Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
30 September 2020

10 Obat Nyeri Saat Berhubungan Seks

Mencari tau penyebab dan obat untuk menanganinya adalah hal yang penting saat ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Rasa sakit atau nyeri saat berhubungan seksual dapat menganggu kehidupan seks yang sehat di dalam keluarga Moms. Nyeri saat berhubungan seksual ini biasa disebut dispareunia.

Dispareunia adalah istilah untuk nyeri berulang di area genital atau di dalam panggul saat berhubungan seksual. Rasa sakitnya bisa tajam atau intens dan ini biasanya terjadi sebelum, selama, atau setelah hubungan seksual.

Dispareunia dapat menyebabkan masalah dalam hubungan seksual bersama pasangan. Selain seks yang menyakitkan secara fisik, ada juga kemungkinan efek emosional yang negatif. Oleh karena itu, permasalahan ini harus segera ditangani.

Biasanya, rasa sakit dalam berhubungan ini lebih sering dirasakan oleh wanita dibandingkan pria. Dalam banyak kasus, seorang wanita bisa mengalami seks yang menyakitkan jika tidak ada cukup pelumas vagina.

Rasa sakit ini bisa diatasi jika wanita menjadi lebih rileks, meningkatkan pemanasan atau jika pasangan menggunakan pelumas seksual. Dikutip dari Webmd.com, pada beberapa kasus, seorang wanita dapat mengalami nyeri saat berhubungan seks jika salah satu dari kondisi berikut ini muncul:

Baca Juga: Sering Anyang-anyangan Setelah Berhubungan Seks? Ini Penyebabnya!

  • Vaginismus : Ini adalah kondisi yang umum, dimana melibatkan kejang yang tidak disengaja pada otot-otot vagina dan terkadang disebabkan oleh rasa takut disakiti.
  • Infeksi vagina: Kondisi ini umum terjadi dan termasuk salah satunya adalah infeksi jamur.
  • Masalah dengan serviks (membuka ke rahim): Dalam hal ini, penis bisa mencapai serviks dengan penetrasi yang maksimal. Jadi masalah pada serviks (seperti infeksi) bisa menyebabkan nyeri saat penetrasi terjadi di dalam.
  • Masalah dengan rahim: Masalah ini mungkin termasuk fibroid yang dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual.
  • Endometriosis: Ini adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan yang melapisi rahim, ternyata tumbuh di luar rahim.
  • Masalah dengan ovarium: Masalah ini mungkin menyangkut masalah kesehatan seperti kista di ovarium.
  • Penyakit radang panggul (PID): Dengan PID, jaringan jauh di dalam menjadi sangat meradang dan tekanan saat berhubunganan menyebabkan rasa sakit yang dalam atau berlebih.
  • Kehamilan ektopik: Ini adalah kehamilan di mana sel telur yang telah dibuahi berkembang di luar rahim.
  • Mati haid: Ini adalah kondisi saat lapisan vagina bisa kehilangan kelembapan normalnya dan menjadi kering karena manopouse.
  • Hubungan intim: Hubungan intim yang terlalu cepat misalnya dilakukan setelah operasi atau melahirkan, tentu saja membuat hubungan seks menjadi lebih menyakitkan.
  • Penyakit menular seksual: Ini mungkin termasuk penyakit kulit kelamin, luka herpes, atau PMS lainnya.
  • Cedera pada vulva atau vagina: Cedera ini mungkin termasuk robekan saat melahirkan atau dari sayatan (episiotomi) yang dibuat di area kulit antara vagina dan anus selama persalinan.
  • Vulvodynia: Ini mengacu pada nyeri kronis yang mempengaruhi organ seksual eksternal wanita - secara kolektif atau disebut vulva yaitu termasuk labia, klitoris, dan lubang vagina. Ini mungkin terjadi hanya di satu tempat, atau memengaruhi area yang berbeda dari satu waktu ke waktu berikutnya. Dokter tidak tahu apa penyebabnya, dan belum ada obatnya. Akan tetapi, perawatan diri yang dikombinasikan dengan perawatan medis dapat membantu memberikan kelegaan pada masalah ini.

Obat dan Perawatan Nyeri saat Berhubungan

Beberapa perawatan untuk nyeri saat berhubungan seks memang membutuhkan bantuan dokter.

Oleh karena itu, terdapat beberapa cara mengobati sakit saat berhubungan seks, baik dengan obat atau medis dan dengan penggunaan bahan natural yang bisa ditemukan di rumah.

1. Antibiotik

Amankah Mengonsumsi Antibiotik Saat Hamil Ketahui Penjelasannya 2.jpg

Antibiotik biasa diberikan dokter ketika terdapat indikasi infeksi atau indikasi medis lain pada vagina, sehingga menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks. Ini juga berlaku ketika terdapat infeksi jamur, maka dokter akan memberikan krim anti jamur untuk digunakan pada vagina.

Baca Juga: Resistensi Antibiotik, Risiko Jika Tidak Menghabiskan Obat Antibiotik

2. Obat Bebas Estrogen

Penggunaan Obat-obatan untuk Menangani ODD.jpg

Jika vagina kering karena menopause, dokter bisa jadi memberikan krim estrogen atau obat resep lainnya.

Obat lainnya adalah Obat bebas estrogen yang disebut ospemifene (Osphena), yaitu obat yang bekerja seperti estrogen pada jaringan vagina.

Ini efektif dalam membuat jaringan lebih tebal dan tidak terlalu rapuh, serta dapat mengurangi rasa sakit yang dialami wanita saat berhubungan seksual.

3. Estrogen Topikal

Waspadai Kelebihan Estrogen Memengaruhi IVF.jpg

Jika obat-obatan yang ada menyebabkan kekeringan pada vagina, dokter mungkin merekomendasikan alternatif berupa estrogen topikal. Estrogen topikal dapat membantu wanita yang vaginanya kering karena kadar estrogen yang rendah.

4. Sayuran Hijau

Jus Sayuran Sehat untuk Tubuh - kekurangan dan kelebihan.jpg

Akan tetapi, terkadang obat-obatan yang diandalkan pasien untuk meredakan nyeri saat berhubunhan seks juga memiliki efek samping. Salah satunya, banyak obat penghilang rasa sakit dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang memengaruhi fungsi seksual.

Oleh karena itu, pilihan obat nyeri saat berhubungan seks yang natural bisa menjadi pilihan. Misalnya adalah sayuran hijau yang dipercaya membantu mengurangi kekeringan vagina.

Sayuran hijau mampu memurnikan dan meningkatkan sirkulasi darah karena kandungan nutrisinya, termasuk nitrat makanan. Nitrat makanan dapat membantu mencegah kekeringan vagina dan meningkatkan rangsangan yang hasilnya tidak pernah buruk.

Sayuran hijau ini juga kaya vitamin E, magnesium, dan kalsium, yang semuanya bermanfaat untuk kesehatan otot, termasuk otot vagina. Salah satunya yaitu bayam.

Psikoterapis dan pakar seks asal Amerika Serikat, Tammy Nelson, PhD., mengatakan peningkatan aliran darah, dapat mendorong darah ke ekstremitas atau mirip seperti Viagra. Hal ini bisa dirasakan berkat sayuran hijau yang dapat meningkatkan gairah dan membuat seks lebih menyenangkan.

"Wanita akan merasa lebih mudah untuk mengalami orgasme dan pria akan menemukan bahwa ereksi datang lebih alami," ujarnya dikutip dari Eat This.com.

Baca Juga: 5 Snack Sehat dari Sayuran dan Buah, Enak Lho!

5. Cranberry

cranberry.jpg

Sebuah studi di American Journal of Obstetrics & Gynecology menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi pil jus cranberry atau dua porsi jus cranberry berukuran 8 ons dan selama enam minggu setelah operasi ginekologi, mampu mengurangi tingkat kejadian infeksi saluran kemih (ISK) hingga setengahnya.

Dua bahan dalam cranberry yaitu fruktosa dan A-type proanthocyanidins (PAC). Kedua bahan ini membantu mencegah ISK dengan memilih melawan lebih banyak strain perekat di fases atau dengan langsung mencegah bakteri ( E. coli khususnya) menempel ke dinding kandung kemih.

Namun, jika Moms akan minum jus cranberry, berhati-hatilah dengan asupan gulanya, karena hal itu dapat meningkatkan kadar PH vagina dan membuat Moms lebih rentan terkena infeksi jamur. Itu adalah alasan lain bagi Moms untuk berhenti makan terlalu banyak gula.

6. Makanan Mengandung Omega-3

Ternyata,-Makan-Salmon-Bermanfaat-untuk-Kulit.jpg

Makanan dengan asam lemak omega-3 (seperti ikan), meningkatkan kesehatan jantung dan sirkulasi ke seluruh tubuh. Mengapa itu penting untuk nyeri saat berhubungan seks? Omega-3 mampu membuat aliran darah terus memompa dan ini pendorong utama untuk gairah seks Moms.

Tapi itu bukan satu-satunya hal yang bermanfaat bagi bagian wanita Moms. Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan yang kaya omega-3 ini, 22 % lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan endometriosis daripada mereka yang tidak.

Baca Juga: Selain Omega-3, 6 Nutrisi Ini Juga Bantu Sehatkan Jantung

7. Kedelai

5 Perawatan Alami untuk Samarkan Kerutan Pada Wajah - kedelai.jpg

Kedelai bisa menjadi topik yang kontroversial. Kedelai memiliki kandungan fitoestrogen atau senyawa yang meniru estrogen dalam tubuh. Ini justru baik untuk orang dengan kadar estrogen yang kurang atau rendah.

Ada banyak alasan berbeda kenapa kadar estrogen dalam tubuh seseorang rendah. Mulai dari obat-obatan hingga menopause dan salah satu gejalanya adalah vagina kering.

Produk kedelai yang diproses secara singkat atau minimal, ternyata bersifat hidrofilik. Ini artinya kedelai yang minim olahan tersebut memungkinkan otot seseorang menahan lebih banyak air. Tidak hanya itu, isoflavon atau fitoestrogen dari kedelai juga bermanfaat bagi kulit.

8. Bawang Putih

Garlic-100G.jpg

Menambahkan bawang putih ke makanan Moms dapat memberikan banyak manfaat pada vagina. Berkat sifat anti-mikrobanya, bawang putih dapat membantu melawan infeksi jamur.

Ini akan meminimalisir infeksi yang mungkin terjadi di area vagina dan menyebabkan nyeri saat berhubungan seks.

Baca Juga: 7 Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan

9. Avokad

avocado.jpg

Pernahkah Moms membayangkan roti panggang favorit Moms bisa membantu mengurangi nyeri saat berhubungan seks? Ini bisa terjadi ketika Moms mengonsumsinya bersama dengan avokad.

Avokad kaya akan lemak sehat, vitamin B-6, dan kalium yang semuanya memiliki efek positif pada libido seseorang. Avokad dapat meningkatkan lubrikasi dan kadar estrogen, memperkuat dinding vagina, dan bahkan dapat meningkatkan keberhasilan IVF karena lemak tak jenuh.

10. Apel

kulit apel.jpg

Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa wanita yang makan apel sekali sehari memiliki kehidupan seks yang lebih baik. Kandungan phytoestrogen phloridzin yang ditemukan dalam apel dianggap meningkatkan fungsi seksual, gairah, lubrikasi, dan kemampuan orgasme yang lebih baik.

Itulah 10 obat yang bisa membantu meredakan nyeri saat berhubungan seks. Tidak hanya obat dan makanan, untuk kasus nyeri seksual yang tidak ada penyebab medisnya, terapi seksual mungkin bisa membantu.

Ini bisa termasuk terapi desensitisasi atau terapi seks. Dalam terapi desensitisasi, Moms akan mempelajari teknik relaksasi vagina seperti senam Kegel yang dapat mengurangi nyeri.

Dalam terapi seks, Moms bisa belajar bagaimana membangun kembali keintiman dan meningkatkan komunikasi dengan pasangan. Beberapa individu mungkin perlu menyelesaikan masalah seperti rasa bersalah, konflik batin terkait seks atau perasaan terkait pelecehan di masa lalu.

Baca Juga: 5 Olahan Buah Apel yang Unik dan Enak, Wajib Dicoba!

Dengan ini Moms tidak harus menerima efek samping seksual dari obat penghilang rasa sakit. Hubungi dokter jika ada gejala seperti perdarahan, lesi genital, menstruasi tidak teratur, keputihan, atau kontraksi otot vagina yang tidak disengaja.

Mintalah rujukan ke konselor seks bersertifikat jika ada masalah lain yang perlu ditangani secara serius.

Artikel Terkait