Selebriti

27 Mei 2021

Pak Ogah 'Si Unyil' Alami Stroke Iskemik atau Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak, Simak Penjelasannya!

Semoga lekas sembuh, Pak Ogah!
placeholder

Foto: koransidak.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms siapa yang tidak kenal dengan tokoh "Pak Ogah" dari acara Si Unyil? Suara tokoh yang khas dengan kepala botaknya dan celetukan "gope dulu dong!" ini diisi oleh Abdul Hamid.

Namun kabar kurang bahagia datang dari kondisi kesehatan Abdul Hamid. Pasalnya, ia dikabarkan sedang terbaring sakit akibat penyumbatan pembuluh darah di bagian otak, yang juga disebut dengan stroke iskemik.

Kondisi ini diungkapkan oleh Yuyun Widayanti, istri dari Abdul Hamid.

Yuyun menjelaskan bahwa suaminya sudah tiga bulan terakhir dirawat di rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya.

“Sudah 3 bulan (sakit) cuman enggak ada gejala pusing atau apa. (Awalnya) dia cuman sering ngelempar HP di kira rusak padahal enggak, saya bilang ini bukan HP yang rusak tapi otak yang rusak,” kata Yuyun di kawasan Jatiasih, Bekasi, Selasa (25/2021), mengutip Grid Star.

Yuk Moms kenal lebih jauh penyakit stroke iskemik yang menyerang Abdul Hamid. Simak informasinya di bawah ini.

Baca Juga: Mengenal Stroke Hemoragik, Perdarahan di Otak pada Anak

Pengertian Stroke Iskemik

stroke.jpg

Foto: pinterest.com

Stroke merupakan kondisi terganggunya aliran darah menuju otak. Hasilnya, sel-sel otak akan mulai mati. Hal ini dapat menyebabkan gejala serius, hingga kematian.

Melansir Healthline, stroke iskemik adalah salah satu dari tiga jenis stroke. Ini juga disebut sebagai iskemia otak dan iskemia serebral.

Sekitar 87 persen dari semua stroke adalah stroke iskemik.

Jenis stroke ini disebabkan oleh penyumbatan di arteri yang memasok darah ke otak. Penyumbatan tersebut mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, yang menyebabkan kerusakan atau kematian sel-sel otak.

Jika sirkulasi tidak pulih dengan cepat, kerusakan otak bisa menjadi permanen.

Jenis stroke mayor lainnya adalah stroke hemoragik, di mana pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pendarahan tersebut menekan jaringan otak, merusak atau membunuhnya.

Sedangkan stroke ketiga adalah Transien Ischemic Attack (TIA), juga dikenal sebagai stroke ringan. Jenis stroke ini disebabkan oleh penyumbatan sementara atau penurunan aliran darah ke otak. Gejala biasanya hilang dengan sendirinya.

Baca Juga: Stroke Saat Hamil, Bagaimana Cara Menanggulanginya? Simak di Sini!

Gejala Stroke Iskemik

gejala stroke.jpg

Foto: pinterest.com

Mengutip Stroke, gejala spesifik dari stroke iskemik bergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh. Gejala tertentu umum terjadi pada kebanyakan stroke iskemik, termasuk:

  • Masalah penglihatan, seperti kebutaan pada satu mata atau penglihatan ganda.
  • Kelemahan atau kelumpuhan pada anggota tubuh Anda, yang mungkin ada di satu atau kedua sisi, tergantung pada arteri yang terkena.
  • Pusing dan vertigo.
  • Kebingungan.
  • Kehilangan koordinasi dengan tubuh.
  • Wajah kaku di satu sisi.

Setelah gejala mulai muncul, sangat penting untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin. Ini memperkecil kemungkinan kerusakan menjadi permanen.

Jika menurut Moms seseorang mengalami stroke, segera evaluasi menggunakan metode FAST:

  • F dari Face atau Wajah. Perhatikan apakah salah satu sisi wajah mereka kaku dan sulit digerakkan?
  • A dari Arms atau Lengan. Jika mereka mengangkat tangan, apakah satu lengan terkulai ke bawah, atau apakah mereka mengalami kesulitan yang signifikan untuk mengangkat lengan?
  • S dari Speech atau Bicara. Apakah ucapan mereka tidak jelas atau aneh?
  • T dari Time atau Waktu. Jika jawaban atas salah satu pertanyaan tersebut adalah "ya", sekarang saatnya menghubungi layanan darurat atau UGD.

Baca Juga: Apa Stroke pada Anak Bisa Berulang? Waspadai Bahayanya!

Pencegahan Stroke Iskemik

risk stroke.jpg

Foto: pinterest.com

Mengetahui faktor risiko stroke, mengikuti rekomendasi dokter, dan menerapkan gaya hidup sehat adalah langkah terbaik yang dapat Moms lakukan untuk mencegah stroke.

Jika Moms pernah mengalami stroke iskemik, tindakan ini dapat membantu mencegah stroke lainnya. Perawatan lanjutan yang diterima di rumah sakit dan setelahnya juga dapat berperan.

Banyak strategi pencegahan stroke iskemik yang sama dengan strategi mencegah penyakit jantung. Secara umum, rekomendasi gaya hidup sehat melansir Mayo Clinic adalah meliputi:

1. Mengontrol Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Ini adalah salah satu hal terpenting yang dapat Moms lakukan untuk mengurangi risiko stroke. Jika pernah mengalami stroke, menurunkan tekanan darah dapat membantu mencegah TIA atau stroke berikutnya.

Perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

2. Menurunkan Jumlah Lemak Jenuh dan Kolestrol di Makanan

Makan lebih sedikit makanan mengandung kolesterol dan lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans. Hal ini dapat mengurangi penumpukan lemak di arteri.

Jika Moms tidak dapat mengontrol kolesterol melalui perubahan pola makan saja, dokter mungkin akan meresepkan obat penurun kolesterol.

3. Berhenti Merokok

Merokok meningkatkan risiko stroke bagi perokok dan juga seseorang yang bukan perokok, namun terpapar asap rokok orang lain. Berhenti menggunakan tembakau dapat mengurangi risiko stroke iskemik dan beberapa jenis stroke lainnya lho, Moms.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Serangan Stroke, Lakukan 6 Hal ini dalam 30 Menit Pertama

4. Mengelola Kadar Gula Darah

Diet, olahraga, dan penurunan berat badan dapat membantu Moms menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang sehat. Jika faktor gaya hidup tampaknya tidak cukup untuk mengendalikan diabetes, dokter mungkin akan meresepkan obat diabetes.

5. Menjaga Berat Badan

Kelebihan berat badan berkontribusi pada faktor risiko stroke lainnya, seperti tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.

Makanlah makanan yang kaya akan buah dan sayuran. Diet yang mengandung lima atau lebih porsi buah atau sayuran setiap hari dapat mengurangi risiko stroke.

Moms bisa mengikuti Diet Mediterania, yang menekankan konsumsi minyak zaitun, buah, kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian, mungkin bisa membantu.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kardiovaskular, Penyebab Kematian Nomor Satu di Indonesia

6. Olahraga Secara Teratur

Latihan aerobik mengurangi risiko stroke iskemik dengan banyak cara. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol baik, dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan jantung secara keseluruhan.

Aktivitas ini juga membantu Moms untuk menurunkan berat badan, mengontrol diabetes, dan mengurangi stres. Secara bertahap, lakukan aktivitas fisik sedang setidaknya selama 30 menit, seperti berjalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda.

Nah itu dia Moms seputar stroke iskemik yang menyerang Abdul Hamid, sosok dibalik Pak Ogah yang menjadi kesayangan masyarakat Indonesia.

Mari kita doakan untuk kesembuhannya, sembari menjaga diri sendiri ya, Moms!

  • https://www.healthline.com/health/stroke/cerebral-ischemia#causes
  • https://www.stroke.org/en/about-stroke/types-of-stroke/ischemic-stroke-clots
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait