Karier & Keuangan

25 September 2021

Tertarik Menjadi Pekerja Freelance? Ini Hal yang Harus Diperhatikan!

Cari tahu segala hal mengenai freelance di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Adeline Wahyu

Memiliki pekerjaan yang sesuai dengan passion mungkin menjadi impian para milenial saat ini. Sehingga disadari atau tidak, freelance adalah pekerjaan yang banyak dilakukan oleh mereka. Sebab, salah satu hal yang melekat dari pekerja lepas adalah tidak terikat dengan jam kerja.

Pada 2019, survei MBO Partners menemukan bahwa hampir 41,1 juta orang Amerika mengidentifikasi diri mereka sebagai pekerja lepas. Hampir 15 juta mengaku sebagai pekerja paruh waktu, dan 12,4 juta menyebut diri mereka sebagai pekerja penuh waktu.

Bagi pekerja freelance, mereka bisa mengatur waktu kerja sendiri hingga menentukan deadline pekerjaan sendiri. Saat ini, pekerjaan sebagai freelance sudah diminati oleh banyak orang karena beberapa jenis pekerjaan lepas memiliki prospek dan profit yang tinggi.

Baca Juga: 5 Pekerjaan Impian Generasi Millennial

Apa Itu Freelance?

Freaalance Adalah -1.jpg

Foto: Campaignlive.co.uk

Freelance adalah sebutan bagi orang yang bekerja tetapi waktu kerjanya dapat diatur sendiri, tidak seperti karyawan atau pekerja kantoran lain yang memiliki jam kerja selama 8-9 jam sehari. Biasanya, mereka dikontrak oleh perusahaan, lembaga, atau organisasi.

Pekerja lepas bertanggung jawab atas segala macam hal yang tidak dilakukan oleh karyawan lain. Misalnya mengatur jam kerja, melacak waktu yang dihabiskan untuk berbagai proyek, menagih klien, dan membayar pajak sendiri.

Ada banayk situs yang bisa diakses oleh pekerja freelance untuk mendapatkan proyek atau pekerjaan. Biasanya dalam situs tersebut disebutkan nama perusahaan, job desk, deadline, hingga kontrak antara dua pihak tersebut.

Saat ini, ada beberapa bidang karir pekerja lepas yang paling diminati, misalnya: akuntansi dan keuangan, administratif, penulisan seperti content creator atau kontributor, komputer dan IT, SDM & perekrutan, pelatihan, dan sebagainya.

Pekerjaan lepas biasanya bersifat jangka pendek sesuai kontrak dan bisa melakukan kontrak dengan banyak perusahaan secara bersamaan.

Ini tentunya menjadi tantangan dan peluang tersendiri, karena akan menjadi nilai tambah tersendiri dalam CV untuk kembali bekerja dengan perusahaan lain.

Karena pekerja freelance adalah wiraswasta, bisa jadi mereka bekerja dengan tarif per jam, fee per project, tidak menerima gaji tetap atau cuti berbayar, serta tidak mendapatkan tunjangan lainnya seperti yang bisa didapatkan oleh pekerja kantoran lainnya.

SSRN Electronic Journal menyatakan, pekerja lepas memiliki risiko bisnis tersendiri, salah satunya dari kontrak. Sebab, kontrak tertulis formal tidak mencegah perilaku oportunistik klien, meskipun kontrak semacam itu membantu menyelesaikan konflik.

Yang perlu diperhatikan adalah hubungan sosial yang baik tanpa kontrak dapat dimanfaatkan oleh klien yang menunda pembayaran atau bersikeras untuk mengubah tenggat waktu, ruang lingkup dan spesifikasi pekerjaan.

Baca Juga: 5 Tips agar Tetap Fokus Bekerja saat WFH

Kelebihan dan Kekurangan Freelance

Freaalance Adalah -2.jpg

Foto: Freecodecamp.org

Setiap pekerjaan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, tak terkecuali para pekerja lepas.

Dengan menyadari hal tersebut, seseorang dapat memastikan diri untuk bersiap menghadapinya. Beberapa kelebihan dan kekurangan freelance adalah:

1. Kelebihan Freelance

  • Memiliki kendali atas beban kerja, klien, dan penghasilan adalah manfaat signifikan dari bekerja lepas. Seseorang dapat menentukan pekerjaan apa yang akan diambil, klien mana yang diinginkan, dan tingkat gaji yang didapat.
  • Fleksibilitas dan kerja jarak jauh juga menyenangkan. Sebagian besar pekerjaan freelance bisa dilakukan di rumah. Setiap pekerjaan tentu memiliki tenggat waktu yang harus dipenuhi, tetapi pekerja freelance dapat memutuskan kapan dan di mana untuk bekerja.
  • Karena pekerja lepas sering melakukan pekerjaan melalui internet atau surat, pekerjaan semacam ini membawa serta kebebasan mobilitas. Ini berarti sebagian besar pekerja bebas untuk tinggal dan bekerja di mana pun yang diinginkan dan bahkan dapat bepergian sambil melakukan pekerjaan lepas.
  • Pekerja freelance akan terus mengerjakan proyek baru dan bekerja untuk perusahaan yang berbeda. Karena alasan ini, pekerjaannya mungkin lebih bervariasi dan menarik dibandingkan dengan pekerjaan karyawan tetap.
  • Perusahaan semakin memilih jenis pekerjaan ini, karena pekerja freelance tidak membebani perusahaan sebanyak karyawan tetap. Ini mungkin berarti bahwa pekerja lepas tidak akan kekurangan pekerjaan untuk pekerja di tahun-tahun mendatang.

2. Kekurangan Freelance

  • Dengan kendali tertinggi, aka nada tanggung jawab tersendiri. Sebagai pekerja freelance adalah pemilik bisnis, dan harus tetap mengetahui pajak, faktur, invoice, pembayaran yang diterima, menentukan asuransi kesehatan, dan membeli setiap alat atau perangkat lunak dan teknologi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.
  • Feast or famine syndrome adalah kerugian nyata lainnya untuk pekerja lepas. Beberapa bulan bisa jadi penuh dengan pekerjaan, sedangkan bulan berikutnya mungkin menjadi hari-hari yang panjang tanpa pekerjaan.
  • Tidak bisa bergantung pada klien, karena jika hanya memiliki satu klien dan pekerja lepas sudah tidak diperlukan, mereka akan bergantung pada kontrak. Ini membutuhkan pengelolaan uang yang baik dan sumber klien baru yang konstan.
  • Kurangnya stabilitas: Bergantung pada tingkat keahlian, pekerja lepas dapat bersaing dengan banyak pekerja lepas lainnya untuk mendapatkan pekerjaan. Jika ini masalahnya, perusahaan juga dapat dengan mudah memutuskan untuk mengganti seseorang dengan orang lain jika mereka tidak sepenuhnya puas dengan pekerjaan pekerja lepas tersebut.

Baca Juga: 9 Asuransi Ini Tawarkan Program Perlindungan COVID-19, Banyak Manfaatnya!

Tips dan Karakter Pekerja Freelance

Freelance Adalah -3.jpg

Foto: Banknovo.com

Ada beberapa kualitas yang harus dimiliki sebagai seorang pekerja freelance. Meski bukan daftar yang cukup, karakteristik penting ini akan memberi gambaran tentang ke mana harus memfokuskan diri saat menjadi pekerja lepas.

  • Disiplin. Tidak ada atasan yang mengawasi dan menilai langsung bukan berarti pekerja online bisa santai. Disiplin diri diperlukan untuk tetap berada di jalur yang benar.
  • Kegigihan. Ketekunan selalu penting, terlebih lagi ketika seseorang baru saja memulai sebagai pekerja freelance dan sedang mencoba mencari pekerjaan.
  • Ketahanan. Ada satu kata yang akan sering didengar saar menjadi pekerja freelance: tidak. Penolakan akan dirasakan dan pekerja freelance harus segera move on untuk kembali mengasah kemampuan dan mencari proyek baru.
  • Terorganisir. Pekerja freelance akan bertanggung jawab untuk banyak tugas berbeda. Oleh karena itu, pekerja freelance harus memiliki dafta yang harus dilakukan, melacak pendapatan dan pengeluaran, segera membalas email klien, tetap mengikuti tenggat waktu yang diberikan, menjaga file disortir dengan baik, dan juga memastikan beban kerja efisien.
  • Proaktif. Meski perlu menjadi seseorang yang ramah, tetapi pekerja freelance harus sedikit agresif untuk mendapatkan klien baru. Jika ingin mengembangkan bisnis, seseorang harus merasa nyaman untuk membangun jaringan dan mendekati orang asing, baik secara langsung atau digital.
  • Komunikatif. Pekerja freelance harus bisa melakukan percakapan yang sulit seperti menegosiasikan tarif yang lebih tinggi atau putus dengan klien, dan menanganinya dengan bijaksana dan profesional. Pekerja lepas harus dapat berkomunikasi secara efektif untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman atau area abu-abu

Baca Juga: 5 Pekerjaan yang Cocok untuk Kita yang Suka Jalan-jalan

Karena sering berkaitan dengan pekerjaan di depan komputer, baik saat negosiasi, kontrak kerja, briefing, dan pengiriman hasil pekerjaan, ada beberapa tips yang bisa digunakan oleh pekerja freelance untuk melancarkan pekerjaannya:

  • Buat situs web sendiri. Jika tertarik dengan dunia kepenulisan, blog juga bisa digunakan. Ini bisa menjadi portofolio untuk menunjukkan kualitas tulisan yang dimiliki. Selain itu, berikan juga informasi tentang layanan yang ditawarkan, serta beberapa contoh jenis pekerjaan yang pernah dilakukan di laman profil.
  • Gunakan profil media sosial. Tambahkan informasi yang berkaitan dengan spesialisasi freelance di profil media sosial online. Platform populer dapat menjadi cara efektif untuk memasarkan diri dan menjangkau klien.
  • Bergabung dengan beberapa jaringan pekerjaan freelance online terkemuka. Internet menawarkan banyak situs freelance yang menghubungkan perusahaan dengan pekerja lepas yang relevan. Yang perlu dilakukan hanyalah membuat profil, mencari pekerjaan freelance di bidang yang digeluti dan menawar pekerjaan yang diminati.
  • Buat jadwal. Sebagai pekerja freelance, seseorang harus mengatur pekerjaannya. Cara terbaik untuk tetap mengikuti segala sesuatu dengan baik adalah dengan membuat jadwal mingguan dan harian. Ini untuk membantu mengukur apakah pekerjaan telah selesai atau dapat menerima pekerjaan baru dan tenggat waktu apa yang sedang sikerjakan.
  • Jaga hal-hal seperti pajak dan asuransi kesehatan. Sebagai pekerja freelance, seseorang juga termasuk dalam kategori wiraswasta. Ini berarti orang tersebut harus bertanggung jawab penuh atas masalah keuangan seperti pajak, perawatan kesehatan, dan rencana pensiun.

Karena freelance adalah bagian dari lifestyle saat ini, perhatikan kelebihan dan kekurangannya sebelum memutuskan menjadi bagian dari pekerjaan tersebut ya.

  • https://www.researchgate.net/publication/256039295_Freelance_Contracting_in_the_Digital_Age_Informality_Virtuality_and_Social_Ties
  • https://www.flexjobs.com/blog/post/what-are-freelance-jobs/
  • https://s29814.pcdn.co/wp-content/uploads/2019/06/MBO-SOI-2019.pdf
  • https://www.indeed.com/career-advice/finding-a-job/what-is-freelancing
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait