Rupa-rupa

16 Juli 2021

Sederet Fakta Menarik dan Sisi Unik Pakaian Adat Sunda, Cari Tahu Moms!

Pakaian adat Sunda tidak hanya kebaya dan beskap saja lho!
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Suku Sunda merupakan etnis terbesar kedua setelah suku Jawa di Indonesia. Merupakan suku mayoritas yang mendiami Jawa Barat, sehingga tidak heran jika kebudayaan Jawa Barat mendapat pengaruh dari budaya Sunda. Salah satu contohnya adalah baju adat resmi provinsi di bagian barat Pulau Jawa ini merupakan pakaian adat Sunda.

Pakaian adat Sunda memiliki ciri khas dan karakteristik yang menarik, sehingga cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain itu, makin dikenal karena banyak artis keturunan Sunda yang mengenakan pakaian ini, baik itu ke kondangan ataupun dalam acara pernikahan. Beberapa artis seperti Raisa, Syahrini, Karina Salim memakai pakaian adat Sunda dalam upacara pernikahan mereka.

Ada dua macam pakaian adat Sunda yang kerap ditampilkan, yaitu kebaya Sunda untuk perempuan dan beskap Sunda untuk kaum laki-laki. Namun, sebenarnya pakaian adat Sunda memiliki ragam yang lain yang belum banyak diketahui orang.

Nah, untuk lebih memahami tentang ragam pakaian adat Sunda, sejarah berserta fakta-fakta unik dibaliknya, simak ulasannya berikut yuk, Moms!

Baca Juga: Mengenal Ragam Pakaian Adat Maluku dan Ciri Khasnya

Fakta Menarik Pakaian Adat Sunda dan Keunikannya

pakaina adat sunda

Foto: Fasnina.com

Sama halnya dengan pakaian adat daerah-daerah lain di Indonesia, pakaian adat Sunda menyimpan fakta-fakta yang unik. Mulai dari sejarah, ragam pakaian hingga ciri khas pakaian pengantin adat Sunda bisa Moms baca ulasannya di sini.

1. Mendapat Pengaruh dari Jawa Tengah

pakaian adat sunda

Foto: Instagram.com/ayungberinda/

Karena letak Jawa Barat dan Jawa Tengah yang berdekatan, sehingga tidak heran kalau ragam budaya Jawa Barat yang didominasi oleh etnis Sunda, mendapat pengaruh dari kebudayaan Jawa Tengah. Salah satunya bisa tampak dari pakaian adat yang dikenakan. Busana adat Sunda berupa kebaya Sunda dan beskap, hampir mirip dengan kebaya Jawa Tengah, dan beskap Surakarta atau surjan Yogyakarta.

Meski sekilas tampak serupa, namun sebenarnya kebaya Sunda dan kebaya Jawa, begitu juga dengan beskap Sunda dan beskap Surakarta memiliki detail yang berbeda.

Kalau kerah kebaya Jawa umumnya berbentuk V, kebaya Sunda khususnya kebaya modern, memiliki bentuk kerah garis leher berbentuk U. Selain itu, bagian bawah lebih panjang menutupi pinggul dan paha. Bahkan beberapa kebaya Sunda kontemporer memiliki ujung bawah yang sangat panjang. Kebaya Sunda pun lebih identik dengan brokat.

Sementara untuk beskap Sunda ciri khasnya bertekstur tebal dengan kerah baju yang tidak memiliki lipatan. Potongan bagian depan dan belakangnya pun berbeda dan tidak simetris. Kancing dibuat menyamping dan biasanya dipakai dengan dipasangkan kain jarik dengan pola khas Jawa Barat.

Baca Juga: Tidak Sembarangan, Ini Manfaat 9 Sayuran Lalapan Sunda

2. Busana Adat Sunda Tidak Hanya Kebaya dan Beskap

pakaian adat sunda - bedahan

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin familiar dengan pakaian adat Sunda berupa kebaya Sunda untuk perempuan dan beskap untuk kaum pria. Kedua busana ini memang kerap dikenakan orang-orang Sunda saat menghadiri acara resmi dan kegiatan budaya.

Namun, tahukah Moms? Ternyata pakaian adat Sunda bukan hanya kebaya dan beskap, lho. Masyarakat Sunda juga memiliki baju adat lain, di antaranya baju bedahan dan pangsi.

Baju bedahan untuk pria terlihat seperti jas taqwa dengan kerah seleher dan dilengkapi dengan kancing dan satu saku bagian atas dan dua saku di bagian kanan dan kiri. Kalau dulunya baju bedahan umumnya berwarna putih, di masa sekarang berkembang menjadi berbagai warna dan bahan.

Sedangkan baju bedahan untuk perempuan biasanya memiliki warna dan bahan kainnya serupa dengan yang dikenakan laki-laki. Modelnya mirip kebaya bukan brokat dan dipasangkan dengan kain kebat batik.

Sementara pangsi merupakan pakaian adat Sunda untuk kaum laki-laki yang didesain satu set baju dan celana. Bajunya disebut salontreng, sementara celana disebut pangsi. Warna baju dan celana pun serupa. Pakaian ini punya ciri khas berpotongan longgar sehingga nyaman dipakai.

Baca Juga: Anne Avantie Tulis Kisah Haru Buatkan Kebaya Krisdayanti, 6 Desain Lainnya Ini Tak Kalah Menawan

3. Pembagian Pakaian Adat Sunda Didasarkan pada Strata Sosial

Pakaian adat sunda - pangsi

Foto: Orami Photo Stock

Di masa sekarang siapapun bisa memakai pakaian adat Sunda, yang terdiri dari kebaya, beskap, baju bedahan dan pangsi. Namun, pada zaman dulu, masing-masing baju adat ini hanya dikenakan orang tertentu saja.

Masyarakat kelas biasa, khususnya kaum pria mengenakan pangsi, sementara untuk perempuan memakai kebaya dengan desain yang lebih sederhana dan bawahanyya berupa rok yang diberi nama sinjang bundel.

Sedangkan untuk orang-orang kelas menengah golongan pedagang dan saudagar, menggunakan baju bedahan. Baju bedahan untuk kaum pria berupa jas putih dipadukan dengan bawahan kain kebat. Pada bagian depan baju terdapat aksesoris berupa arloji berantaikan warna emas dan menggantung di saku. Kaum wanitanya menggunakan baju bedahan yang modelnya seperti kebaya dengan beragam warna dan bawahannya berupa kain kebat.

Masyarakat kelas atas umumnya mengenakan busana adat yang lebih mewah. Untuk pria berupa jas beludru berwarna hitam yang pada bagian ujung lengan disulam dengan benang emas. Sementara para wanita kalangan atas mengenakan kebaya dengan bahan beludru dan dihiasi manik-manik emas. Bawahannya mengenakan kain kebat bermotif.

4. Pakaian Pengantin Adat Sunda

Sunda_Wedding_0023.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Daerah-Daerah Sunda Priangan di Jawa Barat yang meliputi Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, dan Cianjur mengenal tiga jenis pakaian pernikahan yaitu Sukapura, Sunda Putri dan Sunda Siger.

Pada pernikahan Sukapura, pengantin perempuan mengenakan kebaya yang bahannya terbuat dari kain brukat namun memiliki tektsur dengan payet yang menghiasinya, biasanya berwarna hijau, dengan potongan panjang sampai pinggul. Pakaian kebaya yang digunakan pengantin perempuan menimbulkan kesan lebih feminin. Pengantin prianya mengenakan jas tutup pendek, umumnya berwarna hitam dengan pengikat pinggang yang terbuat dari beludru yang bersulamkan benang emas.

Sedangkan untuk pernikahan Sunda Putri, pengantin perempuan biasanya menggunakan kebaya berwarna putih atau hitam dengan model seperti kebaya kartini dan kebaya berukuran cukup panjang. Pengantin pria memakai jas taqwa dengan ciri jas berupa jas yang tertutup dengan warna yang digunakan adalah putih gading.

Pada pernikahan Sunda Siger, pakaian yang digunakan mempelai wanita adalah kebaya yang terbuat dari brokat dengan panjang mengikuti ukuran panjang lengan pengantin apabila diluruskan. Sementara, pengantin pria menggunakan jas tutup atau jas taqwa yaitu jas yang kancingnya terbuat dari logam dengan kerah berdiri, dengan terdapat motif bordiran di sekeliling ujung pakaian.

5. Wajib Dikenakan PNS di Beberapa Daerah di Jawa Barat

pakaina adat sunda

Foto: Tempo.co

Pemerintah Daerah di beberapa kota di Jawa Barat, seperti Bandung, Kuningan dan Purwakarta menerapkan kebijakan agar para Pegawai Negeri Sipil atau PNS mengenakan pakaian adat Sunda pada hari tertentu.

Para pegawai kota Bandung misalnya, pernah diwajibkankan menggunakan baju pangsi atau kampret dan ikat kepala (iket Sunda) pada hari Sabtu atau Minggu bila ada kegiatan ke lapangan atau kegiatan lain yang berhubungan dengan pekerjaan dinas.

Tujuannya tak lain adalah untuk lebih mengenalkan kembali pakaian adat Sunda kepada generasi muda khususnya pada urang Sunda dan untuk melestarikan budaya Sunda.

Baca Juga: Pernikahan Adat Sunda, Begini Prosesi dan Baju yang Dikenakan Pengantin

Demikian fakta-fakta menarik di balik pakaian adat Sunda dan sisi uniknya, Moms! Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan Moms dan si Kecil tentang ragam pakaian adat Nusantara, ya.

  • https://greatnesia.com/sundanese-traditional-clothing/
  • https://factsofindonesia.com/culture-of-sundanese
  • https://elibrary.unikom.ac.id

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait