2-3 tahun

2-3 TAHUN
10 September 2020

Flek Paru pada Anak, Waspadai 6 Pantangannya

Hindari beberapa hal ini jika tidak mau flek paru pada anak memburuk
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms mungkin sedang gelisah karena Si Kecil menunjukkan gejala penyakit yang tidak biasa, batuknya tidak kunjung sembuh, dan berat badannya terus turun?

Setelah memeriksakan Si Kecil ke dokter, ternyata ia positif terkena flek paru. Pasti sedih dan khawatir ya, Moms. Lalu, apa saja pantangan flek paru pada anak?

Pantangan Flek Paru pada Anak

Anak yang menderita flek paru atau TB yang aktif, tubuhnya dalam kondisi lemah dan mudah menulari anak lain.

Secara umum, pantangan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran bakteri ke anak lain atau memperburuk keadaan Si Kecil. Apa saja pantangannya?

1. Pergi ke Sekolah

Pantangan Flek Paru pada Anak pergi ke sekolah.jpg

Foto: freepik.com

Jika anak Moms sudah berada pada usia sekolah, dokter akan menyarankan untuk meminta izin untuk tidak datang ke sekolah.

Alasannya, bakteri TB sangat mudah menular, sehingga agar anak lain tidak terinfeksi, meliburkan anak adalah pilihan yang bijak.

Di sisi lain, anak yang sedang terserang flek paru kondisinya sedang tidak baik, sehingga membutuhkan banyak istirahat dan pendampingan orang tua.

Baca Juga: 6 Makanan Sehat yang Bantu Lawan Infeksi Virus

2. Ventilasi yang Buruk

Pantangan Flek Paru pada Anak ventilasi yang buruk.jpg

Foto: freepik.com

Bakteri TB dapat menular lewat udara dengan mudah, sehingga pantangan flek paru pada anak yang sedang dirawat di rumah adalah berada dalam ruangan berventilasi buruk.

Usahakan anak berada di ruangan yang udaranya mengalir agar bakteri tidak menginfeksi penghuni rumah lainnya.

3. Tidak Menggunakan Masker

Pantangan Flek Paru pada Anak tidak menggunakan masker.jpg

Foto: freepik.com

Sebagai penyakit yang mudah sekali menyebar lewat udara, pantangan flek paru pada anak juga termasuk tidak menutup mulut ketika batuk, bersin, atau bicara dalam jarak dekat.

Jika memang harus keluar rumah, jangan lupa untuk memberikan masker untuk dipakai Si Kecil.

Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri TB menular ke orang lain melalui udara saat Si Kecil batuk atau berbicara.

Apabila Si Kecil merasa tidak nyaman memakai masker terus menerus, biasakanlah mereka untuk membawa tisu sebagai penutup mulut yang kemudian dibungkus dalam kantong plastik yang rapat.

Baca Juga: Penyakit Paru Interstisial pada Anak, Kenali Gejala dan Penyebabnya

4. Makanan

Pantangan Flek Paru pada Anak makanan.jpg

Foto: freepik.com

Saat sedang dalam perawatan, pantangan flek paru pada anak lainnya adalah mengonsumsi makanan-makan kurang sehat seperti minuman bersoda, makanan cepat saji, gorengan, pedas, dan lain-lain yang umumnya dapat memperparah batuk pada anak.

Tubuh anak sedang berjuang melawan penyakit, sehingga sangat disarankan memberikan nutrisi penting guna memperkuat imunitas tubuhnya.

Obat-obatan saja tidak cukup untuk melawan penyakit flek paru, sedapat mungkin kebutuhan nutrisi yang baik harus dipenuhi.

Menurut penelitian Tuberculosis and Nutrition, vitamin dan mineral dapat berperan penting dalam penyembuhan tuberkulosis.

Dalam penelitian, pasien yang menerima tambahan thiamin, vitamin B6, vitamin C, vitamin E, vitamin A, zinc, dan meminum oral multivitamin menunjukkan respon tubuh yang lebih positif dalam menerima obat-obatan dan turunnya jumlah bakteri yang lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak.

5. Asap Rokok

Pantangan Flek Paru pada Anak asap rokok.jpg

Foto: freepik.com

Penelitian berjudul Association between passive smoking and Mycobacterium tuberculosis infection in children with household TB contact meneliti 140 anak Indonesia berumur 5-18 tahun yang positif terinfeksi TB dan dibagi menjadi dua grup, yaitu yang menjadi perokok pasif di rumah dan yang tidak.

Hasilnya, perkembangan infeksi bakteri di tubuh anak yang menjadi perokok pasif lebih tinggi (81,4%) dibandingkan dengan yang tidak (52,9%).

Pada grup anak yang perokok pasif, terdapat pula asosiasi antara kondisi nutrisi, edukasi orang tua, dan infeksi TB.

Namun, tidak ditemukan hubungan antara infeksi TB dengan pendapatan keluarga atau vaksin BCG.

Jika anggota keluarga yang serumah dengan Si Kecil aktif merokok, sedapat mungkin jauhi Si Kecil dari asapnya agar tidak memperburuk kondisinya.

Selain sebagai pantangan flek paru pada anak, asap rokok juga dapat menimbulkan masalah kesehatan lain pada anak, lho.

Baca Juga: Flek Pada Paru-paru Anak karena Asap Rokok, Kenali Gejalanya

6. Lupa Minum Obat

Pantangan Flek Paru pada Anak lupa minum obat.jpg

Foto: freepik.com

Obat-obatan untuk menyembuhkan flek paru biasanya akan langsung diberikan dan dimulai segera setelah diagnosis diberikan.

Ikutilah petunjuk minum obat dari dokter dengan teratur agar bakteri TB secara tuntas dapat dibersihkan dari tubuh.

Sedihnya, pengobatan untuk TB biasanya berlangsung selama kurang lebih 6 bulan karena bakteri TB yang mati dengan sangat lambat.

Masa pengobatan yang panjang ini pasti akan terasa berat dan membosankan, terutama bagi Si Kecil. Namun, jangan menyerah, ya Moms.

Usahakan untuk tidak terlewat jadwal minum obatnya atau memutuskan berhenti sendiri tanpa petunjuk dokter.

Jika berhenti mendadak atau dosisnya tidak teratur, dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap obatnya.

Apabila sudah begitu, TB menjadi sangat sulit untuk disembuhkan.

Gejala Flek Paru pada Anak

Gejala Flek Paru pada Anak.jpg

Foto: freepik.com

Gejala umum pada awal flek paru adalah batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh lebih dari tiga minggu serta terkadang disertai darah.

Kemudian, gejala dapat berlanjut seperti rasa sakit di area dada, demam, berat badan terus turun padahal tidak banyak perubahan pada menu, tubuh lemas, tidak nafsu makan, menggigil, dan berkeringat malam.

Jika Moms atau Dads mencurigai Si Kecil terinfeksi flek paru, segera bawa Si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, diagnosis, pengobatan yang tepat, dan apa saja pantangan flek paru pada anak.

Baca Juga: 5 Masalah Paru-paru yang Kerap Terjadi Pada Anak

Penyebab Flek Paru pada Anak

Flek paru pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis, penyakitnya disebut sebagai tuberkulosis atau disingkat sebagai TB.

Penyakit ini sangat menular dan menyebar antarmanusia melalui udara ketika penderita batuk atau bersin.

Bakteri TB utamanya menyerang paru-paru, namun dapat menginfeksi organ lain seperti ginjal atau otak.

Tercatat dalam dokumentasi WHO, laporan Kemenkes RI National TB Program, tahun 2016 Indonesia menempati urutan ke-2 setelah India dengan kasus TB sebanyak 1.020.000 kasus setiap tahunnya, kira-kira 391 kasus setiap 100.000 orang.

Dengan jumlah seperti ini, rasanya tidak salah jika Moms waspada terhadap penyakit satu ini.

Berkat kemajuan di bidang medis, upaya menekan jumlah kasus TB di dunia membuahkan hasil dan TB dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Namun, anak-anak yang berada dalam kelompok ini memiliki risiko tertular atau menderita flek paru akibat bakteri mycobacterium tuberculosis lebih tinggi, yaitu:

  • Anak yang tinggal dengan orang tua atau penghuni rumah yang sudah dewasa dan mengidap TB aktif atau memiliki risiko tinggi membawa penyakit TB.
  • Anak yang mengidap HIV atau kondisi lain yang membuat sistem imunnya lemah.
  • Anak lahir di negara yang memiliki jumlah kasus TB yang tinggi.
  • Anak mengunjungi negara yang sedang dalam status endemik TB dan memiliki kontak langsung dengan orang yang tinggal di negara tersebut.

Umumnya, TB disebarkan oleh orang dewasa yang batuk dan melepas bakteri ke udara.

Bakteri ini kemudian dapat terhirup oleh anak dan menjadi terinfeksi TB.

Biasanya, anak berumur kurang dari 10 tahun yang mengidap flek paru jarang menularkan kepada orang lain karena batuk yang relatif tidak terlalu keras dan memiliki sangat sedikit jumlah bakteri dalam lendir sekresi (ludah) mereka.

Sebagian besar anak yang tertular bakteri tidak langsung menunjukkan gejala sakit karena sistem imun yang langsung melindungi dan mencegah infeksi lebih lanjut.

Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit TBC pada Anak dan Dewasa?

Bagi anak yang membawa bakteri TB namun tidak menunjukkan gejala, hanya dapat dideteksi melalui tes kulit khusus.

Walaupun tidak menunjukkan gejala, anak yang membawa bakteri aktif tetap harus menjalani pengobatan sebagai pencegahan agar tidak terulang lagi di masa depan.

Pencegahan Flek Paru pada Anak

Pencegahan Flek Paru pada Anak.jpg

Foto: freepik.com

Setelah mengetahui pantangan flek paru pada anak, Moms juga harus memahami cara mencegahnya agar anak tidak terkena flek paru.

Pada masa kini, pencegahan paling efektif adalah dengan memberikan Si Kecil vaksin BCG (bacille Calmette-Guerin), yaitu satu-satunya vaksin untuk penyakit tuberkulosis saat ini.

Di Indonesia, vaksin BCG termasuk vaksin wajib yang diberikan pada anak dan dapat diperoleh gratis untuk pemegang kartu BPJS.

Vaksin BCG biasanya diberikan kepada bayi sebelum berumur 3 bulan. Di negara-negara maju, vaksin ini tidak diwajibkan karena angka infeksi TB sangat rendah.

Vaksin BCG biasanya diberikan kepada anak karena memberikan proteksi yang sangat baik pada berbagai bentuk penyakit TB, termasuk meningitis.

Sayang, vaksin ini jarang direkomendasikan untuk orang dewasa, kecuali pada tenaga kesehatan, karena proteksi untuk penyakit TB yang lebih rumit dan beragam.

Setelah divaksin, Si Kecil akan memiliki bekas vaksin yang membekas di kulitnya dan hal ini normal.

Selain vaksin, memenuhi kebutuhan nutrisi anak juga penting untuk mencegah perkembangan bakteri penyakit TB.

Hubungan antara nutrisi dengan TB sangatlah erat. Kekurangan gizi dan nutrisi melemahkan sistem imun yang menyebabkan infeksi bakteri menjadi semakin buruk.

Baca Juga: 11 Tips Mencegah Penularan Penyakit TBC

Kemudian, infeksi TB menyebabkan kekurangan gizi menjadi semakin parah karena infeksi penyakit seperti TB membuat anak tidak nafsu makan, penyerapan nutrisi dalam tubuh berkurang, namun ketika sakit, tubuh meningkatkan metabolisme nutrisi untuk memperbaiki sistem imun.

Hal ini menyebabkan kebanyakan pasien TB menjadi kekurangan gizi.

Anak yang kurang gizi cenderung lebih mudah terkena infeksi TB, terutama jika ada faktor ekonomi dan makanan yang kurang bersih.

Pada dasarnya, Moms dan Dads dapat menjaga Si Kecil dari flek paru atau TB dengan cara mengikuti program vaksin lengkap untuk bayi, memberikan mereka nutrisi yang cukup, dan menjaga jarak Si Kecil dari orang dewasa positif TB. Semoga Si Kecil sehat selalu ya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait