Rupa-rupa

11 Juli 2021

Keunikan Pakaian Adat Papua dan Jenis-Jenisnya yang Wajib Diketahui

Pakaian adat Papua ternyata tak hanya koteka saja. Masih ada beberapa jenis pakaian adat lainnya berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Jika Moms selama ini berpikir bawa pakaian adat Papua hanyalah koteka, maka Moms salah besar.

Ada berbagai macam pakaian adat Papua dan keberagaman ini adalah bukti betapa kayanya budaya Indonesia.

Papua sendiri memiliki pakaian adat yang sangat khas, sehingga ia tak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga di mancanegara.

Berbagai macam pakaian adat ini juga berbeda-beda dan disesuaikan dengan fungsinya.

Pakaian adat Papua yang masih sangat tradisional ini masih melekat erat dalam kehidupan masyarakatnya tanpa adanya kontaminasi meski perkembangan teknologi sudah semakin maju.

Bahkan, keunikan baju adat Papua ini memberikan daya tarik tersendiri sehingga kerap digunakan oleh para menteri dan orang penting lainnya.

Terutama saat acara pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta setiap tanggal 17 Agustus.

Baca Juga: Yuk Moms! Ajak Anak Mengenal 10 Tarian Tradisional Papua

Mengenal Berbagai Jenis Pakaian Adat Papua

Berikut ini adalah berbagai jenis pakaian adat Papua yang perlu Moms ketahui:

1. Baju Kain Rumput

Baju Adat Papua - Baju Kain Rumput

Foto: celebes.co

Pakaian adat Papua satu ini adalah salah satu pakaian yang sudah mendapatkan sentuhan modern.

Pakaian jenis ini berasal dari suku Papua modern yakni Sorong Selatan. Pakaian ini juga tergolong fleksibel karena pria maupun wanita bisa memakai pakaian ini.

Baju kain rumput sendiri memiliki bahan dasar pembuatannya dari bagian pucuk daun sagu yang telah melalui proses pengeringan.

Masyarakat Papua juga cukup mahir membuatnya meskipun pakaian ini dibuat dengan cara yang cukup rumit. Ini karena ada syarat yang harus dipenuhi yaitu pengambilan daun sagu harus ketika air laut sedang pasang.

Daun sagu yang didapatkan harus melalui proses pengeringan dan juga direndam sebelum daun sagu tersebut dianyam dengan cara tradisional. Menganyamnya pun menggunakan bahan kayu berukuran satu meter.

Jika sudah selesai dianyam, rumput yang sudah kering kemudian dipilin menjadi satu.

Rumput yang dipilin tersebut sangat berguna sebagai tali pinggang. Meskipun rumit, namun pakaian tradisional ini cukup unik.

2. Pakaian Adat Yokal

Pakaian Adat Papua - Yokal

Foto: bukalapak.com

Ini adalah pakaian adat yang biasanya dikenakan oleh masyarakat Papua Barat.

Pakaian ini khusus dikenakan oleh para wanita yang sudah berkeluarga atau yang sudah menikah.

Pakaian adat dengan warna khas cokelat kemerahan ini bisa ditemukan di daerah pedalaman Papua.

Pakaian ini juga disebut sebagai simbol bahwa masyarakat Papua memiliki kedekatan dengan.

Pakaian ini bisa digunakan oleh masyarakat Papua ketika beraktivitas sehari-hari maupun saat ada festival budaya atau acara adat khusus.

Seiring berkembangnya zaman, sebagian masyarakat Papua yang sudah menikah tidak mengenakan pakaian adat ini untuk sehari-hari, mereka biasanya akan menggunakan rok modern yang dibeli di pasar.

Pakaian adat Yokal merupakan baju adat Papua yang dilengkapi dengan banyak aksesoris yang khas, seperti rumbai kepala, taring babi dan gigi anjing, serta tas noken.

Tas noken ini adalah tas anyaman kulit kayu yang untuk penyimpanan hasil buruan seperti tikus, burung dan kelinci serta sayur-sayuran, umbi-umbian, dan buah-buahan.

Baca Juga: Asli Papua, Ini Manfaat Buah Matoa Untuk Anak

3. Pakaian Adat Sali

Pakaian Adat Papua - Baju Sali

Foto: beritapapua.id

Apabila pakaian adat Yokal tadi dibuat khusus untuk kaum wanita yang sudah berkeluarga atau sudah menikah, maka pakaian adat Sali ini dikhususkan untuk wanita yang masih lajang atau belum menikah.

Pakaian adat Papua satu ini terbuat dari kulit pohon yang tidaks embarangan dan dapat dikenakan sehari-hari.

Dalam pembuatan pakaian ini, kulit pohon yang dipilih harus berwarna cokelat supaya pakaian adat yang dihasilkan terlihat sempurna, bagus, dan menarik.

Wanita yang sudah meninggalkan masa lajang atau sudah menikah kemudian tidak diperkenankan mengenakan pakaian adat ini lagi.

4. Baju Kurung

pakaian adat papua - baju kurung

Foto: bukalapak.com

Ini adalah pakaian adat Papua yang sudah dipengaruhi oleh budaya luar. Biasanya pakaian ini digunakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah Manokwari dan sekitarnya.

Tak hanya masyarakat Manokwari, masyarakat Papua Barat juga cukup sering menggunakan untuk kegiatan adat. Pakaian adat baju kurung ini diperuntukkan untuk kalangan wanita saja.

Baju tradisional ini terdiri dari atasan baju yang dibuat dari kain beludru dengan disandingkan dengan rok rumbai.

Untuk melengkapinya, wanita yang mengenakan pakaian adat ini juga menggunakan hiasan rumbai bulu yang dikenakan pada pinggang, tepi leher, dan juga lengan.

Tak hanya itu, para wanita juga menggunakan aksesoris kalung dan gelang dari biji-bijian keras untuk menyempurnakannya.

Biji-bijian keras yang digunakan untuk kalung dan gelang dirangkai dengan benang sehingga mereka terlihat sangat unik.

Setiap wanita yang mengenakan pakaian adat Papua satu ini akan semakin terlihat menarik. Apalagi jika ditambah dengan penutup kepala yang terbuat dari bulu burung kasuari.

Baca Juga: 8 Makanan Khas Papua, Penasaran Ingin Coba Moms?

5. Koteka/Holim

Pakaian Adat Papua - Koteka

Foto: bukalapak.com

Ini adalah salah satu pakaian adat Papua yang paling dikenal. Namun koteka juga memiliki sebutan kedaerahan lain yaitu hilon, harim, atau bobbe.

Koteka adalah pakaian tradisional untuk laki-laki yang cukup nyentrik karena ia memiliki fungsi untuk menutupi bagian kemaluan pria. Namun, saat menggunakan koteka, bagian tubuh lainnya dibiarkan terlihat seakan nyaris telanjang.

Koteka adalah penutup alat kelamin pria yang terbuat dari kulit labu air yang dibuang bagian biji dan daging buahnya.

Labu air yang dipilih juga biasanya sudah tua sehingga teksturnya lebih keras dan awet usai dikeringkan.

Setelah kering, koteka yang berbentuk seperti selongsong ini bisa dikaitkan ke pinggang mengarah ke atas.

Uniknya, penggunaan pakaian adat Papua satu ini ternyata juga memiliki makna khusus.

Semakin tinggi kedudukan pria secara adat, maka ukuran koteka yang dikenakan juga akan semakin besar.

6. Rok Rumbai

Pakaian Adat Papua - Rok Rumbai

Foto: celebes.co

Ini adalah pakaian adat Papua lainnya yang dibuat dari daun sagu kering yang disusun dan berguna sebagai penutup bagian bawah tubuh.

Biasanya rok rumbai ini dikenakan oleh wanita, namun pria juga boleh mengenakannya. Namun, wanita dan pria memiliki cara penggunaan rok rumbai yang berbeda.

Untuk pria yang menggunakan rok rumbai, mereka tidak memakai atasan baju kurung seperti yang dikenakan oleh para wanita.

Namun, ketika pria mengenakan koteka, maka para wanita memakai rok rumbai dan tidak menggunakan baju atasan, sama seperti pria.

Bagian atas tubuh mereka akan disamarkan dengan tato atau lukisan dari tinta alami bergambar flora dan fauna.

Pakaian adat ini biasanya difungsikan oleh wanita yang tinggal di pedalaman pegunungan tengah dan pesisir pantai sebagai rok.

Ada beberapa kelompok etnis yang masih menggunakan rok rumbai antara lain Yapen, Enjros, Biak Numfor, Nafri, Tobati, dan Sentani. Cara menggunakan rok rumbai ini mudah, cukup dililitkan ke pinggang dan diikat menggunakan simpul.

Baca Juga: Fakta Daun Bungkus Papua, Benarkah Efektif Memperbesar Alat Vital?

Itulah beberapa keunikan pakaian adat Papua yang masih sangat tradisional namun memiliki filosofi yang mendalam.

Kini pakaian adat Papua menjadi kekayaan budaya yang sangat istimewa karena masih mempertahankan bahan dasar alami.

Meskipun pakaian adat di atas sudah semakin jarang digunakan, namun berbagai pakaian adat ini sering kali tersedia di toko oleh-oleh untuk dijadikan souvenir bagi turis domestik maupun mancanegara.

  • https://www.celebes.co/papua/pakaian-adat-papua
  • https://review.bukalapak.com/others/pakaian-adat-papua-112676
  • https://www.idntimes.com/life/inspiration/dian-arthasalina/5-aturan-pemakaian-baju-adat-papua-dan-filosofi-di-baliknya
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait