Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
12 Maret 2021

Ini Niat Puasa Ganti Ramadhan, Jangan sampai Salah ya!

Yuk segerakan ganti puasa Ramadhan lalu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tidak terasa Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Sebelum tiba, sudahkah Moms membayar utang puasa Ramadhan lalu? Jika belum, segerakan. Yuk simak niat puasa ganti Ramadhan di bawah ini.

Puasa ramadhan adalah salah satu dari lima hal utama yang termasuk ke dalam rukun Islam. Dalam menjalankan puasa Ramadhan, sebelumnya seseorang juga harus memenuhi syarat sah puasa dan rukun puasa. Puasa Ramadhan juga memiliki banyak keutamaan atau fadhilah yang terkandung di dalamnya.

Di antaranya adalah dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka serta dibelenggunya syaitan. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila tiba awal malam dalam bulan Ramadhan diikat semua syaitan dan jin-jin yang derhaka, ditutup semua pintu neraka dan tidak dibuka walau satu pintu, dan dibuka pintu-pinta syurga dan tidak ditutup walaupun satu pintu.

Penyeru pun menyeru: ‘Wahai orang yang mengharapkan kebaikan! Terimalah. Wahai orang yang mengharapkan kejahatan! Berhentilah, dan (yang ikhlas) kerana Allah dibebaskam daripada api neraka dan (penyeru itu akan menyeru) pada setiap malam ramadhan’.” (HR at-Tirmizi dan Ibnu Majah).

Meskipun puasa Ramadhan wajib hukumnya, namun seseorang diperbolehkan untuk meninggalkan puasa dengan sebab adanya halangan dan memiliki alasan syar’i, serta wajib mengqadha atau mengganti puasanya di bulan lain.

Baca Juga: Mumpung Bulan Ramadhan, Ini Cara Menjalin Kembali Persahabatan yang Sempat Rusak

Penjelasan Puasa Ganti Ramadhan

Niat Puasa Ganti Ramadhan -1

Foto: Orami Photo Stock

Mengenai puasa ganti Ramadhan, Allah SWT berfirman: “…(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 184).

Dalam ayat tersebut disebutkan orang-orang yang dibolehkan meninggalkan puasa dan menggantinya di hari lain, yakni:

  • Orang sakit dan sakitnya itu membuatnya lemah dan tidak mampu melaksanakan puasa. Namun jika sakit ringan dan masih mampu berpuasa, tetap harus melaksanakan puasa karena apabila meninggalkannya maka ia berdosa.
  • Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh dengan tujuan yang baik dan menimbulkan kesulitan atau membahayakan diri. Menurut imam Syafii, jarak seseorang dikatakan musafir adalah 83 kilometer.
  • Perempuan yang haid atau nifas dapat meninggalkan puasa dan mengganti puasa tersebut dilain hari setelah ramadhan, karena darah haid membatalkan puasanya.
  • Perempuan yang hamil dan menyusui. Namun apabila dirasa tidak sanggup atau lemah dan apabila berpuasa dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan atau perkembangan bayinya, beberapa ulama berpendapat bahwa perempuan hamil sama dengan orangtua yang tidak sanggup berpuasa, sehingga boleh membayar fidyah.

Mengganti puasa Ramadhan hukumnya wajib. Mengganti atau mengqadha puasa tidak boleh dilakukan pada hari-hari tertentu misalnya di bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha serta hari-hari tasyrik. Qadha puasa seperti memiliki hutang yang harus dibayarkan kepada Allah SWT, dan harus disegerakan.

Baca Juga: Unik, Begini Cara Negara Lain Rayakan Kemeriahan Bulan Ramadhan

Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan

Niat Puasa Ganti Ramadhan -2

Foto: Orami Photo Stock

Menurut NU Online, orang yang mengganti puasa ramadhan juga wajib membaca niat puasa ganti ramadhan di malam hari, setidaknya menurut Mazhab Syafi’i.

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’-nya mengatakan: “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW:

‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits.” (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz II).

Bacaan niat puasa ganti ramadhan adalah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.” artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Niat puasa ganti Ramadhan diucapkan di dalam hati dan bukan dengan lisan karena tidak disyaratkan untuk ‘talaffuz’ atau menyebut niat dengan lisan. Adapun niat yang diucapkan dalam hati harus sesuai dengan tujuan melaksanakan puasa yaitu puasa qadha dan niat puasa ganti ramadhan diucapkan saat malam hari sebelum terbitnya matahari.

Selain mengetahui niat puasa ganti Ramadhan, ada beberapa ketentuan pelaksanaan yang harus perhatikan, seperti:

  • Dianjurkan untuk melakukan puasa ganti secara berurutan, jika puasa yang ditinggalkan juga berurutan.
  • Lakukan puasa ganti sebanyak puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan.
  • Ucapkan niat puasa ganti Ramadhan dengan ikhlas dan benar di dalam hati.
  • Ucapkan niat di malam hari sebelum matahari terbit.
  • Jika jumlah hari yang ditinggalkan tidak diketahui, maka wajib melakukan puasa ganti dengan mengambil jumlah terbanyak dari hari yang ditinggalkan. Tujuannya adalah agar puasa yang dilakukan memberikan ketenangan dan tidak khawatir kurang.

Ada pula niat berbuka untuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki, sehingga bisa berbuka puasa. Bacaan niat berbuka puasa ganti ramadhan adalah:

“Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa‘alaa rizqika afthortu birohmatika yaa rhamar roohimin.” artinya: “Ya Allah karena Mu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepada Mu aku beriman dan dengan rezeki Mu aku berbuka puasa, dengan rahmat Mu ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”

Lafadz niat berbuka puasa ganti sama dengan berbuka puasa Ramadhan maupun puasa sunah lainnya. Dengan membaca niat ini sebelum berbuka, berarti seseorang sedang menyerukan rasa syukur yang telah diberikan Allah SWT sehingga bisa berbuka dengan pemberian dan nikmatNya.

Baca Juga: Tetap Bugar di Kala Ramadhan

Tips Agar Puasa Berjalan Lancar

Niat Puasa Ganti Ramadhan -3

Foto: Orami Photo Stock

Baik saat menjalankan puasa Ramadhan atau puasa ganti Ramadhan, seseorang akan mendapatkan manfaat kesehatan yang banyak, misalnya peningkatan hormon pertumbuhan manusia (HGH) jangka pendek dan perubahan ekspresi gen, dikutip American Journal of Clinical Nutrition.

Ada banyak cara berbeda untuk berpuasa. Namun, puasa juga bisa berbahaya jika tidak dilakukan dengan benar. Dikutip Healthline, berikut ini tips untuk membantu berpuasa dengan aman.

1. Makan Sedikit-sedikit

Secara umum, puasa akan menghilangkan waktu makan dan minum yang biasa dilakukan. Meski begitu, beberapa pola puasa seperti diet 5:2 memungkinkan untuk mengonsumsi hingga sekitar 25 persen dari kebutuhan kalori dalam sehari, menurut American Journal of Clinical Nutrition.

Jika ingin mencoba berpuasa, batasi asupan kalori sehingga tetap makan dalam jumlah sedikit pada hari-hari puasa. Ini dapat membantu mengurangi beberapa risiko yang terkait dengan puasa, seperti perasaan lemas, lapar, dan tidak fokus.

2. Tetap Terhidrasi

Dehidrasi ringan dapat menyebabkan kelelahan, mulut kering, haus, dan sakit kepala, jadi sangat penting untuk minum cukup cairan. Sebagian besar otoritas kesehatan seperti American Journal of Psychology merekomendasikan aturan 8 × 8 - delapan gelas 8 ons (total di bawah 2 liter) cairan setiap hari agar tetap terhidrasi

Selama berpuasa, banyak orang menargetkan untuk minum 8,5–13 gelas (2–3 liter) air sepanjang hari. Namun, rasa haus dapat memberi tahu kapan perlu minum lebih banyak. Cari tahu tanda tubuh butuh cairan karena kebutuhan air setiap orang akan berbeda.

3. Makan Cukup Protein

Selain ibadah, ada juga yang memanfaatkan puasa untuk mencoba menurunkan berat badan. Namun, kekurangan kalori dapat menyebabkan kehilangan otot selain lemak. Salah satu cara untuk meminimalkan itu adalah dengan memastikan makan cukup protein.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 30 persen kalori makanan dari protein dapat secara signifikan mengurangi nafsu makan, dikutip National Library of Medicine. Protein pada makanan juga memberikan manfaat lain, misalnya dapat mengelola rasa lapar.

4. Lakukan Latihan Ringan

Beberapa orang menemukan bahwa mereka dapat mempertahankan olahraga teraturnya saat berpuasa, menurut Behavioral Science. Ini bisa dimulai dengan latihan dengan intensitas rendah, sehingga dapat melihat pola untuk mengaturnya.

Latihan intensitas misalnya dengan jalan kaki, yoga ringan, peregangan lembut, dan pekerjaan rumah. Yang terpenting, dengarkan tubuh dan istirahatlah jika kesulitan berolahraga saat berpuasa. Daripada harus batal puasa, lebih baikn untuk beristirahat setelah olah raga.

Inilah penjelasan mengenai niat puasa ganti Ramadhan yang bisa menambah semangat untuk bersegera menggantinya di hari lain.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait