Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Rupa-rupa | Apr 1, 2018

Patut Tahu, Ini Ternyata Asal-Usul Adanya April Mop

Bagikan



Pernahkah sepanjang hidup Moms, pada tanggal 1 April menerima kejadian yang mencengangkan atau tak mengenakan lalu berujung hanya lelucon belaka? Itulah yang dinamakan dengan April Mop atau hari lelucon sedunia.

Pada tanggal ini semua orang boleh berbohong atau bertindak iseng pada siapapun. Tapi kira-kira, bagaimana ya asal-usul April Mop ini? Mari simak sejarahnya berikut:

Sejarah April Mop

Tahukah Moms, ternyata sebelum dunia merayakan tahun baru pada 1 Januari, perayaan tahun baru tersebut dirayakan selama minggu terakhir bulan Maret menggunakan versi Kalender Julian.

Namun pada 1582, Paus Gregorius XIII menanggalkan Kalender Julian tersebut, dan mengubahnya ke Kalender Gregory yang sesuai namanya. Kalender Gregory ini dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember setiap tahunnya.

Pada kala itu banyak orang yang kesulitan mendapat informasi dan masih menganggap pekan terakhir Maret sebagai masa perubahan tahun.

Mereka yang telah mengetahui bahwa kalender sudah diubah menjadikan orang-orang yang tak tahu tersebut sebagai bahan keisengan. Keisengan awal April Mop sangat berhubungan dengan perubahaan kalender.

Mereka yang masih merayakan tahun baru di akhir Maret akan ditempeli kertas bergambarkan ikan. Dimana ikan ini menandakan bahwa orang tersebut serupa dengan ikan yang mudah dikelabui dan ditangkap pada bulan April.

Meski telah berlangsung sejak tahun 1582, rupanya tradisi April Mop ini baru dimulai lebih dari satu abad kemudian. Tepatnya pada tahun 1700, para warga Inggris merayakan April Mop selama setengah hari.

Mereka yang masih mengerjai sesamanya setelah tengah hari dianggap membuat diri sendiri terlihat bodoh. Tradisi April Mop kini memang semakin menjamur, bahkan ke ke media massa. Sehingga kerap kali digunakan sebagai momentum untuk menyebarkan berita palsu.

Baca Juga : April Mop, Para Brand Ini Hadirkan Video Seru dan Inovatif

Jangan Sembarang Bermain April Mop

Sebagai bentuk lelucon bersama teman-teman memang agaknya sah saja melakukan April Mop. Namun ada beberapa hal pula yang harus diingat dengan April Mop ini, diantaranya jangan melakukan keisengan yang berlebihan hingga membahayakan teman Moms.

Tak hanya itu, jangan pula sembarang bermain April Mop dengan Si Kecil. Banyak orangtua yang mungkin melontarkan lelucon pada Si Kecil yang tak jarang malah berakhir dengan air mata. Hal ini dikarenakan memang tak semua keisengan dapat diterapkan pada Si Kecil.

Meski dirasa sudah cukup mengerti dengan lelucon yang Moms lemparkan, namun setiap hal tentu harus tetap disesuaikan dengan karakteristik masing-masing. Sebuah studi bahkan menunjukkan, sebuah kejutan pada anak-anak dapat berisiko terhadap depresi dan rasa cemas hingga permasalahan dalam mengontrol emosi.

Untuk itulah, orangtua perlu memahami pada lelucon yang dapat diterima sebagai bahan bercanda dan mana yang akan menimbulkan gangguan emosional.

Tak hanya itu, lelucon juga tak dapat berupa sesuatu yang menanggalkan harapannya. Seperti saat Moms memberikan kado, namun tak sesuai dengan bungkusnya. Hal tersebut dapat menurunkan kepercayaan mereka kepada orangtua, belum lagi mereka akan merasa malu karena sudah merasa berharap.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.