Rupa-rupa

19 Juli 2021

10 Pakaian Adat Sumatera Barat yang Perlu Dikenal

Ini dia pakaian adat Sumatera Barat yang sangat unik dan menawan
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Moms salah satu yang lahir di Padang atau Bukittinggi? Nah, tak lengkap jika belum mengenal pakaian adat Sumatera Barat, lho!

Pakaian adat Sumatera Barat ini identik dengan warna cerah dan mencolok yang menambah keanggunan bagi pemakainya.

Pakaian adat ini biasanya dikenakan oleh wanita saat akan menikah. Namun seiring perkembangan zaman, ada beragam pakaian tradisional yang dipakai dalam kebutuhan acara penting tertentu.

Busana tradisional ini juga merupakan simbol betapa pentingnya seorang ibu atau wanita dalam sebuah keluarga.

Pakaian Adat Sumatera Barat dan Keunikannya

Sumatera Barat terkenal dengan rumah Gadang sebagai rumah adat.

Tak jarang simbolis ini juga dicantumkan dalam motif dan corak dalam pakaian adat Sumatera Barat.

Buku yang ditulis oleh Drs Anwar Ibrahim, memaparkan pakaian adat di Sumatera Barat memiliki peranan penting dalam upacara-upacara tertentu.

Konon, melalui warisan busana tradisional tersebut, ada pesan dan makna mengandung nilai budaya tertentu.

Ini juga berkaitan dengan sejumlah aspek kebudayaan lainnya, seperti ekonomi, sosial dan masih banyak lagi.

Lantas, apa saja pakaian adat di Sumatera Barat, Moms?

1. Batusangkar

Batu Sangkar - Pakaian Adat Sumatera Barat.jpg

Foto: padangautorental.com

Pakaian adat Sumatera Barat pertama adalah Batusangkar. Ini diambil dari salah satu kota di Sumatera Barat.

Pada wanita, memakai tutup kepala yang dipasang di kepala.

Dipadankan dengan berpakaian karung dan songket. Baju yang dikenakannya berupa sulaman emas dibagian tangan dan leher.

Dalam kostum ini para pria juga memakai celana panjang dan kain songket yang ditenun di sekeliling tubuhnya.

Pakaian yang dikenakan dibagian tangan berbordir emas dan kerah.

Serta dilengkapi bagian kepalanya memakai topeng bernama Saluak.

2. Baju Batabue

Baju-Batabue-Pakaian-Adat-Sumbar.jpg

Foto: Taldebrooklyn.com

Jika pakaian adat Sumatera Barat sebelumnya identik dengan warna mencolok, berbeda halnya dengan ini.

Warna yang paling sering digunakan dalam Batabue adalah warna merah, biru, lembayung, dan hitam.

Biasanya mengenakan busana berwarna gelap dengan taburan benang emas yang membuatnya semakin terlihat berkilauan.

Taburan benang emas dalam pakaian adat Sumatera Barat ini memiliki makna filosofis yang cukup unik, yakni menandakan tentang betapa luasnya kekayaan alam Minangkabau.

Baju Batabue ini terdiri atas baju kurung serta pernak pernik di sekujur busana.

Corak dan motifnya tentu bermacam-macam dan disesuikan dengan selera pemakainya.

Baca Juga: Kangen Makanan Tradisional Ketan Yang Gurih? Intip 6 Resep Wajik Ketan di Sini yuk!

3. Limpapeh Rumah Nan Gadang

Limpapeh Sumbar.jpg

Foto: cleanipedia.com

Pakaian adat Sumatera Barat berikutnya biasa dipakai oleh kaum wanita Minangkabau.

Limpapeh Rumah Nan Gadang ini memiliki ciri khas yaitu bagian kepalanya yang memiliki bentuk seperti atap rumah Gadang Sumatera Barat.

Secara umum, pakaian ini memiliki desain yang berbeda-beda namun bentuknya menyerupai satu sama lain.

Makna dan keunikan pakaian tradisional ini adalah melambangkan kebesaran, lho.

Makna kebesaran bagi perempuan terlebih para istri, yakni tiang tengah dari bangunan rumah.

Peran istri atau ibu dalam rumah tangga yakni sebagai pengimbang serta memperkokoh hubungan keluarga.

4. Lambak

Lambak-pakaian-adat-sumatera-barat.jpg

Foto: yuksinau.id

Lambak, seringkali disebut sebagai sarung, merupakan bagian dari pakaian adat Sumatera Barat, Limpapeh Rumah Nan Gadang.

Ini merupakan bawahan berupa kain songket, dengan berbagai macam motif khas daerah Sumatera Barat.

Cara mengenakannya yakni dengan cara diikat pada di pinggang, lalu bagan belahannya disusun di bagian depan, samping, atau belakang.

Susunan ini berbeda dari setiap desa atau daerah ya, Moms.

Warnanya biasanya disesuaika dengan atasan yang dipakai. Dominan warna emas, merah ataupun cokelat.

Dengan memakai Lambak, seorang wanita akan tampak jauh lebih anggun dan semakin elok saat dilihat.

5. Pakaian Penghulu

Baju-Adat-Minangkabau-Untuk-Pria.jpg

Foto: budayanesia.com

Sesuai dengan namanya, pakaian adat Sumatera Barat ini hanya bisa dipakai oleh pemangku adat.

Pakaian ini terdiri atas celana panjang dan atasan berupa Teluk Belanga.

Berbahan dasar kain beludru, halus dan disertai penutup kepala yang disebut sebagai Deta.

Pada umumnya, kain yang dipakai untuk membuat Penghulu didominasi oleh warna hitam.

Hal ini karena warna hitam memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni sebagai lambang kepemimpinan suatu kelompok dan yang dihormati.

Tak jarang, banyak orang memakainya dengan tongkat ataupun sesamping.

Pakaian adat ini juga banyak digunakan mempelai pria pada saat upacara pernikahan. Bahkan sering pula digunakan pada kegiatan yang lain.

Baca Juga: Potret Keluarga Bachdim Kenakan Baju Adat Bali, Tampak Eksotis!

6. Busana Pernikahan

Pakaian Adat Sumatera Barat 3.jpg

Foto: idntimes.com

Nah, untuk adat pernikahan, orang Sumbar biasanya mengenakan baju Penghulu dan Bundo Kanduang.

Ini merupakan pakaian adat Sumatera Barat yang identik dengan warna merah dengan akseoris lengkap serta penutup kepala.

Aksesorisnya cukup banyak, khususnya calon pengantin wanita. Seperti, selendang, mahkota atau penutup kepala, gelang, kalung dan banyak lagi.

Tentunya hanya digunakan saat upacara pernikahan saja ya.

7. Tingkuluak Balapak

Balapak-Minang.jpg

Foto: padangkita.com

Balapak ini juga merupakan bagian dari pakaian adat Sumatera Barat.

Ini adalah busana pelengkap bagi perempuan yang memakai baju adat pernikahan, Bundo Kanduang.

Balapak juga sering disebut sebagai selendang, dan sering dikenakan oleh wanita kelahiran Minang.

Makna dari selendang ini cukup filosofis, yakni wanita tersebut telah siap dan bersedia untuk melanjutkan garis keturunannya dengan cara menikah.

Orang kuno mempercayainya bahwa ini dipakai oleh para wanita dewasa yang sudah cukup usia untuk menikah.

Tingkuluak Balapak berbahan dasar kain songket atau kain basahan hitam.

Ini terbuat dari benang katun dengan warna dasar hitam dan hijau lumut. Motif kain didominasi kotak-kotak kecil, serta bagian ujung dan pinggir selendang dihiasi benang emas.

8. Deta Kepala

Deta-pakaian-adat-sumatera-barat.jpg

Foto: idntimes.com

Nah, sekarang beralih ke pakaian adat Sumatera Barat untuk kaum pria.

Deta adalah pakaian pelengkap yang dipakai pria dengan fungsi penutup kepala.

Biasanya terbuat dari kain berwarna hitam atau warna lain dan dipakai dengan cara dililitkan di kepala.

Pada saat dipakai, bagian depan dari Deta harus berbentuk lancip. Biasanya dipakai saat upacara pernikahan, Moms.

Deta juga terdiri atas tingkatan yang berbeda-beda sesuai dengan marga atau status sosial yang dimiliki pemakainya.

Ada yang khusus dipakai oleh pemangku adat, raja, atau yang sering dipakai oleh penduduk lokal.

Penutup kepala ini memiliki bentuk sederhana namun memberikan keindahan bagi si pemakainya.

Baca Juga: Mengenal Pakaian Adat Bali dan Keunikannya

9. Sasampiang

Sasampiang.jpg

Foto: yuksinau.com

Sasampiang merupakan aksesoris untuk melengkapi pakaian adat Sumatera Barat yang dikenakan oleh pria.

Dikenal juga dengan selendang dengan dominan warna merah. Makna merah di sini adalah keberanian.

Terdapat motif benang makau warna warni, dengan arti kaya akan ilmu pengetahuan.

Kain ini dikenakan pada bagian bahu pria dengan cara menyilang.

Terdapat berbagai macam corak yang dapat ditemukan di Sasampiang, sehingga menghasilkan sebuah kain selendang yang tampak cantik dan menarik bagi pemakainya.

10. Aksesoris Pelengkap

Aksesoris Padang.jpg

Foto: infobudayaindonesia.com

Tak lengkap jika pakaian adat Sumatera Barat tidak ada aksesoris di dalamnya.

Biasanya dikenakan bagi perempuan Minang untuk kepentingan acara tertentu.

Terdapat dukuah (kalung), cincin, dan galang (gelang) yang dikenakan bersamaan saat memakai pakaian adatnya.

Tentunya, aksesoris ini akan membuat perempuan Sumatera Barat jadi indah dipandang dan memiliki martabat yang tinggi.

Tak jarang untuk pria juga memakai keris dan tongkat sebagai aksesoris pelengkap.

Biasanya keris digenggam, tapi bisa juga diselipkan pada bagian pinggang di pakaiannya. Untuk tongkatnya sendiri berfungsi sebagai penunjuk jalan.

Arti dan keunikannya adalah melambangkan kepemimpinan dan tanggung jawab, serta amanah yang besar.

Baca Juga: Potret Keluarga Bachdim Kenakan Baju Adat Bali, Tampak Eksotis!

Nah, selain pakaian adat Sumatera Barat di atas, tentu masih banyak lagi jenis busana adat lainnya, lho!

https://www.cleanipedia.com/id/merawat-pakaian/yuk--mengenal-pakaian-adat-sumatera-barat.html

https://www.andalastourism.com/pakaian-adat-sumatera-barat

https://padangkita.com/mengenal-jenis-tingkuluak-ragam-penutup-kepala-khas-perempuan-minang/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait