Kesehatan

12 April 2021

Apa Sajakah Obat Asam Urat di Apotik? Yuk Kita Cari Tahu

Inilah beberapa rekomendasi obat asam urat di apotik yang bisa Moms coba
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Apakah Moms dan Dads sedang mengalami masalah dengan asam urat dan sedang mencari obat asam urat di apotik? Sebelum minum obat-obatan pereda asam urat, mari kita mengenal lebih dekat dengan penyakit yang menyerang persendian ini terlebih dahulu.

Menurut jurnal Gout, A Comprehensive Review, Journal of the American Academy of Physician Assistants: September 2014 - Volume 27 - Issue 9 - p 26-31, penyakit asam urat adalah kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri tak tertahankan, pembengkakan, hingga rasa panas di area persendian.

Penyakit ini dicatat muncul pertama kali di zaman Mesir kuno. Hippocrates mendeskripsikan kondisi ini sebagai “unwalkable disease”.

Jika disederhanakan dalam bahasa yang mudah, penyakit sendi tersebut timbul karena peningkatan kadar asam urat dalam darah yang melebihi ambang batas. Asam urat lantas menumpuk dalam ruang sendi dan menyebabkan gangguan pada jaringan sendi.

Dr. dr. Joewono Soeroso, Sp.PD-KR, M.Sc dan Hafid Alhristian, S.Ked, dalam bukunya Asam Urat, tahun 2011 menjelaskan, jika kadar asam urat (uric acid) melebihi batas normal, asam urat akan sulit untuk larut kembali dalam darah.

Akhirnya, senyawa tersebut akan mengendap dan mengkristal menjadi kristal urat, lalu masuk ke organ tubuh, khususnya sendi. Karena kristal urat “dibaca” sebagai benda asing, hal ini akan memicu sel kekebalan tubuh untuk memusnahkannya.

Nah, munculnya reaksi sel kekebalan tubuh akan menimbulkan reaksi radang atau inflamasi yang menyebabkan nyeri dan bengkak kemerahan.

Baca juga: Wajib Dihindari, Ini Makanan Penyebab Penyakit Asam Urat!

“Semua sendi di dalam tubuh manusia berisiko terkena asam urat. Meski demikian, yang paling sering diserang adalah lutut, pergelangan kaki, jari kaki, dan area jari-jari tangan,” ujar dr. Magda Rahardjanti dari Interbat Indonesia saat ditanya oleh Orami.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Asam Urat?

4 Cara Alami Mengobati Asam Urat pada Ibu Hamil yang Patut Dicoba.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Dilansir dari Medscape.com, Are Gout and Pseudogout More Common in Men or Women? Penyakit asam urat ini lebih mudah menyerang pria yang berusia di atas 30 tahun, dibanding wanita. Masalah penyakit asam urat pada wanita biasanya terjadi ketika wanita itu telah mengalami menopause.

Ketika seseorang mengalami rasa sakit akibat asam urat, nyeri asam urat bisa terjadi selama kurang lebih 3-10 hari. Sayang, orang sering kali salah kaprah menyebut penyakit asam urat dengan rematik.

Rematik merupakan istilah yang menggambarkan rasa sakit pada otot dan persendian karena radang.

Lalu, selain masalah gender, apa saja yang memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit asam urat? Central for Disesase Control and Prevention menyatakan beberapa faktor di bawah ini akan memicu asam urat:

Baca juga: Ketahui Penyebab Kaki Sering Sakit dan Pegal, dan Cara Mengobatinya

  • Memiliki Masalah dengan Berat Badan: Seseorang dengan berat badan berlebih ( obesitas) akan cenderung berisiko mengalami asam urat.
  • Garis Keturunan: Jika seseorang memiliki orang tua atau kerabat atau saudara dekat yang mengalami asam urat, maka seseorang tersebut akan lebih mudah terkena asam urat.
  • Pola Makan: Makan makanan yang mengandung purin tinggi akan membuat tubuh memecahnya menjadi uric acid. Ini akan meningkatkan seseorang mengalami masalah asam urat. Cobalah untuk menghindari berbagai makanan tersebut. Makanan yang mengandung purin tinggi antara lain daging merah, jerohan, hingga beberapa hidangan laut seperti sarden, kerang, teri, dan tuna.
  • Bersahabat dengan Gula: Apakah Moms dan Dads termasuk salah satu orang yang tidak bisa lepas dari minuman mengandung gula yang tinggi? Cobalah untuk mengurangi mengonsumsi minuman tersebut jika enggan untuk hidup bersama masalah asam urat.
  • Gemar Mengongsumsi Minum Minuman Alkohol: Tahukah Moms bahwa alkohol juga dapat memicu meningkatkan nukleotida? Nukleotida merupakan sumber purin yang bisa diubah menjadi asam urat. Jika berlebihan, hal ini tentu dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah seseorang.
  • Sedang Menjalankan Pengobatan Tertentu: Jika Moms dan Dads atau kerat sedang menggunakan obat-obatan harian, seperti obat pengencer darah, obat penghambat enzim, atau sedang mengonsumsi obat kemoterapi, hati-hati dengan masalah asam urat. Hindari dengan menjaga pola makan dan pola hidup baik berkualitas.
  • Memiliki Masalah Kesehatan Lain: Seseorang yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, masalah hati, gangguan sindrom metabolic, penyakit jantung, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, hipertensi, leukimia, hingga sleep apnea akan cenderung mengalami masalah asam urat.

Segera cari pertolongan dengan mencari obat asam urat di apotik atau obat asam urat herbal yang bisa ditemukan melalui berbagai bahan alami di dapur.

Baca juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Obat Asam Urat Alami

jamu-pelancar-haid.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Jika Moms dan Dads masih ingin menghindari obat asam urat di apotik, dan ingin mengonsumsi ramuan herbal, cobalah beberapa kandungan berikut:

1. Daun Salam dan Bawang Bombay

Daun salam dan bawang bombay tak hanya dapat membuat masakan menjadi sedap. Kedua bahan ini jika dikombinasikan dapat membantu mengatasi asam urat.

Caranya: Rebus 10-25 daun salam dan sebutir bawang bombay yang dipotong tipis dengan tiga gelas air mineral. Sisakan satu gelas. Minumlah sehari dua kali secara teratur.

2. Jahe Merah

Jahe merah tidak hanya nikmat diminum bersama teh hangat untuk menghangatkan tubuh. Apalagi jika diminum saat udara dingin.

Sebenarnya, jahe merah merupakan tanaman herbal yang memiliki khasiat anti-radang. Itulah sebabnya, jahe merah dapat membantu mengurangi peradangan di sendi dan memperlancar sirkulasi darah.

Caranya: Rebus jahe merah dengan dua gelas air mineral hingga menjadi satu gelas. Konsumsi selagi hangat dengan mencampurkan madu.

3. Kumis Kucing

Di dunia pengobatan herbal, tanaman ini memang dikenal dapat membantu menurunkan asam urat dan meringankan batu di ginjal.

Caranya: Gunakan daun kumis kucing kering 10 gram, meniran kering 10 gram, sawi tanah kering 10 gram, jahe merah memar kering 15 gram, dan kapulaga kering 10 gram.

Rebus semua bahan di atas bersama satu liter air hingga tersisa setengahnya. Minumlah minuman tersebut sehari tiga kali.

Baca juga: 3 Manfaat Temulawak, Salah Satu Bahan Jamu Empon-Empon Anti Corona, untuk Kesehatan

4. Teh Hijau

Teh hijau mengandung vitamin C, vitamin E, dan polifenol yang bekerja sebagai antioksidan.

Tak hanya itupencegah serangan asam urat. Selain itu, teh hijau juga mengandung vitamin C dan vitamin E yang bermanfaat bagi penderita asam urat.

Penelitian dalam Effect of Green Tea Extract on Serum Uric Acid and Urate Clearance in Healthy Individuals, menyatakan bahwa teh hijau mengandung senyawa yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang mencegah produksi molekul penyebab inflamasi dan kerusakan sendi pada pasien asam urat.

Caranya: Ganti teh merah yang biasa dikonsumsi sehari-hari dengan teh hijau sebagai tindakan prefentif terhadap asam urat.

Obat Asam Urat di Apotik

Pengobatan Sepsis

Photo: Orami Photo Stock

Masalah asam urat masih saja mengganggu dan ingin dihindari dengan lebih cepat? Saatnya Moms dan Dads memberi obat asam urat di apotik.

Dilansir Deutsches Arzteblatt International simak beberapa obat asam urat di apotik yang disarankan berikut:

1. Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

Obat asam urat di apotik yang pertama yang perlu dicoba saat merasakan gejala asam urat muncul adalah obat dengan kandungan NSAID. NSAID dapat membantu mempesingkat waktu serangan asam urat.

Selain digunakan untuk osteoarthritis, obat NSAID juga umumnya digunakan untuk membantu mengatasi serangan asam urat, baik meredakan rasa nyeri maupun mengurangi peradangan pada sendi.

Beberapa obat asam urat di apotik yang mengandung NSAID adalah ibuprofen atau naproxen.

Namun, jika asam urat terasa lebih parah, maka seseorang tersebut membutuhkan NSAID dengan efek lebih kuat seperti indometasin atau celecoxib.

Baca juga: 8 Obat Sakit Kepala Alami, Yuk Coba Moms!

2. Colchicine

Obat asam urat di apotik kedua adalah kandungan obat colchicine yang membantu mengurani peradangan akibat pembentukan kristal urat.

Obat ini biasanya digunakan dalam dua kondisi, yaitu:

  1. Diminum dengan dosis tinggi bersama dengan NSAID ketika serangan asam urat terjadi
  2. Diminum dengan dosis rendah sebagai pengobatan jangka panjang ketika asam urat sudah mereda.

Jadi ikuti aturan minum obat asam urat di apotik ini ya, Moms.

3. Steroid

Jika tidak bisa menerima obat asam urat di apotik seperti NSAID atau colchicine, maka biasanya dokter akan memberikan obat steroid untuk mengatasi asam urat yang Anda alami.

Steroid merupakan obat yang kuat untuk mengontrol peradangan serta rasa nyeri pada persendian yang parah.

Namun, obat ini umumnya diberikan saat seseorang mengalami serangan asam urat akut dan tidak boleh digunakan untuk jangka panjang.

Bentuknya bisa berupa pil atau tablet yang diminum dalam beberapa hari atau suntikan langsung ke area sendi yang terkena asam urat.

Disarankan, sebelum membeli obat asam urat di apotik yang disarankan oleh Orami di atas, Moms dan Dads sebaiknya tetap perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Karena, obat tersebut perlu ditebus dengan resep dokter.

Baca juga: Dari Resep Dokter Hingga yang Alami, Ini Daftar Obat Susah BAB

Ada obat asam urat di apotik yang bisa memberi dampak dan efek tidak langsung jika dikonsumsi dengan obat-obatan lain. Apalagi jika Moms dan Dads memiliki masalah pencernaan. Jadi, tetap kunjungi dokter keluarga ya!

  • https://journals.lww.com/jaapa/fulltext/2014/09000/gout__a_comprehensive_review.5.aspx
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5624445/
  • https://www.researchgate.net/publication/265095983_Effects_of_Green_Tea_Extract_on_Serum_Uric_Acid_and_Urate_Clearance_in_Healthy_Individuals
  • https://www.cdc.gov/arthritis/basics/gout.html
  • https://www.medscape.com/answers/329958-10240/are-gout-and-pseudogout-more-common-in-men-or-women
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait