Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
7 Oktober 2020

Nyeri Perut Bawah Saat Berhubungan, Apakah Tanda Hamil?

Bisa jadi tanda kehamilan atau bahkan penyakit berat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Munculnya nyeri perut bawah saat berhubungan ternyata merupakan hal cukup lumrah terjadi. Dalam istilah medis gejala ini disebut sebagai dispareunia, yakni nyeri atau rasa tak nyaman yang timbul saat atau setelah berhubungan seks.

Letak munculnya nyeri bisa beragam, seperti pada vagina, labia, hingga panggul. Dilansir Healthline, 10-20 persen wanita di Amerika Serikat mengalami dispareunia. Tak hanya wanita, keadaan ini juga dirasakan oleh 5 persen pria di sana.

Lalu, apa yang terjadi jika Moms merasakan nyeri perut bawah saat berhubungan? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Baca Juga: 10 Obat Nyeri Saat Berhubungan Seks

Nyeri Perut Bawah Saat Berhubungan, Pertanda Hamil?

Dispareunia dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari penyebab yang tidak membahayakan hingga gejala dari kondisi serius.

Kebanyakan nyeri perut bawah saat berhubungan dipicu oleh penetrasi yang terlalu dalam, namun tidak menutup kemungkinan disebabkan karena faktor lainnya. Salah satunya adalah kehamilan.

Dikutip dari Parents, nyeri perut bagian bawah mungkin saja menjadi salah satu tanda awal kehamilan yang sering disebut kram implantasi.

Implantasi merupakan keadaan ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim dan hal ini menandakan dimulainya kehamilan.

Hal tersebut dikatakan Jingwen Hou, M.D., Ph.D., obgyn yang memiliki spesialisasi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Kaiser Permanente, Hawaii.

Kebanyakan wanita tidak merasakan tanda-tanda terjadinya implantasi pada rahim. namun, sekitar 30 persen wanita mengklaim mengalami gejala kram implantasi.

Kram ini terkadang dibarengi dengan spotting, yakni keluarnya bercak merah muda atau coklat muda. Meski begitu ada juga wanita yang mengalami spotting namun tidak merasakan kram.

Kram implantasi biasanya mulai terasa 10 hingga 14 hari setelah ovulasi, atau sekitar dua hingga tujuh hari sebelum siklus menstruasi berikutnya tiba. Karena itu, banyak wanita salah mengira kram implantasi sebagai PMS.

“Mungkin sulit untuk mengetahui apakah Anda mengalami menstruasi atau itu adalah tanda kehamilan yang sangat dini karena waktunya, dan Anda mungkin mengalami kram untuk keduanya,” kata Dr. Hou.

Sedangkan untuk durasi nyerinya bisa beragam pada setiap wanita. Ada yang hanya merasa sedikit nyeri, namun lainnya mengalami nyeri yang timbul dan hilang selama tiga hari.

Baca Juga: Moms, Begini Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan agar Tidak Sakit Perut Lagi

8 Penyebab Nyeri Perut Bawah Saat Berhubungan

nyeri perut bawah saat berhubungan-1

Foto: Orami Photo Stock

Meski kehamilan bisa jadi salah satu kemungkinan terjadinya dispareunia, namun hal tersebut bukanlah penyebab tunggal munculnya nyeri perut bawah saat berhubungan seksual.

Rasa nyeri perut bawah saat berhubungan ini bisa terjadi akibat beberapa pemicu mulai dari yang umum dan tidak perlu mendapat penanganan hingga tanda dari masalah kesehatan serius. Di antaranya adalah tujuh penyebab di bawah ini:

1. Posisi Bercinta

nyeri perut bawah saat berhubungan-posisi seks

Foto: Orami Photo Stock

Posisi seks yang tidak pas adalah penyebab paling umum munculnya nyeri perut bawah saat berhubungan. Beberapa posisi seks menyebabkan penetrasi penis yang lebih dalam sehingga menimbulkan rasa tak nyaman atau bahkan nyeri.

Cara pencegahan terbaik adalah dengan mencoba berganti posisi yang memungkinkan Moms mengontrol gerakan seperti woman on top. Berbaring ke samping juga memungkinkan penetrasi yang tak terlalu dalam.

2. Bentuk Rahim Miring

nyeri perut bawah saat berhubungan-bentuk rahim

Foto: Orami Photo Stock

Sekitar 1 dari 4 wanita memiliki bentuk rahim miring yang cenderung condong ke belakang daripada ke depan. Walaupun umumnya tidak menjadi masalah, terkadang hal itu dapat membuat kegiatan berhubungan menyakitkan.

Moms bisa merasakan nyeri perut bawah saat berhubungan yang terasa lebih menyakitkan pada beberapa posisi tertentu, sehingga perlu banyak eksperimen untuk menemukan gaya bercinta yang pas dan nyaman.

3. Kehamilan Ektopik

nyeri perut bawah saat berhubungan-kehamilan ektopik

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan ektopik merupakan kondisi di mana sel telur yang berhasil dibuahi tidak bergerak ke rahim, namun justru menempel pada tuba fallopi. Ini bisa menjadi penyebab nyeri perut bawah saat berhubungan.

Kondisi termasuk ke dalam komplikasi kehamilan dan dapat membahayakan nyawa sang ibu jika tidak segera ditangani. Kehamilan ektopik bisa berlangsung di beberapa minggu pertama kehamilan dan sangat sulit untuk mempertahankan janin pada kondisi ini.

Sel telur yang tumbuh di luar rahim tidak akan dapat bertahan hidup. Setelahnya sel telur akan menempal pada jaringan di luar rahim dan akan menghancurkan jaringan tersebut.

Sehingga, infeksi serta pendarahan internal sangat mungkin terjadi dan menyebabkan nyeri pada perut yang akan makin hebat ketika berhubungan intim.

Selain nyeri perut bawah saat berhubungan, waspadai jika ada gejala lain yang menyertainya. Seperti nyeri panggul, kram perut, pusing dan lemas, mual dan muntah, nyeri pada satu sisi tubuh atau nyeri pada pundak, leher, dan rektum.

Dalam beberapa kasus langka sel telur dapat menempel di rongga perut, ovarium, dan serviks. Pada mayoritas kasus kehamilan ektopik, janin biasanya harus digugurkan atau aborsi.

Perlu diketahui, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Research in Medical Sciences, semakin tua seorang wanita ketika dia hamil, semakin tinggi pula risikonya untuk memiliki kehamilan ektopik.

Baca Juga: 9 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik

4. Endometriosis

nyeri perut bawah saat berhubungan-endometriosis

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip U.S. National Library of Medicine, endometriosis merupakan penyakit remaja dan wanita usia reproduksi yang ditandai dengan adanya jaringan endometrium di luar rongga rahim dan umumnya berhubungan dengan nyeri panggul kronis dan infertilitas.

Saat seorang wanita memasuki masa subur, jaringan di dalam dinding rahim normalnya akan mengalami penebalan agar calon janin yang berhasil dibuahi bisa menempel pada rahim.

Jika tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim yang menebal tadi akan luruh pada proses menstruasi. Pada kondisi endometriosis, endometrium atau jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim justru tumbuh di luar rahim dan menumpuk.

Pertumbuhan berlebih pada jaringan endometrium dapat menyebabkan nyeri perut bawah saat berhubungan. Selain perut, biasanya nyeri juga timbul di area panggul dan punggung saat berhubungan.

Gejala lainnya yang dapat menyertai adalah nyeri hebat saat menstruasi, volume darah haid yang berlebihan, pendarahan di antara siklus menstruasi, mual, muntah, hingga diare.

5. Kista Endometriosis

nyeri perut bawah saat berhubungan-kista

Foto: Orami Photo Stock

Ini merupakan kondisi yang dapat mengikuti saat endometriosis terlanjur lama didiamkan. Menurut Mayo Clinic, jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim sebenarnya akan luruh bersamaan dengan siklus datang bulan.

Namun, jaringan tersebut tidak keluar melalui vagina, melainkan luruh ke sekitar organ reproduksi dan mengendap di sana. Jika dibiarkan dan tak segera ditangani, lama kelamaan endapan tersebut akan menimbulkan jaringan parut, peradangan, hingga kista.

Jaringan endometrium atau jaringan dinding rahim yang tumbuh di dalam atau di permukaan indung telur (ovarium) disebut kista endometriosis.

Kista jenis ini berupa kantong berisi cairan berukuran besar dan bisa menyebabkan nyeri panggul kronis utamanya saat menstruasi datang.

Gejala lain yang biasanya turut menyertai adalah nyeri punggung bagian bawah atau paha, perasaan penuh dan berat di perut, kembung, dan nyeri perut bawah saat berhubungan.

6. Mioma

nyeri perut bawah saat berhubungan6

Foto: Orami Photo Stock

Miom atau fibroid adalah pertumbuhan jaringan yang berkembang di dalam atau di sekitar rahim. Kondisi ini dapat dikatakan cukup umum.

Diperkirakan sekitar 1 dari 3 wanita mengalami gejala fibroid. Meskipun umumnya jaringan ini termasuk non-kanker, namun keberadaan miom dapat menimbulkan ketidaknyamanan akibat rasa nyeri.

Beberapa gejala lain yang mungkin muncul di antaranya sakit perut atau punggung bawah, menstruasi yang menyakitkan, volume darah haid yang berlebihan, nyeri perut bawah saat berhubungan, nyeri punggung, sembelit, hingga nyeri saat berkemih.

Baca Juga: Benarkah Anak Perempuan Lebih Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih?

7. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

nyeri perut bawah saat berhubungan6

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi saluran kemih (ISK) atau cystitis menjadi salah satu penyakit yang cukup sering diderita oleh wanita dibandingkan laki-laki.

Alasannya karena wanita memiliki saluran kemih yang lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mudah menjangkau kandung kemih. Kebanyakan ISK pada wanita dipicu oleh dinfeksi bakteri E. coli yang menular saat berhubungan intim.

Namun risiko tertular dapat lebih tinggi meskipun tak aktif secara seksual jika memiliki kondisi seperti sedang hamil, menopause, penggunaan produk kewanitaan tertenu, dan penggunaan KB jenis diafragma.

Segera periksakan diri apabila merasakan gejala-gejala seperti nyeri saat buang air kecil, buang air kecil lebih sering, nyeri perut bawah saat berhubungan, demam dan menggigil, dan nyeri berlebihan di punggung.

8. Penggunaan KB IUD

nyeri perut bawah saat berhubungan7

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya salah satu efek yang dirasakan dari pemasangan IUD atau KB spiral adalah rasa nyeri atau kram perut. Hal ini dapat berlangsung beberapa minggu setelah dilakukannya pemasangan.

Meski wajar, namun intensitas nyeri ini dapat meningkat saat berhubungan seksual. Jika rasa nyeri menjadi tak terhankan atau berlangsung lama lebih dari beberapa minggu, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda Moms perlu memeriksakan diri ke dokter.

Itu tadi delapan kemungkinan yang memicu nyeri perut bawah saat berhubungan. Umumnya dispareunia atau kram ringan saat berhubungan tidak menimbulkan efek serius.

Rasa nyeri biasanya akan hilang dalam beberapa hari bahkan jam setelah beristirahat. Namun Moms juga bisa mengonsumsi obat anti nyeri yang dijual bebas untuk menangani rasa tidak nyaman.

Perhatikan pula gejala-gejala sampingan yang mengikuti. Jika sudah muncul lebih dari dua gejala, sebaiknya Moms berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menemukan penyebabnya.

Moms juga perlu waspada apabila rasa nyeri tiba-tiba datang padahal tidak pernah mengalami ini sebelumnya selama berhubungan.

Artikel Terkait