Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Childcare | Sep 29, 2018

Panduan Cara Membersihkan Telinga Bayi

Bagikan


Panduan Cara Membersihkan Telinga Bayi

Sebagai ibu baru, Moms mungkin bingung mengenai cara membersihkan telinga bayi. Terutama karena adanya peringatan mengenai potensi pecahnya gendang telinga jika Moms menerapkan cara merawat telinga bayi yang salah.

Baca Juga: Cara Merawat Tali Pusar Sampai Mengenali Tinja Bayi Baru Lahir

Moms juga mungkin takut menyakiti si kecil jika memasukkan cotton bud atau alat pembersih telinga lainnya ke lubang telinga bayi yang mungil. Sebab, bayi masih sangat sensitif. Nah, bagaimanakah cara merawat telinga bayi yang benar?

Mengenal Kotoran Telinga Pada Bayi

Kotoran telinga, tahi kuping, atau cerumen terdiri dari sel-sel kulit dan cairan lengket tebal yang diproduksi oleh kelenjar yang melapisi telinga.

Meskipun mungkin tampak mengganggu, tahi kuping merupakan sesuatu yang normal dari fisiologi bayi, bahkan bisa menjaga kesehatan telinga.

Hai Cao, MD, seorang dokter anak di Brooklyn menyampaikan bahwa tahi kuping bersifat sebagai penghalang terhadap air dari bagian luar telinga. Selain itu, tahi kuping juga mengandung mikroba yang mampu mencegah infeksi.

Beberapa bayi cenderung memiliki kotoran telinga yang kering, sementara anak lainnya cenderung memiliki kotoran telinga yang lengket. Normal atau tidaknya kondisi tersebut memerlukan intervensi medis.

Cara Aman Membersihkan Telinga Bayi

Menurut dr. Darmady Darmawan, Sp.A, dokter spesialis anak di RS OMNI Hospitals Pulomas, Jakarta, kotoran telinga akan dibersihkan secara otomatis. Hal ini dipicu gerakan rahang, misalnya mengunyah.

“Kotoran telinga tidak perlu dibersihkan, kecuali jika kotoran telinga tersebut menumpuk dan menimbulkan gejala, atau dokter perlu melihat dan menilai gendang telinga,” jelas dr. Darmady lewat keterangan tertulis ke Orami Magazine.

Namun kalau Moms tetap ingin membersihkan telinga bayi, cara yang paling direkomendasikan oleh dokter anak adalah dengan kain lembut yang hangat dan lembap.

Moms boleh memelintir bagian ujung kain untuk membersihkan area luar telinga. Namun, jangan pernah memasukkan apapun ke dalam telinga bayi. Termasuk memasukkan air hangat ke dalam telinga si kecil.

Air yang tidak segera dikeluarkan dari dalam telinga bayi bisa menyebabkan rasa sangat menyakitkan, bahkan bisa menyebabkan gangguan pendengaran.

Bolehkah Membersihkan Telinga Bayi Menggunakan Kapas/Cotton Bud?

Jo Ann C. Rohyans, M.D., FAAP, seorang dokter anak di Columbus, Amerika Serikat, mengatakan bahwa tidak dianjurkan untuk memasukkan kapas atau apapun ke saluran telinga bayi. Tindakan tersebut bisa dengan mudah merusak gendang telinga bayi.

dr. Darmady juga sepakat mengenai hal ini. “Membersihkan kotoran telinga dengan cotton bud tidak dianjurkan karena dapat mendorong kotoran telinga ke bagian dalam telinga,” kata dia. Hal ini bisa menyebabkan tersumbatnya telinga.

Tahi kuping atau cerumen merupakan perlindungan alami untuk saluran telinga, sehingga biasanya tidak perlu Moms coba keluarkan secara paksa dari telinga si kecil.

Jika Moms khawatir ada penumpukan kotoran telinga, konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu mengenai hal itu.

Kalau kotoran telinga sudah menumpuk terlalu banyak dan dokter tidak bisa melihat gendang telinga si kecil (pemeriksaan infeksi telinga), dokter mungkin akan membersihkannya. Jika tidak, kotoran telinga akan keluar dengan sendirinya.

“Kotoran telinga dalam jumlah normal tidak berbahaya dan tidak menimbulkan masalah. Tetapi jika produksinya banyak dan sangat kental, hal ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri telinga dan gangguan pendengaran. Hal tersebut harus segera dikonsutasikan ke dokter,” tutup dr. Darmady.

(RGW/EMA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.