Kesehatan

KESEHATAN
2 Maret 2021

Ini Dia 9 Obat Gusi Bengkak Ampuh yang Juga Bisa Hilangkan Nyeri

Saat nyeri gigi tak tertahankan akibat gusi bengkak, segera lakukan pengobatan ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Adeline Wahyu

Gusi adalah bagian yang sangat penting untuk kesehatan mulut. Ia berfungsi sebagai tempat tumbuhnya gigi.

Gusi terbuat dari jaringan padat berwarna merah muda yang menutupi tulang rahang dan jaringan ini tebal, berserat, dan penuh dengan pembuluh darah.

Jika Moms atau anggota keluarga lain ada masalah seperti gusi bengkak, maka Moms perlu segera memberikan obat gusi bengkak disertai nyeri yang tepat agar gejala tidak semakin parah.

Saat gusi membengkak, mungkin ia akan menonjol keluar, terkadang benjolan ini cukup mengganggu penampilan sehingga obat gusi bengkak juga perlu segera dikonsumsi.

Pembengkakan di gusi biasanya dimulai saat gusi bertemu dengan gigi. Namun, gusi bisa menjadi sangat bengkak sehingga mulai menyembunyikan bagian dari gigi.

Gusi bengkak biasanya tampak merah dan tak lagi bewarna merah muda seperti biasanya.

Gusi bengkak, juga disebut pembengkakan gingiva, seringkali teriritasi, sensitif, atau nyeri.

Baca Juga: Belum Perlu Ke Dokter, Ini 5 Cara Mengobati Sakit Gigi Secara Alami dengan Bahan Dapur

Moms mungkin juga memperhatikan bahwa gusi jadi lebih mudah berdarah saat menyikat atau membersihkan gigi dengan benang.

Ada banyak yang menyebabkan gusi bengkak, sehingga obat gusi bengkak mungkin perlu disesuaikan berdasarkan penyebabnya.

Apa saja obat gusi bengkak yang bisa dikonsumsi? Yuk kita intip, Moms.

Obat Gusi Bengkak Disertai Nyeri

obat gusi bengkak

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mencari obat gusi bengkak disertai nyeri, maka ada beberapa obat sederhana, bahkan perawatan khusus yang bisa dilakukan oleh dokter gigi berikut ini.

1. Obat Kumur Antiseptik

Obat gusi bengkak pertama yang bisa Moms coba adalah obat kumur antiseptik tidak dapat menghilangkan plak dan karang gigi yang ada, tetapi dapat membantu mengontrol penumpukan bakteri plak tambahan.

Obat gusi bengkak dengan cairan kumur antiseptik tersedia tanpa resep di toko obat dan apotek. Cari merek yang mengandung bahan dengan sifat antiseptik yang kuat, seperti cetylpyridinium chloride.

Terkadang, dokter gigi juga mungkin meresepkan obat kumur antiseptik yang mengandung klorheksidin, yang menurut penelitian merupakan bahan yang paling efektif.

Selain itu, selama sakit gusi, sikat area gusi dengan benang secara lembut, agar tidak menyebabkan iritasi.

2. Berkumur Air Garam

Mengutip jurnal dalam Plos One, efek berkumur air asin pada luka gusi bisa menyembuhkannya.

Untuk penelitian ini, peneliti menghilangkan sel fibroblas gingiva dari gigi donor. Sel-sel ini membentuk jaringan ikat gigi.

Setelah mengisolasi sel yang rusak, para peneliti membilasnya dalam larutan air asin selama 2 menit, tiga kali sehari.

Mereka menemukan bahwa larutan air asin dengan konsentrasi 1,8 persen paling efektif dalam meningkatkan kecepatan penyembuhan luka.

Moms dapat membuat larutan air garam yang efektif dengan melarutkan satu sendok teh garam dalam secangkir air matang yang didinginkan.

Air ini bisa dijadikan obat gusi bengkak dengan cara dikumurkan dengan larutan tersebut tiga sampai empat kali sehari.

3. Berkumur Bahan Herbal

Sebuah studi yang dipublikasikan Journal of Indian Society and Periodontology, menyelidiki efek antiplaque dan antigingivitis dari obat gusi bengkak berupa obat kumur herbal yang mengandung minyak pohon teh, cengkeh, dan kemangi.

Bahan-bahan ini sudah terbukti memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi. Para peneliti membagi 40 partisipan menjadi dua kelompok.

Satu kelompok menggunakan obat kumur komersial selama 21 hari, sedangkan kelompok lainnya menggunakan obat kumur herbal.

Hasil berkumur bahan herbal sebanding dengan obat kumur komersial. Peserta di kedua kelompok menunjukkan peningkatan dalam berbagai ukuran kesehatan gusi, termasuk pengurangan plak dan peradangan gusi.

4. Ibuprofen

Obat gusi bengkak selanjutnya adalah pereda nyeri, seperti ibuprofen, yang dapat membantu mengurangi nyeri gusi saat seseorang menjalani perawatan untuk abses gigi atau penyakit periodontal.

Baca Juga: 9 Cara Mudah Mengatasi Sakit Gigi

Saat gusi bengkak pun, Moms tetap perlu minum banyak air. Air akan membantu merangsang produksi air liur, yang melemahkan bakteri penyebab penyakit di mulut.

Moms juga bisa menempelkan kompres hangat di wajah sebagai obat gusi bengkak untuk mengurangi nyeri gusi. Kompres air dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan.

Sementara itu, ada juga perawatan medis yang bisa dilakukan dokter gigi jika beberapa obat gusi bengkak di atas masih menyebabkan
nyeri:

5. Scaling dan Polishing Gigi

Pembersihan gigi profesional menghilangkan karang gigi dari gigi, yang dapat membantu menyembuhkan radang gusi.

Selama pembersihan, dokter gigi akan menggunakan alat khusus untuk mengikis karang gigi.

Mereka kemudian menghaluskan dan memoles permukaan gigi untuk membantu mencegah penumpukan plak di masa mendatang.

6. Root Planning

Mengutip American Association of Endodontists, root planing adalah prosedur pembersihan mendalam yang menghilangkan plak dan karang gigi dari akar gigi.

Dokter gigi mungkin menyebut penghapusan ini sebagai penskalaan atau debridement. Orang yang menjalani prosedur ini juga akan sering menerima anestesi lokal.

7. Antibiotik

Antibiotik oral biasanya efektif dalam mengobati abses gigi. Seseorang juga harus menjalani perawatan gigi untuk mengatasi penyebab abses tersebut.

Terkadang, infeksi mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Dalam kasus yang sangat parah, seseorang mungkin perlu tinggal di rumah sakit dan menerima antibiotik intravena.

8. Insisi dan Drainase

Dalam beberapa kasus, dokter gigi mungkin perlu membuat sayatan pada abses untuk mengeluarkan nanah yang terinfeksi.

Setelah drainase, dokter gigi akan menyiram area tersebut dengan larutan garam. Perawatan lain mungkin juga diperlukan.

9. Perawatan Saluran Akar Gigi

Perawatan saluran akar gigi adalah tindakan menghilangkan bakteri dari akar gigi yang terinfeksi. Dokter gigi akan mengakses akar gigi melalui mahkota, yang merupakan bagian gigi yang terlihat. Mereka kemudian membersihkan dan mengisi akar dan mahkotanya. Beberapa orang mungkin membutuhkan mahkota buatan untuk melindungi dan memulihkan gigi.

Cabut Gigi

Kadang-kadang, dokter gigi mungkin perlu mencabut gigi yang terinfeksi. Prosedur ini membutuhkan anestesi lokal.

Baca Juga: Perlu Dicoba, 7 Obat Alami untuk Meredakan Sakit Gigi Berlubang

Ternyata Ini Penyebab Gusi Bengkak

Ternyata Ini Penyebab Gusi Bengkak

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin obat gusi bengkak yang disertai nyeri di atas tidak selamanya bisa mengatasi masalah ini.

Oleh karena itu, Moms juga perlu tahu apa saja yang bisa menyebabkan gusi bengkak. Berikut ini beberapa hal penyebabnya:

1. Kebersihan Gigi yang Buruk

Terkadang, sisa makanan dapat terperangkap di antara gigi dan garis gusi.

Membersihkan gigi dengan benang dan menyikat biasanya menghilangkan kotoran ini.

Jika kotoran tidak dikeluarkan, maka hal ini dapat menyebabkan gusi di sekitar gigi membengkak. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi.

2. Penyakit Periodontal

Infeksi dan peradangan pada gusi dapat menyebabkan penyakit periodontal.

Mengutip Center for Disease Control and Prevention, penyakit ini terjadi karena infeksi dan peradangan pada gusi yang menopang dan mengelilingi gigi.

Infeksi ini terjadi ketika seseorang mengalami penumpukan plak. Saat plak mengeras, ia akan membentuk karang gigi, atau kalkulus, yang lebih sulit dihilangkan.

Ada dua tahap penyakit periodontal:

  • Radang Gusi

Terjadi saat seseorang menderita radang gusi, gusinya menjadi bengkak dan meradang. Gejala lainnya termasuk kemerahan dan nyeri gusi, gusi berdarah, bau mulut, gingivitis dapat disembuhkan, tetapi tanpa pengobatan, ia dapat menyebabkan periodontitis.

  • Periodontitis

Periodontitis adalah tahap selanjutnya dari penyakit periodontal, di mana gusi menarik atau surut dari gigi.

Jika hal ini terjadi, infeksi dapat merusak tulang penyangga gigi sehingga menyebabkan gigi kendor atau bahkan tanggal.

Seseorang dengan periodontitis akan mengalami gejala lain selain radang gusi, yaitu gigi yang muncul lebih lama karena resesi gusi, gigi pyang tampak lebih jauh, gigi yang goyang, munculnya nanah di antara gusi dan gigi, oerubahan cara gigi menyatu saat menggigit, dan perubahan kecocokan gigi palsu sebagian

3. Abses Gigi

Abses gigi adalah kumpulan nanah yang terbentuk di dalam gigi atau struktur sekitarnya sebagai akibat dari infeksi bakteri.

Ada dua jenis abses gigi, yakni:

  • Abses Periapikal. Ini biasanya terjadi karena pembusukan atau patah tulang gigi, dan mempengaruhi akar gigi.
  • Abses Periodontal. Kondisi ini memengaruhi gusi.

Kedua jenis ini dapat menyebabkan gusi bengkak dan kemerahan di sekitar gigi. Gejala abses gigi lainnya meliputi:

  • Rasa sakit yang menusuk di gigi atau gusi.
  • Nyeri yang menjalar ke telinga, rahang, atau leher.
  • Nyeri yang semakin parah saat berbaring
  • Gigi yang berubah warna, atau lepas.
  • Wajah kemerahan dan bengkak.
  • Kepekaan terhadap makanan atau minuman panas dan dingin.
  • Bau mulut.
  • Rasa tidak enak di mulut.
  • Jika abses gigi parah, seseorang mungkin juga mengalami demam, kesulitan membuka mulut dan menelan.
  • Masalah pernapasan.

4. Kehamilan

Gusi bengkak juga bisa terjadi selama kehamilan.

Mengutip American Pregnancy Association, hormon yang dihasilkan tubuh selama kehamilan dapat meningkatkan aliran darah di gusi.

Peningkatan aliran darah ini dapat menyebabkan gusi jadi lebih mudah teriritasi, sehingga menyebabkan pembengkakan.

Perubahan hormonal ini juga dapat menghalangi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi gusi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan Moms terkena radang gusi.

Oleh karena itu, saat hendak melakukan program hamil, Moms disarankan untuk datang ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu. Ingat, gigi berlubang yang awalnya tak menjadi masalah bisa terasa semakin nyeri akibat peningkatan hormon di tubuh.

Apalagi selama hamil, Moms tak bisa sembarangan konsumso obat gusi bengkak yang dijual di pasaran, karena ini bisa memengaruhi janin.

5. Malnutrisi

Kekurangan vitamin, terutama vitamin B dan C, dapat menyebabkan pembengkakan gusi.

Vitamin C, misalnya, berperan penting dalam pemeliharaan dan perbaikan gigi dan gusi.

Jika kadar vitamin C turun terlalu rendah, Moms bisa mengembangkan penyakit scurvy. Penyakit ini dapat menyebabkan anemia dan penyakit gusi.

Baca Juga: Yuk, Ketahui 5 Penyebab Gigi Berlubang Pada Anak

Waktu Tepat Mengunjungi Dokter Gigi

Waktu Tepat Mengunjungi Dokter Gigi

Foto: Orami Photo Stock

Ingat, tanpa pengobatan, gusi bengkak bisa semakin parah.

Obat gusi bengkak juga hanya menjadi pengobatan sementara saja yang tidak bisa mengatasi masalah hingga tuntas.

Moms harus melakukan pemeriksaan gigi setidaknya sekali atau dua kali setahun, meskipun mereka tidak memiliki gejala pada gigi atau gusi.

Pemeriksaan memungkinkan dokter gigi menangani masalah apa pun pada tahap awal sebelum menjadi lebih parah.

Moms dan anggota keluarga lain juga harus menemui dokter gigi di antara kunjungan terjadwal jika mereka mengalami salah satu gejala, seperti:

  • Gusi bengkak atau berdarah
  • Bercak mulut atau luka yang berlangsung lebih dari seminggu
  • Nyeri rahang atau gigitan yang tidak rata
  • Kesulitan mengunyah atau menelan
  • Nyeri atau bengkak di mulut, wajah, atau leher

Langkah Mencegah Gusi Bengkak

Cara terbaik untuk mencegah peradangan gusi adalah dengan mempraktikkan kebersihan mulut yang baik, yaitu dengan cara:

  • Menyikat gigi dua kali sehari
  • Flossing atau menggunakan benang gigi setidaknya sekali sehari
  • Melakukan pemeriksaan gigi sekali atau dua kali setahun
  • Mengunjungi dokter gigi jika mengalami gusi bengkak atau sakit gigi
  • Menghindari gula berlebih untuk mencegah pembentukan plak
  • Menghindari penggunaan tembakau

Itulah beberapa obat gusi bengkak disertai nyeri yang wajib Moms ketahui. Namun ingat, semua masalah ini tidak akan muncul jika Moms menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik.

Jadi, pastikan untuk selalu menerapkan langkah perawatn gigi yang disarankan dokter gigi ya Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait