Kesehatan

2 Desember 2020

November Jadi Bulan Kanker Paru, Kenali Gejala dan Jenisnya Berikut Ini

Kanker paru bisa diatasi dengan operasi dan kemoterapi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Perlu Moms dan Dads ketahui, bulan November adalah bulan peduli kanker paru-paru di Indonesia, lho!

Hingga saat ini, angka kanker paru-paru masih lebih tinggi dibandingkan angka kematian kanker payudara, prostat dan lainnya.

Menurut data GLOBOCAN 2018, kanker jenis paru di Indonesia menempati peringkat pertama sebagai kanker paling mematikan yang merenggut sebanyak 26.095 jiwa dari 30.023 kasus yang terdiagnosa di 2018.

Artinya, tidak kurang dari 71 orang meninggal setiap hari karena kanker jenis paru. Bahkan, selama lima tahun terakhir, kasus kanker paru di Indonesia meningkat sebesar 10,85% sehingga menempatkan Indonesia pada zona serius.

Kanker jenis paru menjadi kanker mematikan nomor satu di Indonesia dan dunia hingga saat ini.

"Makin kesini pasien kanker paru yang ditemukan usianya semakin muda. Kalau dulu rata-rata masih usia lanjut, sekarang ke usia lebih muda. Ini karena gaya hidup tidak sehat yang meningkatkan resiko,” ujar DR. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), pada acara “Akses Pengobatan Kanker Paru : Tantangan dan Harapan” yang diadakan Senin, 23 November 2020.

Rata-rata, pasien kanker jenis paru saat ini di rentang usia 30-40 tahun. Gender laki-laki masih menempati dominan terbanyak karena perokok aktif beresiko lebih tinggi terkena kanker jenis paru.

Namun selain perokok aktif, perokok pasif dan secondhand smoker juga beresiko untuk terkena kanker. Tak terlepas baik usia, gender, semua orang beresiko terkena kanker jenis paru jika tidak mengadopsi gaya hidup sehat sejak dini.

“Dampaknya memang bukan sekarang, tapi nanti 10 tahun lagi baru bisa dirasakan dan gejala itu mulai timbul,” mengutip wawancara Prof. dr. Elisna Syahruddin Sp. P(K), Ketua Pokja Kanker Paru PDPI, di acara yang sama.

Gejala yang dirasakan setiap orang tentunya berbeda. Banyak ditemukan pasien yang merasakan gejala saat telah memasuki stadium tiga atau lanjut. Untuk menentukan terapi dan cara pengobatannya adalah dengan mengetahui jenis kanker tersebut.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Kanker Sejak Dini

Gejala Kanker Paru-paru

Ketahui gejala kanker paru-paru

Foto: Orami Photo Stock

Paru-paru merupakan organ respirasi (pernapasan) yang berhubungan dengan sistem pernapasan dan sirkulasi (peredaran darah) dalam tubuh manusia.

Organ tubuh utama yang satu ini harus dijaga dengan benar karena jika terjadi gangguan atau timbul sel kanker perlu diatasi dengan cepat sebelum menyebar ke bagian organ lainnya.

American Cancer Society mengutarakan, gejala kanker paru setiap orang ditentukan dari fase stadium kanker tersebut. Kebanyakan kanker paru-paru tidak menimbulkan gejala apa pun hingga ia menyebar, tetapi kebanyakan orang telah merasakannya sejak stadium awal.

Beberapa gejala kanker jenis paru yang dirasakan yakni seperti di bawah ini.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kanker Darah pada Anak dan Cara Mengatasinya

1. Batuk Tanpa Henti

gejala kanker paru

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu gejala kanker paru yang sering timbul adalah batuk kering tanpa henti dalam beberapa waktu. Memang, batuk dapat disebabkan dari berbagai faktor seperti flu, demam, sakit tenggorokan dan lainnya.

Namun jika batuk terus berkelanjutan lebih dari dua minggu, ini bisa jadi gejala awal kanker paru-paru.

Batuk terus menerus ini biasanya mengganggu kualitas tidur dan aktivitas kita. Rasa sesak di dada dan membuat napas tidak normal perlu diwaspadai. Segera kunjungi dokter untuk melakukan rontgen atau perawatan lanjut lainnya.

2. Nyeri Dada

Nyeri dada juga salah satu gejala kanker paru-paru yang dirasakan. Benjolan pada kanker jenis paru menimbulkan nyeri dada pada bagian luar paru.

Centers for Disease Control and Prevention mengatakan, gejala kanker jenis paru menimbulkan rasa nyeri pada dada, bahu dan juga bagian punggung. Rasa tidak nyaman dan nyeri dada ini dapat disebabkan dari metastasis atau menyebarnya sel kanker ke bagian dada atau tulang rusuk.

“Salah satu ciri utama kanker paru adalah dada terasa lebih nyeri saat menghembuskan napas dibandingkan menarik napas,” tambah Prof. dr. Elisna.

Rasa nyeri ketika sedang berbicara, tertawa atau bernapas juga cukup terasa menyakitkan seperti rasa tertusuk di bagian dada.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Anak Sesak Napas

3. Napas Bersuara

Napas bersuara mungkin petanda gejala kanker paru-paru

Foto: Orami Photo Stock

Napas bersuara atau mengi salah satu gejala awal kanker paru-paru. Kondisi ini terjadi saat paru-paru berkontraksi, tersumbat dan meradang.

Bernapas dengan mengeluarkan suara memang tidak semua adalah gejala kanker jenis paru. Asma dan masalah kesehatan lainnya juga mengalami hal yang serupa.

Namun napas berbunyi yang disertai dengan batuk berkelanjutan dan nyeri dada perlu diwaspadai dan segera kunjungi tenaga medis. Semakin awal terdeteksi maka pengobatan dan perawatan akan lebih mudah untuk disembuhkan.

4. Berat Badan Menyusut

Jika pola makan dan gaya hidup sehat telah berjalan namun berat badan tidak naik malah menyusut, ini perlu diwaspadai.

Sel kanker paru-paru menyebabkan pasien kehilangan berat badan dalam waktu singkat. Sebab, sel kanker menghabisi energi dan nutrisi dalam tubuh manusia. Berat badan menyusut, mudah lelah dan nyeri pada organ tubuh merupakan kondisi serius yang perlu diatasi.

Gejala kanker paru-paru juga bisa berupa demam, mudah lelah, sulit makan dan muncul benjolan pada organ tubuh lainnya.

Baca Juga: Kenali Kanker Kulit, Termasuk Tanda dan Gejalanya

5. Sakit Kepala Hebat

gejala kanker paru

Foto: Orami Photo Stock

Sel kanker pada paru-paru dapat menyebar dengan cepat jika tidak diatasi dengan tanggap.

Rasa pusing atau sakit kepala hebat merupakan salah satu gejala kanker jenis paru yang kerap dirasakan. Ini petanda sel kanker telah menyebar ke bagian otak.

Saat benjolan pada paru-paru menekan saraf pada bagian dada, tekanan ini dapat mengakibatkan sakit kepala.

Baca Juga: 4 Penyebab Munculnya Sakit Kepala Belakang

Kenali Jenis Kanker Paru-paru

Jenis Kanker Paru-Paru

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu cara untuk menekan angka kematian kanker paru di Indonesia adalah dengan mengendalikan dan menurunkan angka perokok serta mengurangi polusi udara.

Berdasarkan penelitian Center for Disease Control and Prevention, sedikitnya 80-90% kematian akibat kanker jenis paru di dunia disebabkan oleh asap rokok. Pengobatan kanker paru-paru perlu disesuaikan dengan jenis kanker pada tubuhnya.

“Tidak semua benjolan adalah kanker. Di dalam paru, tidak ada saraf perasa dan karena itu banyak orang yang tidak menyadarinya. Lakukan biopsi untuk menentukan jenis kanker apa yang diperlu diatasi,” menurut Dr. Sita Laksmi Andarini, Sp. P(K), Dokter Spesialis Paru Konsultan Onkologi.

Jenis kanker berbeda-beda dan tentu saja ini berpengaruh pada jenis pengobatan yang diambil. Berikut ini jenis kanker paru-paru yang perlu Moms dan Dads ketahui!

Baca Juga: Melindungi Si Kecil Sebagai Perokok Pasif

1. Kanker Paru Bukan Sel Kecil

Kanker Paru Bukan Sel Kecil (KBPSK) atau Non Small Cell Lung Cancer (NSCLC) terbagi menjadi tiga bagian, yakni adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel besar.

“Jenis kanker paru yang terbanyak pada perokok aktif maupun pasif adalah kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) khususnya adenokarsinoma. Sel kanker tersebut berkembang di dalam jaringan saluran napas (epitel bronkus) dan menginvasi jaringan sekitar dan bahkan menyebar ke organ lain,” tambah Dr. Sita Laksmi.

American Cancer Society menambahkan, kanker NSCLC biasanya gejala kanker stadium 0 dan belum menyerang ke jaringan paru-paru lebih dalam atau organ lainnya.

Ini dapat disembuhkan dengan operasi dan tidak diperlukan kemoterapi atau terapi radiasi.

Baca Juga: 4 Cara untuk Meningkatkan Kesuburan Selama Kemoterapi untuk Wanita

2. Kanker Paru Sel Kecil

Sebuah studi menurut National Center Institute, kanker paru sel kecil atau Small Cell Lung Cancer (SCLC) terbentuk di jaringan paru-paru. Merokok adalah faktor resiko tinggi utama sel kanker ini. Gejala yang dirasakan adalah batuk sesak napas dan nyeri dada.

Kanker paru sel kecil merupakan kanker jenis paru yang menyebabkan penyebaran kanker dengan cepat ke bagian tubuh lainnya melalui aliran darah.

SCLC biasanya didiagnosis pada stadium lanjut dan penanganan dalam bentuk kemoterapi.

Perlu dilakukan tes dan prosedur yang memeriksa paru-paru untuk mendiagnosis dan menentukan stadium kanker paru-paru sel kecil.

Semakin dini terdeteksi, maka pemulihan dan pengobatan akan lebih mudah.

Dalam menentukan penanganan dan pengobatan kanker paru adalah perlu dilakukan tahap deteksi awal. Deteksi awal ini meliputi CT Scan, x-ray, cek darah, biopsi dan tahapan lainnya.

Setiap orang tentu saja cara penanganannya berbeda dan ini perlu dari arahan dokter spesialis yang menentukannya.

Itu dia Moms, ragam jenis kanker paru yang bisa menyerang. Mengetahui gejala dan jenis kankernya dapat membantu diri untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait