Kesehatan

KESEHATAN
12 April 2019

Berdampak Pada Kesehatan, Ini 4 Panduan Memilih Alat Masak

Alat masak yang Moms gunakan punya andil untuk menentukan seberapa sehat makanan yang dikonsumsi keluarga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Ada begitu banyak jenis alat masak yang dijual, dengan beragam fungsi, bentuk, dan bahan pembuatannya. Mungkin bikin Moms bingung, mana yang harus dipilih? Dan yang paling penting, alat masak seperti apa yang aman dan sehat untuk masakan Moms?

Idealnya, alat masak haruslah terbuat dari bahan yang aman dan tidak bereaksi dengan makanan. Dan alat masak harus bersifat sebagai konduktor panas yang baik, agar makanan matang secara seragam.

Satu lagi, alat masak harus mudah dibersihkan, agar tak ada sisa makanan yang berpotensi jadi sarang bakteri.

Inilah bahan dasar alat masak yang aman dan layak Moms pilih untuk menyajikan makanan sehat bagi keluarga!

Baca Juga: 5 Tips Mudah Membersihkan Alat Dapur Berbahan Stainless Steel

1. Aluminium Anodized

Aluminium adalah konduktor panas yang hebat, ringan, murah, dan mudah dibersihkan. Namun, aluminium bisa berbahaya karena larut ke makanan saat Moms memasak.

“Aluminium dapat larut ke dalam makanan ketika memasak makanan asam, seperti buah-buahan, tomat, atau apa pun yang mengandung cuka,” tulis advokat dan pemerhati lingkungan Wendy Priesnitz di Natural Life Magazine.

Tapi, peralatan masak modern mulai banyak yang menggunakan aluminium anodized, di mana aluminium dikunci dengan teknik hard anodizing sehingga tak mudah larut ke dalam makanan. Harga peralatan masak aluminium anodized memang lebih mahal, tapi jauh lebih aman.

2. Lapisan Porselen atau Keramik

Alat masak berbahan keramik sudah dikenal sejak zaman dahulu. Selain aman, alat masak ini juga tidak lengket, mudah dibersihkan, dan mampu menghantarkan panas dengan baik.

Bila alat masak berbahan dasar keramik terasa agak kuno, Moms bisa memilih alat masak modern yang menggunakan porselen sebagai lapisannya. Namun bahan dasar alat masaknya sendiri bisa dari aluminium atau baja.

Pada peralatan masak yang berkualitas baik, lapisan porselen tidak akan tergores, retak, terkelupas, atau pudar, karena akan menyatu dengan bahan dasarnya.

Baca Juga: Kompor Gas VS Kompor Listrik, Mana yang Lebih Bagus?

3. Besi

Alat masak yang terbuat dari besi banyak disukai oleh para koki. Selain memiliki kemampuan untuk menahan suhu tinggi, bersifat anti lengket, serta tahan lama, alat masak dari besi juga lebih ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan asap ketika digunakan untuk memasak.

Dan satu lagi keuntungan alat masak berbahan besi, yaitu Moms bisa mendapat tambahan asupan zat besi untuk tubuh.

Tapi hati-hati ya, Moms, alat masak dari besi relatif berat, sehingga pastikan Moms selalu meletakkannya dalam posisi stabil saat menggunakannya.

4. Stainless Steel

Dikenal sebagai besi tahan karat, stainless steel adalah salah satu material alat masak yang masuk dalam kategori food grade, yang artinya aman dan tidak memberikan efek samping pada tubuh.

“Meski begitu, stainless steel tetaplah mengandung bahan logam lain dalam pembuatannya, yang mungkin saja berpindah ke makanan jika lapisannya tergores,” ujar Wendy.

Jadi, hati-hati saat pemakaiannya, jangan gunakan alat pengaduk atau alat cuci yang berpotensi merusak.

Nah, itulah beberapa bahan alat masak yang aman dan tak merusak nutrisi pada masakan. Apapun pilihan alat masaknya, pastikan Moms membersihkan dan merawatnya dengan baik, ya.

(VAN/INT)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait