Obat-obatan

19 November 2021

Obat Guaifenesin: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Konsultasi ke dokter dulu sebelum mengonsumsinya ya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Bagi yang pernah mengalami batuk berdahak, tentu obat guaifenesin sudah tak asing lagi.

Adapun penggunaan obat ini diutamakan untuk mengeluarkan dahak pada tenggorokan sekaligus melancarkan pernapasan.

Meskipun begitu, penggunaan obat ini tak boleh sembarang dan perlu mengikuti aturan pakainya.

Mari ketahui fungsi, dosis, hingga efek samping dari obat guaifenesin.

Fungsi Obat Guaifenesin

Obat Guaifenesin Fungsinya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Guaifenesin umumnya digunakan untuk meredakan dahak yang terkumpul pada saluran pernapasan.

Melansir Medline Plus, ini termasuk dalam kelas obat yang disebut ekspektoran. Artinya, fungsinya yakni untuk mengencerkan lendir di saluran pernapasan dengan lebih baik.

Diketahui, obat golongan ini dapat membantu mengendalikan gejala tetapi tidak mengobati penyebab yang mendasarinya.

Selain itu, manfaat obat ini juga bisa untuk mengurangi rasa tidak nyaman di dada seperti:

  • Pilek
  • Infeksi atau peradangan
  • Alergi tertentu

Obat ini umumnya dijual di apotek dengan berbagai merek dagang seperti:

  • Allerin Expectorant
  • Anakonidin
  • Actifed Plus Expectorant
  • Benadryl Wet Cough
  • Komix
  • Bisolvon Extra dan banyak lagi

Obat ini sering dikombinasikan dengan jenis obat lain seperti produk obat flu dan batuk.

Baca Juga: Obat Dekongestan: Manfaat, Dosis, Efek Samping dan Aturan Minum

Aturan Pakai Obat Guaifenesin

dosis-obat-guaifenesin.pg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam minum obat jenis apapun, penting untuk mengetahui dosis dan aturan pakainya.

Hal ini untuk mencegah terjadinya overdosis yang bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Nah, salah satunya dengan mengenal aturan pakai obat guaifenesin yang dimanfaatkan untuk meredakan batuk berdahak dan flu.

Guaifenesin hadir dalam berbagai jenis, meliputi tablet, kapsul, tablet extended-release , butiran larut, dan sirup (cair) untuk diminum.

Aturan pakai dosis obat berdasarkan jenisnya yakni seperti:

  • Tablet, kapsul, butiran larut, dan sirup biasanya diminum dengan atau tanpa makanan setiap 4 jam sesuai kebutuhan.
  • Tablet extended-release biasanya diminum dengan atau tanpa makanan setiap 12 jam.

Diketahui, obat guaifenesin mungkin memiliki rasa yang cukup pahit.

Untuk obat jenis tablet, penting untuk menelan utuh tanpa dihancurkan atau dikunyah.

Namun, jika menggunakan obat ini dalam bentuk cair, ukur dosisnya dengan hati-hati menggunakan alat pengukur atau sendok khusus.

Hindari menggunakan sendok makan untuk mencegah salah takaran ya, Moms.

Terlepas dari itu, dosis yang sebenarnya akan berdasarkan kondisi medis setiap orang dan diagnosa dari dokter yang merawat.

Baca Juga: Alergi Antibiotik, Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Yuk Moms!

Melansir webmd.com, jangan mengambil lebih dari 6 dosis dalam seharinya untuk mencegah overdosis.

Segera konsultasi ulang dengan dokter apabila gejala bertambah parah setelah 7 hari, yakni seperti:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan semakin parah
  • Sakit kepala terus menerus

Tak lupa untuk segera perbanyak cairan dengan minum air putih setelah konsumsi obat untuk meredakan batuk dan flu ini, ya.

Dosis Tepat Guaifenesin

Dosis Guanifenesin.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Selain mengenal aturan pakai, minum obat sesuai dosis juga perlu diperhatikan.

Lantas, bagaimana dosis yang tepat untuk mengonsumsi obat jenis ini, Moms?

Melansir drugs.com, berikut dosis obat guaifenesin untuk orang dewasa dan juga anak-anak secara umum, yakni:

1. Dosis Orang Dewasa

Ada sejumlah aturan dosis guafenesin untuk orang dewasa berdasarkan jenis obatnya, yakni:

  • Tablet pelepasan cepat: 200 hingga 400 mg sekali minum setiap 4 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 2,4 g/hari.
  • Tablet pelepasan lambat: 600 hingga 1200 mg per minum setiap 12 jam, tidak melebihi 2,4 g/hari.

2. Dosis Anak-anak

Adapun obat ini juga aman dipakai untuk anak dengan usia tertentu, yakni:

  • Tablet pelepasan cepat

Usia kurang dari 2 tahun: 12 mg/kg/hari per minum dalam 6 dosis terbagi.

Usia 2-5 tahun: 50 hingga 100 mg per minum setiap 4 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 600 mg/hari.

Usia 6-11 tahun: 100 hingga 200 mg per minum setiap 4 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 1,2 g/hari.

Usia 12 tahun atau lebih: 200 hingga 400 mg per minum setiap 4 jam sesuai kebutuhan, tidak melebihi 2,4 g/hari.

  • Tablet pelepasan lambat

Usia 2-5 tahun: 300 mg per minum setiap 12 jam, tidak melebihi 600 mg/hari.

Usia 6-11 tahun: 600 mg per minum setiap 12 jam, tidak melebihi 1,2 g/hari.

Usia 12 tahun atau lebih: 600 hingga 1200 mg per minum setiap 12 jam, tidak melebihi 2,4 g/hari.

Pastikan untuk selalu membaca petunjuk kemasan setiap produk obat sebelum mengonsumsinya ya, Moms.

Baca Juga: 13 Cara Alami Mengatasi Cacar Air pada Anak

Efek Samping Guaifenesin

efek-samping-guanifenesin.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setiap obat tentu memiliki efek samping, begitu juga pada obat guaifenesin satu ini.

Efek samping guaifenesin yang umum mungkin termasuk:

Guaifenesin dapat menyebabkan efek samping lainnya yang mungkin jarang terjadi.

Segera pergi ke klinik terdekat apabila memiliki tanda-tanda reaksi alergi terhadap guaifensin, yakni seperti:

  • Gatal-gatal
  • Sulit bernapas
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Nantinya, para dokter akan memberikan perawatan yang tepat untuk meredakan gejala dari alergi obat.

Itulah fungsi, dosis, aturan pakai, dan efek samping dari obat guaifensin. Tentu, informasi ini bukan pengganti konsultasi medis, ya.

Untuk itu hamil dan menyusui, pastikan untuk konsultasi dengan dokter kandungan masing-masing sebelum mengonsumsinya.

Hal inipun berlaku bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu, Moms.

  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682494.html
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3350-118/guaifenesin-oral/guaifenesin-oral/details
  • https://www.drugs.com/guaifenesin.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait