amorphous yang tertutup dalam batas peradangan khusus.

4. Nekrosis Gangren

Nekrosis gangren sendiri bisa dipandang sebagai jenis nekrosis koagulatif yang menyerupai jaringan termumifikasi. Jenis ini khas iskemia tungkai bawah dan saluran gastrointestinal. Jika infeksi superimposisi jaringan mati terjadi, nekrosis likuifaktif berikutnya (gangren basah).

Baca Juga: Keracunan Matahari, Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

5. Nekrosis Lemak

Nekrosis lemak adalah nekrosis khusus jaringan lemak, akibat aktivitas lipase teraktivasi pada jaringan lemak seperti pankreas. Pada pankreas kondisi ini berujung pada pankreatitis akut, keadaan di mana enzim pankreas bocor ke rongga peritoneal, dan mencairkan membran dengan membelah ester trigliserida menjadi asam lemak melalui saponifikasi lemak.

Kalsium, magnesium, atau natrium dapat berikatan dengan jejas ini memproduksi zat putih kapur. Deposit kalsium secara mikroskopik terpisah dan bisa jadi cukup besar tampak pada pemeriksaan radiografik. Secara kasat mata, deposit kalsium kelihatan sebagai bintik-bintik putih berpasir.

6. Nekrosis Fibrinoid

Nekrosis Fibrinoid bentuk khusus nekrosis yang biasanya disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah termediasi-imun. Kondisi ini ditandai oleh kompleks antigen dan antibodi, kadang disebut sebagai “kompleks imun” yang terdeposit dalam dinding arteri bersama fibrin.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Balita Keracunan Makanan saat Traveling, Catat!

Faktor Penyebab Nekrosis

nekrosis adalah

Foto: Orami Photo Stock

Dua faktor yang menjadi penyebab nekrosis adalah eksternal dan juga internal. Seperti istilahnya, faktor eksternal sendiri berarti faktor yang berasal dari luar tubuh dan faktor internal nekrosis sendiri disebabkan oleh faktor yang hadir dari dalam tubuh.

Faktor eksternal yang menjadi penyebab nekrosis adalah trauma mekanik atau kerusakan fisik tubuh yang menyebabkan kerusakan selular, kerusakan pembuluh darah yang bisa menghambat suplai darah ke jaringan terkait dan iskemia, yakni berkurangnya darah yang bisa menyebabkan perubahan fungsi sel normal.

Efek termal adalah suhu tubuh yang terlalu tinggi dan terlalu rendah. Hal ini juga bisa menyebabkan gangguan pada sel yang berujung pada nekrosis.

Baca Juga: Keracunan Makanan pada Anak: Ini Cara Mencegah dan Pertolongan Pertamanya!

Lalu faktor internal nekrosis adalah adanya gangguan trophoneurotic atau penyakit fungsional dari bagian tubuh yang disebabkan karena kurangnya nutrisi dan saraf yang rusak di berbagai bagian yang terlibat. Faktor lain dari internal nekrosis adalah cedera dan juga kelumpuhan pada sel saraf. Nekrosis lemak juga bisa disebabkan oleh kondisi enzim pankreas.

Nah itu dia Moms penjelasan mendalam mengenai nekrosis dan berbagai jenis tipenya. Nekrosis adalah sebuah kondisi yang membutuhkan penangan khusus yang dberi nama debridement. Meski demikian, kondisi nekrosis juga kerap bisa disembuhkan dengan obat-obatan.

  • https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/path.5248
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430935/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait