Kesehatan

17 September 2021

4 Obat Diare untuk Anak, Efektif untuk Mengurangi Gejala

Obat diare untuk anak yang aman sebagai pertolongan pertama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Widya Citra Andini

Moms dan Dads, diare bukanlah hal yang menyenangkan baik untuk bayi maupun anak. Penyakit diare ini sangat buruk bahkan bisa mengancam jiwa. Saat terkena, Moms pun bertanya-tanya obat diare untuk anak.

Ini karena sudah banyak obat bebas yang bisa dibeli untuk meredakan nyeri pada orang dewasa dan anak-anak yang lebih tua.

Jika tinja encer dan berlangsung lebih dari satu hari, anak kecil berisiko mengalami dehidrasi atau hilangnya cairan esensial yang mengandung garam dan mineral lain yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik.

Benjamin Ortiz, M.D., seorang dokter anak di Food and Drug Administration's Office of Pediatric Therapeutics menyatakan pentingnya mengobati diare.

“Aspek terpenting dalam mengobati diare adalah mengetahui tanda-tanda dehidrasi dan mengambil langkah-langkah untuk menghidrasi kembali anak,” kata Ortiz.

Obat Diare untuk Anak

Sebagai pertolongan pertama, Moms bisa menggunakan obat diare untuk anak berikut ini.

1. Oralit

Oralit sebagai obat diare untuk anak

Foto: website/halodoc

Oralit yang disebut sebagai solusi obat diare untuk anak ini, merupakan cairan yang diberikan untuk membantu mengembalikan elektrolit yang keluar dari tubuh melalui feses anak yang encer.

Moms bisa untuk membuat oralit sendiri dari campuran air hangat, gula, dan dan garam.

Namun, bila sulit, beberapa apotek atau toko obat juga menyediakan oralit kemasan dengan berbagai rasa maupun merk dagang.

Oralit sachet bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati kurang cairan (dehidrasi) akibat diare.

Larutan ini dapat diminumkan beberapa mililiter dalam 15-30 menit sekali atau sesuai petunjuk pemakaian.

Oralit kerap dianggap sebagai obat diare untuk anak karena dapat membantu penyerapan natrium, kalium, dan air ke dalam tubuh sehingga feses anak akan lebih padat.

Oralit dibutuhkan mengingat konsumsi air putih saja tidak cukup untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh anak saat diare.

Memberi minuman kesehatan yang mengandung elektrolit juga tidak disarankan bagi anak-anak karena mengandung gula tinggi.

Dikhawatirkan ini dapat membuat lebih banyak air masuk ke usus sehingga mengakibatkan feses tambah cair.

Baca Juga: Cukupi Kebutuhan Asam Amino Esensial Anak Demi Tumbuh Kembang yang Optimal

Untuk dosisnya, apabila di bawah satu tahun maka 3 jam pertama 1.5 gelas, selanjutnya 1/2 gelas tiap kali mencret.

Sementara untuk anak 1 - 5 tahun, 3 jam pertama 3 gelas, selanjutnya 1 gelas tiap kali mencret.

Untuk anak 5 - 12 tahun adalah 3 jam pertama 6 gelas, selanjutnya 1.5 gelas tiap kali mencret.

Anak lebih dari 12 tahun yaitu 3 jam pertama 12 gelas, selanjutnya 2 gelas tiap kali mencret.

Cara memakai oralit sachet sebagai obat diare untuk anak yaitu dilarutkan dengan air matang.

Larutan ini tidak dapat digunakan apabila lebih dari 24 jam. Jika terjadi muntah hentikan sementara, 2 sampai 5 menit, berikan oralit dengan sendok sedikit demi sedikit.

Selain oralit, bila masih menyusui maka terus berikan ASI dan beri makanan ekstra setelah sembuh.

Bila keadaan memburuk atau dalam 2 hari tidak membaik, segera bawa ke RS atau puskesmas.

Jika terjadi gelala kekurangan natrium dalam darah (hiponatremia), konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat.

Hentikan Oralit jika diare berhenti dan anak mulai membaik.

2. Probiotik

Probiotik sebagai obat diare untuk anak

Foto: website/halodoc

Terkadang, diare disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di usus.

Probiotik bantu membantu memulihkan keseimbangan dengan menyediakan jumlah bakteri baik yang lebih tinggi.

Ini dapat meningkatkan fungsi usus normal dan memperpendek durasi diare.

American Family Physician Journal menerangkan probiotik adalah mikroorganisme yang terbukti dapat mencegah dan mengurangi durasi penyakit pada anak dengan diare akut.

Memberikan probiotik mampu mengurangi risiko diare pada tahun-tahun awal kehidupan.

Jadi, obat diare untuk anak seperti probiotik ini mengandung bakteri baik yang dapat meredakan diare.

Kemudian pemberian probiotik bersama cairan rehidrasi oral diketahui dapat mengobati diare pada anak dan mempercepat masa pemulihan diare.

Baca Juga: Redakan Diare dan Muntah pada Bayi dengan Makanan Ini

Tak perlu bingung bentuk probiotik seperti apa yang jadi obat diare untuk anak, Moms bisa mencari salah satu merk seperti Lacto-B.

Lacto-B adalah probiotik bentuk bubuk yang memiliki fungsi utama untuk membantu mempercepat penyembuhan diare pada anak-anak.

Dalam satu sachet Lacto-B mengandung 10 juta bakteri hidup. Dosis aman penggunaan Lacto-B yang dianjurkan untuk anak usia 1-12 tahun adalah 3 kali 1 sachet sehari.

Cara mengonsumsi Lacto-B sebagai obat diare untuk anak yaitu memberikannya langsung pada anak dengan dilarutkan dalam air putih, atau diberikan bersama makanan anak dan susu formula.

Namun, hindari mencampurnya dengan minuman bersoda. Konsumsi segera setelah sachet dibuka dan dicampurkan.

Bila Lacto-B lupa diberikan, jangan menggandakan dosis di jadwal konsumsi berikutnya.

Efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah mengonsumsi Lacto-B adalah perut kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.

3. Suplemen Zinc

Obat diare untuk anak yaitu zinc

Foto: website/halodoc

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan pemberian suplemen zinc sebagai obat diare untuk anak, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya defisiensi zinc karena infeksi virus diare, terutama pada anak yang tinggal di wilayah dengan tingkat sosio-ekonomi rendah.

Suplementasi zinc sebagai obat diare untuk anak telah ditemukan untuk mengurangi durasi dan keparahan episode diare dan kemungkinan infeksi berikutnya selama 2-3 bulan.

Zinc sebagai tambahan obat diare untuk anak bermanfaat karena karena merupakan mikronutrien penting yang pentind dalam pembentukan protein.

Selain itu, zinc juga bantu pertumbuhan dan diferensiasi sel, fungsi kekebalan, dan transportasi usus air dan elektrolit.

Zinc juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal anak-anak dengan atau tanpa diare.

Kekurangan zinc dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi saluran cerna, efek samping pada struktur dan fungsi saluran pencernaan, dan gangguan fungsi kekebalan.

Baca Juga: Apa Perbedaan Diare dan Disentri?

Meskipun manfaat suplemen ini untuk diare telah ditetapkan, masih ada sejumlah hambatan untuk menerapkannya.

Terkadang, pemberian suplemen zinc menimbulkan efek samping berupa muntah sehingga tidak sembarang anak boleh meminum suplemen ini.

Jika dokter anak meresepkan suplemen zinc, kemudian anak muntah, konsultasikan dengan dokter tersebut atau minta second opinion dari dokter lain yang berbeda.

Merk zinc yang bisa Moms pilih adalah Zinkid Zinc, di mana tiap 5 ml mengandung zinc sulfate 27,45 mg setara dengan zinc 10 mg.

Pelengkap Zinkid Zinc untuk pengobatan diare pada bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun, diberikan bersama oralit.

Dosis Zinkid Zink untuk anak 6 bulan-5 tahun adalah 10 ml, diberikan setiap hari selama 10 hari berturut-turut (bahkan ketika diare telah berhenti).

Jika terjadi muntah dalam waktu 1/2 jam setelah pemberian obat, berikan lagi Zinkid sirupnya.

Apabila diare tidak kunjung sembuh setelah 3 hari, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

4. Obat Antidiare

Ilustrasi obat untuk diare pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Obat diare untuk anak seperti loperamide dapat mengurangi frekuensi BAB dengan memperlambat gerakan usus.

Namun, penggunaan obat antidiare harus sesuai resep dan rekomendasi dokter.

Menurut Medicine for Children, loperamide biasanya diberikan satu kali pada awal pengobatan dan kemudian setelah setiap buang air besar (diare) sebanyak empat kali dalam sehari, sampai diare membaik.

Ini tidak boleh diambil lebih sering dari setiap 3 jam atau lebih dari 2 hari.

Obat diare untuk anak akan langsung bekerja dan diare Si Kecil akan membaik dalam beberapa jam.

Namun, jika anak sakit kurang dari 30 menit setelah mendapat dosis loperamide, beri mereka dosis yang sama lagi.

Jika anak sakit lebih dari 30 menit setelah mendapat dosis loperamide, Moms tidak perlu memberi mereka dosis lagi.

Meski demikian, obat ini jarang digunakan sebagai pengobatan diare karena bisa menimbulkan efek samping berupa mual, nyeri perut, dan kembung.

Loperamide biasanya tidak diberikan selama lebih dari 2 hari. Jika diare pada anak tidak membaik setelah 2 hari, hubungi dokter anak.

Baca Juga: Disentri pada Anak, Ini Penyebab, Penularan, dan Cara Menanggulanginya

Bila pemberian obat diare untuk anak sudah dilakukan, tetapi anak tak kunjung membaik, segera pergi ke dokter.

Terutama, jika anak nampaknya memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti menangis tanpa air mata, popok basah lebih sedikit dari biasanya, urine yang lebih gelap dari biasanya, atau titik lunak cekung di bagian atas di kepala.

  • https://www.medicinesforchildren.org.uk/loperamide-diarrhoea
  • https://www.aafp.org/afp/2011/0701/p25.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait