Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Anak | May 15, 2018

Ngeri, Bocah 6 Tahun Ini Alami 500 Kali Patah Tulang. Kenapa Ya?

Bagikan



Pernahkah anak mengalami patah tulang? Kondisi ini memang bisa saja dialami oleh anak-anak. Namun, kondisi yang dialami oleh seorang anak berusia enam tahun asal Toronto, Kanada, ini bukanlah hal yang wajar, karena ia sudah mengalami lebih dari 500 kali patah tulang!

Patah tulang yang dialami bocah tersebut tidak melulu karena benturan keras, bahkan saat memeluk saudaranya atau tersenyum kepada sang ibu, tulang si anak pun retak. Bukan hal biasa ya Moms?

anak patah tulang 500 kali

dailymail.co.uk

Diketahui, anak bernama Reiko Quinlan itu mengidap penyakit tulang Osteogenesis Imperfecta tipe III (OI Tipe III) atau dikenal juga dengan sebutan penyakit tulang rapuh. Hal itu juga yang pada akhirnya menyebabkan tulang Reiko mudah patah.

Saat lahir, tulang Reiko sudah lima kali mengalami retak. Di tahun pertama, setidaknya ada Reiko sudah megalami 80 kali retak tulang.

Saat ini, di usianya yang memasuki 6 tahun, ukuran tubuh Reiko hanya sebesar ukuran tubuh balita. Dia pun tidak dapat berjalan tanpa dituntun. Reiko berusaha menjalani kehidupannya senormal mungkin.

Baca Juga : Awas, 4 Penyakit Tulang Pada Balita Ini Mengintai si Kecil

Apa itu Osteogenesis Imperfecta tipe III?

OI Tipe III ternyata sebuah penyakit langka yang menyerang satu dari 20 ribu orang. Ketua Medical Advisory Council di Osteogeneses Imperfecta Foundation Dr Francis Glorieux mengatakan, setengah kasus Osteogeneses Imperfecta tipe 3 tergolong ringan. Penderitanya mengalami patah tulang satu dari waktu ke waktu.

Setengah lainnya tergolong sedang hingga berat. Penderitanya bisa mematahkan lebih dari satu tulang dalam sehari. Mereka biasanya mengalami retak tulang saat lahir. “Hal itu terus terjadi seiring mereka tumbuh. Hal itu terjadi karena ada anomali pada kolagen dalam tulang mereka,” tutur Dr Francis.

Apa Penyebabnya?

OI terjadi karena ada faktor genetika. Sebagian besar kasus disebabkan oleh kesalahan gen yang mengurangi kualitas kolagen tipe I. Mutasi tersebut diwariskan turun temurun. Jenis lain disebabkan oleh mutasi dari protein tulang rawan terkait (CRTAP) gen atau gen LEPRE1. Jenis mutasi diwariskan secara resesif.

Sekitar 35 persen dari anak-anak dengan OI dilahirkan dalam sebuah keluarga yang tidak memiliki riwayat keluarga OI. Hal ini terjadi karena mutasi baru gen dan bukan oleh apa pun orang tua lakukan sebelum atau selama kehamilan.

Ciri-Ciri Penderita OI Tipe III

Penyakit OI Tipe III bisa langsung terdeteksi saat lahir. Anak-anak dengan OI Tipe III akan mengalami retak tulang saat dilahirkan.

Ada ciri lain yang juga dimiliki para penderita OI Tipe III, yakni kerapuhan tulang yang parah, maltransformasi tulang, perawakan pendek, masalah gigi, macrocephaly (ukurang kepala yang luar biasa besar), gangguan pendengaran, dan sclera biru (bagian putih pada mata berwarna kebiruan).

Perawatan Medis

Hingga saat ini, belum ada obat yang khusus dikembangkan untuk mengobati OI. Obat-obatan yang digunakan oleh pasien OI merupakan obat-obatan untuk osteoporosis atau kanker tulang yang disesuaikan dengan usia penderita.

Pelurusan tulang menjadi treatment penting untuk para penderita OI. Pelurusan tulang berguna untuk mengurangi frekuensi dan tingkat keseriusan retak tulang.

Selain itu, ada juga beberapa obat yang umumnya diberikan kepada pasien OI.

1. Bisphosphonates

Bisphosphonates akan membantu meningkatkan kepadatan tulang pada pasien anak dengan tingkat OI sedang hingga berat. Bisphosphonates merupakan obat untuk osteoporosis dan komplikasi tulang pada penderita kanker.

2. Zoledronic acid

Obat ini merupakan versi terbaru dari bisphosphonate. Zoledronic acid dimasukkan ke tubuh melalui infus. Treatment ini dilakukan enam bulan sekali.

3. Teriparatide (Forteo)

Obat ini berperan untuk membantu pertumbuhan tulang, bukan memperbaiki tulang yang rusak. Dengan obat ini, tulang yang tumbuh akan memiliki kepadatan dan kekuatan. Tretament dengan obat ini biasanya dilakukan untuk penderita OI ringan.

4. Terapi hormon pertumbuhan

Terapi hormon dengan penyuntikan setiap harinya akan meningkatkan kekuatan dan struktur tulang.

5. Alat bantu untuk bergerak

Alat bantu untuk bergerak akan membantu pasien OI bergerak secara aman dan mengurangi risiko cedera akibat pergerakan tersebut.

Sekarang sudah tahu kan Moms apa yang jadi penyebab penyakit tulang rapuh?

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.