Kesehatan

KESEHATAN
3 Februari 2021

5 Obat Telat Datang Bulan di Apotek yang Bisa Moms Andalkan

Yuk, lancarkan menstruasi Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Adeline Wahyu

Telat datang bulan biasanya menjadi masalah bagi wanita yang sudah menikah dan sedang merencanakan kehamilan.

Namun, telat datang bulan pada dasarnya adalah masalah kewanitaan yang tidak bisa disepelekan.

Pasalnya, bisa saja ini adalah gejala dari penyakit yang lebih membahayakan dan perlu perawatan.

Moms memang bisa membeli obat telat datang bulan di apotek atau sesuai resep dokter.

Namun Moms perlu melakukan pemeriksaan dengan dokter dahulu untuk mendapatkan jenis obat telat datang bulang yang paling tepat.

Apalagi jika gejala berlangsung beberapa bulan.

Ingat, setiap wanita memang memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, ada yang lancar, ada yang tidak.

Namun jika periode menstruasi Moms sudah lebih dari 38 hari, dan kondisi ini cukup meresahkan atau membuat Moms jadi stres karena memikirkannya, maka menemui dokter adalah solusi terbaik.

Pasalnya, dokter juga akan menimbang berbagai faktor yang terjadi seputar menstruasi, yang mungkin saja akan membuat perawatan antara tiap wanita jadi berbeda.

Baca Juga: Darah Menstruasi Sedikit, Aman atau Tidak?

Obat Telat Datang Bulan di Apotek yang Biasa Diresepkan

Secara umum, obat telat datang bulan yang akan diresepkan dokter sebenarnya adalah obat penyubur kandungan.

Obat telat datang bulan ini umumnya akan bekerja dengan membantu tubuh memproduksi hormon-hormon yang mengatur pelepasan sel telur.

Tak hanya itu, obat telat datang bulan juga akan menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh, yang mana biasanya menjadi penghambat ovulasi.

Obat telat datang bulan ini akan bekerja seperti hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) yang alami diproduksi tubuh untuk memicu proses ovulasi.

Namun, Moms tetap perlu menemukan obat pelancar haid yang tepat dengan cara mengetahui penyebab menstruasi tidak teratur melalui pemeriksaan dokter.

Setelah Moms sudah tahu pasti penyebab menstruasi tidak lancar, barulah dokter akan merekomendasikan beberapa pilihan obat telat datang bulan berikut ini.

1. Clomid atau Serophene

Obat Telat Datang Bulan di Apotek yang Biasa Diresepkan

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Web MD, Clomiphene citrate (Clomid) telah digunakan selama lebih dari 40 tahun dan biasanya dokter meresepkannya jika Moms tidak berovulasi secara normal.

Clomid dan Serophene adalah nama merek clomiphene, yang dikenal sebagai obat penghambat estrogen.

Mereka menyebabkan hipotalamus dan kelenjar pituitari, yang terletak di otak, melepaskan hormon yang disebut GnRH (hormon pelepas gonadotropin), FSH (hormon perangsang folikel) dan LH (hormon luteinizing).

Hormon-hormon ini memicu ovarium untuk membuat telur.

Sekitar 60 hingga 80 persen wanita yang menggunakan clomiphene akan berovulasi.

Saat ovulasi mulai teratur, siklus menstruasi pun akan lebih lancar dan peluang kehamilan pun meningkat.

Namun obat telat datang bulan ini juga memiliki efek samping, yang biasanya cukup ringan.

Moms bisa merasakan efek samping seperti i, penglihatan kabur, mual, kembung, dan sakit kepala.

Oleh karena itu, ikuti petunjuk dokter mengenai dosisnya.

Baca Juga: Keluarnya Gumpalan Darah Saat Menstruasi, Apakah Pertanda Kesehatan yang Buruk?

2. Pil KB

Tak hanya digunakan untuk mencegah kehamilan, ternyata pil KB juga bisa mampu dijadikan obat telat datang bulan.

Mengutip Health Direct selaku laman milik Kementerian Kesehatan Australia, menstruasi bisa kembali lancar jika Moms selama 6 bulan minum pil KB secara teratur dan tepat.

Dengan begini, Moms jadi bisa lebih akurat memprediksi jadwal haid berikutnya.

Pil KB akan bekerja dengan cara meningkatkan produksi protein globulin yang akan mengikat hormon seks.

Protein ini kemudian akan mengikat hormon androgen utama yakni testosteron di dalam darah.

Dari berbagai kemungkinan penyebab menstruasi yang tidak teratur, salah satu faktornya adalah kelebihan hormon androgen.

Alhasil, dengan mengurangi aktivitas testosteron, otomatis haid yang tidak teratur bisa mulai lancar kembali.

Tak hanya itu, Moms atau siapa pun juga bisa memanfaatkan pil KB untuk mengurangi nyeri PMS yang meliputi kram perut, jerawat, dan pertumbuhan rambut halus berlebih di wajah.

Namun ingat, Moms juga tak boleh mengabaikan efek sampingnya seperti misalnya:

3. Gonadotropin

Obat Telat Datang Bulan di Apotek yang Biasa Diresepkan

Foto: Orami Photo Stock

Moms juga bisa diresepkan obat telat datang bulan yang berupa hormon gonadotropin sintetis untuk disuntikkan ke dalam tubuh.

Jenis obat telat datang bulan yang paling sering digunakan adalah human chorionic gonadotropin (hCG), Follicle-stimulating hormone (FSH), atau Gonadotropin-releasing hormone agonist (GnRH agonist).

Ketiga hormon ini sebenarnya mampu diproduksi alami oleh tubuh, tetapi jumlahnya tidak mencukupi sehingga tubuh butuh asupan tambahan.

Mengutip Journal of Frontiers in Endocrinology, hormon-hormon ini akan bekerja dengan cara merangsang indung telur supaya lebih aktif dalam memproduksi dan melepaskan sel telur dengan tujuan menstruasi tidak terlambat lagi.

Selain itu, hormon hCG misalnya berguna untuk mematangkan telur dan memicu pelepasannya saat ovulasi.

Namun obat ini bukan tanpa efek samping ya Moms, biasanya setelah disuntikkan, Moms akan merasakan bengkak dan memar kemerahan di sekitar kulit yang disuntik.

Tak hanya itu saja, obat telat datang bulan ini juga bisa menyebabkan rahim jadi lebih lunak karena penumpukan cairan.

Baca Juga: Menstruasi Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

4. Metformin

Untuk mereka yang mengidap diabetes pasti tak asing dengan obat metformin.

Ya, obat ini sebenarnya ditujukan untuk merangsang sensitivitas insulin dan mengendalikan diabetes.

Namun, mengutip Annals of Translational Medicine, obat ini ternyata juga mampu menyeimbangkan hormon estrogen dan androgen pada wanita yang mengidap PCOS atau sindrom polikistik ovarium.

PCOS adalah salah satu penyebab yang membuat menstruasi seorang wanita jadi tidak teratur.

PCOS adalah kondisi saat kadar hormon androgen di dalam tubuh terlalu tinggi sehingga kinerja hormon lainnya jadi kacau.

Tak hanya itu, wanita dengan PCOS terutama yang memiliki indeks massa tubuh di atas 35 atau tergolong obesitas sangat mungkin mengalami resistensi insulin.

Resistensi inilah yang kemudian akan menambah masalah pada proses ovulasi dan menyebabkan datang bulan jadi tidak teratur.

Metformin akan bekerja melawan resistensi insulin.

Ketika mereka yang mengidap PCOS menjalani pengobatan, maka keseimbangan hormon di dalam tubuh akan kembali.

Kemudian tubuhnya mampu berovulasi dengan teratur sehingga haid kembali lancar.

5. Bromocriptine (Parlodel)

melancarkan menstruasi

Foto: Orami Photo Stock

Obat telat datang bulan di apotek yang juga bisa diresepkan dokter adalah bromocriptine.

Mengutip British Journal of Obstetrics and Gynaecology, secara umum bromokriptin adalah obat untuk mengobati gangguan akibat kelebihan prolaktin.

Gejala-gejala kelebihan prolaktin adalah haid yang tidak lancar, keluarnya cairan dari puting susu, turunnya gairah seks, dan kesulitan untuk hamil. Oleh karenanya obat ini juga bisa digunakan sebagai pelancar haid.

Moms bisa mendapatkan bromocriptine dalam bentuk kapsul dan tablet.

Untuk dosisnya, dokter akan menyesuaikannya dengan kebutuhan Moms dan biasanya dosis akan diberikan secara bertahap.

Moms disarankan untuk minum obat telat datang bulan ini di waktu yang sama setiap hari agar obat bisa bekerja maksimal dan tidak boleh menghentikan pengobatan jika belum ada instruksi dari dokter.

Moms juga perlu mewaspadai beberapa efek samping, seperti mual dan muntah, mulas, diare, sembelit, kram perut, hilangnya selera makan, sakit kepala, pusing, dan lemas.

Untuk itu, perhatikan baik-baik petunjuk dokter supaya terhindar dari efek samping ini.

Itulah beberapa jenis obat telat datang bulan di apotek yang bisa Moms pilih.

Namun pastikan semua obat ini sudah disetujui oleh dokter saat Moms hendak mengonsumsinya supaya Moms terhindar dari dampak negatif yang sangat mungkin terjadi.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait