Kesehatan

19 Mei 2021

Manfaat Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks, Begini Prosesnya!

Deteksi dini terhadap penyakit kanker bisa dilakukan melalui pap smear
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Pap smear, atau kepanjangan dari papanikolaou test adalah pemeriksaan yang sebaiknya Moms lakukan setelah menikah.

Sampai saat ini, rasanya masih banyak wanita yang belum memahami manfaat pap smear dan pentingnya melakukan tes tersebut.

Padahal, dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pap smear sebaiknya dilakukan sejak wanita berusia 21 tahun atau yang sudah aktif secara seksual.

Setelahnya, Moms wajib mendapatkan pap smear 2-3 tahun sekali. Lalu, sebenarnya apa kegunaan dari tes pap smear ini? Ini ulasannya.

Baca Juga: 4 Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai

Manfaat Tes Pap Smear untuk Deteksi Kanker Serviks

Kegunaan Pap Smear yang Perlu Moms Tahu-1.jpg

Foto: womenshealth.gov

Kanker adalah salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi siapa saja, terkhususnya bagi kaum wanita.

Ketika terdapat sel-sel dalam tubuh yang tumbuh di luar kendali pada bagian serviks, maka ini disebut kanker serviks.

Serviks sendiri adalah bagian bawah rahim yang terhubung langsung oleh vagina.

Kanker serviks, yang hanya dapat dialami oleh wanita, tidak dapat dikatakan sebagai penyakit yang sepele. Komplikasi kesehatan dapat terjadi dan fatalnya bisa mengancam nyawa.

Untuk itu, Moms butuh pencegahan terhadap kanker serviks. Salah satunya adalah rutin melakukan tes pap smear.

Baca Juga: Pentingnya Tes Pap Smear untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Pap smear dapat mendeteksi dini terjadinya kanker serviks. Ketika kanker bisa dideteksi lebih awal, maka dapat mengurangi risiko perkembangan dan akan lebih mudah untuk ditangani,” ungkap Dr. Johnathan Lancaster, direktur pusat onkologi wanita di H. Lee Moffitt Cancer Center & Research Institute.

Pap smear dapat dimulai ketika berusia 21 tahun, terpenting adalah sudah aktif secara seksual. Nah, ketika Moms berusia di atas 30 tahun, skrining kesehatan tidak terbatas pada tes pap smear saja.

American College of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan, Moms harus menggunakan kombinasi tes pap smear dengan tes HPV (human papillomavirus) untuk mendeteksi lesi serviks yang abnormal lebih akurat.

Kriteria Perempuan yang Dianjurkan Lakukan Pap Smear Secara Rutin

pap smear

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pemeriksaan ini dianjurkan setiap dua sampai tiga tahun sekali pada perempuan usia 21 tahun ke atas serta yang sudah aktif dalam melakukan hubungan seksual.

Pap smear sendiri sangat dianjurkan bagi perempuan yang memiliki risiko tinggi terserang kanker leher rahim. Untuk kasus yang satu ini, pemeriksaannya tidak mnegenal usia ya, Moms.

Nah, berikut perempuan yang berisiko tinggi terserang kanker leher rahim atau kanker serviks;

  • Penderita HIV
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Biasa menggunakan atau terpapar obat dietilstilbestrol atau DES
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah karena transplantasi organ, kemoterapi, atau penggunakan kortikosteroid dalam waktu yang panjang.

Kriteria Wanita yang Tidak Perlu Lakukan Pap Smear

Kegunaan Pap Smear yang Perlu Moms Tahu-2.jpg

Foto: thenewpulse.com

Melalui penjelasan sebelumnya, Moms sudah dapat menangkap informasi penting bahwa tes pap smear bertujuan untuk deteksi dini kanker serviks. Kenyataannya, ada beberapa wanita yang tidak perlu lagi melakukan tes pap smear.

Nah, menurut CDC, ciri wanita yang tidak perlu lagi melakukan pap smear adalah:

  • Wanita yang sudah berusia di atas 65 tahun dan telah melakukan pap smear secara teratur sebelumnya. Ketika hasil pap smear normal, maka pada usia ini Moms tidak perlu lagi melakukan tes lanjutan.
  • Wanita yang sudah tidak memiliki serviks. Ya, beberapa wanita harus diangkat serviksnya sebagai bagian dari operasi pengangkatan rahim atau histerektomi. Namun, sebagian kecil wanita masih dapat memiliki serviks meskipun sudah dioperasi. Jadi, sebaiknya tanyakan pada dokter untuk memastikannya.

Baca Juga: Seberapa Sering Harus Lakukan Tes Pap Smear?

Moms, itulah pentingnya manfaat tes pap smear. Tidak perlu takut, prosedur pap smear tidak menyeramkan dan tidak menyakitkan. Dokter hanya akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke vagina sebagai langkah pemeriksaannya.

Terpenting, ingat akan manfaat yang bisa didapatkan dari pap smear yaitu mencegah keterlambatan mendeteksi kanker serviks. Jadi, rasa takut dan ragu akan hilang seketika, ya, Moms!

Persiapan Sebelum Pap Smear

pap smear

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata untuk melakukan pemeriksaan pap smear tak bisa dilakukan begitu saja tanpa persiapan apapun, Moms. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan ini.

Hal yang tidak boleh Moms lakukan selama 2 haru sebelum pemeriksaan adalah;

  • Membersihkan bagian dalam vagina atau douching dengan menggunakan air, cuka atau cairan lain
  • Memasukkan benda apapun ke dalam vagina termasuk tampon, krim vagina atau obat-obatan yang dikhususkan untuk vagina
  • Berhubungan seksual

Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Penting Dilakukan Sebelum Menikah?

Proses Pelaksanaan Pap Smear

pap smear

Foto: Orami Photo Stock

Proses pemeriksaan ini tidak memakan waktu yang lama, Moms. Nah dalam pelaksanaannya, pemeriksaan ini akan dilakukan oleh dokter yang sudah ahli dalam bidang kebidanan dan juga kandungan.

Berikut langkah yang akan dilakukan oleh dokter ketika melakukan pemeriksaan;

  • Moms akan diminta melepaskan pakaian bagian bawah. Setelah itu akan diminta untuk berbagai di meja dengan posisi paha terbuka dan lutut yang ditekuk
  • Dokter akan memasukkan spekulum, yakni alat yang bentuknya seperti cocor bebek ke dalam vagina. Nah fungsi alat ini adalah untuk membuka dinding vagina agar bagian leher rahim bisa dilihat dengan jelas. Merasakan tidak nyaman di area panggul sangat normal ketika proses ini dilakukan, Moms.
  • Dokter akan mengambil sampel jaringan yang berada di leher rahim dengan menggunakan salah satu atau 2 alat yakni spatula atau sikat.
  • Nah setelah selesai, dokter akan menyimpan sampel tersebut dalam wadah khusus untuk kemudian memeriksanya di laboratorium.

Baca Juga: Yuk Pahami Langkah Tes Pap Smear, Tidak Perlu Takut!

Jika pasien yang sudah melakukan pemeriksaan mendapatkankan hasil positif, maka dokter akan menyarankan pasien tersebut agar menjalani pemeriksaan lanjutan dengan kolposkopi.

Kolposkopi adalah sebuah pemeriksaan jaringan leher rahim, vagina, serta vulva dengan menggunakan kaca pembesar khusus yang bernama kolposkop.

Jika diperlukan, dokter pun biasanya akan mengambil sampel jaringan yang diduga dan terlihat abnormal ketika melakukan proses ini. Sampel dari jaringan tu selanjutnya akan diperiksa dalam laboratorium untuk memastikan diagnosis.

Moms, perlu diakui bahwa hasil dalam pemeriksaan ini bisa tidak akurat karena menghasilkan data negatif yang palsu.

Ketika hasil negatif palsu, pasien sebenarnya memiliki sel abnormal yang berada di dalam serviks mereka. Namun hal tersebut tidak terlihat dalam pemeriksaan yang sudah dilakukan.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab hasil negatif palsu terjadi dalam pemeriksaan, yakni;

  • Sampel sel serviks yang diambil oleh dokter tidak cukup
  • Sel abnormal tertutup oleh darah atau sel lain yang tengah mengalami peradangan
  • Sel abnormal yang berada dalam dinding rahim berjumlah sedikit

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai pap smear. Pemeriksaan ini adalah metode yang aman untuk perempuan yang ingin mendeteksi kanker serviks.

Moms mungkin akan merasakan tidak nyaman ketika pemeriksaan dilakukan dan alat dimasukkan ke area vagina. Dan setelah pemeriksaan ini dilakukan, perdarahan ringan pun bisa jadi terjadi.

Yuk lakukan pap smear secara rutin untuk ketahui kondisi tubuh lebih cepat!

  • https://www.acog.org/Patients/FAQs/Cervical-Cancer-Screening?IsMobileSet=false
  • https://www.cdc.gov/cancer/cervical/pdf/cc_basic.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait