Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
18 Oktober 2022

Niat Salat Isya, Lengkap dengan Tata Cara dan Bacaannya

Lakukan salat Isya dengan khusyuk sebagai ibadah penutup hari
Niat Salat Isya, Lengkap dengan Tata Cara dan Bacaannya

Niat salat Isya adalah salah satu hal penting yang tidak boleh dilupakan.

Salat Isya menjadi salat wajib paling akhir yang terdiri dari 4 rakaat.

Dikutip Repository UIN Antasari Banjarmasin, makruh tidur sebelum waktu salat Isya, sebab dikhawatirkan akan terlewat hingga keluar dari waktunya.

Di antara keutamaan salat Isya berjemaah, selain mendapat keutamaan dan pahala 27 derajat, juga akan membedakan apakah seseorang termasuk golongan munafik atau tidak.

Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Artinya: “Sesungguhnya salat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat Subuh.

Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun mereka harus merangkak.” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Saat Muncul Flek Coklat sebelum Haid Bolehkah Shalat?

Niat Salat Isya, Tata Cara, dan Bacaannya

Ilustrasi Salat

Foto: Ilustrasi Salat (Freepik.com)

Setiap melakukan salat, pastikan pandangan mata menantap tempat sujud dan melakukan salat secara urut, sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Nah, untuk tata cara dan bacaan salat rakaat pertama, yakni:

1. Niat Salat Isya

Berikut ini adalah niat salat Isya NU yang sering digunakan masyarakat hususnya Indonesia saat akan melaksanakan salat:

Bacaan niat salat Isya sendirian: Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lilaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Isya sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Bacaan niat menjadi imam salat Isya: Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati imaaman lilaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Isya’ sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta’ala.

Bacaan niat menjadi makmum salat Isya: Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati makmuuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Isya sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.”

Perlu Moms dan Dads ketahui, menurut jumhur ulama Imam Ahmad, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah, tidak ada lafadz khusus dalam niat salat Isya.

Selain itu, tidak ada hadis yang mengatakan bahwa niat salat Isya atau salat-salat lainnya harus dilafazkan.

Artinya, tidak ada salahnya jika niat salat Isya hanya ditanamkan kuat-kuat di dalam hati, bahkan sebelum Moms atau Dads mengambil wudu.

Baca Juga: 5 Doa Berhubungan Agar Lama Sampai Subuh, Mari Amalkan!

2. Takbiratul Ihram

Takbir Doa

Foto: Takbir Doa (Orami Photo Stocks)

Saat melakukannya, semua jari-jari dirapatkan dihadapkan ke depan dan mengangkat kedua tangan.

Ujung jarinya sejajar dengan pundak atau telinga tetapi jangan terlalu dekat sambul mengucapkan ‘Allaahu Akbar’.

Selain itu, pandangan mata melihat ke tempat sujud.

Kemudian menyedekapkan kedua tangan dengan posisi tangan kanan di atas tangan kiri dan menggenggam tulang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan.

3. Doa Iftitah

Banyak hadis mengenai doa Iftitah. Bacaan doa iftitah yang sering digunakan masyarakat Indonesia adalah:

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila.

Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina.

Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin

Baca Juga: 9 Keutamaan Surah Al Kafirun, Sebanding Pahala Khatam Alquran

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah.

Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri,

Dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya.

Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).”

4. Membaca Surat Al Fatihah

Tanpa membaca Al-Fatihah, salat tidak sah.

Surat Al-Fatihah adalah salah satu rukun salat yang jika tidak dibaca maka salatnya tidak sah karena meninggalkan rukun salat.

5. Membaca Surat Atau Ayat-Ayat dari Al-Qur'an

Alquran

Foto: Alquran (Pexels.com/Tayeb Mezahdia)

Jumlah rakaat salat Isya adalah 4 dan setiap rakaatnya perlu membaca salah satu surah Al-Qur'an.

Orang yang salat dapat membaca satu surat utuh atau potongan ayat dari Al-Qur'an setelah membaca surat Al Fatihah.

Baca Juga: Shalat Fajar: Tata Cara, Niat, dan Keutamaannya

6. Rukuk

Cara melakukan rukuk yakni dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga dan membaca ‘Allahu Akbar’.

Kemudian badan membungkuk, kedua tangan menggenggam lutut, mata memandang tempat sujud, punggung dan kepala rata.

Setelah itu membaca doa ‘Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih’ (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya) sebanyak 3 kali.

7. Iktidal

Tata Cara Iktidal

Foto: Tata Cara Iktidal (Orami Photo Stocks)

Ini adalah posisi bangun dari ruku untuk berdiri tegak, dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan mengucapkan: ‘Sami’allaahu liman hamidah’ (Allah mendengar orang yang memuji-Nya).

Saat iktidal, mata memandang tempat sujud dan membaca doa iktidal: ‘Rabbanaa lakal hamdu’ (“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji)

8. Sujud

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan gerakan sujud dan membaca ‘Allahu Akbar’ dengan kedua lutut terlebih dulu.

Kemudian dahi dan hidung, telapak tangan, lutut dan kaki menempel di lantai dan membaca:

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi’ (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya) sebanyak 3 kali.

9. Iftirasy (Duduk Di antara Dua Sujud)

Pria Salat

Foto: Pria Salat (Freepik.com/rawpixel-com)

Setelah sujud, dilanjut dengan bangun sambil mengucapkan ‘Allaahu Akbar’ (Allah Maha Besar). Kemudian duduk di antara dua sujud atau duduk iftirasy.

Posisi duduk yakni dengan menduduki kaki kiri, dengan telapak kaki kanan berdiri dan jarinya terletak di alas sambil menghadap kiblat, kemudian membaca:

‘Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii

Artinya adalah Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

Baca Juga: Bolehkah Shalat Tahajud 2 Rakaat Dilakukan? Cek Dalilnya di Sini!

10. Sujud

Dari posisi duduk, lalu kembali melakukan sujud kedua dan mengucapkan ‘Allahu Akbar’.

Kemudian membaca ‘Rabbiyal a’la wa bi hamdihi’ dengan arti Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya, sebanyak 3 kali.

Untuk rakaat kedua, lakukan seperti gerakan dan bacaan di rakaat pertama, tetapi dilakukan tanpa doa Iftitah.

11. Tahiyat Awal

Ilustrasi Anak Salat

Foto: Ilustrasi Anak Salat (Orami Photo Stock)

Setelah sujud yang kedua, kemudian melakukan doa tahiyat awal dengan cara duduk posisi Iftirasy.

Caranya dengan tangan kiri diletakkan di atas paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang terkembang.

Banyak muslim di Indonesia yang menegakkan jari telunjuk ketika saat mulai membaca bagian kalimat asyhadu an laa ilaaha illallah.

Ada juga pendapat lain yang menegakkan jari telunjuk dimulai dari awal tasyahhud (Atahiyat), dengan membaca:

At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin.

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (salawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah.

Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad).

Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang saleh.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (salawat) untuk Nabi Muhammad.”

Baca Juga: 3+ Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid Lengkap dengan Amalan dan Keutamaannya

Kemudian berdiri tegap dan membaca ‘Allahu Akbar’, dilanjutkan dengan bersedekap.

Untuk rakaat ketiga, lakukan gerakan dan bacaan di rakaat pertama, tetapi tanpa doa Iftitah dan langsung menuju gerakan rukuk setelah membaca Al Fatihah.

Untuk rakaat keempat, lakukan seperti gerakan dan bacaan di rakaat pertama tetapi tanpa doa Iftitah dan langsung menuju gerakan rukuk setelah mebaca Al Fatihah.

12. Tasyahhud Akhir

Setelah posisi sujud terakhir atau kedua, kemudian membaca doa tahiyat akhir dengan cara duduk tasyahhud (tahiyat) akhir.

Caranya duduk pada pangkal pahanya kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawah, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak.

Kemudian tangan kiri diletakkan di atas paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang terkembang.

Banyak muslim di Indonesia yang menegakkan jari telunjuk ketika saat mulai membaca bagian kalimat asyhadu an laa ilaaha illallah.

Terdapat pendapat lain yang menerangkan menegakkan jari telunjuk dimulai dari awal tasyahhud (Atahiyat).

Kemudian membaca: At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin.

Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.

Baca Juga: 3 Doa Masuk Surga dan agar Terhindar dari Api Neraka, Yuk Panjatkan!

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (salawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad).

Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang saleh.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (salawat) untuk Nabi Muhammad.

Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (salawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (salawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim.

Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim.

Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).”

13. Salam

Ilustrasi Doa

Foto: Ilustrasi Doa (Freepik.com/@rawpixel)

Setelah membaca tahiyat, dilanjutkan dengan mengucapkan salam ‘(assalaamu’alaikum wa rahmatullaah).

Kemudian diikuti dengan menengokkan wajah ke kanan pada saat mengucapkan salam yang pertama.

Lalu, menengokkan wajah ke kiri pada saat mengucapkan salam yang kedua.

Baca Juga: Tata Cara Salat Tahajud Lengkap dengan Niat, Doa, serta Keutamaannya, Masya Allah!

Demikian penjelasan mengenai niat sholat Isya beserta tata cara dan bacaannya.

Dengan melaksankannya setiap hari dan tepat pada waktunya, diharapkan umat Islam tidak termasuk golongan orang munafik.

Jangan lupa ajarkan niat salat Isya beserta tata cara dan bacaannya kepada Si Kecil juga, ya, Moms!

  • http://idr.uin-antasari.ac.id/840/
  • https://jagad.id/langkah-langkah-sholat-isya-lengkap-dengan-gambar/
  • https://bincangsyariah.com/ubudiyah/ini-keutamaan-shalat-isya-dan-subuh-berjemaah/