Rupa-rupa

22 Juli 2021

4 Sisi Unik Pakaian Adat Kalimantan Barat Khas Suku Dayak dan Sejarahnya

Karakteristik yang unik membuatnya berbeda dengan pakaian adat daerah lain
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Pakaian adat Kalimantan Barat terdiri dari beberapa ragam. Salah satu yang populer adalah pakaian adat khas suku Dayak, suku mayoritas yang mendiami provinsi yang beribukota di Pontianak ini.

Sisi Unik Pakaian Adat Kalimantan Barat

pakaian adat kalimantan barat

Foto: Tehhanlin.com

Baju adat suku Dayak memiliki sisi unik yang menarik, mulai dari karakteristik, nama, hingga sejarahnya. Dari awalnya terbuat dari kulit kayu yang diolah sedemikian rupa, menjadi pakaian berbahan kain.

Kalau dulunya masyarakat suku Dayak memakai baju adat untuk sehari-hari ataupun acara adat, di masa sekarang hanya dikenakan untuk acara-acara tertentu saja, termasuk upacara adat, acara budaya dan acara perkawinan.

Nah, penasaran dengan keunikan dan perjalanan sejarah pakaian adat Kalimantan Barat khas suku Dayak ini? Simak ulasan lengkapnya berikut.

Baca Juga: Nikmat, 14 Makanan Khas Kalimantan yang Wajib Moms Coba!

1. Pakaian Adat Suku Dayak Zaman Dahulu

King Bibinge

Foto: Romadecade.org

Pada mulanya suku Dayak hanya mengenal dua jenis pakaian, yaitu king baba untuk laki-laki dan king bibinge untuk perempuan.

Kedua pakaian ini dibuat dengan mengolah kulit kayu menjadi lunak hingga menyerupai seperti bahan kain. Kulit kayu yang sudah diproses itu disebut kapuo atau ampuro.

Konon, keterampilan mengolah kayu menjadi pakaian ini diturunkan secara turun temurun dari nenek moyang suku Dayak, lho.

  • King Baba

Pakaian adat Kalimantan Barat untuk kaum laki-laki suku Dayak disebut king baba. Dalam bahasa Dayak, king berarti pakaian dan baba berarti laki-laki. Pakaian ini terbuat dari kulit kayu dari tumbuhan endemik Kalimantan yang mengandung serat tinggi.

Untuk membuat king baba, kulit kayu dipukul-pukul menggunakan palu bulat di dalam air, sehingga hanya tertinggal seratnya saja.

Setelah lentur, bahan serat tersebut kemudian dijemur, dan dihias dengan lukisan-lukisan etnik khas Dayak. Pewarna yang digunakan berbahan alami yang diambil dari tumbuhan atau sumber alam lainnya.

Setelah itu, bahan serat tadi dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai rompi tanpa lengan, juga celana panjang. Biasanya pakaian ini dikenakan bersama senjata bernama mandau dan sebuah perisai, seakan-akan hendak pergi berperang.

  • King Bibinge

Pakaian adat suku Dayak untuk perempuan juga kurang lebih dibuat dengan cara dan bahan yang sama dengan pakaian adat kaum laki-laki.

Bedanya, bentuk pakaian perempuan lebih tertutup dan sopan, terdiri dari penutup dada, stagen dan bagian bawah berupa rok. Aksesoris yang digunakan pun lebih bervariasi seperti kalung, manik-manik, ikat kepala dengan hiasan sehali bulu burung enggang.

Baik king baba dan king bibinge berbahan kulit kayu, sudah tidak pernah dibuat lagi semenjak orang-orang Dayak mulai mengenal kain.

Baca Juga: Pernikahan Adat Sunda, Begini Prosesi dan Baju yang Dikenakan Pengantin

2. Pakaian Adat Suku Dayak Berbahan Kain

pakaian adat kalimantan barat

Foto: Borneotalk.com

Seiring dengan berjalannya waktu dan suku Dayak mulai mengenal kain, pakaian mereka pun semakin berkembang dan bervariasi. Uniknya, pakaian adat sebagian besar dibuat sendiri si pemakai atau anggota keluarga yang ahli membuat pakaian, lho.

Nah, berikut beberapa pakaian adat Suku Dayak yang terbuat dari bahan kain.

  • Bulang Manik dan King Manik

Bulang Manik dan King Manik adalah pakaian tradisional yang terbuat dari manik bokok yang umumnya ada di Serawak, Malaysia. Manik-manik dirangkai menggunakan benang khusus menjadi lembaran, lalu akan dilekatkan pada kain hingga menyerupai baju.

  • Bulang Buri' dan King Buri'

Pakaian adat suku Dayak ini terbuat dari sejenis kerang laut yang kecil dan keras yang disebut buri' dan selembar kain. Kain tersebut dipakai untuk melekatkan butir-butir buri' dan dibentuk menjadi sebuah baju.

  • King Tatak

Pakaian tradisional ini merupakan perpaduan antara king manik dan king buri'. Bahannya terdiri dari manik dan buri' atau kerang kecil. Manik-manik dianyam, kemudian dilekatkan pada bagian tengah king. Sementara butir-butir buri' menghiasi bagian atas king.

pakaian adat kalimantan barat

Foto: Instagram.com/kynantegar

  • King Kabo'

Penamaan king kabo' berasal dari hantu raksasa dalam kepercayaan suku Dayak. Baju tradisional ini memiliki bentuk lebar dan panjang, dan dipadukan dengan celana atau cawat yang kedua bagian ujungnya terjuntai.

  • King Tompang

Pakaian ini terbuat dari kain polos berwarna hitam atau biru yang dijahit menjadi bentuk sarung. Pada sisi atas, sisi bawah dan sisi kiri diberi pita dari kain berwarna merah. Di antara pita-pita, terdapat sulaman berbentuk ukiran khas suku Dayak.

  • Indulu Manik

Pakaian indulu manik hampir serupa dengan king manik, yaitu dibuat dari manik boko' atau manik halus yang dianyaman, kemudian ditempel pada lembaran kain seukuran dengan panjang yang sama dengan anyaman manik.

  • Bulang Kuurung

Menurut informasi, jenis pakaian ini dibuat pertama kali sejak suku Daya mengenal kain. Bentuknya seperti baju pada umumnya, terbuat dari kain sesuai warna yang tersedia.

Baju kuurung memiliki beberapa macam model, yaitu baju kuurung sapek tangan atau tanpa lengan, baju kuurung dokot tangan atau berlengan pendek, dan baju kuurung langke tangan atau berlengan panjang. Setelah baju kuurung, diciptakan model-model lain seperti bulang kontong dan bulang kaalawat.

Baca Juga: Nikita Willy Prewedding dengan Baju Adat, Unik dengan Kamera Film!

3. Makna Warna dan Hiasan pada Pakaian Adat Suku Dayak

pakaian adat kalimantan barat

Foto: Borneotalk.com

Pakaian adat Kalimantan Barat khas suku Dayak, khususnya bulang dan king manik terdiri dari perpaduan warna, serta dihiasi dengan macam-macam bentuk. Ternyata dibalik warna dan ragam hias itu ada arti tertentu, lho.

Makna warna bagi suku Dayak

  • Warna merah melambangkan rasa kekompakkan dan persatuan dalam keberanian dalam membela kebenaran.
  • Putih melambangkan kesucian dan kemurnian jiwa seseorang atau suatu masyarakat.
  • Kuning melambangkan rasa keagungan, kejayaan, kemegahan, dan sebagai tanda kehormatan.
  • Hitam melambangkan suatu kedewasaan seseorang juga sebagai lambang berkabung.
  • Hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Makna Ragam Hias

  • Bentuk orang atau mantuari menggambarkan kehidupan manusia di alam dunia.
  • Bentuk binatang berarti adanya kehidupan makhluk binatang di dunia.
  • Bentuk tumbuhan menggambarkan adanya kehidupan tumbuhan di dunia.
  • Bentuk benda-benda seperti bintang, bulan dan matahari menggambarkan adanya kehidupan dalam alam gaib, di mana bintang, bulan dan matahari dulunya diyakini adalah manusia.

4. Ragam Aksesoris atau Perhiasan dan Maknanya

pakaian adat kalimantan barat

Foto: Pinterest.com

Sama halnya dengan baju adat daerah lainnya, pakaian adat Kalimantan Barat khas suku Dayak juga dikenakan dengan perhiasan.

atau aksesoris etnik. Berikut adalah jenis-jenis perhiasan yang digunakan perempuan dan kaum laki-laki.

  • Simbolong merupakan perhiasan untuk sanggul kaum wanita yang dapat digunakan sehari-hari maumpun menghadiri upacara adat. Aksesoris ini memiliki makna simbolik berarti si pemakai adalah remaja perempuan.
  • Hiasan kepala berupa tajuk bulu tantawan dan tajuk bulu arue, yang bisa digunakan saat upacara sukacita maupun dukacita.
  • Poosong adalah perhiasan untuk menghias lubang telinga kaum wanita. Selain sebagai identitas, juga memiliki fungsi estetik untuk memperindah lubang besar pada telinga.
  • Kalong atau manik pirak untuk memperindah leher seseorang, dan bermakna si pemakai punya kemampuan dalam masyarakat.
  • Kalong manik kalabe adalah kalung khusus dipakai perempuan muda.
  • Kalong manik lawang adalah kalung yang bisa dipakai perempuan atau laki-laki.
  • Tangkalai' atau sumpae adalah penghias bagian lengan lak-laki dan perempuan.
  • Isi amas atau gigi emas untuk memperindah gigi yang memiliki makna simbolik pemakainya seseorang yang mampu.

Baca Juga: Potret Keluarga Bachdim Kenakan Baju Adat Bali, Tampak Eksotis!

Itulah dia sisi unik dibalik pakaian adat Kalimantan Barat khas suku Dayak beserta sejarahnya. Bagaimana, Moms tertarik ingin mencoba baju adat Dayak untuk berfoto? Pasti bakal menarik!

  • http://repositori.kemdikbud.go.id
  • http://e-journal.uajy.ac.id
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait