Kesehatan

26 November 2019

Panic Disorder atau Gangguan Panik: Gejala dan Penyebabnya

Penyebabnya belum jelas, gejalanya mirip serangan jantung
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms pernah mengalami serangan kecemasan dan ketakutan luar biasa? Dan kecemasan tersebut berlangsung selama beberapa menit.

Pada saat itu terjadi, mungkin jantung ikut berdegup kencang, berkeringat, dan Moms merasa seperti tidak bisa bernapas atau berpikir. Kemudian, serangan ini tidak dapat diprediksi kapan datangnya bahkan tanpa pemicu yang jelas.

Jika ini yang dialami, bisa jadi Moms memiliki jenis gangguan kecemasan yang disebut panic disorder atau gangguan panik.

Jangan dibiarkan ya Moms, karena panic disorder yang tidak diobati dapat menurunkan kualitas hidup kita. Karena ini dapat menyebabkan ketakutan dan gangguan kesehatan mental lainnya, termasuk masalah di tempat kerja atau sekolah, dan juga memicu isolasi sosial.

Baca Juga: Perbedaan Serangan Panik dan Serangan Cemas

Pengertian Panic Disorder

panic disorder

Dikutip dari The National Institute of Mental Health Information Resource Center, orang dengan panic disorder memiliki serangan ketakutan berulang dan tiba-tiba, yang berlangsung selama beberapa menit atau lebih lama. Ini disebut serangan panik.

Serangan panik atau panic attack ditandai oleh ketakutan akan bencana atau kehilangan kendali, bahkan ketika tidak ada bahaya yang nyata.

Seseorang mungkin juga memiliki reaksi fisik yang kuat selama serangan panik. Bahkan, bisa terasa seperti mengalami serangan jantung. Serangan panik ini dapat terjadi kapan saja. Banyak pengidap panic disorder ini khawatir dan takut akan kemungkinan mengalami serangan lain.

Seseorang dengan gangguan panik bisa jadi merasa putus asa dan malu karena dia tidak dapat melakukan rutinitas normal seperti pergi ke sekolah atau bekerja, pergi ke toko kelontong, atau mengemudi.

Berdasarkan Anxiety and Depression Association of America, panic disorder ini sering terjadi pada akhir fase remaja atau fase dewasa awal pada usia 18-25 tahun. Lebih banyak perempuan daripada pria yang memiliki panic disorder ini. Tetapi tidak semua orang yang mengalami serangan panik akan mengalami panic disorder.

Penyebab Panic Disorder

panic disorder

Ada dua hal yang jadi penyebab dan pemicu panic disorder. Berikut ulasannya.

1. Genetik

Penyebab panic disorder tidak dipahami dengan jelas. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa panic disorder mungkin terkait secara genetik.

Karena itu, gangguan panik kadang-kadang terjadi dalam keluarga, tetapi tidak ada yang tahu pasti mengapa beberapa anggota keluarga memilikinya sementara yang lain tidak.

Baca Juga: Benarkah Penderita Diabetes Lebih Rentan Mengalami Gangguan Kecemasan?

2. Transisi Kehidupan

Penyebab panic disorder berikutnya, dikaitkan dengan transisi signifikan yang terjadi dalam kehidupan. Meninggalkan kuliah, menikah, atau memiliki anak pertama, semua fase ini adalah transisi kehidupan utama, yang dapat membuat stres dan mengarah pada perkembangan panic disorder.

Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa bagian otak, serta proses biologis, memainkan peran kunci dalam ketakutan dan kecemasan. Beberapa peneliti berpikir bahwa pengidap panic disorder salah mengartikan sensasi tubuh yang tidak berbahaya sebagai ancaman.

Dengan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana fungsi otak dan tubuh pada orang dengan gangguan panik, para ilmuwan mungkin dapat menciptakan perawatan yang lebih baik. Para peneliti juga mencari cara di mana stres dan faktor lingkungan dapat berperan sebagai penyebab panic disorder.

Gejala Panic Disorder

panic diorder

Orang dengan panic disorder mungkin memiliki gejala-gejala berikut:

  1. Serangan panik yang tiba-tiba dan berulang dari kecemasan dan ketakutan yang luar biasa
  2. Perasaan berada di luar kendali, atau ketakutan akan kematian atau kehancuran yang akan datang selama serangan panik
  3. Gejala fisik selama serangan panik, seperti jantung berdebar atau berdetak kencang, berkeringat, menggigil, gemetar, masalah pernapasan, lemah atau pusing, tangan yang kesemutan atau kebas, nyeri dada, sakit perut, dan mual
  4. Kekhawatiran yang intens tentang kapan serangan panik berikutnya akan terjadi
  5. Ketakutan atau penghindaran tempat-tempat di mana serangan panik telah terjadi di masa lalu.

Gejala panic disorder sering terjadi tanpa alasan yang jelas. Biasanya, gejalanya tidak sebanding dengan tingkat bahaya yang ada di lingkungan.

Karena serangan ini tidak dapat diprediksi, mereka dapat secara signifikan mempengaruhi fungsi tubuh kita. Karena itu, penderita panic disorder harus segera mencari pengobatan dan selalu waspada ya Moms.

Baca Juga: Kenali 6 Tipe Gangguan Kecemasan pada Anak

Nah, itulah beberapa hal tentang panic disorder yang perlu Moms ketahui. Jika Moms atau orang terdekat mengalami gejalanya, tidak ada salahnya untuk mencari pengobatan ya.

(SERA)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait