Rupa-rupa

13 Juli 2021

10+ Jenis Pakaian Adat Aceh, Penuh dengan Filosofis

Apa saja jenis pakaian tradisional Aceh?
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Indonesia terdiri dari 34 Provinsi dengan adat istiadat, bahasa dan asal usul yang berbeda. Salah satu bentuk budaya yang perlu dikenal adalah pakaian adat Aceh.

Seperti wilayah Indonesia lainnya, Aceh juga memiliki pakaian adat.

Pakaian adat di Indonesia umumnya memiliki filosofi atau cerita dibalik setiap potong jenis pakaian.

Yuk cari tahu tentang pakaian adat Aceh serta filosofisnya.

Pakaian Adat Aceh dan Keunikannya

Pakaian tradisoinal memiliki makna serta menggambarkan identitas, letak geografis, bahkan status sosial di daerah tertentu.

Biasanya digunakan saat upacara, acara penyambutan atau pertunjukkan adat tertentu. 

Lokasi yang dijuluki sebagai Serambi Mekkah ini memiki ragam pakaian adat yang penuh dengan makna dan keunikan.

Berikut adalah beragam jenis pakaian adat Aceh baik untuk pria maupun wanita, antara lain:

1. Baju Meukeusah

Pakaian-Adat-Pengantin-Aceh-untuk-Laki-laki-1.jpg

Foto: adatindonesia.org

Baju Meukeusah adalah pakaian adat Aceh yang terbuat dari bahan tenun sutra yang biasanya memiliki warna dasar hitam.

Ini disebut juga sebagai pakaian Linto Baro.

Warna hitam dalam kepercayaan tradisional Aceh disebut sebagai simbol kebesaran. Karenanya tidak jarang baju Meukeusah dianggap sebagai kebesaran adat Aceh.

Pada baju Meukeusah kita bisa menemukan sulaman benang emas yang mirip dengan kerah baju budaya Tionghoa.

Kerah dengan bentuk tersebut diduga merupakan hasil asimilasi budaya aceh dengan budaya China yang dibawa oleh para pedagang dan pelaut yang melewati Aceh kala itu.

2. Celana Sileuweu

Pakaian Adat Aceh Sileuwu.jpg

Foto: suara.com

Sama seperti pakaiannya, celana panjang yang dikenakan pada pakaian adat Aceh untuk pria juga berwarna hitam.

Namun celana atau dalam Bahasa Aceh disebut Sileuweu ini terbuat dari kain katun.

Banyak orang menyebutnya sebagai celana Cekak Musang.

Celana khas adat melayu ini dilengkapi dengan penggunaan sarung dari bahan kain songket berbahan sutra.

Ini juga disebut sebagai Lamjaja Lamgugap, Ija krong, atau sangket yang diikat di pinggang dengan panjang lutut atau 10 cm di atas lutut.

3. Meukeutop

Kupiah Meukeutop.jpg

Foto: wisato.id

Pengaruh budaya Islam dalam adat Aceh juga dirasakan pada penutup kepala pelengkap pakaian adat Aceh.

Kupiah ini bernama Meukeutop. Meukotop adalah penutup kepala berbentuk lonjong memanjang yang dilengkapi lilitan tangkulok, lilitan tenun sutra yang dihiasi dengan bahan emas atau kuningan berbentuk bintang.

Kopiah khas Aceh ini memiliki bentuk lonjong ke atas.

Meukeutop terdiri dari 5 perpaduan warna yang masing-masing memiliki arti tersendiri.

Warna merah dalam Meukeutop memiliki arti kepahlawanan, kuning berarti kesultanan, hijau melambangkan agama Islam, hitam sebagai lambang ketegasan, dan putih sebagai lambang kesucian.

Baca Juga: Bedak Dingin Rahasia Kecantikan Tradisional, Inilah Manfaat dan Cara Membuatnya

4. Rencong

Rencong-pakaian-adat-aceh.jpg

Foto: Pariwisata Indonesia

Tak lengkap jika pakaian adat tidak dipadankan dengan senjata tradisional.

Sama seperti kebanyakan pakaian adat dari provinsi lain, pakaian adat Aceh juga dilengkapi dengan senjata tradisional sebagai pelengkap.

Senjata tradisional Aceh atau Rencong ini umumnya diselipkan pada lipatan sarung di bagian pinggang dengan gagang atau kepala menjulur keluar.

Rencong adalah senjata khas Suku Aceh. Ini merupakan simbol identitas diri, keberanian, dan ketangguhan Suku Aceh.

5. Dara Baro

Pakaian Adat Aceh Wanita.jpg

Foto: kompasiana.com

Daro Baro merupakan sebutan untuk pakaian adat Aceh untuk pengantin wanita.

Atasan wanita ini berlengan panjang dan menyerupai baju kurung.

Kemeja ini memiliki kerah dan motif sulaman benang emas yang khas seperti pakaian China. Sedangkan untuk bentuknya, gaun yang agak panjang hingga pinggul menutupi seluruh lekuk tubuh dan aurat pemakainya.

Dari bentuk dan motifnya, terlihat bahwa kemeja ini merupakan hasil perpaduan budaya Melayu, Arab, dan Tionghoa.

Jika pakaian adat Pria cenderung gelap, pada wanita warna yang dipilih biasanya cerah seperti merah, kuning, ungu ataupun hijau.

6. Cekak Musang Wanita

Cekak Musang.jpeg

Foto: greatnesia

Nah, pakaian adat Aceh wanita tadi dipadankan dengan bawahan yang disebut Cekak Musang.

Umumnya, celana panjang yang dikenakan pada baju adat Aceh untuk pria dan wanita pada umumnya sama.

Cekak Musang ini dilengkapi dengan gulungan sarung di sepanjang lutut.

Selain dalam pesta pernikahan, bawahan ini juga dipakai wanita Aceh saat ada tarian saman.

Warnanya pun beragam, biasanya warna keemasan dengan bahan kain sutra.

Baca Juga: Cara Menanam Kunyit di Rumah untuk Dijadikan Obat Tradisional

7. Patam Dhoe

Pakaian Adat Aceh Wanita 3.jpg

Foto: facebook.com

Sesuai dengan julukan Serambi Mekah dalam busananya, pakaian adat Aceh untuk wanita sedapat mungkin dibuat menutup semua auratnya, termasuk di kepala.

Penutup kepala ini dilapisi bunga segar yang disebut Patam Dhoe.

Patam Dhoe memiliki bentuk seperti mahkota. Bagian tengah mahkota ini diukir membentuk motif daun sulur.

Kemudian di sisi lainnya penutup kepala ini memiliki motif yang disebut Boengong Kalimah dengan dikelilingi bunga dan bulatan.

Selain Patam Dhoe, penggunaan pakaian adat Aceh perempuan juga dilengkapi dengan beragam perhiasan, seperti tusuk sanggul anting, gelang, kalung, dan lain sebagainya.

8. Perhiasan

Pakaian Adat Aceh Islam.jpg

Foto: Malighai Indonesia

Kepala dan bagian tubuh wanita lainnya juga akan dilengkapi dengan berbagai keunikan pernak-pernik perhiasan seperti anting, gelang, kalung, dan lain sebagainya.

Mulai dari Patham Dhoe perhiasan yang diletakkan pada dahi yang berbentuk mahkota yang terbuat dari emas 24 karat.

Ditambah dengan 5 butir Serkonia putih, beratnya mencapai 160 gram.

Tak lengkap jika pengantin wanita tidak memakai Gleueng Goki, yaitu gelang kaki yang terbuat dari tembaga yang berlapiskan perak.

9. Keureusang

Keureusang.jpg

Foto: ekspektasia

Baju adat Aceh untuk pengantin perempuan terdiri dari baju kurung, celana Cekak Musang, penutup kepala dan juga perhiasan lainnya.

Salah satunya yakni memakai Keureusang atau bros. Ini merupakan perhiasan yang memiliki panjang 10 cm dan lebar 7,5 cm.

Perhiasan ini biasa disematkan di gaunnya (jenis bros) terbuat dari emas bertatahkan berlian.

Keureusang digunakan sebagai penyemat pakaian (seperti peneti) di bagian dada.

10. Piring Dhoe

Perhiasan Wanita Aceh.jpg

Foto: museum nusantara

Piring dhoe merupakan salah satu perhiasan dahi wanita Aceh. Biasanya terbuat dari emas atau dari perak berlapis emas.

Bentuknya seperti mahkota dan terbagi menjadi tiga bagian yang satu sama lain dihubungkan dengan engsel.

Di tengahnya terdapat kaligrafi tulisan ayat suci dan di tengahnya terdapat ukiran motif kalimat Bungong, yang dilingkari titik-titik kecil dan bunga.

Baca Juga: Intip Keunikan 7 Tradisi Cukur Rambut Pertama Anak Dari Berbagai Budaya

11. Untai Peuniti

Peuniti Aceh.jpg

Foto: goodnewsfromindonesia.com

Untai Peuniti adalah keunikan perhiasan Aceh lainnya. Terbuat dari emas; terdiri dari tiga motif ragam hias.

Motif Peuniti Aceh tercipta dari ukiran yang ditenun dengan pola pakis dan berbentuk kuncup bunga.

Di tengahnya terdapat motif boheungkot (titik-titik kecil seperti telur ikan). Motif Aceh ini terinspirasi dari bentuk rumah Aceh yang kini dikenal dengan motif ukiran khas Aceh.

Peuniti digunakan sebagai perhiasan wanita, sekaligus sebagai penyemat pakaian.

12. Subang Aceh

Subang Pakaian Adat Aceh.png

Foto: lacultureindo.blogspot.com

Subang Aceh memiliki diameter dengan ukuran sekitar 6 cm.

Sepasang Subang terbuat dari emas dan permata. Bentuknya seperti bunga matahari dengan kelopak berujung runcing.

Keunikannya, pada bagian atas lempengan berbentuk bunga Matahari disebut "Sigeudo Subang".

Baca Juga: 5 Konflik yang Biasa Terjadi pada Pernikahan Beda Budaya

Itu dia beragam jenis pakaian adat Aceh yang harus diketahui. Biasanya dapat kita gunakan untuk pesta pernikahan ala Aceh ya, Moms!

https://www.adatindonesia.org/pakaian-adat-aceh/

https://www.matakota.id/news/61936-uniknya-deretan-perhiasan-tradisional-khas-aceh

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait