Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Sep 24, 2018

Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan Saat Tidur

Bagikan



Pernahkah Moms mendengar istilah Obstructive Sleep Apnea (OSA)? Istilah tersebut merupakan sebuah gangguan tidur dimana seseorang berhenti bernapas saat tidur.

Gangguan pernapasan seperti ini rupanya dapat terjadi hingga 30 kali dalam satu jam, dimana saat satu kali berhenti bernapas dapat mencapai 10-60 detik lamanya.

Tak hanya pada orang dewasa saja, gangguan ini juga dapat terjadi pada Si Kecil. Lalu apakah penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Mari kita simak ulasan berikut:

Baca Juga : Sering Tidur Terlalu Lama? Ini 5 Dampak Buruknya untuk Kesehatan

Gejala dan Penyebab OSA

tidur mendengkur, obstructive sleep apnea

Obstructive Sleep Apnea boleh dibilang adalah sebuah penyakit yang memiliki beberapa gejala umum seperti mendengkur, tersedak, napas berbunyi saat tidur, berhenti bernapas saat tidur, kelelahan, mulut kering hingga hipertensi.

Hal ini dapat terjadi dikarenakan otot di belakang tenggorokan memblokir saluran pernapasan. Kondisi inilah yang membuat kadar oksigen dalam darah kemudian menurun dan pada akhirnya menyebabkan penghentian napas.

Tak hanya itu, kurangnya oksigen tadi juga dapat menyebabkan otak menjadi panik sehingga berujung membangunkan tubuh untuk kembali bernapas.

Pada anak-anak, biasanya hal ini disebabkan oleh adanya pembesaran amandel, sedangkan pada orang dewasa umumnya terjadi pada mereka yang menderita diabetes, hipertensi dan asma. Faktor lain yang juga memungkinkan terjadinya hal ini adalah genetik dan penyempitan saluran pernapasan.

Ketika sudah terjadi beberapa gejala diatas sebaiknya periksakan diri dan dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik seperti memeriksa kelainan di belakang tenggorokan, mengukur keliling leher dan pinggang Moms hingga memeriksa tekanan darah.

Baca Juga : 7 Hal yang Harus Dihindari Saat Kurang Tidur

Mengatasi OSA

perempuan tidur nyenyak, mengatasi susah tidur

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan guna mengatasi OSA diantaranya dengan mengurangi berat badan, menghindari alkohol atau obat-obat lain, pengobatan penyumbatan hidung dengan obat hingga biasanya penderita OSA akan disarankan untuk tidur miring daripada telentang.

Adapula pengobatan lain yang disebut dengan Continuous positive airway pressure (CPAP) dimana pengobatan ini merupakan cara dengan menyediakan selang udara untuk menjaga saluran udara tetap terbuka selama tidur.

Selain CPAP, langkah pembedahan juga direkomendasikan jika Moms tidak bersedia menggunakan alat CPAP dan metode konservatif lainnya tidak berhasil.

Semua tindakan tersebut sebenarnya akan tergantung pada keparahan dan lokasi penyumbatan. Dokter bedah tidak hanya akan mengandalkan hasil dari satu tes saja.

Terapi bedah yang berhasil untuk mengobati OSA didasarkan pada identifikasi tingkat penyumbatan saluran udara, biasanya pada beberapa lokasi seperti bagian hidung, langit-langit lunak dan pangkal lidah.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.