Kesehatan Umum

30 Agustus 2021

Ibuprofen VS Paracetamol, Manakah Obat Demam yang Paling Baik?

Cari tahu tentang ibuprofen dan paracetamol lebih jauh di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Demam biasanya ditandai dengan adanya peningkatan suhu tubuh dalam sementara waktu dan seringkali merupakan gejala atau tanda suatu penyakit. Untuk itu, Moms perlu memahami obat demam apa yang tepat sehingga suhu tubuh kembali ke tingkat normal.

Selain menjadi indikasi suatu gangguan kesehatan, demam juga biasanya merupakan respons tubuh secara alami saat melawan infeksi.

Untuk orang dewasa, demam mungkin terasa tidak nyaman, tetapi biasanya tidak perlu dikhawatirkan kecuali jika mencapai suhu 39,4 derajat Celcius atau lebih tinggi.

Sementara bagi bayi dan balita, suhu yang sedikit meningkat dapat mengindikasikan infeksi serius.

Baca Juga: Baju Tipis vs Tebal: Mana yang Baik Dipakai Saat Bayi Demam?

Obat Demam

obat demam

Foto: patientpop

Umumnya, ibuprofen dan paracetamol adalah pilihan obat demam yang digunakan untuk menurunkan suhu tubuh hingga kisaran normal.

Kedua obat demam ini pasti sering Moms jumpai di apotek hingga toko kelontong karena ibuprofen dan paracetamol memang termasuk dalam jenis obat-obatan yang dijual bebas.

Moms pun bisa memilih jenis ibuprofen dan paracetamol dari berbagai jenis merek di pasar sesuai dengan kebutuhan.

Lalu, manakah yang lebih baik antara keduanya? Adakah juga obat demam lainnya? Simak selengkapnya.

1. Ibuprofen

ibuprofen.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ibuprofen adalah obat anti-inflamasi non-steroid, sejenis obat yang biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan juga merupakan obat demam.

Ibuprofen efektif untuk mengatasi nyeri dan demam ringan hingga sedang jika disebabkan oleh peradangan. Arthritis, infeksi, sakit gigi, nyeri haid atau pembengkakan dari pergelangan kaki yang terkilir adalah contoh rasa sakit yang mungkin terkait dengan peradangan.

Ibuprofen bekerja dengan cara mengurangi prostaglandin di seluruh tubuh, tidak hanya di otak. Akibatnya, tidak hanya mengurangi rasa sakit dan demam, tetapi juga dapat mengurangi peradangan di tubuh.

Ketika memutuskan untuk minum tablet dan kapsul ibuprofen, ingatlah bahwa Moms harus mengonsumsinya dengan makanan atau minuman susu untuk mengurangi kemungkinan sakit perut.

Jangan meminumnya saat perut kosong dan selalu ikuti petunjuk yang disertakan dalam kemasan obat ibuprofen.

Baca Juga: Demam Kelenjar Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

2. Paracetamol

paracetamol

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun tidak ada yang tahu persis bagaimana obat itu bekerja, paracetamol terbukti mengurangi rasa sakit dan bisa digunakan sebagai obat demam yang ampuh.

Obat ini kemungkinan bekerja dengan cara mengurangi intensitas sinyal rasa sakit ke otak.

Misalnya, jika Moms melukai jari tangan, maka sinyal rasa sakit bergerak dari jari melalui sistem saraf ke otak, dan begitulah cara Moms menyadari rasa sakit itu.

Dengan mengurangi utusan prostaglandin di otak, paracetamol akan mengurangi jumlah rasa sakit yang Moms rasakan.

Infeksi tertentu juga menyebabkan pelepasan prostaglandin, tetapi yang ini menyebabkan termostat otak (hipotalamus) lebih panas. Dengan mengurangi produksi prostaglandin, paracetamol dipercaya dapat membantu meredakan demam.

Dr Hamish Black, dokter umum nib Foundation mengatakan bahwa paracetamol dapat ditoleransi dengan baik oleh segala usia, dan itu adalah obat yang aman dan efektif untuk nyeri dan demam ringan hingga sedang.

Paracetamol dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet, kapsul, intravena atau sirup, dan selama Moms mengikuti petunjuk pada kemasannya, risiko reaksi dari yang merugikan dari paracetamol sangat rendah.

Namun, Dr Hamish menyarankan bahwa jika rasa sakit yang Moms derita tidak dapat diatasi dengan paracetamol, maka harus menemui dokter segera agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga: Obat Demam Anak, Sebaiknya Gunakan Paracetamol atau Ibuprofen?

Perbedaan Ibuprofen dan Paracetamol

minum obat demam

Foto: Orami Photo Stock

Paracetamol dan ibuprofen keduanya digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang.

Misalnya, sakit kepala, sakit punggung, nyeri haid dan radang sendi, keduanya juga dapat menurunkan suhu tinggi dan mengurangi peradangan dalam jangka pendek bila dikonsumsi sesuai petunjuk.

Jadi, apa perbedaan antara keduanya? Paracetamol dan ibuprofen adalah kelas obat penghilang rasa sakit yang berbeda dan dimetabolisme di berbagai organ di dalam tubuh.

Paracetamol bekerja mirip dengan ibuprofen dengan menghalangi produksi prostaglandin dan enzim COX dalam tubuh, bahan kimia yang meningkatkan rasa sakit, peradangan dan demam.

Namun, tidak seperti ibuprofen yang terutama dimetabolisme di ginjal, paracetamol diproses di hati.

Perbedaan lainnya adalah ibuprofen diklasifikasikan sebagai obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Biasanya, NSAID dapat diperoleh dengan resep, atau untuk bentuk dosis rendah, tanpa resep.

Penting untuk diingat bahwa paracetamol dan ibuprofen hanya akan memberikan pereda nyeri jangka pendek, jadi disarankan bagi Moms untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum minum obat baru dan jika rasa sakit berlanjut.

Baca Juga: 9 Obat Demam Berdarah Alami untuk Bantu Naikan Trombosit, Catat!

Ibuprofen VS Paracetamol, Mana yang Lebih Baik?

obat demam ibuprofen vs paracetamol

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun kedua obat tersebut aman, paracetamol merupakan obat demam sekaligus pereda nyeri yang memiliki risiko lebih kecil di antara kelompok orang seperti lansia dan mereka yang memiliki penyakit ginjal atau rentan terhadap perdarahan gastrointestinal.

Jika Moms sedang hamil, paracetamol juga merupakan pilihan obat demam atau pereda rasa sakit yang paling aman.

Sementara itu, ibuprofen merupakan obat demam yang efektif untuk mengurangi rasa sakit dan membantu menurunkan suhu tubuh hingga pada kisaran normal.

Ibuprofen bisa dikonsumsi oleh semua orang, baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter atau baca aturan pakai dalam kemasan.

Moms pun dapat mengonsumsi ibuprofen dan paracetamol secara bersamaan dalam jangka pendek saat mengalami rasa sakit yang hebat.

Namun jika sakit tak kunjung reda atau panas demam tidak juga normal, segeralah pergi ke dokter untuk perawatan yang lebih tepat.

Baca Juga: Muncul Bintik Merah pada Kulit Bayi Setelah Demam, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Waktu yang Tepat Mengonsumsi Obat Demam

Minum obat demam

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, demam merupakan respons alami dan bermanfaat terhadap infeksi, membantu memobilisasi sistem kekebalan untuk melawan bakteri, virus, atau mikroba lain apa pun yang berhasil menyerang tubuh.

Jadi, tidak perlu diberikan pengobatan khusus karena biasanya suhu tubuh akan kembali normal dengan sendirinya.

Namun, jika demam menjadi sangat tinggi atau berlangsung untuk jangka waktu yang lama sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas (OTC) seperti paracetamol atau ibuprofen bisa menjadi solusi.

Apabila setelah mengonsumsi obat demam, Moms mengalami tingkat sakit yang semakin parah, yang ditandai dengan demam yang sangat tinggi atau yang berlangsung lebih dari dua hari (atau anak Moms mengalami demam yang bertahan selama lima hari atau lebih), temui dokter.

Bayi baru lahir dan bayi di bawah 3 bulan harus diperiksa oleh dokter anak untuk demam dalam durasi berapa pun.

Baca Juga: 9+ Penyebab Bayi Demam di Kepala, Bisa jadi Sirkulasi Darahnya Terganggu!

Efek Samping Ibuprofen

efek samping ibuprofen

Foto: Orami Photo Stock

Ibuprofen memiliki lebih banyak efek samping daripada paracetamol, yakni:

  • Mual
  • Perubahan kebiasaan buang air besar
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah meningkat
  • Radang perut

Efek Samping Paracetamol

efek samping paracetamol

Foto: Freepik

Efek samping yang terjadi akibat mengonsumsi paracetamol jarang terjadi, namun efek samping paracetamol yang paling umum adalah:

  • Reaksi alergi, ini dapat menyebabkan pembengkakan dan ruam
  • Gangguan darah
  • Ketidakteraturan jantung dan tekanan darah rendah, kondisi ini paling sering terjadi ketika paracetamol diberikan secara intravena.

Baca Juga: Jangan Panik, Ketahui Cara Mengatasi Demam Saat Hamil

Obat Demam Alami

Selain mengonsumsi obat demam dari jenis ibuprofen atau paracetamol, Moms juga bisa menggunakan obat demam alami berikut ini.

1. Perbanyak Minum Air Putih

obat demam alami - 1

Foto: Orami Photo Stock

Dehidrasi adalah komplikasi umum yang diakibatkan oleh demam, tetapi hal ini dapat dicegah dengan minum banyak air, jus buah, atau minuman pengganti elektrolit seperti Pedialyte atau minuman olahraga.

Pada anak-anak, usahakan untuk memberi minum air putih atau memenuhi kebutuhan cairan berdasarkan berat badannya. Beberapa ahli mengatakan anak-anak yang berusia lebih dari 1 tahun membutuhkan sebanyak 4-5 cangkir cairan sehari, baik dari minuman dan makanan.

Apabila anak Moms lebih tua atau lebih berat badannya, mereka akan membutuhkan lebih banyak cairan.

Jika demam dialami oleh bayi yang sedang menyusui, maka Moms harus lebih sering menyusuinya.

2. Pilih Pakaian yang Nyaman

Demam dapat menyebabkan seseorang merasa panas satu menit dan dingin berikutnya. Mengenakan terlalu banyak lapisan dapat memerangkap panas ke tubuh yang pada akhirnya meningkatkan suhu tubuh lebih jauh.

Jadi jika Moms mengalami demam, kenakan pakaian dengan serat tipis yang nyaman. Bahkan ketika Moms merasa kedinginan, hindari untuk terlalu banyak menggunakan lapisan pakaian atau selimut ekstra karena hal tersebut dapat mencegah suhu tubuh turun menjadi normal.

Baca Juga: Si Kecil Demam? Coba Berikan Buah Penurun Panas Bayi Berikut Ini, Moms

3. Perhatikan Suhu Ruangan

obat demam - 3

Foto: Orami Photo Stock

Saat demam, pastikan suhu ruangan tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Jauhkan diri dari sinar matahari, suhu luar ruangan yang panas, atau ruangan yang terlalu panas, jika memungkinkan.

4. Istirahat yang Cukup

Usahakan untuk mendapatkan istirahat yang cukup saat mengalami demam agar energi pada tubuh lekas pulih. Hindari juga melakukan aktivitas berat.

Memerangi infeksi membutuhkan banyak energi, maka Moms harus beristirahat sebanyak mungkin untuk membantu tubuh pulih.

Baca Juga: Berikan 5 Makanan Super Ini Saat Anak Demam Berdarah

5. Atasi dengan Kompres

obat demam alami - 5

Foto: Orami Photo Stock

Gunakan kompres dingin non-beku ke area strategis di bagian bawah lengan, di dahi, atau bagian dalam pergelangan tangan. Handuk basah yang dingin juga akan efektif sebagai obat demam alami.

Jangan pernah menggunakan es atau mandi es untuk mencoba menurunkan suhu tubuh karena tidak akan ampuh mengatasi demam, bahkan mungkin bisa berbahaya.

6. Mandi Air Hangat

Banyak orang mempertimbangkan untuk mandi air dingin saat demam. Namun, hal itu justru dapat menyebabkan tubuh menggigil, yang akan meningkatkan suhu tubuh lebih parah lagi.

Sebagai gantinya, Moms bisa mandi air hangat atau suam-suam kuku untuk membantu tubuh menjadi dingin. Mandi juga dapat membantu menenangkan otot yang lelah.

Baca Juga: Apakah Bayi Demam Boleh Mandi atau Tidak? Ini Kata Ahli!

7. Daun Kelor

obat demam alami - 7

Foto: Orami Photo Stock

Obat demam lain yang mungkin bisa Moms coba ialah dengan menggunakan daun kelor. Kelor merupakan tanaman tropis yang memiliki beragam manfaat nutrisi dan obat.

Hampir semua bagian tanaman mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan agen antibakteri. Studi dalam Pakistan Journal of Pharmaceutical Sciences tahun 2014 menemukan bahwa kulit kelor mengurangi demam pada kelinci.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana tanaman ini dapat menurunkan demam pada manusia. Beberapa penelitian menunjukkan itu mungkin lebih lembut pada hati daripada obat-obatan yang dijual bebas seperti paracetamol.

Jangan gunakan kelor sebagai obat demam jika Moms sedang hamil atau minum obat yang merupakan substrat sitokrom P450, seperti lovastatin (Altoprev), fexofenadine (Allegra), atau ketoconazole (Nizoral).

Dalam satu laporan kasus yang diterbitkan oleh Ceylon Medical Journal menunjukkan bahwa, konsumsi daun kelor dapat menyebabkan penyakit langka pada kulit dan selaput lendir yang disebut sindrom Stevens-Johnson (SJS).

Jadi, orang yang berisiko terkena SJS harus menghindari penggunaan kelor. Namun, ini adalah kasus pertama yang dilaporkan dan reaksinya dianggap sangat jarang.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
  • https://www.medibank.com.au/livebetter/health-brief/health-check/paracetamol-vs-ibuprofen/
  • https://www.londondoctorsclinic.co.uk/blog/ibuprofen-vs-paracetamol/
  • https://www.nib.com.au/the-checkup/healthy-living/ibuprofen-vs-paracetamol-difference
  • https://nightdr.com.au/blog/parents-guide-to-paracetamol-and-ibuprofen
  • https://www.healthline.com/health/viral-fever-home-remedies
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25015462/
  • http://doi.org/10.4038/cmj.v63i4.8771
  • https://www.webmd.com/parenting/cold-flu-dehydration-child#1
  • https://www.verywellhealth.com/what-to-do-for-a-fever-770771
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait