Fashion & Beauty

18 Februari 2021

10 Cara Menghilangkan Jerawat Saat Hamil, Terjamin Aman!

Ada beberapa obat yang dilarang penggunaanya ada juga yang aman digunakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Mengalami masalah jerawat saat hamil? Tenang saja Moms, sebab hal ini wajar terjadi kok.

“Jerawat saat hamil terjadi karena perubahan hormon kehamilan," ujar dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp.KK Spesialis Kulit & Kelamin, RS Pondok Indah - Puri Indah.

Jerawat saat hamil biasanya akan muncul pada minggu ke-6 kehamilan kita. Hal ini sekaligus menandakan bahwa peningkatan produksi minyak, dapat menyumbat pori-pori, lalu menyebabkan kulit jadi berjerawat.

Peningkatan hormon yang disebut androgen dapat menyebabkan kelenjar di kulit Moms tumbuh dan menghasilkan lebih banyak sebum, zat berminyak dan lunak. Minyak ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan bakteri, peradangan, dan berjerawat.

Baca Juga: Jerawat di Punggung? Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jerawat Saat Hamil, Pertanda Apa?

masalah jerawat kehamilan

Foto: Orami Photo Stocks

Seperti yang telah disebutkan, jerawat saat hamil terjadi ketika kelenjar minyak menghasilkan lebih banyak sebum daripada biasanya.

Tidak hanya membuat kulit terlihat lebih berkilau, tetapi juga dapat menyebabkan noda.

Jerawat saat hamil adalah normal dan tidak perlu mengkhawtirkan. Setiap orang memiliki gejala yang berbeda.

"Jika kemungkinan jerawat saat hamil di trimester pertama sudah muncul, maka akan berlanjut terus bulan berikutnya," tambah dr. Kardiana.

Begitu juga apabila ia bukan tipe kulit berjerawat di awal kehamilan, maka kemungkinan kecil akan berjerawat.

Sebaiknya mencuci muka dua kali sehari seperti biasa dan jangan terlalu sering mencuci wajah. Sebab ini akan membuat kulit lebih kering dan iritasi.

Baca Juga: Penyebab Tahi Lalat Berubah Saat Hamil, Simak di Sini

Untungnya, jerawat saat hamil biasanya bersifat sementara. Kemungkinan akan hilang setelah hormon Moms kembali normal nanti setelah Moms melahirkan.

Namun berita buruknya, menggunakan obat jerawat saat hamil mungkin tidak aman. Hal inilah yang membuat jerawat saat hamil sedikit lebih sulit untuk diobati.

“Penting untuk dicatat bahwa apa pun yang Moms gunakan pada wajah, terlepas dari topikal, akan diserap ke dalam kulit dan dapat mempengaruhi janin saat hamil," kata Shari Sperling, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Sperling Dermatology di Florham Park, New Jersey.

Lalu apa saja obat jerawat yang sekiranya aman untuk digunakan saat hamil? Yuk kita cari tahu, Moms.

Obat Jerawat Saat Hamil

menggunakan obat jerawat saat hamil

Foto: Orami Photo Stocks

Lebih sulit mengatakan apa yang bisa mengobati jerawat dengan aman saat hamil, karena belum ada penelitian yang membuktikannya.

Namun menurut American Academy of Dermatology, berdasarkan penelitian pada hewan dan wanita hamil yang menggunakan obat jerawat saat hamil, ada beberapa obat jerawat yang dilarang dan aman digunakan saat hamil.

  • Zat adapalene: Sebagian besar ahli merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan obat ini selama kehamilan.
  • Antibiotik (yang diaplikasikan pada kulit): Menerapkan klindamisin selama kehamilan dianggap aman. Namun sebelum menggunakannya saat hamil, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter kulit dan dokter kandungan.
  • Antibiotik (yang diminum): Cefadroxil adalah antibiotik yang dapat membantu menghilangkan jerawat parah. Saat memberikan hewan hamil antibiotik dalam jumlah besar, para peneliti belum melihat cacat lahir.

Baca Juga: 4 Cara Aman Mengatasi Jerawat Saat Hamil

Antibiotik yang sering digunakan untuk mengobati jerawat, seperti azitromisin dan klaritromisin, juga tampak aman.

Namun, beberapa wanita memiliki bayi yang cacat lahir saat menggunakan salah satunya. Belum bisa dipastikan apakah antibiotik menyebabkan cacat lahir.

  • Asam azelaic: Obat jerawat ini dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan. Dalam penelitian pada hewan, peneliti belum melihat cacat lahir.
  • Benzoil peroksida: Sering ditemukan dalam perawatan jerawat yang dapat dibeli tanpa resep, para ahli mengatakan aman untuk digunakan dalam jumlah terbatas.
  • Dapson: Dalam penelitian pada hewan, obat ini tidak menyebabkan cacat lahir.

Meski obat jerawat di atas dinyatakan relatif aman, para peneliti tidak memiliki banyak informasi terkait keamanannya bagi ibu hamil, sehingga masih dibutuhkan studi lebih lanjut.

Baca Juga: Penyebab Masalah Kulit yang Muncul Saat Trimester Pertama Kehamilan

Cara Menghilangkan Jerawat saat Hamil

jerawat saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selain menggunakan beberapa jenis obat yang sudah disebutkan di atas, Moms juga bisa mengatasi jerawat saat hamil dengan beberapa bahan alami.

1. Cuka Apel

Campurkan satu bagian cuka apel mentah tanpa filter ke tiga bagian air. Campuran ini akan menghasilkan toner yang kaya akan enzim alami dan asam alfa hidroksi.

Rendam kapas dengan campuran cuka apel yang diencerkan dan oleskan ke kulit Moms untuk menyerap minyak.

Penting untuk mencairkan cuka apel dengan air, dan jika terjadi kekeringan yang berlebihan, perawatan ini harus dihentikan.

Jangan gunakan cuka murni pada kulit ya Moms, karena sangat asam dan dapat menyebabkan iritasi serta luka bakar.

2. Baking Soda

Baking soda mengeringkan minyak pada kulit Moms dan akan meningkatkan penyembuhan, tetapi tidak banyak direkomendasikan oleh para tenaga kesehatan karena dapat menimbulkan iritasi kulit dan menghilangkan minyak pelindung yang penting.

Ini mungkin paling baik digunakan sebagai cara menghilangkan jerawat saat hamil.

Lakukan perawatan bintik alami dengan mencampurkan 1 sendok makan soda kue dengan 1 sendok makan air.

Jadikan sebagai obat totol jerawat, bukan untuk seluruh wajah ya Moms. Biarkan mengering sebelum dibilas.

3. Madu

Madu memiliki sifat antibakteri dan antiseptik. Ini juga menenangkan kulit.

Untuk mengaplikasikannya, bilas dulu wajah Moms dengan air hangat agar pori-porinya terbuka.

Oleskan madu langsung ke daerah yang berjerawat. Biarkan di kulit Moms selama 20 hingga 30 menit. Bilas dengan air hangat setelahnya.

"Jangan memencet jerawat karena akan menambah peradangan pada kulit," tambah dr. Kardiana.

4. Oatmeal dan Timun

Timun dan oatmeal menawarkan sifat menyejukkan dan menyegarkan bagi kulit wajah kita.

Untuk perawatan rumahan yang sederhana, coba gunakan masker ini pada seluruh bagian wajah.

Menggunakan bahan alami yang biasa ditemukan di dapur.

Cukup campur, masukkan ke dalam freezer, dan oleskan ke wajah Moms selama 10 hingga 15 menit. Jika sudah selesai, bilas hingga bersih.

Baca Juga: Flek Hitam Membandel, Hilangkan dengan 5 Cara Ini

5. Minyak Kelapa

Berdasarkan International Journal of Molecular Sciences, minyak kelapa memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Minyak alami ini juga mampu memberikan efek menenangkan bagi kulit dan sangat mudah diserap.

Moms bisa oleskan minyak kelapa murni sebagai pengganti pelembap sebelum tidur untuk mengatasi jerawat saat hamil.

Ibu hamil dibolehkan menggunakan pelembab dengan kandungan yang aman selama kehamilan.

6. Buah Citrus

Asam alfa hidroksi ditemukan dalam buah jeruk seperti lemon dan limau.

Ketika jus lemon atau jeruk nipis dioleskan ke kulit kita, itu membantu membuka pori-pori dan melepaskan sel-sel kulit mati. Sifat astringen dan antibakteri ini menjadikannya efektif sebagai pengelupas.

Peras jus dari lemon atau jeruk nipis dan oleskan langsung ke bintik-bintik dengan bola kapas.

Biarkan selama 10 menit atau sampai kering, lalu bilas dengan air dingin.

Baca Juga: Kulit Dehidrasi, Apakah Berbeda dengan Kulit Kering?

7. Hindari Produk Iritan

Cara mengobati jerawat saat hamil adalah menghindari produk iritan. Jangan gunakan riasan yang membuat minyak berlebih pada wajah.

Hindari produk tertentu, seperti scrub wajah karena cenderung mengiritasi kulit, yang dapat memperburuk jerawat.

Pencucian dan penggosokan yang berlebihan ketika mencuci wajah juga dapat mengiritasi kulit.

Gunakan produk berlabel berbahan dasar air atau noncomedogenic, yang berarti kecil kemungkinannya menyebabkan jerawat.

8. Jangan Memencet Jerawat

Moms, jerawat saat hamil pasti rasanya ingin memencet dan mengeluarkan nanahnya bukan? Namun sebaiknya dihindari ya Moms.

Memencet jerawat akan memperparah peradangan pada wajah dan dapat membuat jerawat semakin banyak.

"Jika ingin memencet jerawat, lebih baik ketika jerawat yang mempunyai nanah untuk mengeluarkannya sedikit," jelas dr. Kardiana.

Baca Juga: Mencegah Jerawat Saat Hamil, Lakukan 4 Cara Ini

9. Gaya Hidup Sehat

Cara mengatasi jerawat saat hamil lainnya adalah mengurangi makanan mengandung gula dan biji-bijian olahan.

Selain itu, lemak tidak sehat seperti makanan digoreng dapat memperburuk jerawat. Gantilah makanan ini dengan lebih sehat seperti alpukat, salmon, kenari, dan almond.

Konsumsi buah-buahan dan sayuran segar juga bisa menjadi alternatf lain. Hindari makanan cokelat dan kafein untuk mengatasi jerawat saat hamil.

10. Konsumsi Makanan Vitamin A

Cara mengatasi jerawat saat hamil lainnya adalah konsumsi makan mengandung vitamin A.

Melansir Mount Sinai, vitamin A berasal dari dua sumber yaitu retinoid dan karotenoid. Ini berasal dari sumber hewani dan sayur-sayuran.

Retinoid topikal dapat mengurangi gejala jerawat dan mencegah pembentukan lesi jerawat tambahan. Mereka tetap menjadi pengobatan lini pertama untuk jerawat saat hamil.

Namun, ibu hamil harus konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan perawatan ini selama kehamilan karena obat retinoid tertentu dapat menyebabkan cacat lahir.

Makanan yang mengandung vitamin A seperti berikut ini:

  • Hati sapi
  • Ayam
  • Ikan, termasuk tuna dan salmon
  • Sayuran, seperti bayam, brokoli, ubi jalar, dan wortel
  • Buah-buahan, seperti melon dan aprikot
  • Produk susu

Fungsi vitamin A selain untuk mengatasi jerawat saat hamil, juga berfungsi sebagai fungsi kekebalan, penglihatan, reproduksi dan perkembangan sel tubuh.

Baca Juga: Tips Menghilangkan Flek Hitam di Wajah Saat Hamil, Aman!

Nah, sekarang Moms tahukan apa saja obat untuk jerawat saat hamil.

Moms bisa mengatasinya dengan obat, bisa juga dengan cara yang alami.

Namun untuk obat, memang ada beberapa obat yang aman, ada juga yang tidak. Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan dulu sebelum menggunakannya.

Tapi yang terpenting, ingat untuk selalu mencuci wajah Moms dengan baik dan benar, namun jangan berlebihan ya Moms.

Mencuci wajah kita terlalu sering akan menghilangkan kelembapan alami kulit wajah. Semoga lekas hilang ya Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait