Program Hamil

27 Agustus 2021

Waspada 5 Pantangan KB IUD yang Harus Moms Tahu

Apakah nyeri perut terjadi karena pantangan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Daftar isi artikel

Pantangan KB IUD (Intra Uterine Device) atau KB spiral sebaiknya dipatuhi setelah pemasangannya, agar jenis KB ini bekerja dengan efektif.

Selain itu, larangan saat memakai KB IUD juga mampu melindungi Moms dari risiko lainnya.

KB IUD merupakan alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim. Jenis KB ini memiliki efektivitas yang tinggi dan kesuburan dapat segera kembali setelah KB dilepas. Untuk itu, alat kontrasepsi dalam rahim ini ideal untuk pasangan yang ingin menjarangkan kehamilan.

Sama halnya seperti alat kontrasepsi lainnya, KB IUD dapat mengakibatkan efek samping seperti perubahan kebiasaan menstruasi dan nyeri perut bawah.

Banyak orang beranggapan bahwa efek samping ini terjadi karena mereka melanggar "pantangan" selama memakai KB IUD.

Jadi, sebenarnya apakah ada pantangan KBD IUD? Jika iya, apa sajakah itu? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Serba Serbi KB Implan: Kelebihan dan Kekurangannya

Pantangan KB IUD

Pantangan KB IUD.jpg

Foto; freepik.com

KB IUD adalah sebuah alat kontrasepsi berbahan plastik yang memiliki bentuk seperti huruf ‘T’ dan dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

KB IUD ini terbagi dalam dua jenis, yaitu:

  • IUD yang dilapisi tembaga atau IUD non-hormonal.
  • IUD yang menghasilkan hormon progesteron atau IUD hormonal.

Meski sama-sama KB IUD, tetapi kedua jenis KB spiral ini memiliki cara kerja yang berbeda dalam mencegah kehamilan.

Kedua jenis KB IUD yang telah disebutkan sama-sama efektif digunakan bila Moms tidak ingin hamil untuk sementara waktu.

KB IUD adalah alat kontrasepsi yang cocok bagi Moms dan pasangan yang masih ingin menikmati masa-masa berdua dan belum siap memiliki momongan.

Bahkan, KB IUD adalah alat kontrasepsi yang bisa langsung mencegah terjadinya kehamilan setelah dipasang di dalam tubuh. Jadi, peluang untuk hamil saat menggunakan KB IUD sangat kecil.

Meski diklaim aman, terdapat efek samping penggunaan KB spiral antara lain perdarahan yang tidak teratur selama beberapa bulan, periode menstruasi yang lebih ringan, lebih pendek, atau tidak mentruasi sama sekali.

Selain itu, efek samping yang mungkin terjadi juga termasuk merasakan gejala pramenstruasi, seperti sakit kepala, mual, nyeri payudara, serta kemungkinan mengalami masalah pada kulit.

Untuk mendapatkan hasil yang efektif, ternyata ada beberapa pantangan KB IUD yang harus Moms hindari setelah pemasangannya, yaitu:

1. Berhubungan Seks Tanpa Kondom

Moms tetap bisa berhubungan seks setelah IUD terpasang. Namun, anjuran ini hanya boleh untuk Moms yang memasang KB IUD tembaga.

Namun bila Moms menggunakan IUD hormonal, baiknya gunakan kondom atau alat pengaman lainnya jika ingin berhubungan seks sembari menunggu IUD sepenuhnya bekerja.

KB hormonal belum sepenuhnya bekerja efektif mencegah kehamilan jika Moms berhubungan intim berjarak terlalu dekat dengan waktu pemasangan. Nah, ini dia pantangan KB IDU yang pertama.

Sebaiknya menunggu selama 24 jam, jika ingin berhubungan intim sebelum 24 jam maka sebaiknya menggunakan kondom.

Biasanya dokter menyarankan Moms untuk menunggu setidaknya 3 hari setelah pemasangan baru boleh berhubungan intim.

Namun, apabila terjadi pendarahan yang berlanjut akibat IUD sebaiknya berhubungan intim ditunda dahulu.

Baca Juga: Mengenal Kondom Wanita, Bagaimana Cara Memakainya?

2. Menarik benang IUD

Salah satu tanda KB IUD telah terpasang sempurna adalah jika Moms bisa merasakan benang yang menggantung di antara selangkangan. Mungkin bagi beberapa orang ini terasa tidak nyaman atau aneh.

Namun, jangan pernah menariknya, karena ini merupakan pantangan KB IUD. Begitu pula jika Moms mengamati bahwa panjang benang tersebut tidak lagi simetris. Bila Moms abai dengan pantangan setelah pasang IUD ini, posisi KB spiral bisa berpindah dan lepas.

Selain membuat fungsi kontrasepsi tidak lagi optimal, menarik benang dapat meningkatkan risiko luka dan infeksi apabila alat menusuk organ dalam Anda.Jangan menarik benang dan lebih baik segera ke dokter untuk minta dipasangkan ulang jika Anda melihat tanda-tanda IUD bergeser atau lepas seperti: 

  • Tali IUD lebih pendek atau lebih panjang, tidak seimbang, tidak pada tempatnya, dan tidak bisa dirasakan
  • IUD copot dan keluar dari rahim
  • Pendarahan hebat
  • Kram tak tertahankan
  • Keputihan tak wajar
  • Demam
  • Tidak enak badan.

Beberapa gejala fisik seperti pendarahan, kram, demam, dan tidak enak badan bisa menandakan IUD tertanam di dinding atau menusuk rahim hingga ke perut atau rongga antara kelamin dan anus.

3. Berhubungan seks saat IUD bergeser

Menurut jurnal terbitan Ultrasonography, posisi IUD yang benar adalah tegak lurus seperti huruf T di rongga rahim atas dekat fundus.

Batang spiral harus menjulur ke bawah ke arah serviks sementara kedua lengan IUD harus terbuka penuh selama pemasangan dan mencapai kornua uterus, yaitu saluran kecil menuju tuba fallopi.

Bila Moms merasakan tanda-tanda IUD bergeser seperti di atas, berhubungan seks menjadi pantangan KB IUD yang harus dipatuhi. Sebab pada kondisi ini, Moms tidak terlindungi oleh kontrasepsi dengan benar sehingga tetap ada kemungkinan terjadinya kehamilan.

4. Memasukkan Apapun ke Vagina

Pantangan KB IUD selanjutnya adalah tidak memasukkan benda-benda ke dalam vagina, seperti menstrual cup, tampon, atau bahkan mainan seks (sex toy).

Moms juga tidak disarankan untuk berendam atau berenang setelahnya. Hal ini mampu membuat posisi spiral bisa berubah.Patuhi larangan saat memakai KB IUD ini minimal 24 jam setelah pemasangan.

5. Tidak berkunjung ke dokter kandungan

KB IUD adalah alat kontrasepsi jangka panjang yang bisa bertahan selama 3-10 tahun.

Namun, tetap temui dokter kandungan yang menangani Anda sekiranya satu bulan setelah pemasangan.

Hal ini bertujuan untuk mengecek IUD tetap terpasang dengan baik. Selain itu, kunjungan ini membantu Moms untuk memastikan tidak adanya infeksi.

Baca Juga: Ketahui Tentang KB Spiral: Jenis, Efek Samping, Keuntungan, dan Prosedur Pemasangannya

Itu dia Moms pantangan KB IUD yang harus dipatuhi. Jangan sampai abai, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4484292/
  • https://www.halodoc.com/artikel/enggak-perlu-khawatir-ini-4-efek-samping-kontrasepsi-iud
  • https://www.webmd.com/sex/birth-control/iud-intrauterine-device
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/mirena/about/pac-20391354
  • https://www.nhs.uk/conditions/contraception/iud-coil/
  • https://www.healthline.com/health/birth-control-iud
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/iud
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/contraception-intrauterine-devices-iud
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait