Kesehatan

10 Februari 2021

Serba-serbi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, dari Penyebab sampai Gejala

Apakah pembengkakan kelenjar getah bening berbahaya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernahkah Moms Dads ketika meraba bagian tubuh seperti leher, tengkuk, ketiak, payudara, atau lipatan paha, kemudian terasa seperti ada benjolan tetapi rasanya tidak sakit, atau sakit hanya di saat-saat tertentu saja?

Waspada, karena benjolan tersebut bisa menjadi salah satu tanda pembengkakan kelenjar getah bening.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening

Foto: freepik.com

Apakah sebetulnya kelenjar getah bening?

Kelenjar getah bening adalah gumpalan kecil jaringan yang mengandung sel darah putih yang berperan dalam melawan infeksi.

Organ ini menyaring cairan getah bening, yang terdiri dari cairan dan produk limbah dari jaringan tubuh.

Kelenjar getah bening juga membantu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh jika Moms Dads mengalami infeksi.

Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan limfosit dan makrofag normal sebagai respon terhadap antigen.

Baca Juga: Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih yang juga berfungsi dalam mempertahankan tubuh dari serangan infeksi oleh patogen.

Sedangkan makrofag merupakan salah satu komponen sistem imun yang menelan dan mencerna kuman serta sel yang rusak.

Letak Kelenjar Getah Bening

Letak kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh

Foto: freepik.com

Kelenjar getah bening memainkan peran penting dalam diagnosis, pengobatan serta prognosis kanker.

Mengutip dari Health Direct, kelenjar getah bening terletak tersebar di seluruh tubuh, seperti leher, ketiak, selangkangan, sekitar usus, dan di antara paru-paru.

Sedangkan pembengkakan kelenjar getah bening sering kali berhubungan dengan area yang terjangkit penyakit.

Misalnya, infeksi telinga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening di dekat telinga, sementara seseorang dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas akan melihat pembengkakan kelenjar getah bening di lehernya.

Baca Juga: Apa Beda Kelenjar Getah Bening Bengkak dan Kelenjar Tiroid yang Bengkak?

Gejala Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kulit di sekitar memerah dan bengkak adalah gejala infeksi

Foto: freepik.com

Kelenjar getah bening memiliki peran yang cukup krusial dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Hal ini karena dalam kelenjar getah bening, juga memiliki sel-sel darah putih yang bertugas sebagai sel pertahanan tubuh dalam membantu melawan infeksi.

Kelenjar getah bening berfungsi untuk menyaring cairan getah bening (yang terdiri dari cairan dan zat sisa dari jaringan tubuh) dari organ-organ terdekat atau area tertentu dalam tubuh.

Meski berperan menghasilkan sel darah putih untuk melawan infeksi, terkadang kelenjar getah bening juga rentan terkena infeksi. Jika hal ini terjadi, kelenjar getah bening akan membengkak dan meradang.

Pembengkakan kelenjar getah bening terjadi di beberapa bagian tubuh dan bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Untuk mengetahui lebih lanjut, ada baiknya Moms mengetahui gejala pembengkakan kelenjar getah bening yang dikutip dari Single Care, yaitu:

1. Bengkak di Beberapa Bagian Tubuh

Hal yang paling umum untuk dikenali sebagai tanpa gejala pembengkakan kelenjar getah bening adalah adanya bengkak di beberapa bagian tubuh seperti leher, ketiak, belakang kepala dan beberapa lokasi adanya kelenjar getah bening lainnya.

2. Terasa Nyeri

Gejala pembengkakan kelenjar getah bening selanjutnya adalah kelenjar akan sesekali terasa nyeri.

Meskipun pembengkakan kelenjar getah bening tidak terasa sakit, namun area yang bengkak akan terasa nyeri bila disentuh. Nyeri juga bisa terasa di area kepala.

3. Kemerahan Pada Kulit

Jika Moms Dads melihat atau mengetahui ada benjolan di bagian tubuh, terutama di letak kelenjar getah bening berada, cobalah lihat apakah kulit sekitarnya mengalami ruam atau kemerahan.

Jika iya, itulah pertanda kalau kelenjar getah bening mengalami pembengkakan dan peradangan.

4. Demam

Gejala pembengkakan kelenjar getah bening lainnya adalah tubuh menjadi demam.

Demam akibat pembengkakan kelenjar getah bening sebenarnya dapat sembuh dengan seiring waktu. Namun, perlu diwaspadai jika demam terjadi secara terus menerus.

5. Kehilangan Nafsu Makan

Menurunnya berat badan secara drastis akibat kehilangan nafsu makan juga perlu diwaspadai. Apalagi jika Moms atau Dads sudah merasakan gejala-gejala lainnya yang mengarah pada pembengkakan kelenjar getah bening.

Dalam beberapa kasus, pembengkakan kelenjar yang mulai tumbuh di dalam perut dapat menyebabkan rasa sakit di daerah perut sehingga menurunkan nafsu makan. Hal ini juga biasanya berhubungan dengan penyakit yang terjadi akibat infeksi cacing.

6. Mudah Lelah

Kelelahan ketika sehabis melakukan aktivitas berat atau aktivitas harian sangatlah wajar, tapi jika Moms Dads merasa mudah lelah bahkan saat sedang tidak melakukan aktivitas berat maka perlu diwaspadai.

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat membuat tubuh mudah lelah dan tidak kunjung membaik.

Baca Juga: Kelenjar Getah Bening di Leher Bengkak? Ini 5 Obat Alaminya!

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan jamur

Foto: freepik.com

Pembengkakan kelenjar getah bening sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau penyakit.

Namun, pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat menjadi tanda kelenjar sedang terkena infeksi dan peradangan. Pembengkakan kelenjar getah bening bisa bersifat terlokalisasi atau menyebar.

Dalam jurnal Lymphadenopathy, sekitar 75% kasus limfadenopati terlokalisasi, dengan 50% di antaranya terjadi di area kepala dan leher.

Pembengkakan kelenjar getah bening umum yang melibatkan dua atau lebih daerah yang tidak bersebelahan, dilaporkan terjadi pada 25% kasus limfadenopati.

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati bisa menjadi tantangan dan cukup sulit diterangkan. Riwayat menyeluruh dan pemeriksaan fisik adalah salah satu langkah terpenting dalam menentukan penyebab pembengkakan kelenjar getah bening.

Secara umum, pembengkakan kelenjar getah bening terjadi sebagai respons terhadap penyakit, infeksi, atau stres.

Kelenjar getah bening yang membengkak adalah salah satu tanda bahwa sistem limfatik sedang bekerja untuk membersihkan tubuh dari penyakit.

Adapun beberapa penyebab terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening, dikutip dari jurnal Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations, yaitu:

1. Infeksi Virus

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang pertama adalah adanya infeksi yang disebabkan oleh virus.

Pembengkakan kelenjar getah bening karena infeksi virus inilah yang paling umum terjadi.

Beberapa penyakit akibat infeksi virus yang memicu pembengkakan kelenjar getah bening misalnya herpes, cacar air, campak, HIV/AIDS, dan mononukleosis.

Jenis pembengkakan kelenjar getah bening yang diakibatkan oleh infeksi virus ini disebut dengan Limfadenopati viral.

2. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri merupakan penyebab pembengkakan kelenjar getah bening selanjutnya.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan memicu adanya pembengkakan kelenjar getah bening adalah radang tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. Pembengkakan kelenjar getah bening satu ini disebut dengan Limfadenitis bakterial.

3. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada tubuh juga menjadi salah satu penyebab pembengkakan kelenjar getah bening.

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening adalah histoplasmosis candidiasis, coccidiomycosis, dan tinea cruris.

4. Infeksi Parasit

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening lainnya adalah penyakit akibat infeksi parasit seperti toksoplasmosis, leishmaniasis dan kaki gajah.

5. Riwayat Penyakit

Gangguan autoimun dan penyakit ganas seperti limfoma, leukemia, kanker metastasis, juga termasuk salah satu penyebab terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening.

Umumnya kanker yang menyebar di dalam tubuh dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Ketika kanker sudah menyebar ke area kelenjar getah bening, kondisi ini bisa berakibat fatal bahkan dapat menyebabkan kematian.

6. Efek Samping Obat

Efek samping dari obat-obatan tertentu juga menjadi faktor adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

Walau efek samping tidak selalu muncul pada semua individu, inilah beberapa obat yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening sebagai efek samping:

  • Obat tekanan darah, seperti captopril, atenolol, dan hydralazine,
  • Antikonvulsan (obat kejang atau epilepsi), seperti karbamazepin, fenitoin, lamotrigin, dan primidone
  • Beberapa jenis obat lainnya, seperti quinidine, allopurinol, sulindac, dan pyrimethamine.

Baca Juga: Efek Samping Penggunaan Obat yang Mengandung Kortikosteroid untuk Tubuh

Berapa Lama Kelenjar Getah Bening Mengecil?

Pembengkakan kelenjar getah bening dapat hilang sendiri

Foto: freepik.com

Kelenjar getah bening yang membengkak disebabkan oleh kondisi yang mendasari, seperti infeksi, alergi, atau penyebab lainnya. Pembengkakan akan berkurang saat infeksi atau kondisi yang mendasarinya hilang.

Namun, kelenjar getah bening bisa saja tetap membengkak selama beberapa hari atau beberapa minggu setelah tubuh memberantas infeksi. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan dan normal terjadi.

News Medical menyebutkan bahwa kelenjar getah bening bisa tetap membengkak selama berhari-hari atau berminggu-minggu setelah tubuh membersihkan infeksi.

Pembengkakan kelenjar getah bening membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk kembali ke ukuran aslinya setelah masa pengobatan.

Baca Juga: Benjolan Mana yang Perlu Dicurigai sebagai Kanker Payudara?

Pembengkakan kelenjar getah bening diobati dengan mengatasi kondisi penyebabnya.

Dalam banyak kasus, pembengkakan kelenjar getah bening akan sembuh secara alami dan tanpa intervensi medis. Misalnya pada penyakit infeksi ringan seperti pilek atau flu.

Adapun beberapa tips untuk mengurangi pembengkakan kelenjar getah bening, yaitu:

  • Kompres bagian kelenjar getah bening yang membengkak dengan handuk yang dicelupkan ke dalam air hangat secara teratur
  • Jika menduga pembengkakan kelenjar getah bening akibat adanya infeksi, segera konsultasikan ke dokter dan konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter.
  • Untuk menghilangkan rasa sakit, bengkak, dan ketidaknyamanan, dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen, asetaminofen, aspirin, atau naproxen.
  • Jika gejala tidak kunjung membaik maka berkonsultasilah dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mengecek Kelenjar Getah Bening

Cek berkala Kelenjar Getah Bening

Foto: freepik.com

Moms jadi penasaran ingin mengecek apakah ada pembengkakan pada kelenjar getah bening? Ikuti tips ini!

  1. Rutin mengecek bagian tubuh yang terdapat kelenjar getah bening seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Hal ini mudah dilakukan saat mandi, sehingga Moms dan Dads dapat langsung mendeteksi jika ada pembengkakan yang tidak biasa.
  2. Bila Moms dan Dads merasakan ada benjolan di bagian tubuh yang terdapat kelenjar getah bening, lakukan pengecekan secara berkala untuk mengetahui apakah ukurannya membesar, menjadi lebih keras, jumlahnya bertambah atau tidak. Hal ini penting untuk dijadikan bahan konsultasi dengan dokter.
  3. Bila dalam beberapa waktu benjolan tidak kunjung sembuh, maka konsultasikan dengan dokter.
  4. Perhatikan juga gejala-gejala yang timbul selama adanya pembengkakan kelenjar getah bening.

Baca Juga: Perbedaan Penyakit Gondok dan Gondongan Pada Anak

Menyadari perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada tubuh merupakan langkah awal untuk mendeteksi berbagai macam kelainan atau penyakit yang muncul di tubuh Moms dan Dads. Semoga Moms dan Dads tetap sehat selalu!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait