Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jun 22, 2018

Nyeri Bahu dan Cara Tepat Mengatasinya Menurut Ahli Ortopedi

Bagikan


Sebagai orang tua yang memiliki banyak kegiatan setiap harinya, kita pasti pernah merasakan nyeri bahu kan?

Menurut dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT, spesialis ortopedi dan bahu di Rumah Sakit Premier Bintaro, sendi-sendi bahu memang paling rentan cedera karena merupakan sendi yang paling fleksibel.

“Tidak harus terjatuh, gerakan repetisi atau gerakan yang berulang-ulang saja bisa menyebabkan bahu cedera,” ujarnya.

dr. Jefri juga menuturkan bahwa semua orang memiliki masalah nyeri bahu, terutama di usia aktif, yakni 30-50 tahun. Sedangkan di usia 60 tahun, kita akan mengalami kelemahan urat bahu.

“Nyeri terjadi akibat radang dan inflamasi pada jaringan di bahu. Bisa juga terjadi frozen shoulder, yaitu ketika bahu terasa kaku tapi dipaksa digerakkan,” lanjutnya.

Penyebab Nyeri Bahu

Bagi para orang tua, penyebab nyeri bahu paling umum adalah ketika menggendong anak. Pasti Moms juga pernah kan merasakan nyeri bahu saat menggendong Si Kecil?

Hindari menggendong dalam waktu yang lama di satu sisi, sebaiknya berganti-gantian kanan dan kiri setiap beberapa waktu.

Rapatkan tubuh anak pada badan kita, agar otot-otot bahu dan punggung tidak tertarik. Moms dan Dads juga bisa menggunakan alat bantu seperti kain untuk menggendong anak.

Durasi aman untuk menggendong anak adalah 1-2 jam. Namun, jangan memaksakan diri terus menggendong anak dalam waktu yang lama, karena rasa nyeri akan semakin lama terasa di tubuh.

Selain menggendong anak, menenteng tas juga bisa menyebabkan radang bahu. Makanya jangan menenteng tas di satu sisi terlalu lama, pastikan untuk bergantian menggunakan bahu kanan dan kiri.

Olahraga seperti pilates dan yoga menuntut kita melakukan stretching, sehingga juga dapat bikin bahu jadi nyeri akibat overstretch.

Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati saat melakukan olahraga-olahraga tersebut, ikuti arahan instruktur supaya tidak terjadi cedera.

Namun, dr. Jefri menganjurkan kita untuk olahraga sebagai pemanasan agar tidak timbul nyeri bahu saat beraktivitas.

“Kita harus rajin olahraga untuk pemanasan, karena aktivitas seperti menggendong bayi sendiri sudah seperti olahraga,” paparnya.

Baca Juga: Cara Menggendong Anak yang Benar Agar Tak Nyeri Bahu

Cara Mengatasi Nyeri Bahu

dr. Jefri memaparkan dua cara untuk mengatasi nyeri bahu, yakni terapi konservatif dan terapi operatif.

Terapi konservatif berupa istirahat saat merasakan bahu nyeri, jangan memaksakan untuk terus berkegiatan karena akan memperburuk kondisi bahu.

Sebaiknya juga jangan langsung diurut, tapi cukup kompres dingin pada bagian yang nyeri.

Moms juga bisa minum parasetamol untuk meredakan rasa nyeri. Jika 2-3 hari rasa nyeri tidak mereda, segera ke dokter.

Untuk terapi operatif yang disarankan oleh dr. Jefri adalah shoulder arthroscopy. Operasi bahu ini menggunakan kamera kecil bernama arthroscope untuk melihat dan memperbaiki jaringan-jaringan di sendi bahu.

Shoulder arthroscopy memiliki luka operasi yang kecil, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, dan proses pemulihan yang lebih cepat dibanding operasi lain.

Jika Moms atau Dads mengalami nyeri bahu yang berkepanjangan, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter ya!

(INT)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.